Showing posts with label Singapore. Show all posts
Showing posts with label Singapore. Show all posts

Thursday, May 27, 2021

Review: Qatar Airways A330-300 and A350-900 Economy Class Barcelona to Singapore via Doha

Niatnya mau pisah review antara Barcelona ke Doha dan Doha ke Singapore, namun karena foto flight Barcelona ke Doha cuma 3 jadi mending digabung aja. Saya nggak banyak foto soalnya pesawatnya A330-300 yang jenis pesawatnya sama dengan ketika liburan ke Turki di tahun 2013. Review lengkap mengenai jenis pesawat bisa dilihat di tulisan ini.
 

Qatar Airways QR146
Barcelona (BCN) to Doha (DOH)
STD: 17.25
STA: 01.00 (+1)
Airbus A330-300
 
Proses check-in di counter berjalan lancar walaupun saya tidak bisa online check-in. Bagasi saya diteruskan langsung ke Singapore. Perjalanan dari Barcelona ke Doha memakan waktu sekitar 6 jam dan pesawat mendarat tengah malam di Doha.


Sunday, December 29, 2019

Birthday Trip 2019: Dua Kali ke Eropa Dalam 7 Hari!

Melanjutkan tradisi yang saya coba bangun sejak tahun 2016, tahun ini saya merayakan ulang tahun sambil jalan-jalan lagi. Berhubung ulang tahunnya tergolong spesial yakni ke-26 di tanggal 26, saya berusaha membuatnya memorable juga (cari-cari alasan).

Karena bacot panjang, tulisan kali ini lebih ke tahap perencanaan dan preview dulu, nanti akan ada post terpisah mengenai perjalanannya serta review pesawatnya.

Lufthansa First Class

Berhubung belakangan ini saya sedang mengurus market Thailand, jadwal libur saya juga mengikuti libur di sana. Sejak bulan Agustus saya sudah mulai memikirkan birthday trip ini karena di awal Desember ada tanggal merah 2 hari. Lumayan!

Rencana awal tentu saja adalah keinginan terbesar tentang pesawat yang belum terwujud, yakni mandi di pesawat. Namun setelah saya hitung-hitung termasuk biaya yang dibutuhkan untuk membeli miles, trip ini di luar budget haha ketawa sedih. Jadinya harus ditunda dulu. Pilihan berikutnya adalah mencoba Lufthansa First Class. Kenapa? Karena first class-nya terlihat sangat elegan ditambah bakal banyak pengalaman baru yang akan saya rasakan seperti mencoba First Class Terminal di Frankfurt, naik mobile Porsche dari lounge ke pesawat, mendapatkan amenity kits La Prairie yang mahal, serta memiliki bebek dari First Class Terminal!

Porsche ride from "lounge" to plane

Duckies!

Merencanakan Terbang dengan Lufthansa First Class
Setelah mempelajari beberapa cara termudah dan termurah untuk mencoba Lufthansa First Class, saya memutuskan untuk mengumpulkan miles melalui program Lifemiles-nya Avianca. Ini juga yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk membeli tiket business class untuk eksplor beberapa negara diAmerika Selatan ketika liburan ke Amerika Serikat. Sekali mendayung dua-tiga produk dicoba :p

Lufthansa First Class Signage

Monday, September 23, 2019

A Perfectly Balanced Trip: First Class and Back to South America

Hari Rabu kemarin saya baru saja tiba di Indonesia setelah melakukan perjalanan selama 13 hari. Perjalanan tersebut bisa dikatakan perjalanan yang paling mendekati sempurna versi saya. Apa kriteria perjalanan sempurna? Sebagai orang yang suka liburan, sebuah perjalanan harus mengunjungi tempat baru dan sebagai orang yang suka transportasi terutama pesawat, sebuah perjalanan harus memenuhi setidaknya salah satu dari: naik maskapai baru, naik jenis pesawat baru, naik premium class (business atau first class). Nah, perjalanan kemarin memenuhi keduanya:
  • Saya mengunjungi tiga negara baru: Amerika Serikat, Ekuador, dan Kolombia
  • Saya naik business class, bahkan first class!
Quito, Ecuador

Di awal saya bilang kalo perjalanan ini “mendekati” sempurna. Sedikit kekurangannya adalah perjalanan yang terlalu singkat (yes I know, udah 13 hari padahal, tapi tetep aja kurang). Karena terlalu singkat ini destinasi yang saya kunjungi di masing-masing negara belum maksimal, terutama Kolombia. Saya pengen banget ke Cartagena, tapi nggak keburu jadi hanya mengunjungi Bogota. Ecuador juga ternyata banyak banget tempat yang oke. Well, there will always be next time. Aamiin!

Cathay Pacific First Class

Hadiah Tahun Baru dari Cathay Pacific
Pada pagi hari tanggal 1 Januari 2019, saya bangun tidur sekitar jam 6 waktu Malaysia. Kala itu saya sedang menumpang menginap di apartment teman yang sedang bekerja di sana. Seperti biasa setelah bangun tidur handphone-lah yang saya cari. Ketika membuka website yang rutin saya buka setiap harinya, jantung langsung deg-degan karena ada info tiket pesawat Cathay Pacific first class dari Vietnam ke Vancouver pulang-pergi seharga USD 1,000!!! Beberapa keinginan saya tercapai dari topik tersebut: mengunjungi Vancouver (untuk ke Alberta) dan naik first class Cathay Pacific.

Wednesday, February 27, 2019

Itinerary Liburan di Negara-Negara Balkan

Sebenernya perjalanan ini terjadi bukan karena saya pengen banget ke Balkan. Melainkan karena saya pengen menggunakan benefit free upgrade dari economy class ke business class sebagai Gold Member-nya Qatar Airways Privilege Club. Sama ceritanya dengan liburan ke Polandia dan Baltik di tahun sebelumnya. Setelah bongkar pasang rute supaya nemu harga tiket Qatar Airways yang bisa upgrade ke business class dan menggunakan Qsuite, terpilihlah destinasi liburan di negara-negara Balkan.

Mostar, Bosnia and Herzegovina

ITINERARY 
Hari 0: Jakarta – Hong Kong
Terbang pagi hari dari Jakarta ke Hong Kong lewat Singapore. Walaupun niatnya nunggu di bandara aja selama di Hong Kong, tapi akhirnya bosen dan ke kota karena pesawat dari Singapore mendarat jam 5 sore sementara pesawat ke Doha baru akan terbang tengah malam. Menyempatkan diri ke tengah kota untuk ngetes seberapa wide lensa baru. Sengaja foto di tempat yang sama supaya keliatan bedanya hahaha noraknya.

Hari 1: Hong Kong – Sarajevo – Mostar (Bosnia & Herzegovina)
Tengah malam terbang dengan Qatar Airways menuju Doha sebelum lanjut ke Sarajevo. Penerbangan sekitar 8,5 jam dari Hong Kong ke Doha dan 5,5 jam dari Doha ke Sarajevo. Setelah perjalanan panjang, akhirnya saya mendarat di Sarajevo jam 11 pagi.

Economy class rasa business class :))

Menyempatkan keliling kota Sarajevo dengan jalan kaki dan geret koper karena nggak nemu tempat penitipan koper di tengah kota. Sehingga keliling di Old Town aja dan ngeliatin burung dara di sekitar Sebilj.

Old Town Sarajevo

Sarajevo

Sekitar jam 3 sore saya menuju terminal untuk naik bis selama 3 jam ke Mostar. Sampai Mostar langsung ke hostel dan tidur.

Wednesday, September 12, 2018

Office Graduation Trip: Weekend in Singapore

Singapore at Night

Awal bulan Agustus lalu salah satu teman kantor saya resign setelah 2,5 tahun bekerja. Orang mah kalo resign biasanya kasih makanan aja udah lebih dari cukup ya, lah ini dia ngajak staycation coba. Mewah banget sih emang hidupnya. Baru beli rumah, punya banyak mobil, tas bermerk semua, liburan ke US naik business class (pake promo yang saya kasih tau haha), pas resign ngajak staycation pula! Idola banget deh teteh satu ini.

Teteh idola yang tengah

Rencanya dia mau bayarin hotel untuk staycation di Jakarta. Namun entah kenapa jadi banyak gaya dan akhirnya ke Singapore. Karena kami teman yang tau diri, tiketnya bayar sendiri kok :p Dia bayarin hotel yang cakep. Milih hotelnya pun ribet. Sebagai karyawan perusahaan yang data-driven, kita sampe bikin Google Sheet dan mempertimbangkan semuanya di sana.

Pilihan Hotel

Akhirnya dipilihlah hotel PARKROYAL on Pickering karena menurut dia dan yang lain paling hotelnya instagrammable, walaupun kalau dilihat kamarnya tergolong lebih kecil. Ikut aja deh saya.

Saturday, July 21, 2018

Terbang dengan Maskapai Terbaik Dunia di Kelas Terbaik: Singapore Airlines A380 New Suites

Akhirnya saat yang dinanti-nanti tiba: saya terbang dengan Suites-nya Singapore Airlines! Suites merupakan first class-nya Singapore Airlines yang hanya terdapat di A380. Sementara first class yang terdapat di B777 merupakan first class “standard”. Singapore Airlines mengenalkan Suites di tahun 2007 dan tergolong revolusioner. Sepuluh tahun setelah mereka mengenalkan Suites, di akhir tahun 2017 mereka kembali mengenalkan Suites versi terbaru. Versi inilah yang akan saya naiki dalam penerbangan dari Hong Kong ke Singapore.

Awal minggu ini Singapore Airlines dinamakan sebagai World's Best Airlines versi SkyTrax. Sehingga saya bisa merasakan terbang dengan maskapai terbaik dunia di kelas terbaik saat ini!

Singapore Airlines A380 New Suites

Terbang dari Hong Kong yang bukan merupakan home base-nya Singapore Airlines berarti tidak ada perlakuan spesial saat check-in, security check, dan imigrasi. Berbeda jika terbang dari Singapore dimana penumpang first class memiliki bangunan terpisah dari Changi Terminal 3 untuk melakukan proses check-in. Penumpang Suites mendapatkan jatah bagasi sebesar 50 kg.

Check-in counter at Hong Kong International Airport

Singapore Airlines memiliki lounge sendiri yang dinamakan SilverKris Lounge di beberapa bandara yang frekuensi terbangnya banyak seperti Bangkok, Hong Kong, London, Sydney, dan sebagainya. Sebagai penumpang Suites, saya mendapatkan akses ke bagian First Class di SilverKris Lounge Hong Kong.

SilverKris Lounge Hong Kong

Sunday, January 7, 2018

Liburan di Bangkok Bersama Ayah dan Mama

Berbekal 2 tiket pesawat gratisan, saya ngajak Ayah untuk liburan di Bangkok. Gantian gitu sama Mama berhubung sebelumnya udah jalan-jalan ke Hong Kong. Tapi begitu Mama tau, dia mau ikutan juga. Untung aja harga untuk penerbangan yang sama masih manusiawi, jadi langsung beli supaya bisa barengan terbang bertiga. Adek nggak ikut karena lagi kuliah di Surabaya.

Reclining Buddha, Wat Pho, Bangkok

Ngomong-ngomong tentang adek saya, minggu depan dia akan liburan ke UK & Eropa terus buka PO (pre-order) untuk jastip (jasa titip). Berhubung waktu liburannya terbatas, jadi yang dia buka PO cuma tumbler Starbucks aja. Untuk yang tertarik bisa langsung kontak dia lewat Line (permadirf) atau WhatsApp (+62-812-2628-2327), atau bisa comment di sini juga sih nanti dia bales. Harga tumbler Starbucks-nya make sense sih, nggak di rentang Rp300 ribu - Rp450ribu kayak orang biasanya yang harganya suka bikin istighfar :))

Anyway, mari lanjut cerita liburan di Bangkok!

Hari 1: Jakarta – Singapore – Bangkok
Ini pertama kalinya saya ambil flight internasional jam 5 pagi dari Soekarno-Hatta. Karena takut bablas, kita berangkat jam 2 pagi dari rumah. Ternyata lancar banget jalanan (menurut lo..) alhasil nggak sampe 1 jam udah sampai di bandara. Berhubung ini flight internasional, biasanya kan check-in buka 3 jam sebelumnya ya. Tapi kayaknya petugasnya belom pada bangun, jadi baru buka sekitar 2 jam sebelumnya, yakni jam setengah 4.

Hari ini untuk pertama kalinya saya naik Singapore Airlines. Udah penasaran pengen coba sendiri karena review-nya yang bagus banget dari orang-orang bahkan di kelas ekonomi. Tapi ternyata biasa aja tuh dan agak di bawah ekspektasi. Mungkin karena rute saya cenderung pendek (Jakarta – Singapore dan Singapore – Bangkok PP) sehingga mereka juga nggak all-out. Review lebih detail terpisah ya.

Singapore Airlines Refurbished Economy Seat B777-200ER

Sunday, July 24, 2016

The Long Way to South America: Flights

Salah satu pertanyaan yang sering saya dapet setelah pulang liburan ke Brazil dan Peru adalah: habis berapa tiketnya? Sebenernya nggak murah-murah banget juga sih, tapi mengingat liburannya sekalian mampir sana-sini jadi kalo dipikir lumayan murah. Kalo bikin separate trip masing-masing ke Brazil, ke Peru, dan ke Spanyol, pasti jatohnya bakal lebih mahal dari tiketnya aja — walaupun bisa lebih lama juga explore-nya. Tapi berhubung saya ini fakir cuti, jadi harus memaksimalkan paid time-off yang ada.
Boarding pass dan luggage tag hasil liburan :D

Untuk ke Amerika Selatan, tiket dari Indonesia dapat dipastikan mahal banget. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, berangkat dari Kuala Lumpur atau Singapore bisa menekan biaya tiket lumayan banyak. Bisa diliat sendiri buktinya sebagai berikut:

See? Dengan tujuan yang sama (Lima, Peru) dan di tanggal yang sama (8 - 15 November 2016), kalau dari Jakarta harganya 30 jutaan (!!), dari Singapore 20 jutaan, dan paling "murah" 18 jutaan dari Kuala Lumpur. Tiket Jakarta - Kuala Lumpur/Singapore PP paling mahal juga 2.5 juta kalo pilih Garuda Indonesia/Malaysia Airlines/KLM yang nggak usah pikirin bagasi dan nggak perlu ganti terminal. Bisa lebih murah kalo pilihnya AirAsia, tapi mesti nambah bagasi dan pindah terminal. Your choice. But my first suggestion is always search from Kuala Lumpur or Singapore. Walaupun untuk beberapa destinasi lain pernah nemu lebih murah dari Jakarta sih.

Saya sendiri berhubung agak nggak ikhlas kalo bayar tiket langsung belasan juta gitu, jadi ambil rute yang muter-muter dan mampir sana-sini biar bayarnya nggak langsung banyak — walaupun akhirnya kalo ditotal segitu juga sih :)) Cara seperti ini nggak selalu cocok untuk semua orang, karena emang bakal capek. Tapi mumpung saya masih ngerasa kuat, jadi saya jalanin aja. Alhamdulillah nggak ada masalah, terutama drama macem gini *amit-amit* Selain itu, emang saya suka naik pesawat dan airport sih ya, jadi kalo dengan harga sama bisa nyobain beberapa maskapai dan mampir ke bebeapa airport, I'll gladly take it :D
Terminal 4S Madrid Barajas Airport
Transit sambil lari-lari di Madrid Barajas Airport, Spanyol yang cantik sekali

So, here goes the breakdown!

Sunday, July 3, 2016

The Long Way to South America: Introduction

"Ma, ini Eky liburan jauh banget ya…"
Begitulah kata-kata yang suka saya ucap dengan randomnya beberapa hari sebelum berangkat jalan-jalan. Respon dari Mama pun macem-macem, mulai dari ikutan heran kayak "ya lagian ngapain jauh-jauuuh" sampe yang supportive kayak "yaudah gapapa puas-puasin dulu".

Mengapa Amerika Selatan?
Setelah ngitung-ngitung jumlah tabungan setelah beberapa kali dapat upah, saya mencanangkan untuk jalan-jalan ke Amerika Selatan. Kenapa? Alasan besarnya adalah karena di sana terdapat 3 dari new 7 Wonders of the World: Christ The Redeemer di Brazil, Machu Picchu di Peru, dan Chichen Itza di Mexico. Ini merupakan long-term goal traveling saya selanjutnya setelah berhasil mengunjungi 7 keajaiban dunia nggak tau versi siapa di awal tahun 2015 lalu. Sementara alasan kecil-kecil lainnya adalah saya mau puas menikmati jerih payah kerja setiap hari jam 7 pagi sampe 7-8 malem, bahkan kadang weekend pun harus kerja. Lelah jiwa raga banget, makanya butuh liburan. Terus saya juga mau terbang yang jauuuh, berhubung udah puasa naik pesawat sejak Agustus 2015.
The Long Way to South America: Escadaria Selaron Rio de Janeiro Brazil
Escadaria Selaron, Rio de Janeiro, Brazil

Alhamdulillah Ayah, Mama, dan Eja sangat mendukung dengan rencana ini, walaupun masih aja ada sayup-sayup pertanyaan "terus kapan mau nabung buat nikahnya?" *lari*

Saturday, August 15, 2015

Itinerary dan Biaya Liburan 5 Hari di Hong Kong (dan Singapura)

Setelah di post sebelumnya saya ceritain tentang latar belakang dan sedikit overview liburan bareng Mama ke Hong Kong dengan sedikit liburan colongan di Singapura berhubung transit lama, sekarang saya mau berbagi pengeluaran selama liburan tersebut.
hong kong skyline at night

ITINERARY
Untuk itinerary perjalanan, liburan ini saya nggak bikin yang mendetil seperti biasanya karena emang mau santai aja. Alhasil saya baru kelimpungan pas udah di Hong Kong. Coret-coret sebentar hasilnya cuma dapet beginian doang:
Itinerary dan Biaya Liburan 5 Hari di Hong Kong dan Singapore-1
Itinerary seadanya

Tapi secara singkat, itinerary kami waktu itu adalah sebagai berikut
Biaya Liburan 5 Hari di Hong Kong dan Singapura-7 itinerary singkat
Itinerary Liburan di Hong Kong dan Singapore

PENGELUARAN
Sementara itu, berikut adalah detil pengeluaran saya dan Mama selama 5 hari di Hong Kong dan Singapura. Setiap biaya di sini adalah buat 2 orang ya.

Tuesday, August 11, 2015

Graduation Trip: Surprise Holiday for Mama!

Graduation Trip Surprise Holiday for Mama to Singapore and Hong Kong

Sejak mulai ngerjain tugas akhir, saya selalu bertekad buat nggak jadi pengangguran setelah wisuda. Wisuda sarjana ITB kan selalu hari Sabtu tuh, nah pengennya tuh hari Senin-nya saya udah punya kerjaan jadi nggak perlu glasar-glosor nggak jelas di rumah. Tapi sepertinya emang belom rejeki, jadi sampe selesai sidang koloqium rasanya keinginan itu nggak bisa terkabul (dan emang belom terkabul sampe sekarang: H+10 wisuda). Eh ternyata di hari Senin pertama itu saya malah liburan ke luar negeri! Apakah ini pertanda kalo saya bakal punya kerjaan yang sering ke luar negeri?! Aamiin-in boleh kok :))

Dalam ngerencanain jalan-jalan ini, satu hal yang pasti dan harus dilakukan adalah ngajak Mama. Saya udah pernah ke luar negeri berdua Eja dan Ayah, tapi sama Mama jalan berduanya baru ke Padang aja 2 tahun lalu. Mama juga belom pernah ke negara lain selain Indonesia dan Saudi Arabia. Jadi pengen banget ngajak Mama liburan ke negara yang rada modern.

Selain ngajak Mama, saya juga pengen banget bayarin liburan berdua Mama ini. Kenapa? Karena selama 2 tahun belakangan ini Mama suka masukin uang tambahan ke rekening saya supaya bisa banyak jajan biar gemuk. Tapi uang itu malah suka saya pake buat liburan yang dia sendiri nggak ikutan :( Kemarin waktu ganti HP Mama juga ikut bantuin. Rasanya pengen aja ngasih sesuatu yang bisa bikin saya dan Mama bahagia dan bisa dikenang terus dari uang yang dia tabungin ke saya itu :')
Graduation Trip Surprise Holiday for Mama to Singapore and Hong Kong
Sebelum berangkat liburaan! *baru ngeh di taksi kalo kita berdua biru-biru kayak Avatar*

Friday, August 29, 2014

Eja's Solo Travel: Macau & Hongkong (1)

Seperti yang sudah sedikit gue sebut di post sebelum ini, adek gue sudah tiga kali ke luar negeri dengan mandiri. Setelah umrah dan jalan-jalan ke Bangkok sama gue, dia ngajak temennya buat liburan ke Singapore berdua. Setelah itu dia mulai keracunan jalan-jalan. Dengan dalih "refreshing setelah UN", dia berangkat ke Singapore bulan April kemaren—kali ini sendirian. Disana dia sepertinya seneng banget jalan-jalan sendirian, dan semuanya berjalan lancar. Walaupun dengan bodohnya dia beli Burger King tapi mesennya yang bacon. Nggak ngerti dia kalo bacon itu babi.
Solo traveling Eja pertama ke Singapore

Setelah beberapa kali menerima ucapan maaf dari layar komputer karena belum diterima di perguruan tinggi pilihannya, akhirnya dia mendapatkan ucapan selamat dari ITS. Dia langsung seneng banget! Kemudian lagi-lagi dia berdalih "refreshing setelah serangkaian tes masuk", dan akhirnya memutuskan untuk liburan sendiri ke Hong Kong dan Macau. Uangnya pake uang sendiri! Gue juga kaget sih awalnya, tapi dia bilang kalo dia udah nabung buat Eropa Januari 2015 yang sebelumnya sudah direncanakan namun harus tertunda karena jadwal liburan kita yang nggak sama. Lagian juga kita sama-sama nggak enak ke Ayah kalo harus bayarin tiket, sementara bayar uang masuk kuliah aja udah mahal. Yaudah jadi adek gue memutuskan untuk menggunakan uangnya tersebut buat liburan ke Hong Kong dan Macau.

Long story short, dia udah di kosan nih. Tapi karena baru banget, jadi TV juga belom dibeliin sama emak bapak. Tambah lagi kenyataan kalo internet kosannya belom jalan. Jadilah gue iseng-iseng bilang ke dia buat ceritain liburannya kemaren, lumayan kan daripada bengong. Tak disangka tak dinyana, ternyata ceritanya lumayan panjang! Hahaha.

Karena sayang kalo gue baca sendiri, jadi gue post disini aja yaa siapa tau bermanfaat infonya. Sekalian buat memotivasi kalian juga, masa kalah sih sama adek gue yang umurnya belom 18 tahun tapi udah jalan-jalan sendirian, dengan uangnya sendiri pula!

Okay, here goes.

Eh, bentar deh. Mau manas-manasin dulu.
Tadi pagi nemu ini masaaa
WHAAAAT?!

GYAAAAHHH!!! PENGEN GAK??? SINGAPORE-PARIS PP SGD365 (~Rp 3.500.000)
Tapi udah gabisa dibeli sekarang :( Sedih gak? Gue juga nggak kedapetan sih, tambah sedih deh :(

Okay, now here goes.

Thursday, February 6, 2014

Winter and Great Wall: Introduction

akhirnya berhasil mengunjungi salah satu old 7 wonders lagi!!!! pertama kalinya juga ngerasain suhu minus alias di bawah suhu beku air alias di bawah nol derajat celcius! sempet ragu pada awalnya, cuma dengan segala doa dan tekad akhirnya berangkat juga ke… CHINA! lebih tepatnya ke Beijing dan Shanghai. demi menginjakkan kaki di Great Wall, gue yang merupakan manusia tropis ini pun menerjang suhu minus yang amit-amit dinginnya apalagi pas ada angin. trip ini menguras uang gue banget dan menjadikan trip ini sebagai trip termahal sejauh ini.

seperti biasa, mau introduction dulu tentang gimana persiapan sebelom berangkat, karena gue emang paling seneng cerita bagian ini. jadi maaf kalo kalian enek. siapa suruh baca blog ini?! (kenapa jadi nyolot).

Kamis, 13 Juni 2013
waktu itu sore-sore mau maghrib, ceritanya abis kumpul di kampus. kalo nggak salah ngomongin kulker, dan perkiraan tanggal kulker adalah 5-12 Januari 2014. pas tau hasil itu, rasanya ngenes banget karena prediksi gue kulker bakal tanggal belasan januari mulainya. kalo gini caranya, tiket ke bali yang udah dibeli januari 2013 buat 7-9 Januari 2014 terancam nggak kepake. cuma masa gue ngotot minta kulker diundur? jadilah gue diem saja dan kemudian pulang ke kosan. di tengah gundah gulana itu, gue buka laptop dan iseng iseng cari tiket. jeder! nemu tiket yang menurut gue murah, Kuala Lumpur - Beijing dengan AirAsia X Rp 650.000 one-way tanpa bagasi dan meal. ngecek Jakarta - Kuala Lumpurnya, nemu Lion Air Rp 350.000 one-way udah sama bagasi 20 kg. langsung deg-degan saat itu juga, dan mikir mikir tanggal. gimana kalo tiket udah dibeli dan kulkernya diundur ? gimana kalo nanti kedinginan pas winter disana, berhubung sempet ngurungin niat buat winter di Seoul sebelomnya? tapi akhirnya gue menepis semua pikiran itu dan mutusin buat beli tiketnya. kapan lagi jaman sekarang one-way 1 juta udah sampe Beijing? akhirnya pesen via tiket.com dan bayar via ATM malem itu juga, sekitar jam 8. SUPER IMPULSIVE. pulangnya gimana? nanti aja dipikirin. oh ya, gue juga dengan impulsivenya beli tiket Kuala Lumpur - Jakarta seharga 384.500 dengan bagasi 15 kg buat tanggal 19 Januari 2014 karena mikir mau pulang naik AirAsia X dari Shanghai ke Kuala Lumpur. waktu itu Shanghai-KL masih 2.5 juta exclude baggage, jadi ntaran aja belinya. jadi rencana awal: CGK-KUL-PEK(Beijing) // bullet train Beijing-Shanghai // PVG(Shanghai)-KUL-CGK.

Jumat, 18 September 2013 dan Minggu, 20 September 2013
booking hostel di Beijing dan Shanghai. rencananya nginep di Beijing 2 malem dan Shanghai 1 malem. harga hostel di China murah benerrrr! buat mixed dorm di Beijing semalemnya dapet 50 Yuan (~100.000) dan di Shanghai dapet 55 Yuan (~110.000). buat booking ini gue pake www.hostelbookers.com dan cukup bayar DP 10% dengan CC ayah, hihi. tapi akhirnya email hostel buat cancel 1 malem di Beijing dan cancel di Shanghai karena perubahan itinerary.

gue terus mikirin gimana rute yang enak buat pulangnya. sempet kepikiran buat nggak ke Shanghai, cuma nanggung karena udah di China masa nggak ke Shanghai yang tersohor akan modern-nya itu. terus kepikiran juga buat transit di Hong Kong karena terakhir kesana bener-bener ngos-ngosan dan ada beberapa to-do-list yang nggak dikerjain saking sempitnya waktu. alhamdulillah ternyata ada budget airlines di China, namanya Spring Airlines. harganya emang nggak sedahsyat budget airlinesnya South East Asia sih, tapi masih lumayan deh daripada penasaran sama Hong Kong. akhirnya rute menjadi CGK-KUL-PEK // bullet train Beijing-Shanghai // PVG-HKG-KUL-CGK.

masalah berikutnya muncul. HKG-KUL nggak ada yang murah. sempet kepikiran buat transit di Bangkok tapi waktunya mepet banget. terus tiba-tiba di facebook dapet kabar kalo Scoot mau buka rute baru ke Hong Kong. tapi kalo beli Scoot ini, tiket Mandala gue yang KUL-CGK bakal hangus begitu saja dan gabisa refund. pusing.

Tuesday, November 5, 2013

Up in the Air! LITERALLY!

Hi!!! I'm onboard flight 5J 813 bound for Singapore from Manila now! Alhamdulillah this plane equipped with inflight wifi soooo I can cross one of my bucket list (sounds tragic by including it to my bucket list haha). It's pretty hefty, 10MB for $3 and 20MB for $5. I opted the latter and I have already used around 7MB for Twitter, Plurk, iMessage, WhatsApp, and now for Blog. Still trying to upload at least one picture in Instagram, though. It always failed. Don't know why. Sooo, bye for now. I'll land in Singapore in 9ish am. 2.5-3hrs from now. Ciao!

Sent from my iPhone

Saturday, August 24, 2013

5 Days, 5 Cities, 5 Flights, 4 Countries: Itinerary and Expenses

Introduction
My A380 Experience
Day 1 - Singapore
Day 2 - Johor Bahru
Day 2 and 3 - Singapore and Kuala Lumpur
Day 3 - Hong Kong
Day 4 - Macau in a Nutshell
Day 4 and 5 - Hong Kong and Sick in Singapore
Itinerary and Expenses

berikut adalah itinerary perjalanan ini.

pengennya kaya gini awalnya.
click to enlarge
di Singapore bener bener on the spot kemana-mananya. makanya pas nyampe bengong dulu ngapain. sesuai dengan tweet gue waktu itu. 

ini apa yang terjadi selama disana
click to enlarge
edit: Senin, 20.00-21.00 Symphony of Lights dan Avenue of the Stars; Selasa 13.00-14.00 lalu ambil barang di Guesthouse

sekarang expense selama disana.
selama disana, gue nggak nyatet expense secara mendetil dengan ieXpenselt kaya pas ke Thailand. awalnya nyatet cuma makin kesini makin males. jadi lupa secara detilnya.

ini yang dipesen dari Indonesia. kursnya dari Citibank MasterCard yang suka seenak udel.






TYPE CURRENCY AMOUNT RUPIAH
1. AirAsia Bandung - Singapore - Bandung IDR 342.000 342.000
2. Malaysia Airlines Singapore - Kuala Lumpur - Hong Kong USD 153.3 1.530.197
3. Tiger Airways Hong Kong - Singapore HKD 499.8 643.484
4. TurboJet Hong Kong - Macau Taipa HKD 159 206.633
5. TurboJet Macau - Kowloon HKD 147 191.039
6. A Beary Good Hostel Singapore (10% Down Payment) SGD 2.7 22.994
7. Cosmic Guesthouse Hong Kong HKD 180 235.905
8. Bagasi AirAsia Singapore-Bandung 15kg IDR 105.000 105.000
TOTAL 3.277.252

buat jajannya gue rada lupa. seinget gue, gue nuker uang sekitar 3.2-3.3 juta yang dipecah kedalam MYR 50, SGD 150, dan HKD 1,500. terus di Hong Kong narik uang HKD 1,000. buat kehidupan disana (makan, transportasi, dan lainnya), serta belanja titipan ayah, mama, dan adek. sisa uang kertasnya pas balik dituker ke rupiah lagi dapet sekitar 900ribu. jadi jajan disana sama belanjanya sekitar 3.6 juta. belanjanya agak banyak waktu itu mehehehehe. yaaa hidup disana sekitar 2jutaan lah. kalo digenepin sama yang dipesen dari Indonesia, jadi total bersihnya sekitar 5,5 juta (exclude belanja). mahal apa murah? hmmmm gatau deh. yang jelas bisa kurang dari itu kalo tiket pesawatnya semua promo. itu total pesawatnya (sama bagasi) sekitar 2.6 juta. padahal kalo promo bisa 1.7-2 juta ajah. kan lumayan.

overall, Hong Kong seru banget. gue suka sama kotanya, terlepas dari hiruk pikuknya (eh atau gue tambah suka ya karena hiruk pikuknya itu?). yang jelas gue mau banget balik ke Hong Kong dan Macau. terutama mau ke The Peak dan nyobain egg tart di Senado Square Macau. terus mau coba ke Disneyland nonton fireworks shownya yang malem malem dan main di Ocean Park. yang jelas nggak mau sepadet kemaren, tapi gak mau kosong banget juga. sooo, ada yang mau nemenin?? hahahaha. kalo nggak ada gapapa sih ini juga lagi cari cara biar bisa nyempilin Hong Kong lagi pas trip mendatang. AZEEEEEKKK TRIP MENDATANG!!! doain yah semoga pergi. cukup 1 aja trip ke luar negeri yang harus gue tambahin [CANCELLED] di documents gue. pengennya semuanya ditambahin [DONE] aamiin :')

5 Days, 5 Cities, 5 Flights, 4 Countries: Day 4 and 5 - Hong Kong and Sick in Singapore

Introduction
My A380 Experience
Day 1 - Singapore
Day 2 - Johor Bahru
Day 2 and 3 - Singapore and Kuala Lumpur
Day 3 - Hong Kong
Day 4 - Macau in a Nutshell
Day 4 and 5 - Hong Kong and Sick in Singapore
Itinerary and Expenses

Day 4 - 28 Mei 2013
setelah sampai lagi di Hong Kong, keluarlah gue dari China Ferry Terminal di daerah Tsim Sha Tsui. karena udah bertekad buat foto si bebek, jadilah keluar dari mall/gedung harbournya, jalan lurussss aja berdasarkan google maps ke Victoria Harbour. eh ternyata jauh ye. gempor dah kaki. sepanjang jalan ke Victoria Harbour, banyak barang-barang branded mahal yang tokonya di pinggir jalan. kalo di Jakarta adanya di mall-mall, ini di pinggir jalan. terus kalo mau masuk harus ngantri di luar kalo di dalemnya penuh. penuhnya disini paling 3-5 orang yee. jadi heran aja sebenernya, itu orang pada mau buang duit malah disuruh nunggu di luar dulu yang terik bener. gue sih kalo digituin udah mencak-mencak! (mental rusuh).

sesampainya di Victoria Harbour.... tadaaaaa!!
*rowing on the bay sambil nyanyi I See the Light Duck*

mengingat singkatnya waktu karena harus ke Ngong Ping, pas nyampe langung nyamperin tante-tante yang lagi selfie. sian bener dah. makanya gue langsung nawarin mau dipotoin kagak. eh dia mau, jadinya gantian deh. dia motoin 2 kali dengan masing-masing mode portrait dan landscape.

DRAT!!! rambutnya wtf!

karena rambutnya terlalu wtf jadinya gue bilang makasih ke si tante terus berjalan dikit menjauh dari dia buat minta tolong sama orang lain. kan gak enak kalo keliatan sama dia kalo gue abis minta tolong sama dia eh minta tolong lagi sama orang lain. jadilah gue foto foto bebeknya sambil berjalan menjauh.

foto basa-basi

setelah dirasa agak jauh dan udah nggak keliatan sama si tante, akhirnya minta tolong fotoin dan alhamdulillah mendingan
backlight? saatnya Camera+ turun tangan!

selesai foto-foto sama bebek, pengen pegang bebeknya cuma ya karena tidak mungkin, jadilah gue langsung cabut. pas mau balik ke GH buat ambil barang-barang, kan mayan laper tuh, jadinya stop bentar di McD. eh alamakjaaan pas masuk itu ngantrinya puanjang bener! bisa-bisa gue baru dapet makan pas pesawat ke Singapore udah boarding! *lebay* tapi beneran panjang makanya pas baru banget buka pintu, langsung puter balik.

setelah keluar lagi dari McD, jalan lagi menuju stasiun MTR terdekat buat ambil barang di GH karena berikutnya mau ke Ngong Ping. ke Ngong Ping naik MTR juga. agak lama jalannya karena Ngong Ping itu udah deket airport. jadinya dari Ngong Ping nanti mampir dulu ke Disneyland buat foto depan gatenya (sedih) terus langsung ke airport naik bus.

sesampainya di ticketing cable car Ngong Ping, gue kasih bukti reservasi (waktu itu sepi juga loketnya jadi kagak ada privilege apa-apa). pas mau nuker, kata mas-masnya gue mesen yang crystal clear cabin (cable carnya terdiri dari kaca semua, atas bawah kanan kiri) yang harganya lebih mahal, padahal gue maunya yang standard aja. berhubung waktu yang sempit dan kalo crystal cabin antriannya lebih pendek, jadi gue iyain aja. cuma 10 detik kemudian langsung "mas gak jadi deh standard aja", maapin mas.

seperti yang orang bilang, antrian standard panjang. crystal kosong. bahkan ada yang crystal lewat begitu saja gara-gara kagak ada yang nunggu. 15-20 menit, akhirnya naik juga. pas naik nanti difoto dulu gitu, pas nyampe bisa diambil bisa kagak.


si om pramugara British Airways yang sepertinya sering ke Hong Kong jadi udah ngerti seluk beluknya. dia ke Ngong Ping mau sepedaan bawa sepeda lipet. pas keliatan HKIA, dia dengan excitednya bilang "itu pesawat gue nanti malem" sambil nunjuk nunjuk ke temennya. semua informasi barusan diperoleh dari hasil nguping.



setelah 20-30 menit (udah lupa maapin) perjalanan yang awalnya tenang cuma makin ke atas makin seru karena banyak angin (??), akhirnya sampe juga di Ngong Ping! awalnya tau Ngong Ping dari Running Man waktu episode Hong Kong. jadi nyempetin kesini deh buat liat Big Buddha sama Wisdom Path. ohya, turun dari cable car langsung diarahin ke toko souvenir. jadi dari foto yang pas berangkat itu, bisa dicetak di gelas, keychain, dan lain lain. karena gue pengen beli dan masih waras jadi gue ambil yang foto biasa aja. eh harganya HKD 100!!!! yaudahlah sekali kali ini... masih melas sih karena udah bilang beli masa gakjadi pas dibilang harganya. tapi sekarang girang aje kalo liat fotonya hahaha caem guenya! hayah

ini kayaknya toko yang jadi tempat ngecek emas beneran apa boongan di Running Man. etapi lupasih bener apa salah


tujuan pertama adalah Big Buddha. dengan bawa ransel isi tas kamera dan segala macem, serta bawa tas tenteng dengan berat sekitar 7 kg, gue jalan dari stasiun cable car mengikuti petunjuk ke Big Buddha. eh sempet sempetnya pake acara nyasar!!! kampret emang. cuma pas akhirnya nemu arah benernya, sedikit sedih karena ke atasnya masih harus nanjak dengan bawa gembolan segitu banyaknya. akhirnya dipaksain naik dan nyampe sana baju udah basah keringetan semua.



abis foto-foto, karena takut nggak keburu ngejar ke bandaranya berhubung harus ngantri cable car dan naik bis, akhirnya diputuskan buat nggak ke Wisdom Path.

setelah sampe lagi di stasiun cable car di Tung Chung, jalan kaki ke Citygate Outlet yang katanya jual baju murah murah. eh ternyata biasa aje. tapi tetep beli sih biar ada kenang kenangannya gituu. kelar muter citygate, keluar mallnya karena di deket situ ada semacem terminal bis. kalo mau ke airport bisa naik bis S1 dari citygate outlet ini.

sampe di HKIA terminal 2 (Tiger Airways adanya di terminal 2 yaa bersama dengan kebanyakan airlines murah lainnya), gue shock karena gue salah jadwal. gue ingetnya flight jam 20.45, eh ternyata 21.45... tau gitu bisa ke Disneyland dulu. cuma karena kaki udah minta istirahat dan belom makan, jadilah gue makan di foodcourtnya. makan blackpepper chicken dengan harga HKD 45 dan ternyata porsinya gede bener, ayamnya juga banyak dan akhirnya kekenyangan dan nggak abis. abis makan gue duduk dulu disitu karena pemandangannya adalah ngeliatin pesawat landing. wkwk segitunya amat ye gue. demen aja tapi ngeliatinnya. dan harus diakui Hong Kong ini sibuk banget airportnya. pas ada pesawat yang lagi landing, gak jauh di belakangnya ada kedip kedip ada pesawat lagi final approach. begitu terus hampir nggak ada jeda. emang lagi peak hour juga kali ya sore sore gitu.

berbeda sama pas check-in buat Malaysia Airlines di KLIA yang bisa kapan aja, check-in Tiger Airways baru di Hong Kong baru dibuka 2 jam sebelomnya. jadi baru bisa check-in sekitar jam 19.45 sementara gue nyampe jam 17.30. abis makan, masih jam 18.30an jadinya muter-muter bandara dan ketemulah Disneyland Store hihiiiww. disana beli gantungan kunci yang ternyata sama kaya punya Bintang. tapi sampe sekarang masih belom dipake sih, masih teronggak di plastiknya. nyari hoodie disana, kagak ada yang cocok. belakangnya selalu ada gambar segede punggung. yekali ke kampus pake hoodie Mickey Mouse segede gitu.

akhirnya dibuka juga itu counter check-in, dan semua berjalan lancar dan akhirnya dapet boarding pass. abis itu masuk imigrasi dan naik bis karena gatenya bukan di main terminal. berhubung batre hp menyedihkan, jadi nanya ke security ada colokan dimana. ternyata di deket Starbucks ada colokan yang lumayan banyak. ada kursi dan meja juga. dan ada wifi. betah bener dah jadinya disitu nungguin sambil dipanggil boarding. terus upload foto bebek jadiin profile picutre di facebook. terus commentnya begitu semua cuma Dhea doang yang bener. yaudah sebagai manusia cool lebih baik saya diam.

fakir listrik

akhirnya boarding dan masuklah ke pesawat

DADAH HONG KONG DAN MACAU!!!!! I PROMISE YOU I WILL BE BACK SOON!!!

sekalian ajadeh sama Day 5.

Day 5 - 29 Mei 2013


pesawat landing di Changi jam setengah 2 pagi lebih dikit dan setelah connect ke free wifinya, gue cari info tentang tidur di Changi. dan katanya disediain snooze lounge gitu. dalam perjalanan menuju snooze lounge gue tergoda untuk nyobain foot massage nya changi yang gratisan. dan kebetulan ibu ibu sebelah gue adalah orang indonesia yang abis dari Washington DC via Narita. dia bakal ke Jakarta dengan flight jam 6 jadinya kagak tidur karena takut bablas. dia orangnya baik, ngasih gue brownies yang dia beli di Narita. terus jadinya ngobrol sampe setengah 3. karena gue harus tidur, jadi gue pamit ke dia. abis pamit, bukannya tidur malah nyari colokan buat hp. eh bencana dateng. malah dikasih tau ada tempat namanya iConnect di lantai 2 (apa 3 gitu) Changi Terminal 2. kenapa bencana? karena 1. kursinya pewe 2. sepi 3. ada komputer gratisan 4. internet cepet 5. ada colokan tiap meja. alhasil gue malah browsing dan menemukan bahwa AirAsia X ada promo dan GUE BELI TIKET......... iya, gue beli tiket liburan pas lagi liburan. karena girang abis beli tiket, gue malah ngira-ngira nanti disana kemana aja, ngapain aja, dan butuh dana berapa. alhasil nggak tidur. UGH. masalah muncul sekitar jam 6 gue udah bosen dan pengen makan. diputuskan makan di Burger King dan lidah udah kacau, mulut rasanya nggak enak. fix deh masuk angin.

kecapean pas di Ngong Ping kemaren, nggak tidur, dan telat makan. alasan tepat buat sakit. akhirnya gue loyo dan males ngapa-ngapain. flight gue berikutnya jam 14.25 dan masih ada 8 jam lagi. karena bingung kalo di airport nunggu dimana, akhirnya maksain buat keluar. rencananya ke Sentosa Island buat foto di depan USS terus ke Mustafa Center buat beli coklat. namun apa daya pas sampe Vivo City gue terkulai lemah dan malah duduk duduk aja di taman di luar mall-nya. bengong aje mayan lama disana.
sendu di Vivo City

udah bosen, terus mau balik ke airport aja. kan lagi gak enak badan nih, jadinya pengen nunggu MRT yang kosong dong di MRT Tanah Merah. eh ternyata kagak kosong kosong. udah ditungguin hampir 10 MRT, semuanya penuh. dan orang Singapore juga kagak ada yang kaya gue gitu, nungguin MRT yang kosong. jadi pas ada MRT dateng, semuanya masuk. tinggal gue sendirian doang di stasiun. cuma akhirnya gue masuk aje dan pas di dalem MRT dapet email dari AirAsia kalo flightnya delay sejam. ALAMAAAKKK! udah bener bener lemes dah. pas sampe airport gue ambil semua barang di left luggage dan coba ke check-in counternya AirAsia. ternyata mereka kaya punya general check-in gitu yang buka terus. jadi bisa check-in lebih dari 2 jam sebelom flight. alhamdulillah. setelah dapet boarding pass, langsung ke gate dan tidur tidur ayam. tapi cuma bisa tidur kurang dari 1 jam. sampe jam 15.25 gundah gulana dan gusar. nelpon rumah nggak diangkat angkat, sedih bener dah.

akhirnya the gate was opened dan masuk lalu boarding. di pesawat setengah perjalanan gue bisa tidur. hampir 2 jam kemudian, landing di Bandung dan ke Solaria dulu karena pengen teh manis dan biar istirahat sekalian ngabarin orang di rumah. abis itu, langsung antri taksi dan ternyata ke cisitu bayarnya 50 ribu. hufffttt yaudahlah gakmau pusing dan mau istirahat aja akhirnya berangkat. nyampe kosan, beberes dikit, dan naik ojek ke DayTrans. ambil yang jam 18.30, dan gue terlelap sampe di Senayan City sekitar jam 21.30. gile itu tidur dari baru naik sampe nyampe di Sency! itu juga dibangunin sama supirnya wkwk.