Thursday, January 23, 2020

Milestones for the Blog!

Quick update to celebrate two milestones for the blog. After creating this blog a little over 11 year ago, few days back I noticed that this blog has more than 2 million page views! One thing to note is that the numbers aren't unique, meaning if someone continuously refreshing the page it will not count as 1 visit.


Milestone lain dari blog ini adalah bulan lalu, untuk pertama kalinya, saya mendapatkan uang dari AdSense!! Hahaha alhamdulillah ya. Padahal visit blognya cenderung berkurang dibanding tahun 2015-2017, namun ternyata namanya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit berlaku di sini. Niatnya saya mau memasang AdSense ketika blog ini mendapatkan 1.000.000 page views, namun baru akhirnya terlaksana di akhir tahun 2018. Uangnya dipake buat bayar domain blog ini aja biar bisa sustainable haha. Jadi kalo liat ads di blog ini, di klik yah biar membantu menghasilkan pundi-pundi uang :p

Blogger Tricks

Wednesday, January 1, 2020

Rumah Kebanjiran di Tahun Baru

Well, what an interesting way to start the new year...

Kebanjiran!

Seperti biasanya, saya nggak merayakan tahun baru. Baru pulang business trip ditambah emang males aja bawaannya jadi saya habiskan malam tahun baru dengan main laptop lalu ketiduran. Kebangun sekitar jam setengah 5 dan Ayah bilang kalau air di luar rumah udah tinggi dan kayaknya harus beberes. Sejak hari Selasa sore memang udah hujan sih, namun saya nggak nyangka kalo curahnya tinggi sekali dan menyebabkan air naik dengan cepat.

Air mulai meninggi namun belum masuk teras

Sekitar jam 5 Ayah dan Mama kembali meminta saya untuk mulai pindahin barang berhubung kamar saya paling rendah di rumah (lebih rendah dari ruang tengah). Saya iseng liat ke luar rumah dan wow air udah masuk ke teras, garasi, sementara hujan masih deras banget! Baru deh mulai berasa paniknya dan pindahin barang-barang ke luar kamar.

Pindahan

Tuesday, December 31, 2019

2019: Year in Review

Tahun 2019 ini merupakan tahun yang sangat menarik buat saya. Banyak ups and downs di tahun ini yang bikin saya seneng banget, kaget banget, stress banget, kesel banget, dan banget-banget lainnya. Sebagai orang yang hidupnya lempeng-lempeng aja, melewati hal-hal tersebut di tahun ini rasanya membuat saya lebih “dewasa”. Dewasanya saya pakaikan tanda kutip karena nggak ada yang bisa ngukur, tapi Eky 4-5 tahun lalu pasti bakal uring-uringan nggak berkesudahan ketika “masalah” hadir di tahun ini.

Halo dari Patagonia!

Mulai dari bagian travel ya karena hampir semuanya seneng!! Malah nggak ada sedihnya sih rasanya. Sama seperti tahun lalu, alhamdulillah tahun ini saya naik pesawat tiap bulan!!! Nggak tanggung-tanggung, tahun ini pecah rekor baru yakni 101 kali naik pesawat dengan jarak terbang total 155.046 miles! Ini lebih banyak 71% untuk segmen dan 92% untuk jarak. Bahkan jarak terbangnya hampir sama dengan total jarak terbang tahun 2017 dan 2018 digabung yakni 157.292 miles. Amazing!

Suka banget sama foto ini. pesawatnya, lighting-nya, awannya, dan semuanya

Berikut adalah beberapa highlight perjalanan saya di tahun 2019.
  • New countries visited (in order): Oman, Chile, United States of America, Ecuador, Colombia, Monaco, Andorra, and Myanmar
  • Number of miles flown: 155,046 miles
  • New airlines (in order): Jetstar Asia, Oman Air, Thai Airways, Thai Lion Air, Thai Smile, Cathay Dragon, Avianca, Vietnam Airlines, Air India, Lufthansa, Swiss, Vueling, Finnair, Hong Kong Airlines, and Myanmar Airways International --> this shows that I focused more on aviation in 2019 :D
  • New aircraft (in order): Airbus A320neo, Boeing 787-10, and Boeing 747-8i
  • Another three times on first class (similar amount like last year), but a whopping 31 times on business class while previous year only 5 times. What an amazing experience!
  • Sekitar sepertiga business class adalah dengan Malaysia Airlines karena harga "promo banget" Rp500 ribu PP Jakarta - Kuala Lumpur. Niatnya mau ngejar status British Airways Executive Club Silver (oneworld Sapphire), tapi karena salah itung periode assessment jadi tier point-nya kagak nyampe 600
  • Setelah setia banget sama Qatar Airways sejak 2016, tahun ini nggak naik Qatar sama sekali

Sunday, December 29, 2019

Birthday Trip 2019: Dua Kali ke Eropa Dalam 7 Hari!

Melanjutkan tradisi yang saya coba bangun sejak tahun 2016, tahun ini saya merayakan ulang tahun sambil jalan-jalan lagi. Berhubung ulang tahunnya tergolong spesial yakni ke-26 di tanggal 26, saya berusaha membuatnya memorable juga (cari-cari alasan).

Karena bacot panjang, tulisan kali ini lebih ke tahap perencanaan dan preview dulu, nanti akan ada post terpisah mengenai perjalanannya serta review pesawatnya.

Lufthansa First Class

Berhubung belakangan ini saya sedang mengurus market Thailand, jadwal libur saya juga mengikuti libur di sana. Sejak bulan Agustus saya sudah mulai memikirkan birthday trip ini karena di awal Desember ada tanggal merah 2 hari. Lumayan!

Rencana awal tentu saja adalah keinginan terbesar tentang pesawat yang belum terwujud, yakni mandi di pesawat. Namun setelah saya hitung-hitung termasuk biaya yang dibutuhkan untuk membeli miles, trip ini di luar budget haha ketawa sedih. Jadinya harus ditunda dulu. Pilihan berikutnya adalah mencoba Lufthansa First Class. Kenapa? Karena first class-nya terlihat sangat elegan ditambah bakal banyak pengalaman baru yang akan saya rasakan seperti mencoba First Class Terminal di Frankfurt, naik mobile Porsche dari lounge ke pesawat, mendapatkan amenity kits La Prairie yang mahal, serta memiliki bebek dari First Class Terminal!

Porsche ride from "lounge" to plane

Duckies!

Merencanakan Terbang dengan Lufthansa First Class
Setelah mempelajari beberapa cara termudah dan termurah untuk mencoba Lufthansa First Class, saya memutuskan untuk mengumpulkan miles melalui program Lifemiles-nya Avianca. Ini juga yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk membeli tiket business class untuk eksplor beberapa negara diAmerika Selatan ketika liburan ke Amerika Serikat. Sekali mendayung dua-tiga produk dicoba :p

Lufthansa First Class Signage

Sunday, December 1, 2019

Sakit Saat Jauh dari Keluarga

Sakit itu nggak pernah enak, apalagi sakit ketika jauh dari keluarga jadi harus melakukan apa-apa sendiri. Beli obat sendiri, cari makan sendiri, ke dokter sendiri.

BNH Hospital, Silom, Bangkok

Di hari ulang tahun saya pada hari Selasa lalu, saya bangun tidur dengan rada tenggorokan yang sedikit mengganjal. Sepertinya mau batuk. Karena hari itu saya akan pergi untuk business trip dilanjutkan dengan liburan, saya harus bawa obat batuk yang biasa saya minum. Sayangnya saya lupa membawanya dan ketika tiba di Bangkok batuknya menjadi lebih sering dan keras. Malamnya saya tidur seperti biasa namun keesokan paginya bangun dengan demam tinggi dan tenggorokan yang masih rada gatal.

Panik, saya chat teman saya yang dokter dan dilakukan diagnosis secara remote. Kemungkinan saya pharyngitis, tapi untungnya nggak separah yang sebelumnya. Itu salah satu sakit terparah saya dan masih kebayang betapa menderitanya kala itu. Demamnya sendiri katanya karena efek samping aja berhubung daya tahan tubuh saya lagi rendah. Saya diberikan beberapa rekomendasi obat untuk dibeli, paracetamol untuk demam dan beberapa obat untuk batuknya. Karena biasa demam, saya udah siap sedia paracetamol di tas. Sementara obat batuk karena lupa dibawa jadinya saya ke apotek. Di sana tidak ditemukan obat yang sesuai, jadinya selama di sana saya chat dengan teman sambil ngobrol dengan apotekernya.

Obat dari apotek