Sunday, July 26, 2020

Akhirnya Ke Luar Rumah

Salah satu tunjangan yang diberikan di tempat kerja saya adalah travel allowance tahunan, di mana karyawannya bisa membeli tiket pesawat, hotel, atau produk lain di tempat kerja saya dan di-reimburse. Ada limitnya, tapi cukup untuk dipakai bersenang-senang. Tahun lalu saya pakai buat mondar-mandir ke Kuala Lumpur. Tahun ini rencananya mau dipakai untuk liburan di bulan April, namun karena dibatalkan jadi udah lewat semester pertama 2020 dan allowance saya masih utuh.

Oleh karena itu muncul lah ide untuk melakukan staycation weekend ini. Beberapa hotel pasang harga yang lumayan murah dibanding biasanya dan saya menjatuhkan pilihan ke hotel brand yang belum pernah saya coba sebelumnya: Sheraton Grand Gandaria City Jakarta Hotel. Hotelnya baru dibeli H-1 karena sebenernya saya masih rada takut ke luar rumah jauh-jauh. Namun dengan tekad untuk tetap menerapkan protokol-protokol kesehatan yang berlaku saya akhirnya berangkat buat staycation.


Ini kali pertama saya ke luar rumah dengan jarak lebih dari 1km. Pertama kali ngerasain macet lagi dan akhirnya liat lagi apartemen yang mulai berbentuk :)) Saya tiba di hotel jam 2 siang, 1 jam lebih cepat dari jadwal check-in namun untungnya sudah bisa mendapatkan kamar. Kondisi lobby sepi dan hanya ada 1 tamu lain yang sedang check-in. Keliatannya dari luar negeri karena resepsionisnya menjelaskan dalam bahasa inggris dan menyebutkan sedang liburan. Ngapain ya liburan lagi begini, mana ke Jakarta pula…

Blogger Tricks

Friday, June 26, 2020

Huru-Hara Refund Tiket Pesawat Karena COVID-19

Siapa sangka 2020 bakal jadi se-berwarna ini! Dimulai dari banjir besar di Jakarta dan sekitarnya sampai kamar saya kerendem, dan sekarang dunia sedang mengalami pandemi COVID-19. Karena travel restriction ada di mana-mana, rencana liburan saya yang seharusnya di bulan April lalu dan Juli mendatang harus ditunda. Ada 10 reservasi tiket pesawat dengan 9 maskapai yang harus saya ubah atau bahkan batalkan. Berhubung lumayan beragam jenis tiketnya, saya mau menceritakan pengalaman saya mengurus ini semua.


Saya akan mengurutkan dari yang paling mudah sampai yang bikin istighfar dan memasuki masa “yaudahlah biarin, belom rejekinya”.

1. Japan Airlines Business Class
Metode: menggunakan miles Alaska Airlines Mileage Plan

Akhir Juli mendatang saya dan keluarga sudah berencana untuk berangkat ke Jepang untuk menyaksikan Summer Olympics 2020. Sejak pada 2018 tau ada “trick” stopover Japan Airlines yang membuat terbang ke Jepang dengan business class-nya Japan Airlines lebih terjangkau (pulang pergi sekitar Rp 9 juta per orang), saya pesen tiketnya dari September tahun lalu ketika reservasi untuk tanggal yang saya inginkan dibuka. Maklum harus jauh hari soalnya beli tiket untuk 3 orang.

Foto dari adek saya yang udah duluan coba JAL Business Class SkySuite III pas birthday trip dia tahun lalu

Ketika COVID-19 menjadi pandemi di bulan Maret, sejujurnya saya masih berharap kondisinya membaik. Namun sampai awal Juni masih belum ada tanda-tanda membaik bahkan Tokyo 2020 dibatalkan. Akhirnya hari Minggu lalu saya iseng cek reservasi tiket pesawat saya dan ternyata sudah dibatalkan juga penerbangannya. Langsung hubungi Alaska Airlines via Twitter (cepet banget jawabnya, sumpah!) dan diarahkan untuk hubungi via online chat (keren!). Dalam 13 menit tiket saya sudah dibatalkan, dan selesai chat saya buka account dan milesnya langsung masuk! Takjub banget beneran, malah jadi cari tiket-tiket berikutnya karena punya miles berlebih #eh. Tax and fees-nya sendiri masuk hari Rabu kemarin ke kartu kredit, sekitar 3 hari setelah saya minta refund. Salut dengan Alaska Airlines!

Online chat with Alaska Mileage Plan

Status per 25 Juni: refund sudah kembali, baik miles maupun taxes

Thursday, January 23, 2020

Milestones for the Blog!

Quick update to celebrate two milestones for the blog. After creating this blog a little over 11 year ago, few days back I noticed that this blog has more than 2 million page views! One thing to note is that the numbers aren't unique, meaning if someone continuously refreshing the page it will not count as 1 visit.


Milestone lain dari blog ini adalah bulan lalu, untuk pertama kalinya, saya mendapatkan uang dari AdSense!! Hahaha alhamdulillah ya. Padahal visit blognya cenderung berkurang dibanding tahun 2015-2017, namun ternyata namanya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit berlaku di sini. Niatnya saya mau memasang AdSense ketika blog ini mendapatkan 1.000.000 page views, namun baru akhirnya terlaksana di akhir tahun 2018. Uangnya dipake buat bayar domain blog ini aja biar bisa sustainable haha. Jadi kalo liat ads di blog ini, di klik yah biar membantu menghasilkan pundi-pundi uang :p

Wednesday, January 1, 2020

Rumah Kebanjiran di Tahun Baru

Well, what an interesting way to start the new year...

Kebanjiran!

Seperti biasanya, saya nggak merayakan tahun baru. Baru pulang business trip ditambah emang males aja bawaannya jadi saya habiskan malam tahun baru dengan main laptop lalu ketiduran. Kebangun sekitar jam setengah 5 dan Ayah bilang kalau air di luar rumah udah tinggi dan kayaknya harus beberes. Sejak hari Selasa sore memang udah hujan sih, namun saya nggak nyangka kalo curahnya tinggi sekali dan menyebabkan air naik dengan cepat.

Air mulai meninggi namun belum masuk teras

Sekitar jam 5 Ayah dan Mama kembali meminta saya untuk mulai pindahin barang berhubung kamar saya paling rendah di rumah (lebih rendah dari ruang tengah). Saya iseng liat ke luar rumah dan wow air udah masuk ke teras, garasi, sementara hujan masih deras banget! Baru deh mulai berasa paniknya dan pindahin barang-barang ke luar kamar.

Pindahan

Tuesday, December 31, 2019

2019: Year in Review

Tahun 2019 ini merupakan tahun yang sangat menarik buat saya. Banyak ups and downs di tahun ini yang bikin saya seneng banget, kaget banget, stress banget, kesel banget, dan banget-banget lainnya. Sebagai orang yang hidupnya lempeng-lempeng aja, melewati hal-hal tersebut di tahun ini rasanya membuat saya lebih “dewasa”. Dewasanya saya pakaikan tanda kutip karena nggak ada yang bisa ngukur, tapi Eky 4-5 tahun lalu pasti bakal uring-uringan nggak berkesudahan ketika “masalah” hadir di tahun ini.

Halo dari Patagonia!

Mulai dari bagian travel ya karena hampir semuanya seneng!! Malah nggak ada sedihnya sih rasanya. Sama seperti tahun lalu, alhamdulillah tahun ini saya naik pesawat tiap bulan!!! Nggak tanggung-tanggung, tahun ini pecah rekor baru yakni 101 kali naik pesawat dengan jarak terbang total 155.046 miles! Ini lebih banyak 71% untuk segmen dan 92% untuk jarak. Bahkan jarak terbangnya hampir sama dengan total jarak terbang tahun 2017 dan 2018 digabung yakni 157.292 miles. Amazing!

Suka banget sama foto ini. pesawatnya, lighting-nya, awannya, dan semuanya

Berikut adalah beberapa highlight perjalanan saya di tahun 2019.
  • New countries visited (in order): Oman, Chile, United States of America, Ecuador, Colombia, Monaco, Andorra, and Myanmar
  • Number of miles flown: 155,046 miles
  • New airlines (in order): Jetstar Asia, Oman Air, Thai Airways, Thai Lion Air, Thai Smile, Cathay Dragon, Avianca, Vietnam Airlines, Air India, Lufthansa, Swiss, Vueling, Finnair, Hong Kong Airlines, and Myanmar Airways International --> this shows that I focused more on aviation in 2019 :D
  • New aircraft (in order): Airbus A320neo, Boeing 787-10, and Boeing 747-8i
  • Another three times on first class (similar amount like last year), but a whopping 31 times on business class while previous year only 5 times. What an amazing experience!
  • Sekitar sepertiga business class adalah dengan Malaysia Airlines karena harga "promo banget" Rp500 ribu PP Jakarta - Kuala Lumpur. Niatnya mau ngejar status British Airways Executive Club Silver (oneworld Sapphire), tapi karena salah itung periode assessment jadi tier point-nya kagak nyampe 600
  • Setelah setia banget sama Qatar Airways sejak 2016, tahun ini nggak naik Qatar sama sekali