Sunday, December 1, 2019

Sakit Saat Jauh dari Keluarga

Sakit itu nggak pernah enak, apalagi sakit ketika jauh dari keluarga jadi harus melakukan apa-apa sendiri. Beli obat sendiri, cari makan sendiri, ke dokter sendiri.

BNH Hospital, Silom, Bangkok

Di hari ulang tahun saya pada hari Selasa lalu, saya bangun tidur dengan rada tenggorokan yang sedikit mengganjal. Sepertinya mau batuk. Karena hari itu saya akan pergi untuk business trip dilanjutkan dengan liburan, saya harus bawa obat batuk yang biasa saya minum. Sayangnya saya lupa membawanya dan ketika tiba di Bangkok batuknya menjadi lebih sering dan keras. Malamnya saya tidur seperti biasa namun keesokan paginya bangun dengan demam tinggi dan tenggorokan yang masih rada gatal.

Panik, saya chat teman saya yang dokter dan dilakukan diagnosis secara remote. Kemungkinan saya pharyngitis, tapi untungnya nggak separah yang sebelumnya. Itu salah satu sakit terparah saya dan masih kebayang betapa menderitanya kala itu. Demamnya sendiri katanya karena efek samping aja berhubung daya tahan tubuh saya lagi rendah. Saya diberikan beberapa rekomendasi obat untuk dibeli, paracetamol untuk demam dan beberapa obat untuk batuknya. Karena biasa demam, saya udah siap sedia paracetamol di tas. Sementara obat batuk karena lupa dibawa jadinya saya ke apotek. Di sana tidak ditemukan obat yang sesuai, jadinya selama di sana saya chat dengan teman sambil ngobrol dengan apotekernya.

Obat dari apotek

Blogger Tricks

Tuesday, November 26, 2019

26

This year is a special birthday since I'm turning 26 on 26!

Birthday cake dari hotel

Berbeda dengan tahun lalu dimana saya gegoleran seharian di Qsuite selama 14 jam, tahun ini saya harus mengingat perkataan "roda itu berputar". Walaupun saya tetap bisa terbang di hari ulang tahun, kondisinya cukup berbeda dibanding tahun lalu. Dari ini...

Qsuite!

Menjadi ini...
Sama-sama ungu dikit lah...

But no complaints! Tetep senang karena bisa merayakan ulang tahun di pesawat lagi. Yay!

Sunday, November 24, 2019

Frequent Flyer Membership Status in 2019: Berantakan!

Baru sadar bulan November ini belom nge-blog. Rasanya udah nge-blog banyak ternyata semua di bulan Oktober. Berhubung lagi belum terkumpul niatnya untuk ngedit foto beberapa penerbangan terakhir yang menarik untuk di-review, saya mau nulis tentang bagaimana kondisi frequent flyer membership saya di tahun 2019 ini karena belakangan suka mikirin mau fokus ke mana karena berantakan banget!!!

Kunci utama dari frequent flyer membership adalah memilih program yang tepat sesuai kebutuhan kamu. Ada program yang mudah untuk mendapatkan status elite namun redeem miles-nya mahal, ada program yang miles redemption-nya menarik namun susah untuk dapat status elite. Setelah tau kebutuhannya, hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah pola perjalanan kamu. Apakah selama ini ada kecenderungan untuk memilih airlines tertentu? Apakah airlines tersebut tergabung ke global alliance (oneworld, Star Alliance, atau SkyTeam)? Apakah airlines tersebut beroperasi di airport yang sering kamu gunakan? Apakah rute airlines/ partnernya ada ke destinasi yang kamu inginkan?

Redeem miles untuk terbang dengan business class

Selama 2016-2018 saya setia banget sama Qatar Airways, hingga saya bisa jadi member Gold di Privilege Club-nya selama 2 tahun. Sayangnya Qatar Airways tega banget sama member-nya karena bikin perubahan yang nggak manusiawi tanpa pemberitahuan yang cukup hingga akhirnya saya nggak mau loyal lagi ke mereka. Selama 2018-2019 jadinya saya terbang sesuai kebutuhan dan menyebabkan kondisi berantakan sekarang ini. Saya akan jelaskan satu per satu frequent flyer status yang saya miliki, mengapa saya memilikinya, dan rencana saya ke depannya.

Thursday, October 24, 2019

Pengalaman Perpanjang Paspor Elektronik

Wah ternyata saya bisa merasakan paspor habis sebelum masa berlakunya berakhir! Paspor pertama saya berakhir masa berlakunya dengan menyisakan sekitar 8 halaman kosong, dan sekarang paspor kedua saya habis halamannya dalam 3 tahun 3 bulan. Sebenernya masih ada bagian kosong untuk cap, tapi karena ada keperluan yang memerlukan halaman kosong jadi mau nggak mau harus bikin paspor baru.

Paspor baru!

Pengambilan Nomor Antrian Online
Setelah membaca beberapa blog terbaru tentang pembuatan dan perpanjangan paspor, kantor imigrasi Jakarta mengharuskan pemohon untuk memiliki nomor antrian terlebih dahulu. Nomor antrian ini bisa dipilih secara online.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan registrasi di halaman ini (https://antrian.imigrasi.go.id). Data yang dimasukkan standar dan mudah dilakukan. mereka inginkan.

Setelah melakukan pendaftaran, kalian harus memilih di mana permohonan dilakukan dan kemudian memilih slot tanggal yang diinginkan. Setelah konfirmasi data, kalian telah resmi memiliki nomor antrian.

Tips:
  • Lakukan registrasi ini di hari Senin – Kamis karena hari Jumat website jadi lemot banget berhubung kuota permohonan ditambahkan hari ini dan orang-orang rebutan untuk mendapatkan jadwal yang
  • Kuota dibuka setiap minggu. Kalian harus standby hari Jumat siang minggu sebelumnya (info yang saya baca, tepatnya jam 2 siang) karena kuota baru untuk minggu depannya dibuka di waktu tersebut. Misal kalian ingin mengajukan permohonan hari Senin, 4 November 2019, maka kalian harus standby jam 2 siang pada hari Jumat, 1 November 2019.
  • Saya sendiri lupa untuk standby jam 2 siang dan baru akses sekitar jam 6 sore. Akses lewat komputer lemot banget bahkan untuk sign-in aja susah. Saya coba lewat aplikasi dan untungnya lebih lancar. Jadi saya sarankan untuk download aplikasinya.
  • Kantor Imigrasi Jakarta Selatan sangat populer sehingga ketika saya bisa akses, slot Senin dan Selasa sudah habis. Akhirnya saya memilih Jakarta Pusat dan bersyukur karena setelah membandingkan dengan pengalaman teman di Jakarta Selatan dan Barat, lewat Pusat ini lebih cepat pembuatannya. Nanti saya jelaskan di bagian bawah.
  • Ada beberapa bagian di design aplikasinya yang tidak user friendly, misalnya setelah memilih jadwal pertanyaan kebutuhan untuk pembuatan baru atau perpanjangan. Saya otak-atik pilih perpanjangan selalu gagal pas pengisian data. Akhirnya saya pilih pembuatan baru setelah baca di Twitter nggak masalah pilih yang mana pun di tahap ini.
  • Terdapat aturan yang sangat ketat yakni setiap pemohon hanya bisa mendapatkan antrian online 1 kali dalam 30 hari. Berdasarkan penjelasan yang saya baca di Twitter, ini dikarenakan banyak orang yang setelah dapat nomor antrian tidak datang di jadwal yang mereka pilih sehingga buang-buang kuota padahal banyak yang butuh antrian. Karena masalah design yang nggak oke tadi, setelah saya mendapatkan nomor antrian saya menyadari jenis antrian saya termasuk ke pembuatan baru, bukan perpanjangan. Oleh karena itu dengan polosnya saya batalkan nomor antrian dan salah saya juga nggak membaca dengan detail warning-nya. Hasilnya saya panik karena butuh paspor urgent namun nggak bisa dapet nomor antrian.
  • Alhamdulillah ada info di Twitter yang bilang kalau kejadian seperti ini, bisa buat akun anggota keluarga dalam satu kartu keluarga lalu ditambahkan diri kamu sendiri ke dalam daftar pemohon. Akhirnya saya buatin account pakai data KTP adik saya dan berhasil mendapatkan nomor antrian. Namun pastikan anggota keluarga ini nggak akan perpanjang paspor di tanggal berbeda dalam rentang 30 hari setelah kalian perpanjang.

Wednesday, October 23, 2019

Rabu, 23 Oktober 2019

Wah udah lama ternyata nggak nulis blog tentang kejadian di suatu hari. Tadi jadinya ngecek-ngecek tulisan lama yang wow menarik sekali hidupku jaman dulu semuanya diceritain kayak nggak ada beban haha. Terakhir nulis di tahun 2011, kemudian ada cerita kejadian dalam satu hari penuh di tahun 2009 seperti ini ini ini dan ini.

Tadi lagi bengong di jalan terus kepikiran untuk bikin cerita tentang hari ini berhubung menarik dan bikin mikir. Semoga suatu saat nanti saya bisa baca lagi tulisan ini dan senyum-senyum sendiri :)) Here goes.

Hari ini saya lagi berada di Bangkok, Thailand, karena ada urusan kerjaan. Saya berangkat hari Minggu (20 Oktober) dan balik ke Jakarta hari Kamis (24 Oktober). Entah kenapa lupa banget kalo hari ini (Rabu, 23 Oktober) merupakan hari libur. Jadi pas hari Senin set meeting, ada yang nyamperin dan bilang "Can we reschedule the meeting? Wednesday is public holiday". Ups! Kemaren sempet kepikiran mau day trip ke Myanmar tapi nggak jadi karena alhamdulillah masih waras untuk nggak hambur-hamburin uang dan udah janjian juga buat pergi bareng sama Ojan ke sana. Jadilah hari ini seharian di hotel aja menikmati kasur sambil ndusel.

Bangkok!

Berhubung di Indonesia masih hari kerja normal, jadi ya masih balesin orang untuk discuss juga. Selain itu ada meeting lewat Google Hangout dan baru kelar sekitar jam 2 siang. Kelar call, laper banget dan langsung beberes buat cari makan. Biasanya kalo makan di food court deket hotel. Makanannya murah (50-80 Baht), rasanya udah cocok, dan tempatnya bersih juga. Tadi entah kenapa nggak kepikiran dan maunya ke mall aja, bosen kali ya?