Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Tuesday, September 9, 2025

Negara UN ke-100/195!

Greetings from New York!

Hari ini adalah hari terakhir cuti karena jatah cuti saya habis buat trip kali ini sehingga udah nggak punya hari cuti lagi sampai akhir tahun. Awalnya cuma mau cuti 4-5 hari aja supaya akhir tahun bisa cuti lagi, tapi setelah dipikir dan dihitung-hitung, lebih baik dibikin 1 perjalanan lebih panjang supaya target saya bisa lebih cepat tercapai.

Granada, Nicaragua

Mengapa punya target untuk mengunjungi 100 negara?
Tujuan utama perjalanan ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menuntaskan goal travel yang saya set di akhir tahun 2023: mengunjungi 100 negara yang diakui United Nations. Target ini sebenernya saya ubah sedikit yakni dari 100/197 menjadi 100/195 supaya bener-bener no asterisks. Kenapa no asterisks? Karena seperti yang sebelumnya saya sudah pernah tulis, Ethiopia adalah negara dan teritori ke-100 yang saya kunjungi, tapi pembaginya beda dengan yang biasa dipakai orang-orang. Penjelasan untuk “negara yang diakui UN” dan “negara dan teritori” akan saya jelasin di bagian berikutnya.

Sebagai orang yang sangat exact dan perlu ada “carrot” buat bergerak/ jadi excited, punya target ini penting supaya saya tau apa yang mau dituju. Target awal saya adalah mengunjungi 7 Wonders of the World versi nggak jelas, yang kemudian berubah menjadi New 7 Wonders of the World. Ketika sudah tercapai dan punya keinginan menggebu untuk jalan-jalan, at the back of my mind saya pengen mengunjungi 100 negara. Selain karena pernah nemu istilah “The Travelers' Century Club” alias orang yang sudah mengunjungi 100 negara, 100 ini angkanya bulet dan cantik buat dijadikan target. Ulangan dapet nilai 100 kan bagus banget :))

Namun karena waktu itu saya masih mengunjungi 50 negara, kayaknya bakal susah banget ke 100 negara. Jadi targetnya baru saya resmikan beberapa tahun terakhir ketika hilalnya sudah jelas; saya tau gimana cara mencapainya dan kapan bisa dibikin target yang realistis. 

Peta negara yang sudah saya kunjungi per September 2025

Sunday, May 25, 2025

Drama Ditolak Masuk Venezuela

Ini ibarat film udah ke-spoil ending-nya bakal kayak gimana, tapi lewat tulisan ini saya bakal coba mengenang apa yang terjadi, gimana terjadinya, kenapa terjadi (sepertinya), dan akhirnya gimana.

Caracas Airport, Venezuela

Dalam perjalanan liburan dalam rangka melakukan dua hal yang saya inginkan, yakni naik Etihad The Apartment ke New York dan nonton 2024 Summer Olympics di Paris, saya perlu tiket dari New York ke Paris. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya memutuskan untuk beli tiket Turkish Airlines dari Caracas, Venezuela ke Amsterdam via Istanbul. Niatnya New York ke Paris tapi jadi Caracas ke Amsterdam ini unik banget yah… Sebenernya yang saya pengenin itu Havana ke Amsterdam, tapi karena kelamaan mikir akhirnya Havana-Amsterdam-nya nggak ada, tinggal Caracas-Amsterdam yang padahal Havana-Caracas-Istanbul ini flight Turkish Airlines dengan kode yang sama. Saya tetep beli tiketnya karena pemegang paspor Indonesia bebas visa ke Venezuela, jadi lumayan bisa eksplor negaranya sedikit.

Karena rencana perjalanannya beranak pinak, saya akan menginap 1 malam di Caracas setelah terbang dari Santo Domingo di Dominican Republic.

Gundah gulana karena info dari supir taksi
Sekarang saya selalu memilih untuk pesan taksi ketika landing di kota yang transportasi umumnya jelek, daripada pusing harus cari-cari, nego, dan segala macemnya. Sehari sebelum kedatangan setelah pemesanan saya dikonfirmasi, driver-nya bilang kalo saya bakal datang di hari pemilunya Venezuela dan ada kemungkinan rusuh kalo oposisinya nggak menang. Kemudian dia bilang ada beberapa calon penumpangnya dari Pakistan yang dideportasi.



Saturday, May 17, 2025

Liburan Rute Random: New Zealand, South Pacific, dan Belize

Bulan Mei tahun lalu saya liburan ke beberapa negara yang kombinasinya kurang lazim. Liburan saya dimulai di New Zealand lalu berakhir di Belize. Sebenernya destinasi terakhir sebelum pulang adalah Los Angeles, tapi ini lewat doang.

Queenstown

Sebenernya motivasi awalnya adalah untuk cobain business class-nya Qantas dan salah satu sweet spot-nya adalah dari Jakarta ke New Zealand.

Qantas A330 business class

Berhubung udah di down under, saya jadi kepikiran untuk cobain Fiji Airways A350 di rute trans-Pacific. Ketika mengumpulkan beberapa kemungkinan tanggal yang punya ketersediaan dua jenis produk ini, saya juga menemukan availability Qantas business class dari Los Angeles ke Jakarta via Sydney, padahal kalo dicari Los Angeles ke Sydney doang nggak muncul tiketnya. Love married segment logic! Karena pas banget tanggalnya, saya langsung issued ketiga tiket tersebut (Qantas Jakarta-Christchurch, Fiji Airways Auckland-Los Angeles, dan Qantas Los Angeles-Jakarta). Rencana awalnya adalah liburan di beberapa kota di New Zealand lalu kasih buffer waktu untuk bisa liburan di Central America juga.

Los Angeles

Flight map. 33,888 miles in total!

Sunday, May 4, 2025

72 Jam Long Weekend di London dan Tokyo

Sudah lama saya nggak jalan-jalan hanya untuk nyobain pesawat dan hanya menghabiskan waktu sebentar di destinasi. Terakhir kayaknya ketika saya terbang dari Barcelona ke Helsinki ke Singapore lalu ke Hong Kong tapi via… Barcelona dan Singapore. Tiga malem berturut-turut saya tidur di pesawat: malam pertama di Finnair dari Helsinki ke Singapore, kedua di Singapore Airlines dari Singapore ke Barcelona, dan malam ketiga di pesawat Singapore Airlines yang sama dari Barcelona ke Singapore.

Japan Airlines First Class A350-1000
Semua dimulai ketika saya buka Facebook terus ada orang post review JAL first class yang baru di pesawat A350-1000. Sebenernya saya udah baca beberapa review, termasuk di OMAAT, tapi saya memegang prinsip: udah pernah naik JAL first class di Boeing 777-300ER. Kalo diturutin, gak abis-abis setiap produk baru mau dicobain. Namun kali itu saya lanjutkan dengan iseng nyari tiket. Biasanya cari antara Tokyo dan US (New York atau Dallas) dan seperti biasanya juga, tiketnya gak ada. Berhubung masih punya visa UK, jadi lah saya cari antara Tokyo dan London. Ternyata ada tiket dari London ke Tokyo……

Ini kalo disuruh supir angkot dempet mungkin bisa 4 orang di kiri, 2 di kanan

Last minute trip planning 
Sambil mikir, saya cari tau dan ngitung berapa ongkos untuk terbang dari Jakarta ke London dan dari Tokyo ke Jakarta. Well, total keduanya di luar nominal yang mau saya keluarkan untuk terbang random nyobain pesawat. Belom lagi mahalnya biaya tambahan yang harus saya bayar buat tiket dari JAL-nya karena terbang dari London.

Untungnya leg Tokyo ke Jakarta ternyata saya nggak perlu beli tiket lagi karena masih ada award space JAL dari Narita ke Jakarta, jadi bisa digabung dengan award London ke Tokyo. Terlebih pesawatnya adalah Boeing 767, jadi produk baru yang bisa saya coba. Secara produk sebenernya lebih jadul dibanding Sky Suite yang di 787, tapi masih tetep lie-flat.

Japan Airlines Boeing 767 business class

Oke, London ke Jakarta sorted. Gimana ke Londonnya?! 

Saturday, April 26, 2025

Libur Tahun Baru 2025 di UK dan Umroh Mandiri

Akhir Desember lalu saya berangkat ke Inggris bareng Ayah dan Mama dalam rangka mengunjungi Eja yang lagi kuliah di sana. Rencana awalnya adalah berangkat saat libur Chinese New Year di akhir Januari, namun karena saya takut ada project/ meeting yang gak bisa ditinggal, saya memutuskan untuk berangkat pas tahun baru. Tiket dan hotel serba mahal, tapi demi cuti yang tenang, gak masalah!


Total perjalanan sekitar 2,5 minggu di mana 2 minggu pertama dihabiskan di Inggris, sementara 4 hari sisanya kami melakukan Umroh mandiri dengan memanfaatkan program stopover 96 jam dari maskapai Saudia.



Persiapan perjalanan
Walaupun udah dua kali mengurus visa UK, kali ini tetep deg-degan karena sekalian urus visa Ayah dan Mama. Ayah sebenernya udah pernah dapet visa UK di tahun 2017 pas liburan sama Eja, sementara Mama belum pernah karena waktu itu gak mau ikut liburan ke UK dan lebih memilih untuk ketemu di Eropa aja karena gak mau banyak cucian kalo liburan kelamaan. Suer ini salah satu alasannya!

Tambah deg-degan lagi karena saya duluan dapet notifikasi kalau paspor sudah bisa diambil di VFS, sekitar seminggu setelah ambil biometrik. Tiket dan hotel belom ada yang dibayar karena ada kekhawatiran visa Ayah dan Mama di-reject. Akhirnya sekitar 2 minggu setelah saya dapat notifikasi, Ayah dan Mama dapat notifikasi serupa dan alhamdulillah visanya approved!

Saturday, April 19, 2025

Libur Lebaran 2025 Bersama Keluarga di London dan Kairo

Greetings from Jeddah Airport! (ini salah satu tulisan yang saya bikin draft-nya ketika lagi nelangsa di bandara Jeddah pas mau pulang ke Jakarta)

Berhubung kebanyakan utang cerita liburan, mari mulai dengan yang paling baru dulu yakni libur lebaran 2025.

The Great Pyramids of Giza

Merencanakan lebaran di luar negeri
Sebenernya nggak ada rencana sama sekali untuk liburan pas lebaran, soalnya orang tua saya kalo lebaran maunya di rumah kumpul dengan keluarga besar dan harus keliling juga ke saudara dan kerabat. Namun berhubung adik saya lagi kuliah di UK, jadilah mereka mau diajak karena visanya masih ada dari perjalanan pas liburan tahun baru (tulisan menyusul, suer! Udah ditulis kok). Ditambah karena bakal bareng dengan istri dan anaknya adik saya, begitu juga dengan keluarga istri adik saya juga. Jadi rame deh, pertama kali liburan rame-rame gini ke luar negeri.


Saturday, April 12, 2025

Pengalaman Buruk Transit Pesawat Beda Terminal di Bandara Jeddah

Jarang banget nge-blog kejadian yang baru terjadi, tapi karena kesel jadi semangat nulisnya. Walaupun sebenernya keselnya belom di level kejadian di salah satu liburan tahun lalu yang awalnya udah niat banget nulis tapi saking emosinya jadi nggak tertuang ke tulisan, plus setelahnya liburannya menyenangkan jadi udah terobati. So, here goes.

Libur Lebaran kemarin saya sekeluarga pergi ke London supaya bisa liburan bareng Eja serta istri dan anaknya, juga bersama keluarga istrinya. Rame! Karena tiket pulang dari London mahal, jadilah saya mampir ke Kairo, Mesir dulu supaya Ayah dan Mama bisa lihat piramida. Untuk pulang ke Jakarta saya beli tiket paling murah yang tersedia dan alhamdulillah-nya paling nyaman karena cukup 1 kali transit. Tiketnya adalah naik Saudia dari Kairo ke Jeddah lanjut naik Garuda Indonesia dari Jeddah ke Jakarta.


Saya sudah tahu kalau Saudia dan Garuda Indonesia beroperasi dari terminal yang berbeda di Jeddah. Saudia beroperasi dari Terminal 1, sementara Garuda Indonesia beroperasi dari Terminal Haji. Berdasarkan info yang tertulis di tempat saya beli tiket, sudah ada info bahwa bagasi tidak perlu diambil ketika transit. Namun saya masih harus cari tahu apakah saya perlu visa untuk transit beda terminal. Berdasarkan cerita pengalaman cukup baru (tahun 2024) yang saya dapat dari forum FlyerTalk, ada beberapa orang yang bilang proses pindah terminal bisa dilakukan airside sehingga tidak perlu visa namun memang prosesnya lebih panjang dari proses transit biasa. Aman berarti, sehingga saya beli tiketnya.

Ketika beli tiket, ada 2 pilihan durasi transit yang tersedia: 1,5 jam atau 7,5 jam. Berhubung saya nggak bisa ketinggalan pesawat dari Jeddah ke Jakarta, supaya aman saya pilih yang transit 7,5 jam. Bakal garing di bandara apalagi Terminal Haji di Jeddah seinget saya situasinya lebih tidak kondusif dibanding Terminal 1, tapi seenggaknya lebih tenang. Kalo ternyata ada masalah, entah pesawat dari Kairo delay atau proses pindah terminal tidak mulus, saya punya buffer waktu.

Monday, September 4, 2023

Pengalaman Mendapatkan Paspor Elektronik Same-day Tanpa Antrian Online

Sekitar empat tahun setelah mendapatkan paspor ketiga di tahun 2019 lalu, saya harus mendapatkan paspor baru. Sebenernya paspor lama baru akan expired Oktober 2024 dan masih ada sekitar 3 halaman lagi yang kosong, tapi karena perjalanan berikutnya akan pindah-pindah ke beberapa negara, 3 halaman nggak akan cukup. Terlebih pas perjalanan ke Brazil dan Afrika kemarin saya sempet deg-degan sebelum berangkat takut sisa halamannya (ada sekitar 7-8 yang kosong) nggak cukup karena sempet nemu thread di TripAdvisor forum kalo beberapa negara yang saya kunjungi cukup ketat dalam urusan minimal halaman paspor yang kosong. Alhasil itu halaman paspor yang masih kosong saya tempelin post-it supaya petugas imigrasi gak asal main cap.

Paspor lama

Paspor lama yang penuh dengan post-it

Terakhir perpanjang paspor ribet banget untuk dapet slot submit pengajuan via aplikasi, terlebih info di aplikasi gak jelas yang mengakibatkan saya harus daftar menggunakan KTP keluarga saya. Empat tahun berlalu, aplikasinya udah baru tapi tetep aja ribet dan makin susah dapet slot-nya.

Menurut saya yang bikin ini entah mikirnya apa, tapi untuk cek ketersediaan tanggal di suatu tempat itu harus isi form lengkap dulu. Kalo ternyata gak tersedia dan mau cek di tempat lain, harus ulang dari awal dan berarti ngisi form dari awal juga. Karena slot terbatas banget, mau nggak mau saya isi form beberapa kali.

Sama kayak sebelumnya, slot baru itu dibuka di Jumat siang sekitar jam 2. Ketika saya coba pilih, ternyata paling cepet di bulan Oktober. Gimana ceritanya ini padahal saya butuh cepet untuk pengajuan visa?! Btw ternyata sekarang setelah book slot harus langsung bayar paspor. Saya sempet book tapi akhirnya dibatalin secara otomatis karena nggak dibayar.

Slot hanya ada di Oktober untuk lokasi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan

Untungnya saya inget bahwa adik saya pernah kasih tau ada layanan same-day yang tidak memerlukan antrian online.

Monday, August 21, 2023

Pengalaman Mengurus Visa Afrika Selatan

Awalnya dalam perjalanan ini saya nggak mau datang ke negara yang butuh datang ke kedutaan untuk mendapatkan visa. Jadi pilih destinasi yang udah punya visanya, bebas visa, visa on arrival, atau bisa e-Visa karena list negaranya pun banyak yang belum saya kunjungi. Namun karena ternyata ada jenis pesawat yang menarik untuk saya coba dan tujuannya hanya ke Johannesburg, mau nggak mau saya harus mengurus visa Afrika Selatan. Untungnya setelah saya baca beberapa cerita orang (walaupun sedikit yang pengalamannya baru-baru ini), sepertinya nggak rumit prosesnya.

Cape Town Waterfront

Karena info yang saya temukan di web resmi Home Affair-nya South Africa kurang clear (http://www.dha.gov.za/index.php/immigration-services/apply-for-a-south-african-visa), saya kirim email ke mereka untuk menanyakan beberapa info tambahan seperti formulir yang harus diisi, kapan saya bisa apply, serta biaya untuk multiple entries visa. Email saya dibalas sekitar 3 hari kemudian dan diberikan checklist dokumen.

Namun barusan saya cek lagi website embassy Jakarta sepertinya udah ada info yang sama dengan yang dikasih di email (link: https://dirco1.azurewebsites.net/jakarta/immigration.html)

Menyiapkan dokumen
Berikut adalah dokumen yang harus diserahkan untuk pengajuan visa visit dengan tujuan liburan atau bisnis.

Saturday, August 19, 2023

Merencanakan Perjalanan Menuju Negara Ke-100

Menentukan negara tujuan
Setelah selesai merancanakan perjalanan ke Greenland dan Faroe Islands (ceritanya nyusul haha), muncul keinginan untuk mengunjungi negara ke-100 di tahun ini. Saya udah punya list negara-negara yang bebas visa, bisa electronic visa (eVisa), serta visa on arrival bagi pemegang paspor Indonesia karena makin ke sini makin males ngurus visa. Berhubung Faroe Islands merupakan negara dan teritori ke-95 yang saya kunjungi, saya butuh mengunjungi 5 negara supaya mencapai 100.

Karena 5 negara itu banyak dan waktu saya serta uang saya terbatas, kemungkinannya hanya Afrika. Terlebih negara di benua Afrika yang pernah saya kunjungi cuma Mesir yang sebenernya mah jatohnya Timur Tengah. Amerika Tengah dicoret karena tahun lalu udah ke Panama dan Costa Rica. Karibia dicoret karena biar simpel mesti punya visa Schengen/ UK (kayaknya – belom banyak research terutama buat cruise). Oceania juga dicoret karena pada mencar dan yang feasible cuma Fiji (bebas visa).

Secara geografis, Afrika ini negaranya pada nempel-nempel jadi untuk mendapatkan kombinasi 5 negara lebih mudah. Tapi beda kayak Eropa yang bisa pindah-pindah naik kereta atau bis yang simpel dan murah, kalo di Afrika disarankan naik pesawat demi kenyamanan yang kadang harganya bikin istighfar karena mahal banget. Oleh karena itu kombinasi untuk mengunjungi 5 negara pun ada beberapa, misal Afrika bagian tengah atau bagian selatan.

Secara destinasi, rasanya belum lengkap kalo sudah mengunjungi 100 negara tanpa melakukan safari. Saya punya lensa yang dibeli buat ke Antartika pun jarang banget dipake, karena emang diniatin beli lensa buat Antartika supaya sekalian buat safari juga. Jadi makin mantep pilih Afrika.

Safari di Kruger National Park, South Africa

Untuk mengerucutkan destinasi supaya nggak pusing karena banyak pilihan, saya memasukkan faktor pesawat. Walaupun sebenernya rela untuk terbang jauh naik ekonomi karena perjalanan ini ngejar tujuan, ternyata ada jalan untuk nyelipin jenis pesawat yang saya mau coba.

Thursday, August 17, 2023

101!

Halo dari Singapore! Pagi ini saya mendarat setelah terbang dari Cape Town, Afrika Selatan via Johannesburg. Total perjalanan sekitar 13 jam dengan penerbangan pertama sekitar 1,5 jam ditambah transit 1,5 jam, kemudian 10 jam terbang dari Johannesburg. Sekarang lagi transit di Singapore selama 10 jam sebelum terbang lagi ke Jakarta nanti sore. Niatnya mau bikin tulisan ini pas di pesawat tapi apa daya lebih enak tidur atau nonton dan makan.

Seperti biasa judul post-nya ambigu-ambigu gak jelas, padahal ini salah satu post milestone yang exciting. Ada yang bisa nebak? (Apa sih sok interaktif). 101 ini maksudnya adalah… *drum roll* saya akhirnya sudah mengunjungi 100 negara dan teritori! Ujungnya jadi 101 negara karena tujuan perjalanannya nyampur sama nyobain pesawat yang membuat negara ke-100 yang dikunjungi kurang berkesan karena cuma overnight transit di mana landing jam 9 malem dan terbang lagi jam 9 pagi berikutnya. Tapi karena melalui imigrasi, jadi bisa dihitung dong :))

Negara ke-100 yang saya datangi adalah… Ethiopia!

Addis Ababa Bole International Airport, Ethiopia

Selfie biar resmi (resmi ape)

Sunday, February 5, 2023

Mendadak Bali Demi Pesawat

Beberapa hari belakangan saya rajin ngecek Google Flight untuk merencanakan perjalanan dengan salah satu produk pesawat yang ingin saya coba. Sebenernya ini bukan produk yang pengen banget banget saya coba karena jika saya lihat wish list, produk ini nggak ada di sana. Namun kalo dipikir-pikir kayaknya menarik juga kalo saya cobain. Produk ini tergolong langka sehingga jadwal terbangnya pun gak jelas banget. Ketika saya cari, cuma ada jadwal terbang di hari kerja dan saya gak mau cuti buat terbang dengan produk ini.

Seperti disamber geledek ketika bangun tidur kemarin pagi iseng ngecek lagi (yes, saya bangun tidur ngecek hp untuk buka beberapa web dan salah satunya adalah Google Flight haha), ternyata ada tiba-tiba produknya dijadwalkan terbang hari ini (Minggu, 5 Februari)!!!

Sabtu, 4 Februari 2023
Singkat cerita akhirnya saya beli tiketnya sekitar jam 12 siang dan merencanakan perjalanan saya ke Bali yang sangat mendadak ini. Karena tiketnya dari Bali ke Jakarta, saya harus beli tiket dari Jakarta ke Bali. Opsinya ada 2 yakni terbang kemarin sore/ malam atau terbang pagi ini. Namun karena saya mulai berprinsip gak mau terbang pagi-pagi karena seharian pasti cranky karena tidur terganggu, jadilah saya memutuskan untuk terbang kemarin jam 5-6 sore. Nggak bisa lebih siang karena kemarin saya udah janjian makan siang sama adek dan ipar. Malah sebenernya ketika saya beli tiket tersebut mereka sudah sampai di lokasi janjian!


Ketika makan siang saya lihat-lihat opsi tiket ke Bali. Walaupun pengen banget cobain airline baru yakni TransNusa, begitu cek pattern di FlightRadar24 untuk estimasi kemungkinan delay, informasinya nggak jelas. Sehingga saya pilih terbang dengan Batik Air yang kemungkinan delay-nya lebih kecil. Thanks, Batik Air/ FlightRadar24 yang rajin update registration aircraft sehingga mudah diprediksi kemungkinan delay-nya!

Batik Air Airbus A320

Wednesday, November 30, 2022

Pengalaman Mengurus eVisa Bahrain

Bahrain memberikan fasilitas electronic visa (eVisa) bagi pemegang paspor Indonesia yang tentunya memudahkan pelaku perjalanan karena tidak perlu datang ke kedutaan dan membawa banyak berkas. Sehingga ketika Gulf Air memberikan harga spesial untuk tiket kelas bisnis, saya tidak ragu untuk membelinya karena visanya tidak ribet. 

Al Fateh Grand Mosque, Manama, Bahrain


Berikut adalah pengalaman saya mengajukan visa elektronik untuk mengunjungi Bahrain yang dilakukan secara online.

 

Menyiapkan dokumen

Dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan visa Bahrain secara online adalah:

1. Scan paspor bagian identitas

2. Tiket pulang dan pergi

3. Reservasi hotel

4. Rekening koran/ bank statement tiga bulan terakhir atas nama sendiri dengan minimal saldo USD1,000 (~IDR 15juta)

 

Ketika mengajukan visa, semua tiket dan hotel sudah saya bayar, jadi saya kurang tahu apakah bisa mengajukan dengan dummy booking atau tidak.


Thursday, June 16, 2022

Perjalanan ke Antartika: Itinerary di Antartika dan Argentina

Perjalanan ke Antartika dan Argentina awal tahun ini merupakan perjalanan saya yang paling lama. Saya berangkat dari Jakarta tanggal 27 Januari 2022 dan tiba lagi di Indonesia tanggal 1 Maret 2022 sehingga total durasi perjalanan adalah sekitar 33 hari. Kerja apa kok bisa jalan-jalan selama 33 hari? Alhamdulillah saya nggak perlu resign untuk liburan selama ini dan masih digaji utuh. Kantor saya masih menerapkan work from home yang bisa diubah menjadi work from anywhere selama kerjaannya beres. Setelah menjalani langsung, sebenernya lumayan kapok kerja remote dengan perbedaan waktu 10 jam. Berantakan banget pola tidurnya!
 
Berhubung durasi yang panjang, berbeda dengan tulisan itinerary biasanya, saya tidak akan menjelaskan detailnya per hari melainkan akan per destinasi.

El Chalten

Itinerary
27  29 Januari: Jakarta ke Buenos Aires
Perjalanan panjang dimulai. Saya terbang menuju Buenos Aires melalui Tokyo, Chicago, dan Houston. Tiket pesawat saya pecah jadi 2, yakni Jakarta ke Chicago dengan Japan Airlines dan Chicago ke Buenos Aires dengan United.

Naik Japan Airlines dari Jakarta ke Chicago via Tokyo-Narita

29 Januari – 8 Februari: Buenos Aires
Rencana awal adalah saya tiba di Buenos Aires tanggal 7 Februari, sehari sebelum cruise dimulai. Namun karena Omicron mulai merebak saya jadi parno kalo terlalu mepet dan akhirnya memutuskan untuk tiba lebih awal di Buenos Aires. Untungnya nemu hotel yang lumayan oke dengan harga murah juga, jadi perubahan rencana ini tidak membuat kantong saya bolong. Selama di Buenos Aires saya nggak banyak eksplor karena masih perlu kerja dan ceritanya mau transisi waktu dengan baik. Alhasil saya cuma eksplor deket hotel aja.
 

Monday, May 23, 2022

Pengalaman Mengurus Visa Argentina (AVE) Secara Online

Visa Argentina merupakan salah satu visa yang menyeramkan kalau baca pengalaman travel blogger Indonesia. Trinity Traveler gagal mendapatkan visa Argentina dalam rangka perjalanan keliling dunianya, begitu juga dengan PergiDulu meskipun peraturannya sudah berubah dan seharusnya lebih mudah.

Perito Moreno Glacier, El Calafate, Argentina

Sejak beberapa tahun lalu, visa Argentina memiliki cara pengajuan yang lebih mudah namun dengan syarat tertentu. Jika kalian memiliki visa Amerika Serikat tipe B2/ J / B1 / O / P (P1-P2-P3) / E / H-1B yang masih berlaku dan sudah dipakai dalam 2 tahun terakhir, visa Argentina bisa diajukan secara online. Nama visanya adalah Autorización de Viaje Electrónica (AVE) atau Electronic Travel Authorization. Karena saya punya visa US tipe B1/B2 yang masih valid dan pernah dipakai dalam dua tahun terakhir, jadi saya bisa apply melalui jalur online. Kalau baca beberapa source katanya multiple entry visa Schengen juga eligible, namun nggak ada di PDF berikut.

Info awal yang saya dapatkan biaya untuk mengurus AVE adalah USD50, jauh lebih murah dibanding mengurus via kedutaan di Jakarta seharga USD150. Namun betapa kagetnya saya ketika memasukkan data awal seperti jenis visa yang mau diajukan dan kewarganegaraan, biaya yang muncul adalah USD200. Saya cari info di website atau forum namun sayangnya tidak ditemukan. Akhirnya saya kirim email ke bagian yang biasa urus AVE dan dikatakan harga yang muncul sudah sesuai. Email-nya adalah ave@migraciones.gob.ar.

Monday, May 16, 2022

Perjalanan ke Antartika: Tips Memilih Cruise

Walaupun biasanya mahal dan murah itu relatif, liburan ke Antartika itu sepertinya mutlak mahalnya haha. Oleh karena itu cara paling mudah dan murah untuk menginjakkan kaki di Antartika adalah bergabung dengan sebuah cruise/ expedition dan berangkat dengan naik kapal. Ada opsi mendarat dengan pesawat di Antartika tapi harganya bikin geleng kepala.
 
Berikut adalah hal-hal yang saya pertimbangkan dalam memilih cruise/ ekspedisi yang akan membawa saya ke Antartika.


Titik Keberangkatan
Pertama kali saya tau ada tempat yang namanya Ushuaia di Argentina adalah ketika menonton The Amazing Race season 11 dan tempat ini digadang-gadang sebagai kota yang terletak di paling selatan dunia. Beberapa waktu kemudian saya tau bahwa karena lokasinya, kota ini menjadi titik keberangkatan menuju Antarctica Peninsula yang paling populer dan memiliki pilihan paling paket perjalanan yang beragam.
 
Berhubung ketika pertama kali merencanakan perjalanan ke Amerika Selatan di tahun 2016 dulu saya membaca informasi bahwa mengurus visa Argentina itu sangat susah, saya memiliki tekad untuk datang ke Ushuaia ketika suatu saat nanti. Oleh karena itu ketika mulai berencana ingin ke Antartika, keberangkatan dari Ushuaia menjadi pertimbangan saya yang pertama.

Keberangkatan dari Ushuaia

Monday, May 9, 2022

Perjalanan ke Antartika: Why and Why Now?

Menurut saya sesuatu dalam hidup akan lebih terarah ketika ada target. Selain itu, target yang selalu bertambah juga bisa menjadi semacam penanda perkembangan diri sendiri. Hal ini termasuk ketika bicara tentang perjalanan, bahkan liburan. Dimulai dari awal saya solo traveling, saya pasti selalu menyiapkan daftar apa saja yang perlu dilihat dalam perjalanan tersebut, walaupun emang makin ke sini makin simpel daftarnya. Awalnya saya bisa bikin itinerary perjalanan sampai ke menit dan disiapkan jauh-jauh hari, namun sekarang saya cukup memiliki daftar mau ke tempat apa aja dan dibuatnya pun kadang ketika sudah tiba di tujuan.

Merenung bersama Gentoo penguin

Target inilah yang membuat perjalanan saya lebih terarah. Saya tau saya harus ke mana, apa yang harus dipersiapkan, dan bahkan kapan ingin target tersebut tercapai. Kalo berdasarkan ilmu pembuatan target, saya menggunkaan kaidah SMART yakni specific, measurable, achievable, relevant, dan timely. Target perjalanan saya awalnya adalah tempat yang harus dikunjungi ketika liburan di Thailand di tahun 2013, lalu “berkembang” menjadi mengunjungi negara-negara Asia Timur, semakin tumbuh menjadi mengujungi tujuh keajaiban dunia versi ala-ala (haha penjelasannya ada di sini), dan target terakhir saya adalah mengunjungi tujuh keajaiban dunia versi resmi.
 
Setelah mengunjungi Chichen Itza di Meksiko, target perjalanan saya bisa dikatakan sudah tidak ada lagi. Sebenarnya ada beberapa hal yang “nice to have”, tapi saya takut menjadikan target untuk sesuatu yang sepertinya tidak realistis atau terlalu jauh/ lama dicapainya. Saya sudah sangat bahagia dengan bisa mengunjungi ketujuh New Wonders of The World pada usia 23 tahun, 2 tahun lebih awal dari target saya. Saya merasa target-target “nice to have” tersebut akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dicapai dan saya tidak nyaman memiliki target yang jangka waktunya terlalu panjang, apalagi untuk sesuatu yang tersier seperti liburan atau perjalanan.

Sunday, February 13, 2022

Menginjakkan Kaki di Antartika!

I MADE IT TO THE ANTARCTICA!!!


Alhamdulillah akhirnya berhasil menginjakkan kaki dengan selamat dan sehat di benua Antartika pada hari Sabtu tanggal 12 Februari 2022 sekitar jam 6 sore waktu setempat.

Sama sekali bukan perjalanan yang mudah tapi sejauh ini saya sangat menikmati. Semoga perjalanannya terus lancar hingga kembali ke rumah nanti. Aamiin!

Udah segini dulu aja post-nya karena capek dan mau makan malam dulu tapi harus langsung tulis di blog karena ini salah satu milestone besar dalam hidup :))

Thursday, May 27, 2021

Review: Qatar Airways A330-300 and A350-900 Economy Class Barcelona to Singapore via Doha

Niatnya mau pisah review antara Barcelona ke Doha dan Doha ke Singapore, namun karena foto flight Barcelona ke Doha cuma 3 jadi mending digabung aja. Saya nggak banyak foto soalnya pesawatnya A330-300 yang jenis pesawatnya sama dengan ketika liburan ke Turki di tahun 2013. Review lengkap mengenai jenis pesawat bisa dilihat di tulisan ini.
 

Qatar Airways QR146
Barcelona (BCN) to Doha (DOH)
STD: 17.25
STA: 01.00 (+1)
Airbus A330-300
 
Proses check-in di counter berjalan lancar walaupun saya tidak bisa online check-in. Bagasi saya diteruskan langsung ke Singapore. Perjalanan dari Barcelona ke Doha memakan waktu sekitar 6 jam dan pesawat mendarat tengah malam di Doha.


Thursday, May 20, 2021

Hari 11: Mengunjungi Sagrada Familia

Hari terakhir liburan! Sebelum terbang ke Doha, saya punya untuk jalan-jalan di Barcelona dulu sampai siang hari. Oleh karena itu setelah rapi saya check-out dari hostel dan menitipkan koper di resepsionis. Hostel menyediakan sarapan gratis jadi harus dimanfaatkan untuk mengisi perut.

The Basilica de la Sagrada Familia, Barcelona!




Keluar hostel menuju stasiun Metro sambil ditemani cuaca yang cerah banget itu sangat menyenangkan!