Showing posts with label Egypt. Show all posts
Showing posts with label Egypt. Show all posts

Saturday, April 19, 2025

Libur Lebaran 2025 Bersama Keluarga di London dan Kairo

Greetings from Jeddah Airport! (ini salah satu tulisan yang saya bikin draft-nya ketika lagi nelangsa di bandara Jeddah pas mau pulang ke Jakarta)

Berhubung kebanyakan utang cerita liburan, mari mulai dengan yang paling baru dulu yakni libur lebaran 2025.

The Great Pyramids of Giza

Merencanakan lebaran di luar negeri
Sebenernya nggak ada rencana sama sekali untuk liburan pas lebaran, soalnya orang tua saya kalo lebaran maunya di rumah kumpul dengan keluarga besar dan harus keliling juga ke saudara dan kerabat. Namun berhubung adik saya lagi kuliah di UK, jadilah mereka mau diajak karena visanya masih ada dari perjalanan pas liburan tahun baru (tulisan menyusul, suer! Udah ditulis kok). Ditambah karena bakal bareng dengan istri dan anaknya adik saya, begitu juga dengan keluarga istri adik saya juga. Jadi rame deh, pertama kali liburan rame-rame gini ke luar negeri.


Wednesday, March 4, 2015

Mengurus Visa Mesir Butuh Kesabaran

Halo!
Kembali lagi bersama saya dalam post yang bertemakan mengurus visa. Entah kenapa saya selalu seneng kalo nulis post tentang pengalaman mengurus visa. Mungkin karena saya pernah merasakan gimana terbantunya kalo baca pengalaman orang-orang ngurus visa. Selain dokumen apa aja yang dibutuhkan, post yang biasanya saya temuin itu ngasih tau juga cerita mereka mulai dari menyiapkan berkas, lodge dokumen ke kedutaan, sampai akhirnya ngambil paspornya di kedutaan lagi–entah itu hasilnya approved atau rejected.

Kalau sebelumnya visa yang saya urus selalu lancar dan mudah, mengurus visa yang satu ini agak rumit. Pertama, info yang tersedia agak sedikit karena mungkin belum banyak orang yang kesana. Kedua, bisa juga sebenernya sudah banyak yang kesana, tapi nggak mengurus visa secara mandiri jadi tidak tahu tata caranya. Or they just simply do not own a blog, so nowhere to explain their experience.

Sesuai judul, sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya mengurus visa ke kampung halamannya Fir'aun: MESIR! Tolong kalau salah saya diingatkan ya, siapa tau ternyata dia lahir di tempat lain.
Sphinx dan Pyramid di Giza, Cairo, Mesir
Sphinx dan Pyramid di Giza, Cairo, Mesir

Sunday, February 8, 2015

Ngapain Bawa Jeruk ke Pyramid?

Sekitar pukul 12 siang, akhirnya saya tiba di depan loket pembelian tiket masuk Pyramid. Nggak kerasa saya menghabiskan hampir 3 jam untuk perjalanan dari hostel di pusat kota Cairo menuju Pyramid yang terletak di Giza. Pada kondisi normal, perjalanan tersebut seharusnya menghabiskan waktu tidak lebih dari 1 jam. Something went wrong. Setelah membayar 80 EGP (Egyptian Pounds, sekitar Rp 150.000) untuk tiket masuk ke Pyramid, saya berjalan menuju ruang pemeriksaan barang bawaan.

Di sana saya diminta meletakkan tas di mesin x-ray. Berbeda dengan pemeriksaan di bandara, disini tidak begitu ketat karena pengunjung tidak perlu mengeluarkan handphone dan dompet. Setelah meletakkan tas, saya bergerak melewati pemindai. Karena ada handphone, dompet, dan belt, tentu saja pemindai tersebut berbunyi dan saya diminta merentangkan tangan untuk pemeriksaan tubuh.

Seperti biasa, petugas memegang kantong depan dan belakang karena pada umumnya disitulah tempat orang-orang mengantongi handphone dan dompet. Namun saat itu dia meminta saya mengeluarkan benda yang berada di kantong depan sebelah kiri jaket saya. Saya meraba ada apa disitu, karena jujur saya juga lupa.
"Why do you bring this?" katanya sambil melihat sebuah jeruk yang saya keluarkan dari kantong.
"Someone gave it to me earlier," jawab saya.
Ngapain dibawa-bawa?

Sambil saya mengambil tas dan bergegas keluar ruangan, petugas tersebut berbicara dalam bahasa Arab ke petugas yang lain. Tidak lama kemudian mereka berdua tertawa. Kalau boleh menebak, mungkin yang petugas tersebut katakan ke temannya adalah, "Ngapain ini bocah bawa jeruk ke sini?!".

Bener juga. Ngapain ya saya bawa jeruk ke Pyramid?

* * *

Thursday, February 5, 2015

My Amazing Journey: The Planning

Europe Map (source)

Setelah akhirnya gue memantapkan untuk berangkat ke Eropa dan menunda ke Sydney, gue harus membuat rencana perjalanan disana dan yang paling penting menghitung kebutuhan dana sambil terus mengecek uang yang ada dan yang kira-kira bakal diterima. Luckily, bulan Juni gue sempet bikin itinerary simpel waktu ngerencanain liburan ke Eropa bareng adek gue. Jadilah gue cari dokumen itu dan pas nemu gue nyengir-nyengir aja ngeliat namanya. "eropa jan 2015 semoga jadi aamiin".

Karena nama dokumen adalah doa

Sunday, January 25, 2015

My Amazing Journey: The Beginning

My Amazing Journey in picture

Kamis, 7 Agustus 2014. Setibanya di bandara Soekarno-Hatta dari liburan ke Jepang, gue diminta buat nunggu di bandara karena 5 jam setelahnya gue dan keluarga akan berangkat ke Surabaya buat daftar ulang adek gue di ITS dan mereka akan sampai di bandara 2 jam sebelum keberangkatan, which means I have 3 hours to spare. Awalnya gue makan di Bakmi GM yang harganya bikin kaget karena dengan Rp 50.000 gue hanya mendapatkan bakmi ayam dan teh botol kotak. Yasudah yang penting makan Bakmi GM yang enak itu.

Tapi karena masih laper dan nggak tau harus ngapain, gue memutuskan untuk pindah tongkrongan ke J.Co. Setelah memesan iced thai tea serta dua donat favorite gue—alcapone dan oreo, gue duduk manis sambil rewel di whatsapp minta adek dan mama supaya dateng lebih cepat. Karena nggak mempan, akhirnya gue bosen dan memutuskan untuk coret-coret di balik struk J.Co. Berikut adalah hasil coret-coretan waktu itu.
Coret-coretan J.Co.

Emang rasanya agak sombong, tapi kan itu kenyataan ya *dikepruk massal*. Tapi gue pengen punya tujuan, kira-kira ke depannya mau liburan kemana biar tau harus nabung seberapa banyak.

Friday, January 16, 2015

Jambu Ke 7 Wonders


My Amazing Journey has come to an end.

Nggak tau harus seneng atau sedih. Seneng karena akhirnya menyelesaikan bucket list utama gue sebelum umur 25 tahun, seneng karena setelah 18 hari akhirnya bisa ketemu lagi sama Ayah, Mama, dan Eja. Terima kasih lagi kepada Facetime, kita sempet ngobrol sekali pas hari terakhir di Delhi. Rasanya gue pengen nangis waktu itu pas akhirnya liat muka Mama dan Ayah. Lembe banget ya. Tapi serius deh, trip ini merupakan trip dengan cukup banyak masalah. Tapi karena semangat dari keluarga, akhirnya bisa dijalankan juga. Rasanya pengen cerita beberapa masalah yang terjadi di trip ini, tapi takut Mama dan Ayah jadi kepikiran. Some things are better left unsaid. Sedihnya karena jalan-jalan ter-awesome gue (sejauh ini) akan segera berakhir dan gue akan kembali ke realita kehidupan dan harus fokus dalam mengerjakan tugas akhir. Tapi gapapa, for a better future, TA harus bagus dan selesai dengan cepet! Haha.