Showing posts with label Norway. Show all posts
Showing posts with label Norway. Show all posts

Sunday, June 9, 2019

3 Alasan Memilih Airbnb Ketimbang Hotel atau Hostel

Jika sedang berlibur sendiri, saya akan hampir selalu pilih untuk menginap di hostel karena harganya yang jauh lebih murah dan berhubung saya akan lebih sering jalan-jalan jadi tidak membutuhkan banyak privasi. Walaupun belakangan saya mulai merasakan butuh kamar mandi sendiri, tapi berhubung harganya beda jauh jadi ya pilih hostel lagi.

Berbeda kalau liburannya dengan keluarga atau liburan sendiri tapi nggak pengen banyak jalan-jalan, hotel menjadi pilihan saya. Alasannya tentu karena butuh kenyamanan yang lebih. Ini juga milihnya telaten banget supaya bisa dapet hotel yang paling oke alias best value for money.

Namun selain hostel dan hotel, udah beberapa kali saya pilih untuk menginap di Airbnb. Airbnb memiliki konsep berupa penyewaan kamar, apartemen, rumah, atau villa kepada penginap. Saya baru 4 kali mencoba Airbnb, mungkin masih tergolong sedikit dengan yang lainnya yang suka banget nginep di Airbnb karena lagi nge-trend belakangan ini. Sebenernya saya nggak begitu suka menginap di Airbnb karena berasa numpang di rumah orang, walaupun udah pilih yang entire place. Oleh karena itu saya coba cari benang merah dari keempat pengalaman saya memilih Airbnb tersebut dan menemukan bahwa ada tiga alasan utama mengapa saya akhirnya memilih untuk menginap Airbnb.

Cancun, Mexico

Thursday, June 28, 2018

Pengalaman Klaim Kompensasi EU261 karena Pesawat Tertunda di Eropa

Di akhir perjalanan ke Tromso dan Lofoten, kami terbang dari Narvik ke Stockholm (via Oslo) dengan Scandinavian Airlines (SAS) sebelum pulang ke Indonesia via Doha dan Singapore. Karena beli tiketnya terpisah (SAS dan Qatar Airways), supaya aman kami kasih jarak sekitar 7 jam dimana pesawat landing di Stockholm jam 14.30 dan terbang ke Doha jam 21.30. Berhubung punya waktu transit yang cukup lama juga jadinya kami buat rencana keliling Stockholm. Stockholm mahal, btw. Walaupun cuma beberapa jam saja, kami menganggarkan hampir Rp1 juta per orang selama di sana.

SAS Scandinavian Airlines at Oslo Airport

Hari kepulangan tiba. Kami berangkat jam 7 pagi dari Airbnb yang terletak tidak jauh dari Narvik Airport. Semua berjalan lancar sampai kami masuk ke pesawat. Tidak lama setelah semua penumpang masuk pesawat, pilot mengumumkan kalau ada masalah di cockpit dan dia masih mencoba memperbaikinya. Beberapa menit kemudian, pilot kembali kasih update kalau pesawat akan di dorong mundur dari parkir. Setelah di dorong mundur, lagi-lagi diam dan tidak bergerak. Walaupun kami belum terbang padahal sudah sekitar 30 menit dari jadwal awal berangkat, saya masih tenang karena waktu transit di Oslo sekitar 2 jam. Jadilah saya baca-baca in-flight magazine. Ketika lagi baca, pilot kembali bersuara namun kali ini saya mendapatkan berita buruk. Kurang lebih update-nya adalah mesin pesawat tidak bisa dinyalakan sepenuhnya, sehingga mesin di bagian kanan di bawah sayap tidak bisa berfungsi. Dia sudah coba restart berkali-kali, termasuk dengan panduan dari teknisi di Oslo, tapi tetap tidak berfungsi. Akhirnya dia mengumumkan kalau penerbangan harus dibatalkan dan perlu menunggu teknisi dari Oslo untuk mengecek langsung pesawatnya. Jeger!

SAS 737 Economy Cabin Narvik (EVE) — Oslo (OSL)

Pesawat kembali didorong ke tempat parkir, kemudian semua penumpang turun dan masuk ke terminal. Masing-masing penumpang diberikan voucher makan senilai 150 NOK (~Rp 260.000). Saya langsung cari opsi pesawat ke Stockholm. Nggak lucu kalo delay-nya kelamaan terus kami ketinggalan pulang pesawat ke Indonesia. Cukup sekali aja saya beli tiket pesawat jarak jauh dihari H. Kemudian saya menemukan 3 kursi untuk tiba di Stockholm jam 6 sore dengan SAS juga. Saya langsung ke ticketing counter untuk minta di secure kursi tersebut untuk kami bertiga, sambil jelasin kalo saya punya tiket lanjutan ke Indonesia. Sayangnya mereka bilang berhubung ini satu pesawat batal terbang, jadi cuma pihak SAS di Oslo yang bisa mengatur penerbangan lanjutannya. Kecewa, tapi saya langsung kirim message ke SAS lewat Twitter. Waktu saya ke Longyearbyen, sempet ada issue dengan bagasi yang saya beli dan tim Twitter SAS tergolong responsif. Kali ini mereka tetep responsif, tapi nggak membantu dan bilang cuma agent di airport yang bisa rebook. Hadeeeh.

Dapet meal voucher Rp260.000 per orang dari SAS

Monday, March 26, 2018

Jalan-Jalan di Tromso dan Lofoten Islands, Norwegia

Morning in Lofoten Islands

MENGAPA NORWEGIA?
Duh, harus ditanya ya setelah liat foto di atas? Kidding :p

Di bulan Agustus tahun lalu ketika Qatar kasih promo sekitar Rp5 juta untuk PP ke Eropa, saya iseng ngelempar info ke beberapa temen SMP, temen SMA, dan temen kosan saya. Ketiganya sama-sama heboh, tapi 2 hanya jadi wacana. Temen SMA saya yang nggak lama sebelumnya ketemuan buka puasa dan berakhir dengan kalimat “jalan-jalan bareng yuk!” langsung impulsif dan beli tiketnya. Temen SMA saya ini emang paling bisa diandalkan kalau jalan-jalan random. Dulu juga kerjaannya jalan-jalan random, seperti cerita di post ini. Tapi saya nggak nyangka dilempar tiket ke Eropa mereka tetep menyambut!

Reine (Nadia yang tengah, Manda yang kanan)

Pas saya sebut Eropa ditambah embel-embel “Norway/ Iceland mau nggak?”, Manda langsung bilang “mau banget Norway!” langsung deh saya pancing buat Februari dan langsung agree untuk Lofoten. Nadia sih gatau Lofoten itu apa (somehow gue rasa dia juga awalnya gatau Norway posisinya di mana). Long story short, malem itu juga mereka langsung issued tiket. Emang tiket murah tuh gabisa kelamaan dianggurin, keburu abis. Makanya issued dulu baru mikir belakangan. Kayak Nadia gini deh kira-kira:


Setelah issued, kami discuss online dan offline mau kemana aja di Norwegia berhubung ada sekitar 7 hari. Lofoten Island udah pasti, tapi 7 hari rasanya kelamaan (hint: 7 hari sangat kurang). Pilihan destinasi lain adalah Tromso, Alta, Senja, dan Abisko di Swedia. Berhubung Manda pengen banget liat aurora, akhirnya kami setuju untuk nggak terlalu rushed dan pilih Tromso aja karena lebih accessible. Selain itu, Tromso merupakan salah satu tempat paling populer untuk lihat northern lights (aurora) berhubung lokasinya yang di pusat aurora belt. Sejujurnya saya juga pengen sih, tapi sama sekali nggak berharap karena biasanya apes kalo urusan cuaca. Liat northern lights/ aurora ini selain lokasi yang bagus, harus cerah cuacanya, dan aktivitas auroranya juga harus tinggi. Saya jauh-jauh ke Rio de Janeiro di Brazil buat liat patung Christ the Redeemer aja ketutupan kabut, gimana aurora… We’ll see.


ITINERARY
Day 1: Jakarta – Paris – Oslo
Saya naik Qatar Airways business class dari Jakarta ke Doha lalu first class dari Doha ke Paris. Kemudian ketemuan sama temen yang sampe di Paris sehari sebelumnya untuk terbang ke Oslo naik Air France.

Sunday, October 16, 2016

From the Desert to the Arctic

Saya merupakan salah satu orang yang percaya dengan kalimat when there's a will, there's a way.

Journey to Desert and Arctic - Jordan and Svalbard Comparison
Svalbard — Jordan

Sebenernya saya nggak nyangka bisa ngelakuin liburan jauh lagi setelah pulang dari liburan ke Brazil dan Peru yang bikin rekening jadi sama kurusnya dengan badan saya. Walaupun tabungan kurus, saya malah semangat lagi untuk mengunjungi lokasi keenam dari New 7 Wonders of the World. Pilihannya ada Petra di Jordan dan Chichen Itza di Mexico.

Sebelumnya saya udah sempet iseng cek harga tiket ke Jordan sih, dan emang susah banget murahnya. Harga termurah dan tanpa ribet yang pernah saya temuin adalah 8.4 juta rupiah dengan Oman Air, rute Jakarta-Muscat-Amman PP. Too bad waktunya nggak pas karena harus berangkat pas Idul Fitri. Awalnya Ayah dan Mama ngebolehin sih, tapi saya yang akhirnya mutusin untuk nggak berangkat. Takut sedih pas liburan karena nggak Lebaran bareng keluarga haha. Tapi akhirnya masa libur Lebaran saya pake buat lanjut ngecek-ngecek harga tiket ke Jordan dan ternyata ada yang harganya masuk ke kondisi rekening. Wohoo!

Kapan liburannya?

Saya issued tiket di awal Juli untuk liburan awal September. Whew, a bit mepet buat standard saya karena biasanya untuk trip jauh gini prepare-nya at least 5 bulan sebelumnya. Kenapa awal September? Karena cuti saya yang sebulan kerja dapet sehari kerja itu udah kekumpul lagi hahaha. Terus sengaja ambil yang kena libur Idul Adha supaya cuti-nya 4 hari aja untuk dapet libur 9 hari. Tapi ternyata flight ke Jakarta dengan maskapai yang saya murah nggak daily dan nggak ada hari Minggu. Jadinya pulang mundur 1 hari dan cuti 5 hari untuk total 10 hari liburan, berangkat 9 September dan pulang 19 September.