Sunday, July 3, 2016

The Long Way to South America: Introduction

"Ma, ini Eky liburan jauh banget ya…"
Begitulah kata-kata yang suka saya ucap dengan randomnya beberapa hari sebelum berangkat jalan-jalan. Respon dari Mama pun macem-macem, mulai dari ikutan heran kayak "ya lagian ngapain jauh-jauuuh" sampe yang supportive kayak "yaudah gapapa puas-puasin dulu".

Mengapa Amerika Selatan?
Setelah ngitung-ngitung jumlah tabungan setelah beberapa kali dapat upah, saya mencanangkan untuk jalan-jalan ke Amerika Selatan. Kenapa? Alasan besarnya adalah karena di sana terdapat 3 dari new 7 Wonders of the World: Christ The Redeemer di Brazil, Machu Picchu di Peru, dan Chichen Itza di Mexico. Ini merupakan long-term goal traveling saya selanjutnya setelah berhasil mengunjungi 7 keajaiban dunia nggak tau versi siapa di awal tahun 2015 lalu. Sementara alasan kecil-kecil lainnya adalah saya mau puas menikmati jerih payah kerja setiap hari jam 7 pagi sampe 7-8 malem, bahkan kadang weekend pun harus kerja. Lelah jiwa raga banget, makanya butuh liburan. Terus saya juga mau terbang yang jauuuh, berhubung udah puasa naik pesawat sejak Agustus 2015.
The Long Way to South America: Escadaria Selaron Rio de Janeiro Brazil
Escadaria Selaron, Rio de Janeiro, Brazil

Alhamdulillah Ayah, Mama, dan Eja sangat mendukung dengan rencana ini, walaupun masih aja ada sayup-sayup pertanyaan "terus kapan mau nabung buat nikahnya?" *lari*

Ketika Mau Ini Itu Tapi Kepentok Cuti
Rencana awal saya sebenernya adalah ke Brazil aja. Mau explore beberapa kota di sana, mulai dari Rio de Janeiro, Sao Paulo, Brasilia, Salvador, dan Iguazu Falls. Jadilah utak-atik Kayak untuk dapet gambaran harga tiketnya. Ternyata Etihad pasang harga USD 1.100 dengan rute Kuala Lumpur — Abu Dhabi — Sao Paulo — Abu Dhabi — Jakarta. Lagi-lagi trik multi-city menghasilkan harga paling murah. Lumayan banget sebenernya harga segitu, udah bisa cobain naik Etihad (setelah sebelumnya ketinggalan pesawat) dan waktu tempuhnya termasuk yang paling singkat. Tapi berhubung waktu itu uangnya belum ada, jadi nggak dibeli dulu dan pas udah ada harganya naik jadi USD 1.500 *tebalikin meja*

Plan 1: Indonesia — Brazil — Indonesia


The Long Way to South America Christ The Redeemer Rio de Janeiro Brazil
Christ The Redeemer, Rio de Janeiro, Brazil

Setelah kecewa, saya utak-atik Kayak lagi karena penasaran. Sampai suatu ketika muncul Singapore Airlines di hasil pencarian paling atas. USD 990 dengan rute Kuala Lumpur — Singapore — Sao Paulo PP, dengan transit di Barcelona untuk rute Singapore — Sao Paulo. Gilaaak, Singapore Airlines murah banget! Tapi downside-nya adalah waktu yang nggak pas dengan periode liburan berhubung flight mereka ke Sao Paulo nggak daily :(( FYI sekarang Singapore Airlines sudah menghentikan rute Barcelona — Sao Paulo PP karena kondisi ekonomi Brazil yang buruk.

Selain nyari-nyari tiket ke Brazil, waktu itu saya juga bantuin Eja yang mau liburan ke Eropa bulan Januari. Bumi gonjang-ganjing ketika nemu tiket Qatar Airways PP ke Eropa (lagi-lagi dengan multi city) seharga 4.5 juta! Gatel banget pengen beli, tapi harus tenang karena tujuan utamanya adalah Brazil. Seharian saya gusar di kantor. Tiket ke Eropa-nya murah banget sih, tapi apakah tetep lebih murah untuk ke Brazil setelah ditambah biaya visa Schengen, travel insurance, travel within Europe, dan sebagainya. Walaupun masih belum yakin, saya yang lemah ini kalo liat tiket murah langsung hajar aja dan beli tiket yang masuk lewat Amsterdam dan keluar dari Barcelona. Kalo emang ujungnya kemahalan buat ke Brazil, yaudah muter-muter di Eropa juga not a bad idea, kan? Yang penting selametin dulu tiket 4.5 juta ke Eropa naik maskapai bintang 5! Oh ya, adek saya yang lebih butuh tiket malah nggak beli karena visanya belum jadi dan nggak mau gambling haha. Akhirnya dia beli tiket Turkish Airlines, masuk lewat Paris dan keluar lewat Rome dengan harga sekitar 7 juta.

Plan 2: Indonesia — Eropa — Brazil — Eropa — Indonesia

The Long Way to South America Qatar Airways A350-900 Safety Card
On board Qatar Airways A350-900 from Doha to Singapore!!

Setelah tau tanggal berapa tiba dan pulang dari Eropa dan dikurangi waktu perjalanan dari Eropa ke Brazil, dengan alokasi cuti yang ada saya cuma punya waktu 6 hari di Brazil… shit. Ngapain jauh-jauh terus cuma 6 hareeee?! Tua di jalan yang ada! Yasudalah, I have to make the most of it. Hunting tiket ke Brazil dari Eropa pun dimulai.
The Long Way to South America Rio de Janeiro Brazil Downtown
Rio de Janeiro Downtown, Brazil

Dari hasil utak-atik Kayak, kesimpulan yang saya dapat adalah tiket murah dari Eropa ke Brazil itu paling murah dengan maskapai Amerika Serikat. Kalo naik maskapai US, berarti harus transit di US. Transit di US berarti harus apply visa transit yang harganya sama dengan visa normal. Hmmm kalo gitu kenapa nggak sekalian liburan ke US aja ya, lumayan gitu jalan-jalan di New York… Hmm… rencana pun berubah dari Amsterdam — Brazil — Barcelona menjadi Amsterdam — Rio de Janeiro — New York — Barcelona. Coret semua kota di Brazil, sisain Rio aja supaya bisa masukin New York ke itinerary. Terus saya seneng dengan itinerary seperti ini.

Plan 3: Indonesia — Eropa — Brazil — USA — Eropa — Indonesia

Tapi kemudian saya tersadar kalo mau gini, berarti harus apply 3 visa: Schengen, Brazil, dan visa USA. Oke… kok malesin ya? Jadi saya ubah itinerary-nya dan ganti Brazil dengan negara di Amerika Selatan yang nggak perlu visa. Kandidat utamanya: Peru! Kemudian itinerary berubah menjadi Amsterdam — Cusco — New York — Barcelona. Ok, not bad, pikir saya. Substituting Christ the Redeemer with Machu Picchu is not a bad idea, actually.

Plan 4: Indonesia — Eropa — Peru — USA — Eropa — Indonesia

The Long Way to South America Machu Picchu Passport Stamp
Jangan lupa cap paspor kalian dengan pas di Machu Picchu!

Setelah settle dengan itinerary Peru dan US, saya googling tentang pembuatan visa US dan hasilnya mengerikan dengan kondisi seperti saya! Why? Karena saya laki-laki di usia produktif yang belum setahun kerja. Berdasarkan hasil baca-baca, yang kayak gini bakal di reject visanya dan melayanglah uang 2.5 juta rupiah. Ogah! Saya terus googling untuk cari cerita orang dengan kondisi seperti saya dan dapet visa US, tapi nggak nemu :(( Orang single yang dapet visa itu biasanya yang udah kerja seenggaknya 1-2 tahun, yang udah berkeluarga, yang masih kuliah, dan sebagainya. Ada sih yang kerjanya belum 1-2 tahun dapet visa, tapi purpose dia karena dikirim kantornya. Kalo masih dinilai belum mapan dan belum ada keterikatan yang kuat, sepertinya akan ditolak. Jika dari kalian ada yang baru lulus dan kerja belum 1-2 tahun udah coba apply visa USA, share dong pengalamannya: dapet atau nggak, gimana wawancaranya, dapet visa dengan validity berapa lama? Kalo ternyata banyak yang granted saya mau memberanikan diri apply visa USA :))

My Final Plan
Akhirnya saya mencoret USA dari itinerary. Nanti aja kalo udah mapan deh, sekalian main ke Mexico juga buat ke Chichen Itza. Jadi plan-nya adalah Amsterdam — Rio de Janeiro — Cusco — Barcelona. Sebenernya sempet stress juga pas pertama kali apply visa Brazil dan disuruh balik karena uang di rekening kurang. Saya sampe mikir untuk ganti Brazil dengan Chile untuk ngunjungin Easter Island atau Patagonia (cuma boleh milih satu karena udhah kesengsem sama Machu Picchu). Tapi saya mikir lebih pengen Brazil dulu. Chile nanti aja supaya bisa gabung Easter Island dan Patagonia dalam 1 trip, or even Antartica…. hahaha mimpi boleh dong ah. Eh ternyata akhirnya visa Brazil saya granted. Wohoo!
The Long Way to South America Ipanema Beach Rio de Janeiro Brazil
View from Ipanema Beach, Rio de Janeiro, Brazil

Final Plan: Indonesia — Eropa — Brazil — Peru — Eropa — Indonesia

Trip ini saya namain The Long Way to South America. Sesuai namanya, saya beneran muter dulu sebelum ke Amerika Selatan dengan lewat Amsterdam, Brussels, dan London. Kalo kalian nggak punya banyak waktu, cara tersingkat untuk ke Amerika Selatan (Brazil) dari Indonesia adalah lewat Middle East: Rio de Janeiro atau Sao Paulo via Dubai dengan Emirates, Sao Paulo via Doha dengan Qatar Airways, atau Sao Paulo via Abu Dhabi dengan Etihad Airways. Sementara kalo mau ke Santiago, Chile cara tercepatnya adalah via Sydney dengan Qantas Airways. Sementara kalo mau ke Lima, Peru harus muter juga, entah east-bound lewat Tokyo dan Los Angeles atau west-bound lewat Paris atau Amsterdam. Either way sama-sama capek di jalan hahaha.
The Long Way to South America Sagrada Familia Chruch Barcelona Spain
Yang tertinggal dari Euro Trip sebelumya: Sagrada Familia, Barcelona, Spain

Stay tuned for the following post ya! Sebenernya saya ini maunya apa, cerita liburan ke Eropa, Mesir, dan India dalam rangkaian My Amazing Journey aja masih mentok di Pisa, Italia udah mau mulai cerita lain hahaha. Jadi kalo dari kalian ada ide mau cerita apa dulu, let me know ya! Akan dipertimbangkan untuk ditulis duluan, karena to be frank saya juga bingung mau mulai darimana berhubung banyak bangeet. Mana akhir Mei lalu saya sempet liburan juga ke Bangkok bareng Ayah dan Mama dan naik Singapore Airlines (akhirnya!!!), jadi pengen cerita norak-norak bergembira akhirnya naik SQ walaupun 4x dapet pesawat tua 777-200ER.
Ayah Mama di Grand Palace, Bangkok, Thailand
Ayah dan Mama di Grand Palace, Bangkok

Singapore Airlines Girl SQ972 SIN-BKK Hot Towel Service
Hot Towel Service SQ972 Singapore — Bangkok

36 comments:

  1. Wahhh Macchu Picchuuuuu ... Salah satu impian, tapi belum kesampean sih haha!
    Itu muter2nya jauh juga ya ke Eropa sebelum akhirnya landed on South American haha!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa cepat mampir ke Machu Picchu, Timoo :D
      Makluum, saya mah melangkahnya ngikutin tiket murah aja, jadi muter-muter juga hayuk aja haha

      Delete
  2. Ceritain dulu ttg peru mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Herry,

      Thanks masukannya! Ditampung dulu yaa, tapi kayaknya emang bakal Machu Picchu duluan nih :))

      Delete
  3. Fight bgt Ka Refky ngurusin visanya :') saluttt, di London jalan-jalan jga gak Ka? Omg dapet yg A350,share jga ya Ka!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Syafrina!

      Iyaa, maklum paspor ijo jadi kemana-mana sering butuh urus visa dulu :( Ahh aku di London jalan-jalannya cuma dari pesawat ke pesawat aja alias transit doang :))

      Yup yup!! I was lucked out, sempet deg-degan karena beberapa hari sebelum berangkat flight saya sering banget switch aircraft jadi 777-200LR atau A330. Untuung banget pas tanggal saya kebagian A350-900!

      Delete
  4. Huaaa, gila seru banget perjalananmu Ky!! Hahaha...

    Aku penasaran banget sama Brazil dan Machu Picchu-nya!! :D Ah, dan seru banget dapet A350nya QR!! :D

    One day aku juga pengen ke Amerika Selatan nih! Tapi waktunya belum tiba!! Trus pengen ke Afrika juga. Trus pengen ke tempat-tempat lain juga *maunya banyak*, hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa seneng banget dapet A350, masih kinclong pesawatnya :)) Sempet deg-degan karena flight saya sering gonta-ganti aircraft, tapi untungnya pas hari itu tetep A350!

      Hahaha saya jugaaa banyak maunya. Mau balik ke Amerika Selatan lagi buat ke Easter Island, Salar de Uyuni, Galapagos, Patagonia, Iguazu Falls, ehhhh banyak bener :)) Kalo Afrika kamu kan tinggal melipir ajaa ke Maroko, destinasi liburannya mahasiswa Indonesia di Eropa tuh kayaknya :P

      Delete
  5. Busettt, bapak kaya sekali yah mainnya jauh-jauh.

    Ini lagi judulnya apa, ceritanya apa-__-'

    Menurut gue SQ gak dewa-dewa amat. Noh maskapai kita GA juga bagus pelayannannya. Cuman karna si SQ ini konsisten aja dari dulu makanya terkenal banget pelayanannya yang bintang 5. Kalo GA baru akhir-akhir ini insyaf -..-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha pengen main ke sono soalnya :))

      True sih judging by my 4 flights with SQ. Mungkin apes kali ya, dapet crew yang jelek jadinya service-nya nggak bagus borderline nyebelin.

      Delete
  6. Wah asik banget kayaknya :( penasaran sama Brazil & Peru! Jangan lama2 updatenya napa :((
    Btw, bikin post tentang cap paspormu dong Eky! Penasaran sama isi cap2 di dalem paspormu!! Sekalian update flights yang udah dituju dong ky.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Claresta,
      Hahaha iyaa pengennya juga gak lama-lama tapi apa daya banyak prioritas lain :((

      Eh saya juga udah kepikiran ngepost cerita paspor saya loh, tapi belum terealisasi karena takut pake scanner kantor buat ngescan paspor :)) Yup, will do!

      Delete
  7. Wah Brazil! Kak buruan update cerita di South America dong :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akk iya semoga bisa cepet yaa. Kamu penasaran sama cerita yang manaa?

      Delete
  8. Share transportasi buat perpindahan antar kota-antar negara dong kyyy 😁😁😁
    Sekalian kasih bocoran cost-nya juga bolehh wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, ini rencananya akan tulis transaportasinya dulu. Costnya gatauuu mau share apa nggak, saya aja belom ngitungin sebenernya. Takut pingsan pas tau :)))

      Delete
  9. Btw, itu foto yg di Escadaria Selaron yg fotoin siapa? Pasang tripod apa minta tolong orang? Secara di Brazil kan banyak scam *kepo*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha saya juga pas liat-liat foto Escadaria Selaron sebelum berangkat mikirnya "nanti gimana fotonya, kan disana banyak scam". Tapi kemarin ikutan walking tour, jadi minta tolong fotoin peserta lain :D

      Delete
  10. Halo kak, boleh drop emailnya ga? Aku mau nanya-nanya nih hehehe makasih ya kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Brian,

      Email aku ada di mrefkyk(at)gmail.com ya

      Delete
  11. Mantap nih refky, informasinya oke banget. Thx for sharing.

    ReplyDelete
  12. Huaaa, gila seru banget perjalananmu Ky!! Hahaha...

    Aku penasaran banget sama Brazil dan Machu Picchu-nya!! :D Ah, dan seru banget dapet A350nya QR!! :D

    One day aku juga pengen ke Amerika Selatan nih! Tapi waktunya belum tiba!! Trus pengen ke Afrika juga. Trus pengen ke tempat-tempat lain juga *maunya banyak*, hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks, Anto!

      Iya beruntung banget kebagian A350-nya, padahal sering last minute equipment swap. Aamiin aamiin, saya bantu doa ya semoga bisa datengin semuaa yang kamu mau :D

      Delete
  13. Eki gue nanya Ama elo dong waktu di Amerika Selatan dan peru yg kena pajak setiap belanja di atas berapa? Terus ketat gak custom nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Sigit,

      Sorry nggak bisa bantu jawab karena saya selama di sana nggak belanja yang mahal-mahal jadi nggak ngurusin begituan...

      Delete
  14. duit ente banyak bgt bro, jalan2 terus kerjaannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah di-aamiin-in aja deh kalo ada yang bilang gini :))

      Delete
  15. Replies
    1. You're welcome :D Hope you can enjoy the story as well!

      Delete
  16. Looking and reading your blog feels like I've traveled with you already. And to think it's been a long way from Indonesia to South America, truly amazing to find your adventure fun. Now it makes me want to start my adventure as well.
    http://www.papersboard.com/

    ReplyDelete