Showing posts with label Thailand. Show all posts
Showing posts with label Thailand. Show all posts

Monday, September 23, 2019

A Perfectly Balanced Trip: First Class and Back to South America

Hari Rabu kemarin saya baru saja tiba di Indonesia setelah melakukan perjalanan selama 13 hari. Perjalanan tersebut bisa dikatakan perjalanan yang paling mendekati sempurna versi saya. Apa kriteria perjalanan sempurna? Sebagai orang yang suka liburan, sebuah perjalanan harus mengunjungi tempat baru dan sebagai orang yang suka transportasi terutama pesawat, sebuah perjalanan harus memenuhi setidaknya salah satu dari: naik maskapai baru, naik jenis pesawat baru, naik premium class (business atau first class). Nah, perjalanan kemarin memenuhi keduanya:
  • Saya mengunjungi tiga negara baru: Amerika Serikat, Ekuador, dan Kolombia
  • Saya naik business class, bahkan first class!
Quito, Ecuador

Di awal saya bilang kalo perjalanan ini “mendekati” sempurna. Sedikit kekurangannya adalah perjalanan yang terlalu singkat (yes I know, udah 13 hari padahal, tapi tetep aja kurang). Karena terlalu singkat ini destinasi yang saya kunjungi di masing-masing negara belum maksimal, terutama Kolombia. Saya pengen banget ke Cartagena, tapi nggak keburu jadi hanya mengunjungi Bogota. Ecuador juga ternyata banyak banget tempat yang oke. Well, there will always be next time. Aamiin!

Cathay Pacific First Class

Hadiah Tahun Baru dari Cathay Pacific
Pada pagi hari tanggal 1 Januari 2019, saya bangun tidur sekitar jam 6 waktu Malaysia. Kala itu saya sedang menumpang menginap di apartment teman yang sedang bekerja di sana. Seperti biasa setelah bangun tidur handphone-lah yang saya cari. Ketika membuka website yang rutin saya buka setiap harinya, jantung langsung deg-degan karena ada info tiket pesawat Cathay Pacific first class dari Vietnam ke Vancouver pulang-pergi seharga USD 1,000!!! Beberapa keinginan saya tercapai dari topik tersebut: mengunjungi Vancouver (untuk ke Alberta) dan naik first class Cathay Pacific.

Saturday, August 3, 2019

Pengalaman Terbang dengan Thai Airways

Setelah beberapa kali naik Thai Airways antara Jakarta dan Bangkok, saya mau melakukan review penerbangan tersebut di kelas ekonomi. Semoga bisa komprehensif dan akurat karena udah ada lebih dari 2 data point (eaa scientific banget).

Boeing 787-8 at Jakarta Airport CGK

Check-in
Di Jakarta, counter check-in Thai Airways terletak di pier B. Dari pengalaman saya ini counter selalu rame walaupun udah dateng pas baru buka yakni 3 jam sebelum berangkat. Sehingga jangan lupa untuk online check-in ya karena antriannya selalu lebih pendek. Dengan online check-in kalian juga bisa pilih kursi. Sementara itu di Bangkok terletak di pier H dan J. Berhubung ini hub-nya Thai Airways, jadi counter-nya banyak dan proses check-in lebih cepat.

Check-in counter di Jakarta

Penumpang kelas ekonomi mendapatkan jatah bagasi sebanyak 20kg – 30kg, tergantung jenis tiket yang dibeli. Kalau tiketnya promo hanya dapat 20kg, sementara kalau tiket normal dapat 30kg. Sehingga harus diperhatikan ya sebelum packing berapa banyak bagasi yang didapatkan.

Boarding dan Disembark Pesawat
Ini harus saya tulis terpisah karena salah satu aspek kekurangan minor Thai Airways. Di Jakarta, boarding biasanya di gate 5. Lumayan jauh dari imigrasi, jadi usahain waktunya cukup untuk berjalan ke gate. Selayaknya maskapai full service lainnya, proses boarding dan disembark dari pesawat menggunakan garbarata (aerobridge) untuk kenyamanan penumpang.

Nah namun di Bangkok boarding dan disembark SELALU di remote area. Landing jam 11 malem kan capek kalo mesti naik bis lagi, mana airport-nya gede banget jadi suka jauh perjalanan dengan bisnya. Berasa naik bis dari Bangkok ke Pattaya.

Kalo kata temen yang punya kenalan orang Thai Airways, malem hari suka nggak dapet gate karena banyak flight long haul ke Eropa dan Australia yang lebih butuh aerobridge. Oke dimengerti, lah tapi saya 2x boarding jam 7 pagi juga tetep aja dikasihnya remote area padahal gate ada yang kosong.



Sunday, January 7, 2018

Liburan di Bangkok Bersama Ayah dan Mama

Berbekal 2 tiket pesawat gratisan, saya ngajak Ayah untuk liburan di Bangkok. Gantian gitu sama Mama berhubung sebelumnya udah jalan-jalan ke Hong Kong. Tapi begitu Mama tau, dia mau ikutan juga. Untung aja harga untuk penerbangan yang sama masih manusiawi, jadi langsung beli supaya bisa barengan terbang bertiga. Adek nggak ikut karena lagi kuliah di Surabaya.

Reclining Buddha, Wat Pho, Bangkok

Ngomong-ngomong tentang adek saya, minggu depan dia akan liburan ke UK & Eropa terus buka PO (pre-order) untuk jastip (jasa titip). Berhubung waktu liburannya terbatas, jadi yang dia buka PO cuma tumbler Starbucks aja. Untuk yang tertarik bisa langsung kontak dia lewat Line (permadirf) atau WhatsApp (+62-812-2628-2327), atau bisa comment di sini juga sih nanti dia bales. Harga tumbler Starbucks-nya make sense sih, nggak di rentang Rp300 ribu - Rp450ribu kayak orang biasanya yang harganya suka bikin istighfar :))

Anyway, mari lanjut cerita liburan di Bangkok!

Hari 1: Jakarta – Singapore – Bangkok
Ini pertama kalinya saya ambil flight internasional jam 5 pagi dari Soekarno-Hatta. Karena takut bablas, kita berangkat jam 2 pagi dari rumah. Ternyata lancar banget jalanan (menurut lo..) alhasil nggak sampe 1 jam udah sampai di bandara. Berhubung ini flight internasional, biasanya kan check-in buka 3 jam sebelumnya ya. Tapi kayaknya petugasnya belom pada bangun, jadi baru buka sekitar 2 jam sebelumnya, yakni jam setengah 4.

Hari ini untuk pertama kalinya saya naik Singapore Airlines. Udah penasaran pengen coba sendiri karena review-nya yang bagus banget dari orang-orang bahkan di kelas ekonomi. Tapi ternyata biasa aja tuh dan agak di bawah ekspektasi. Mungkin karena rute saya cenderung pendek (Jakarta – Singapore dan Singapore – Bangkok PP) sehingga mereka juga nggak all-out. Review lebih detail terpisah ya.

Singapore Airlines Refurbished Economy Seat B777-200ER

Thursday, February 5, 2015

My Amazing Journey: The Planning

Europe Map (source)

Setelah akhirnya gue memantapkan untuk berangkat ke Eropa dan menunda ke Sydney, gue harus membuat rencana perjalanan disana dan yang paling penting menghitung kebutuhan dana sambil terus mengecek uang yang ada dan yang kira-kira bakal diterima. Luckily, bulan Juni gue sempet bikin itinerary simpel waktu ngerencanain liburan ke Eropa bareng adek gue. Jadilah gue cari dokumen itu dan pas nemu gue nyengir-nyengir aja ngeliat namanya. "eropa jan 2015 semoga jadi aamiin".

Karena nama dokumen adalah doa

Sunday, January 25, 2015

My Amazing Journey: The Beginning

My Amazing Journey in picture

Kamis, 7 Agustus 2014. Setibanya di bandara Soekarno-Hatta dari liburan ke Jepang, gue diminta buat nunggu di bandara karena 5 jam setelahnya gue dan keluarga akan berangkat ke Surabaya buat daftar ulang adek gue di ITS dan mereka akan sampai di bandara 2 jam sebelum keberangkatan, which means I have 3 hours to spare. Awalnya gue makan di Bakmi GM yang harganya bikin kaget karena dengan Rp 50.000 gue hanya mendapatkan bakmi ayam dan teh botol kotak. Yasudah yang penting makan Bakmi GM yang enak itu.

Tapi karena masih laper dan nggak tau harus ngapain, gue memutuskan untuk pindah tongkrongan ke J.Co. Setelah memesan iced thai tea serta dua donat favorite gue—alcapone dan oreo, gue duduk manis sambil rewel di whatsapp minta adek dan mama supaya dateng lebih cepat. Karena nggak mempan, akhirnya gue bosen dan memutuskan untuk coret-coret di balik struk J.Co. Berikut adalah hasil coret-coretan waktu itu.
Coret-coretan J.Co.

Emang rasanya agak sombong, tapi kan itu kenyataan ya *dikepruk massal*. Tapi gue pengen punya tujuan, kira-kira ke depannya mau liburan kemana biar tau harus nabung seberapa banyak.

Tuesday, October 28, 2014

Thailand: Bangkok Day 2

Wat Pho, Bangkok, Thailand

Flight to Bangkok
Pattaya
Bangkok Day 1 (and early day 2)
Bangkok Day 2

Mari melanjutkan cerita tentang Bangkok!
Potongan awal cerita hari kedua di Bangkok bisa dibaca di sini.

Setelah sekiranya puas mengelilingi Grand Palace dan ngaso sebentar, kami melanjutkan perjalanan ke Wat Pho dan Wat Arun. Wat Pho letaknya nggak jauh dari Grand Palace, sementara Wat Arun terletak di seberang sungai Chao Phraya. Dari Grand Palace ke Wat Pho, kami jalan kaki dari exit belakang dan ternyata jalannya jauhhhh! Semacem mengelilingi sisi luar Grand Palace gitu jadinya. Kalau bisa keluar GP dari deket pintu masuk, kayaknya jalan ke Wat Pho nya bakal lebih deket.

10 menit jalan ditengah teriknya Bangkok, akhirnya kami sampai di Wat Pho. Buat masuk per orangnya dikenai biaya tiket sebesar 100 Bath. Begitu masuk, kami linglung dulu karena nggak tau mau kemana. Ke Wat Pho cuma mau nyari Reclining Buddha yang guedeee banget tapi nggak langsung nemu. Setelah sedikit nyasar sambil liat-liat Wat Pho bagian yang lain, kami sampai juga di ruangan yang isinya Reclining Buddha. Buat masuk, alas kaki harus dilepas. Tapi tenang, udah disediain kok plastiknya jadi tinggal copot alas kaki aja.
Wat Pho

Wat Pho

Wat Pho

Nggak jauh berbeda dengan Grand Palace, Wat Pho juga rame sama turis asing. Jadi harus nunggu buat foto dengan latar belakang patung Buddha.
Yihaw!

Saturday, April 20, 2013

Thailand: Bangkok (unfinished)

okay, since i have nothing to do and after a devastating fluid mechanics test, thought i would like to resume the story about my last trip to Pattaya and Bangkok. in the previous post, i have already wrote my journey in Pattaya. so, this post will contain my journey in Bangkok.

pake bahasa indonesia aja ah biar lebih ekspresif (sok padahal gara-gara pusing nyari kata-katanya kalo pake bahasa inggris)

Day 3: Sabtu, 5 Januari 2013 (Bangkok)
setelah perjalanan 2 jam dari Pattaya, kita sampe di Bangkok. my first impression: mirip Jakarta. jalannya, mobilnya, mall-mall dan bangunannya. cuma di jalan tol yang lurusnya puaaanjaaang banget itu, kagak ketemu sama macet sama sekali. sekitar jam 11 kita sampe di drop-off point bisnya. kalo pas di Pattaya dulu agak ngerasa rugi karena dari drop-off point ke hotel itu jaraknya deket, di Bangkok ini bersyukur ambil transfer to hotel service karena ternyata jauh ke hotelnya.

sampe hotel berhubung belom jam check-in (2pm), kita titip tas sama receptionist dan ternyata disuruh bayar.... 40 Bath per tas, durasinya sampe sehari kali ya? kita nitipin tas karena mau ke Chatuchak Weekend Market. sesuai namanya, Chatuchak Weekend Market itu adalah pasar yang buka pas weekend doang.

iklan bentar. btw gue yang awalnya agak males pas mau nulis ini, tiba-tiba jadi semangat dan entah kenapa pengen ke Bangkok lagi. padahal udah punya tekad baru ke Bangkok lagi kalo udah muter-muter negara lain dulu. yak lanjutin lagi.

alhamdulillah kita nginep di Tune Hotel Asoke, yang lokasinya sangat strategis. kenapa? karena keluar gang langsung ada BTS Station Asoke. jadi gak ada yang namanya jalan jauh. keluar gang, belok kanan, naik tangga, tadaaa sampe deh di stasiunnya. siang itu karena kita mau ke Chatuchak, jadi harus naik BTS ke Mo Chit. bayarnya 1 orang 40 Bath buat sekali jalan. terus muncul sedikit masalah. ternyata beli karcisnya harus self-service. ada mesinnya gitu, jadi pilih jurusan, terus masukin uang, terus keluar karcisnya. tapi masalahnya adalah, mesinnya cuma bisa nerima coins. kita kagak ada yang megang coins, jadi kelimpungan. etapi ada loket gitu kaya loket TransJakarta. cuma karena kita oon, gamau ngantri takutnya itu loket buat top-up doang. alhasil jalan keliling stasiun sambil liat-liat. ternyata ada mesin yang bisa nukerin uang kertas jadi coins. alhamdulillah masalah terselesaikan. karcis dapet, terus ngantri lagi buat masuk ke bagian dalemnya. caranya adalah masukin karcisnya (berupa kartu), terus lewatin pembatesnya, terus jangan lupa diambil lagi kartunya. kartunya disimpen yang bener, because you need to "return" it at your destination. nunggu bentar, dateng BTS nya. seneng dikit liatnya, maklum pertama kalinya liat mass transportation abroad. ternyata BTSnya penuh. pfffff gimana sih ini tourism board-nya, masa Bangkok first-timer disuruh berdiri??? wkwk manja bener. btw kartunya helpful banget karena di baliknya ada BTS route map, jadi gaperlu bingung kapan harus turun.

20-30 menitan, akhirnya sampe di stasiun Mo Chit. keluar stasiun, ddaaassss! puanas buanget dan ruaaameee banget. suasananya jauh lebih rame dari Pasar Baru/Pasar Senen/Stasiun Kota di Jakarta. akhirnya masuk ke dalem dan pencarian oleh-oleh buat bocah sepupu part 1 dimulai. kita yang gapunya skill nawar langsung merasa bodoh karena gabisa neken harga :( tapi udah murah jugasih kasian kalo ditawar (prinsip begini pantes ae rugi bandar bayar mahal). sebenernya kita punya budget 100 Bath buat 1 kaos, jadi kalo harganya udah sekitaran segitu langsung males nawarnya (prinsip salah part 2). abis muter, makan dulu. berhubung udah googling, katanya ada restoran muslim di deket tower. langsung kita kesana, dan ternyata beneran ada. makanannya enak dan insyaAllah 100% halal. nama restorannya Saman Islam, lokasinya di deket clock tower Chatuchak Weekend Market. kelar makan, muter sekali lagi. dan pas muter ini baru ketemu bagian dari Chatuchak yang isinya local designer. cuma karena puanas dan udah pegel capek, akhirnya kita memutuskan untuk pulang. hufff padahal murah murah. kaos kisaran 100 Bath semua. long sleeve shirt 150an Bath, dan lain-lainnya.

balik ke hotel, check-in, masuk kamar, istirahaaaaatttt. rencananya malemnya mau ke Asiatique, cuma kita batalin karena.... males... emang dasar turis bego....

karena batal ke Asiatique, malem itu kita keliling daerah Asoke aja. by keliling, I mean ke Terminal 21 dan sekitarnya doang. Asoke luas chooyyy pegel juga kalo dikelilingin. Terminal 21 ini adalah sebuah mall di Asoke. mall ini unik karena mengusung tema airport gitu. jadi tiap lantai ada tema-temanya. yang gue inget cuma London. kalo gak salah ada Paris juga? San Francisco? Tokyo? ya pokoknya kota-kota besar gitulah. brand di dalemnya juga biasa aja, kalo di Jakarta mungkin kaya hmmmm bingung. di atas Blok M Plaza tapi di bawah Senayan City. fX kali ya yang paling pas. muterin tiap lantai, sampe akhirnya ke lantai yang agak atas dan girang karena isinya local brand kaya yang di Chatuchak tadiii! emang agak lebih mahal sih, tapi menuntaskan penasaran pengen tau barang-barang local designer sana. tapi malem itu kita kagak beli-beli, cuma survey doang. berhubung deket banget sama hotel, jadi bisa beli pas malem terakir di Bangkok.

Terminal 21

selesai tawaf di Terminal 21, kita menjalankan rutinitas seperti di Pattaya, yakni ke 7-Eleven buat beli sarapan berupa roti dan minum. balik hotel, terus tiduuuurrr!

by the way, i'm very sorry for the lack of photos during this day, due to my laziness to take my enormous camera (padahal kit standar doang). it's really inconvenient to take it out and put it back in to the bag. 

Day 4: Minggu, 6 Januari 2013 (Bangkok)
bangun jam 5, solat, glenye-glenye bentar, terus liat jendela. masih gelap. nunggu terang dulu deeeh. eh ternyata baru terang jam setengah 7 lewat.

Good Morning, Bangkok! mirip daerah Kuningan-Rasuna, ya?

jam 7 lewat dikit kita cabut dari hotel. kenapa pagi? karena tujuan hari ini adalah Grand Palace dan sekitarnya! hihiiiww. kata google dateng pagian aja biar gak terlalu rame, jadilah kita ngikut saja. keluar gang, zing..... sepi bener jalannya

keadaan minggu pagi jam 7 di daerah Asoke

masuk ke terminalnya, same aje sepinyeee

ziiiing

tapi sepi membawa berkah, karena we found out that you can convert your money into coins at the locket. jadilah kita nuker koin agak banyakan, berhubung kalo ngantri suka panjang. 

itu dia BTS nya!

alhamdulillah duduk!!! gak segitunya juga sih, Ky....

dari kawasan Asoke kalo mau ke Grand Palace harus turun di BTS Saphan Taksin. kalo ngeliat di BTS map, kita harus interchange di BTS Siam. darisana nyambung ke BTS Saphan Taksin. dari BTS Saphan Taksin, ikutin aja petunjuknya buat ke dermaga. dari dermaga situ nanti naik boat ke Grand Palace. boatnya tuh ada banyak jenisnya. liat aja dari benderanya. berhubung waktu itu hari Minggu, kita naik yang bendera orange biar harganya murah. 1 orang 15 Bath sekali jalan. kalo naik yang tourist boat bakal lebih mahal. selain boat-boat itu, ada juga free shuttle dari hotel mewah di sekitar sungai Chao Phraya kaya The Peninsula, Sheraton, dkk khusus for their guests. tapi mereka ngedrop ke pier terdekat doang (kayaknya). gempor kali kalo nganter ke Grand Palace. terus nahkodanya pake suit gitudah, sayang bener yak kalo keciprat aer sungai (kampung).

turun di pier N8 (kalo nggak salah inget), ngikutin bule yang kayaknya mau ke Grand Palace juga (dan ternyata bener), akhirnya kita sampe di Grand Palace!
welcome to Grand Palace, Bangkok!

kita nyampe jam 8.30an, dan ternyata sudah ramai sodara-sodaraaaa! pagi itu kompleks Grand Palace didominasi oleh turis dari kawasan Asia Timur seperti Jepang, Korea, dan Cina.


setelah poto-poto dikit di luar, kita masuk ke dalem. cari loket dulu dengsss. pas depan loket, kampret udah naik jadi 500 Bath per orang! padahal baca-baca di google masih 400 Bath. mahal sih kalo dipikir-pikir, sekitar 160ribuan buat 1 orang buat masuk ke Grand Palace. kalo locals masuk sana gratis, karena suka buat ibadah. eh iyagaksih? iya kayaknya sih..

harga yang baru dinaekin, angka 5 nya masih ditulis tangan. PFFTTT. 

inilah dia yang khas dari Bangkok: Grand Palace complex!



bukti kalo kesana (kampung)
senyum capek muter-muter dan kepanasan (turis manja dan lembe)

bukti lagi (kampung part 2)
btw kepala gue kaya bawang

bersambung dulu ah.
tapi publish aja yak, udah gasabar pengen berbagi cerita soalnya kikikiwww. nanti dilanjutin lagiiii. i promise it won't be long :))

Saturday, January 19, 2013

Thailand: Pattaya

Day 1: Kamis, 3 Januari 2013 (Jakarta - Suvarnabhumi - Pattaya)
perjalanan dimulai dari subuh, dimana gue dan adek harus ikut ayah ke kantor dulu karena dari kantor bakal dianterin ke airport. 2 jam nunggu di kantor, dan jam 9 kita berangkat ke Soekarno-Hatta. sekitar jam 10 sampe, terus nunggu bentar sampe jam 11 dan ke check-in counter. imigrasi lancar, solat, terus masuk ke boarding room. jadwal take-off nya jam 12.55, jadi sebelom itu udah masuk pesawat. tapi seperti yang gue ceritakan di post sebelomnya, pesawatnya lama banget take-off nya gatau kenapa. bener aja pas gue cek di google abis landing, ternyata delay lebih dari 30 menit.

di pesawat gue lumayan panik, karena ETD nya kalo di tiket jam 16.45, sementara jam 18.00 harus udah naik travel ke Pattaya. dan Suvarnabhumi Airport itu kan udah 11 12 sama Changi dan Hong Kong Airport, udah jadi main hub airport di Asia. jadi ya lumayan panik deh kalo ditinggal travel gimana, padahal udah bayar dan yang jam 18.00 adalah last departure of the day.

walaupun delay lebih dari 30 menit, somehow kita nyampe on-time, lebih cepet dikit dari jadwal malahan. Thai Airways yang seharusnya nyampe belakangan, malah dateng duluan karena pas kita lagi taxiing di Soekarno-Hatta, dia tiba tiba udah take-off aja. tukang nyelak! keluar pesawat, gue sama adek udah kebakaran jenggot jalan di travelator. kita dikasih di gate F, yang ternyata itu diujuuuuuung banget, jadi jauh buanget jalannya ke imigrasi. udah banyak lewati travelator, tapi gak sampe sampe. akhirnya kita liat plang imigrasi, cuma ada 2 ternyata. yang lurus terus, sama yang belok kiri. kita awalnya bingung, tapi setelah nanya, ternyata milih imigrasi itu liat dari luggage belt pesawat. jadi cari tv yang isinya informasi belt, terus liat plangnya deh kita ke imigrasi yang mana (maafin kalo norak, pertama kalinya ke luar negeri... kedua sih sebenernya cuma yang pertama kagak berasa ke luar negeri).

imigrasinya cenderung cepet karena banyak loketnya. dan buat asean country passport holder ada line khususnya gitu, jadi bisa lebih cepet. selesai imigrasi, nungguin bagasi. pas nungguin bagasi, gue berinisiatif mau ambil trolley. nah, di belakang trolleynya ada tulisan "PUSH ME" gitu. jadi gue dorong trolleynya, terus gue tarik. EH malah 4 trolley yang ketarik. karena malu, gue suruh adek gue yang ngambil.  terus dia berhasil. ternyata gagang trolleynya yang diteken, terus ditarik. terus selama jalan, itu gagang harus diteken biar trolleynya bisa jalan. iye norak maapin.


abis ngambil bagasi, kita ke arrival hall gate 7 buat beli simcard. sebenernya pas di imigrasi, di mejanya dikasih simcard true move gratisan. cuma berhubung hp gue banyak mau dan bikin ribet karena harus pake micro simcard, jadi harus beli. di gate 7 itu ada banyak vendor simcard, cuma akhirnya kita beli yang Happy/dtac. buat iPhone dan paket unlimited data 1 minggu, kena biaya 299 bath. sementara buat adek gue yang pake Blackberry, kena biaya 449 bath. wkwkwk mahal. tinggal ngasih doang hp nya, nanti diurusin sama mas-masnya. cepet kok. dan bisa langsung pake. abis beli simcard, nyoba telpon mama. eh gak diangkat. yaudah.

selesai beli simcard. kita ke information center dulu di gate-gate awal, lupa 2 atau 3. disana kita ngambil peta Bangkok. terus rencananya mau naik travel dari gate 8 di lantai 1 (sekarang lagi di lantai 2). jadi dari information center kita turun, dan ternyata di lantai 1 cuma sampe gate 4 atau 5 gitu, gak nyambung sampe gate 8. gatausih nyambung apa enggak, soalnya ada toilet gitu. hmm apa jangan jangan nyambung ya? (si bego baru sadar sekarang) jadilah kita naik lagi, terus jalan lagi ke gate 8 lantai 2, terus turun. jauh jadinya.


sampe gate 8, kita ke Bell Travel Service. karena udah beli dari Indonesia, kita cuma ngasih print-an bookingan dan selanjutnya dikasih stiker gitu di baju. buat travel dari Suvarnabhumi ke Pattaya, biayanya 230 Bath. itu dianterin sampe hotelnya, jadi buat yang buta jalan dan mager nyari angkot di Pattaya, lumayan lah harganya. jam 6 kita berangkat menuju Pattaya!



sekitar jam 8 kita sampe di Southern Pattaya Terminal. itu tempat bis travelnya turun. darisana kita naik minivan lagi buat dianter ke hotel. kita nginep di Tune Hotel Pattaya karena ada promo yang menurut gue super murah. nanti kayaknya mau review Tune Hotel, both in Pattaya and Bangkok. post tersendiri aja kayaknya (mulai tercium post tersebut gabakal muncul). sampe hotel, kita mandi dan selanjutnya keluar cari makan.

the view from 7th floor

keluar hotel, bingung ke kiri apa ke kanan. akhirnya kita ke kanan, baru jalan bentar langsung ketemu waria lagi ngumpul. otomatis berdua langsung balik badan dan ngomong "ke kiri aja". ke kiri liat liat, ada KFC, Pizza Hut, Subway, Burger King, dan food stall pinggir jalan. cuma karena foodstall itu kebanyakan ada menu porknya, jadi kita makan di KFC. kita pesen spicy roasted chicken, satunya 69 Bath.


suapan pertama.... rasanya aneh. nasinya panas cuma gak enak, kaya nasi bau gitu. cuma Mama sama Tharra kayaknya yang tau nasi bau yang gue maksud gimana. ayamnya enak sih cuma sayurnya aneh rasanya. tapi berhubung laper jadi telen ajadeh. selesai makan, kita masuk ke Central Mall Pattaya. liat liat doang, karena harga Levi's atau Lee Cooper sama aja kaya di Jakarta, lebih murah di Jakarta malahan. terus ke Big C buat beli air mineral. ada yang merk nestle, tapi harus beli 1 pak isi 6 yang 1.5 liter. jadi cuma muter doang disana. kelar muter, kita ke 7-Eleven. alhamdulillah gak jauh dari hotel lokasinya. disana beli air mineral sama snack. terus balik dan bobokkk.

Day 2: Jumat, 4 Januari 2013 (Pattaya)
selesai mandi, kita memutuskan untuk menengok Pattaya Beach. setelah liat maps, ternyata gak jauh jadi jalan kaki aja lewat jalan di samping hotel. tinggal lurus, terus nyampe deh di Pattaya Beach. foto-foto bentar, terus jalan lagi.



sebenernya banyak orang yang ke Bali Hai Pier, cuma karena kita mager dan gatau sistem songthaew (semacem angkot) di Pattaya gimana, akhirnya gak jadi kesana dan jalan kaki aja menyusuri Pattaya Beach Road. di Bali Hai Pier itu bisa keliatan pantai Pattaya secara keseluruhan, dan ada tulisan Pattaya City gede gitu kaya gini

tolong di zoom biar keliatan tulisan Pattaya City nya (segitu malesnya gamau jalan dan nasib gapunya tele)

jalan-jalan gak jelas, tiba-tiba sampe di perempatan Pattaya 2nd Road. disitu ada songthaew lagi ngetem dan untungnya ada penumpang lain. jadi kita aman naik itu. karena kalo gak ada penumpangnya, katanya si supirnya nanti ngira kita mau charter. jadi dari perempatan itu buat ke hotel tinggal naik songthaew sekali, nanti lewat di depan hotel. oh iya, songthaew itu gak ada nomer atau rute kaya di Jakarta/Bandung. gue sih cuma naik 1x, tapi kayaknya di sekitar Tune Hotel ada 3 rute songthaew yang gue tangkep. pertama yang lewat depan hotel (ngelewatin Pattaya 2nd Road). itu kalo dari hotel dan lewat Dolphin Roundabout bakal lurus arahnya. kedua yang ngelewatin Pattaya Beach Road, itu gatau lurus terus sampe mana. yang ketiga yang dari Roundabout ke kanan, itu ke arah Mini Siam, terminal, dan lainnya. sekali naik songthaew harganya 10 Bath. kalo bisa kasih uang pas, karena kalo lebih nanti dicurangin (kaya gue....) gue berdua ngasih 100 Bath, dikembaliin 60 Bath. padahal yang bayar sebelom gue berdua cuma 20 Bath. yasudahlah karena males jadi terima saja. eh iya, mau turun dari songthaew jangan teriak kiri kiri karena gabakal kedengeran. caranya pencet bel yang ada di tiang, nanti supirnya berenti.

suasana Pattaya 2nd Road. dan itu songthaew-nya!

abis nyobain songthaew, kita ke 7-Eleven beli sarapan. gue baca baca trip report orang-orang sih pada banyak yang beli makanan di 7-Eleven, terus dipanasin. terus gue nyoba beli chicken with sticky rice. pas di kasir:
Kasir: paraktaktumprakpangprangpaktumprak
Gue: ??
Kasir: sorry I think you're Thai. Do you want it to be heated or not?
Gue: oh ya, please heat it.
itu cerita pertama diajak ngomong paraktumprakprang wkwkwk. balik hotel, makan sarapan. haiya lagi-lagi nasinya gak enak :( ayamnya juga lenje gitu :( udah pusing banget ini masa se-Thailand nasinya gak enak (padahal baru makan 2x) tapi yaudahlah telen aja.

selesai makan, kita mikir. siang itu rencananya mau ke Mini Siam dan Pattaya Floating Market tempat Running Man shooting pas di Pattaya. cuma berhubung gatau transport kesana gimana, gamau naik taksi, dan hari itu hari Jumat jadi harus solat Jumat di masjid, jadi kita memutuskan untuk berdiam diri di kamar. jangan dicontoh ya :)) pas jam 11, ngecek lokasi masjid dimana, dan letaknya adalah 2-3 kilometer dari hotel. sayang kalo gak solat jumat, soalnya terakir gak solat jumat tuh pas SD (bangga dikit wkwkwk) cuma berhubung jauh dan adek bilang "kita kan musafir," akhirnya kita solat di kamar dan males-malesan sampe sore. cuma berhubung laper, kita turun dan cari makan. berhubung semalem belok kiri, sekarang belok kanan. dan karena siang jadi yang semalem ditakutin belom berkeliaran dan ngerubung. pencarian kita berakhir di restoran India, namanya Palmleaf. restorannya sepiiii banget cuma ada kita berdua. tapi karena udah masuk dan gak enak, terpaksa makan disitu. dikasih menu, dan ternyata harganya... lumayan mahal. 1 nasi goreng telor 150Bath. nasi briyani telor juga 150 Bath. jadi berdua abis 300 Bath sama VAT 7% jadinya 321 Bath. issshhh 100ribu buat makan siang. ternyata eh ternyata, pas makanannya dateng, itu porsinya gede bener. jadi mending pesen 1 buat berdua (penyesalan datang belakangan...).


selesai makan, balik ke hotel dan tidur-tiduran lagi. terusss jam 5 gue panik karena sadar kalo yang gue print buat nanti tuker tiket Alcazar adalah salah. jadilah sibuk buka email nyari document yang benernya. pas ketemu, masalah berikutnya muncul: gatau ngeprint dimana. akhirnya coba ke resepsionis, dan ternyata bisa diprintin. alhamdulillah. abis ngeprint kita ngacir ke Alcatraz dan udah rameekkk. kita masuk ke ticketing yang khusus gitu, jadi tinggal ngasih print bookingan terus dituker sama tiketnya. waktu itu kita beli di www.hotels2thailand.com seharga 700 Bath buat berdua, ditambah tax sebesar 123 Bath jadinya 823 Bath buat berdua. itu dapet seat VIP di row B, kedua dari depan. oh ya, kenapa gue akhirnya milih Alcazar? karena bisa moto-moto selama show... wkwkwk. selain itu lokasinya yang lebih deket dari hotel (belok kanan, jalan dikit, nyebrang) dan lebih murah dibanding Tiffany. walaupun kata orang bagusan Tiffany sih, waria-warianya juga cantikan di Tiffany. cuma yaudahlah buat pengalaman liat waria perform jadi yasudahlah.


warianya ada yang cantik banget, gak keliatan kaya transgender. cuma ada juga yang failed kaya waria Indonesia. yang cantik-cantik biasanya kaya muka muka korea gitu. show-nya sekitar 1,5 jam. shownya itu sendiri tentang budaya-budaya di Asia. ada Thailand, Vietnam, Melayu (lagu pengiringnya Cindai!), Korea, dan lain-lain. selesai show, para waria yang tadi perform udah nunggu di luar karena ada sesi foto bersama. karena rame buanget dan sesek, terus karena harus bayar kalo mau foto sama mereka, kita kabur foto sama yang gratisan aja. plang Alcatraz maksudnya (sedih).



terus kita makan di McDonald, dan menemukan paket yang super worth-it. isinya 2 ayam (dada/paha atas dan sayap/paha bawah) + 1 large french fries + 1 large coke). harganya 154 Bath. selesai makan, kita ke 7-Eleven buat beli sarapan. karena trauma, kali ini kita beli roti-rotian aja sama susu. beli air mineral juga. lagi-lagi di kasir di prakparaktrumprakprang-in. cuma mangap, terus dia sadar kalo i'm not a Thai. sampe hotel, tidur karena besok pagi bakal dijemput buat ke Bangkooookkk!

Day 3: Sabtu, 5 Januari 2013 (Pattaya - Bangkok)
bangun pagi-pagi, terus nungguin jam 8 buat check-out dan nunggu dijemput sama Bell Travel Service.   


sekitar jam 8.30 kita dijemput di depan hotel sama minivan, terus ikut jemput tamu lainnya juga, dan dianter ke Southern Pattaya Terminal.



darisana sekitar jam 9 kita berangkat menuju Bangkok naik bis travel. pagi itu bus terisi 40-50% saja dari 40-50 kursi. dan dari semua penumpang, cuma gue, adek, dan supir yang bukan berkebangsaan India. sekitar jam 11 bus memasuki wilayah Bangkok, kemudian...
bersambung

Thursday, January 3, 2013

Onboard GA 868!

From Evernote:

Onboard GA 868!

haaaiii lagi di pesawat nih, GA 868!
cari sendiri ya dari mana kemana hahahha
ETD nya aturan 12.55 tapi tadi baru take off jam 13.30 :((
doain bisa landing lebih cepat dari ETA 16.25 yah soalnya mau ngejar shuttle bus jam 18.00. belom imigrasi dan bagasi :( huff semoga bisa deh yaa aamiin
tadi udah makan, menunya nasi+semur daging. dessertnya enaakk. terus sekarang lagi nonton Premium Rush di AVOD nya. keren ya padahal filmnya gak begitu lama tayang di bioskop.
makanan guehh

makanan adek

Premium Rush!