Tuesday, September 22, 2020

Batal ke Keukenhof dan Menuju Brussels dengan Thalys First Class

Ketika merencanakan liburan ini, kunjungan ke Keukenhof merupakan salah satu agenda utama karena saya tiba di awal Mei yakni musimnya tulip bermekaran. Namun ketika sudah memutuskan untuk melanjutkan ke Brazil dan Peru, saya menemukan bahwa tiket pesawat lebih murah jika terbang dari Brussels, bukan Amsterdam. Supaya bisa mengunjungi negara baru sekalian, akhirnya saya membatalkan rencana ke Keukenhof untuk melihat tulip dan membeli tiket kereta Thalys menuju Brussels.


Walaupun sudah landing di Amsterdam, pesawat saya tidak kunjung tiba di gate. Setelah beberapa tahun kemudian ketika baca blog Zilko saya tau kalau sepertinya saya mendarat di landasan Polderbaan yang memang jauh sekali dari terminal. Awalnya saya masih berminat untuk mencoba memaksakan ke Keukenhof, namun karena pesawat butuh waktu lama untuk tiba di gate akhirnya rencana tersebut benar-benar batal.

Ketika mendekati imigrasi, perasaan saya agak deg-degan karena sebelumnya saya ditanya cukup detail: berapa hari di Belanda, nginep di mana, dan diminta bukti reservasi hotel. Khawatir ditanya-tanya, kali ini saya pilih petugas yang lebih muda dengan asumsi tidak banyak nanya. Ternyata saya masih ditanya akan berapa lama di Amsterdam. Nggak mau menjelaskan lebih lanjut kalau saya akan pergi ke Brussels dalam beberapa jam, saya bilang 1 malam di Amsterdam. Kemudian dia menanyakan lagi akan ke mana setelah itu dan saya jawab bahwa saya akan terbang ke Rio de Janeiro. Reaksi dia “wow, you’re going to Rio. Enjoy partying there!” dan kemudian paspor saya dikembalikan sudah dengan cap masuk Belanda. Hore!

Berhubung kereta menuju Brussels baru akan berangkat jam 18.30 sore sementara waktu itu masih jam 15.00, saya sempet bingung mau ke mana. Sebenernya untuk ke kota cuma butuh 25-30 menit dengan kereta api, namun karena saya bawa koper yang besar dan harus bayar lagi, saya memutuskan untuk di bandara aja. Ternyata keputusan tersebut sangat tepat karena nggak lama setelahnya perut saya kembali sakit dan saya kembali mengosongkan perut dalam 30 menit mendatang.

Friday, September 18, 2020

Review: Qatar Airways 777-300ER Economy Class Doha to Amsterdam

Penerbangan berikutnya dalam liburan kali ini adalah dari Doha, Qatar menuju Amsterdam, Belanda. Saya transit di Doha selama 2 jam. Kali ini transitnya tidak lama karena 2 penerbangan ini berada dalam 1 tiket, sehingga jika pesawat sebelumnya terlambat atau delayed, pihak maskapai lah yang akan bertanggungjawab untuk mengantarkan kamu ke tujuan akhir.


Pengalaman transit yang nggak lama biasanya saya mudah lupa. Namun entah kenapa saya masih inget kejadian pagi itu. Setibanya di Doha saya langsung sibuk cari toilet karena perut saya sudah tidak enak. Ketika ketemu langsung duduk dan blasss keluar semua itu kayaknya makanan. Setelah lebih lega, saya berjalan menuju gate untuk melanjutkan penerbangan ke Amsterdam.


Penerbangan dari Doha dan Amsterdam menggunakan pesawat Boeing 777-300ER. Pesawat yang saya naiki kala itu adalah pesawat yang kelas ekonominya sudah dibuat lebih padat di mana konfigurasinya berubah dari 3-3-3 ke 3-4-3. Selain itu kursinya juga menjadi lebih tipis.



Monday, September 14, 2020

Review: Raffles Jakarta

Raffles Jakarta adalah salah satu hotel di Jakarta pengen banget saya coba untuk staycation karena merupakan salah satu hotel bintang 5 yang lebih mewah dari hotel bintang 5 lainnya berhubung membawa brand Raffles. FYI Raffles merupakan chain hotel yang asalnya dari Singapore yang sekarang sudah diakuisisi oleh Accor. Hotel di Jakarta sendiri berdiri tahun 2015 sehingga masih tergolong baru.


Di suatu hari Kamis pagi saya iseng buka Traveloka untuk cek apakah ada hotel yang turun harga untuk staycation hari Sabtu dan betapa kagetnya saya ketika lihat harga Raffles turun dari yang biasanya mulai dari Rp 3,4 juta jadi Rp 2,5 juta. 30% loh itu diskonnya. Udah termasuk sarapan pula untuk 2 orang! Karena belum pernah lihat hotel ini dengan harga segini ditambah saya ada beberapa kupon yang bisa dipakai, jadilah saya book pagi itu untuk stay 2 hari lagi.

Pre-arrival dan Check-in
Setelah selesai memesan hotel, malam harinya saya kirim email ke hotel (JAKARTA@raffles.com) untuk mencari tau apakah saya bisa melakukan early check-in. Hal ini biasa saya lakukan jika staycation karena pengen lebih lama di hotel karena waktu check-in normal adalah jam 14.00. Keesokan harinya saya mendapatkan balasan bahwa saya sudah bisa check-in dari jam 10.00!!! Kaget banget bacanya karena ini check-in terpagi saya. Sebelumnya saya dikasih check-in jam 12 oleh Grand Hyatt Jakarta dan tidak bisa dipastikan untuk early check-in ketika menginap di Sheraton Grand Gandaria City walaupun bisa masuk kamar 30 menit sebelum jam 14.00. Saya terkesan sekali dengan Raffles Jakarta yang sangat baik dengan memberikan check-in jam 10 pagi.


Setelah itu saya dikirimi email lagi tentang pre-arrival. Selain mengisi data pribadi yang digunakan untuk mempercepat proses check-in nantinya, saya juga memesan beberapa item seperti Foam Pillow, Neck Supporting Pillow, Praying Mat, dan HDMI Cable.


Karena berasa pagi banget kalo dateng jam 10, jadi saya baru berangkat dari rumah jam 10 dan tiba di hotel jam 10.45. Pagi itu driveway hotel sepi sekali, begitu juga dengan lobby hotel. Tidak ada orang yang “menyambut” ketika turun mobil dan mengarahkan sehingga saya rada bingung gimana masuknya. Terlebih ketika sudah melalui security check tidak ada yang mengarahkan ke resepsionis dan saya sok pede aja jalan terus. Sambil celingak-celinguk, akhirnya saya menemukan resepsionis di ujung sebelah kiri.

Lobby hotel ini berasa sekali megahnya dengan aksen karpet merah, chandelier biru yang besar, serta lukisan yang nggak kalah besar. Kursinya tergolong terbatas namun sisi positifnya adalah bisa mengurangi kerumunan di lobby.



Wednesday, September 9, 2020

Review: Qatar Airways A340-600 Economy Class Kuala Lumpur to Doha

Pertama kali terbang dengan A340-600!

Tidak lama setelah counter check-in Qatar Airways dibuka pada pukul 23.00 (3 jam sebelum jadwal terbang), saya langsung check-in untuk penerbangan saya menuju Amsterdam via Doha. Check-in berjalan mulus dan saya memasukkan koper saya ke bagasi. Penumpang Qatar Airways mendapatkan jatah bagasi seberat 30kg.

Jadwal penerbangan malam di KLIA

Sebelum masuk ke gate, saya mengunjungi toilet dulu untuk mengosongkan isi perut. Entah kenapa dulu suka takut sakit perut karena nahan pup kalo terbang lama. Selain nggak nyaman ketika pup di pesawat, saya juga nggak enak sama orang sebelah saya kalo harus mondar-mandir ke toilet berhubung saya sukanya duduk di deket jendela. Setelah menunaikan hajat, saya masuk ke gate dan sudah melihat pesawat A340-600!!

Boarding gate

Qatar Airways QR853
Kuala Lumpur (KUL) to Doha (DOH)
STD: 02.00
STA: 05.30
Airbus A340-600

Ini pertama kalinya saya naik flying pencil, julukan dari A340-600 karena bentuknya yang panjang. Boarding tepat waktu jam 01.00 dan saya excited banget! Pilih untuk duduk di kursi 16K yang posisinya di depan mesin supaya bisa lihat mesinnya. Kereen!

Quad engine!

Sunday, September 6, 2020

Hari 1: Terbang ke Kuala Lumpur dengan Malaysia Airlines

Karena masih belum jelas kapan saya bisa liburan lagi dan daripada blog ini kebanyakan debu, saya memutuskan untuk menceritakan perjalanan-perjalanan saya yang sebelumnya. Ceritanya akan dalam format runut seperti cerita liburan saya duluu banget (liburan ke Singapore, Hong Kong, Macau di tahun 2013 dan liburan ke Turki bareng Ayah di tahun 2014). Selain cerita per hari, saya juga akan melakukan review pesawat yang saya naiki.

Liburan pertama yang akan saya ceritakan secara detail adalah The Long Way to South America, yakni liburan di tahun 2016 di mana saya mengunjungi Brazil dan Peru serta beberapa negara di Eropa ketika transit. Saya sudah membuat beberapa tulisan sebelumnya tentang bagaimana akhirnya saya memilih Brazil dan Peru, detail tiket pesawat yang saya beli untuk liburan ini, serta cerita transportasi menuju Machu Picchu. Sisa cerita dari 12 hari perjalanan yang masih banyak itu akan saya tuliskan di blog ini untuk kenang-kenangan saya ke depannya. Kemungkinan besar akan ada detail yang saya sudah lupa, tapi semoga foto-foto dan screenshot yang saya ambil dan catatan yang saya punya bisa membantu mengingatkan ke momen liburan tersebut.

Buat yang baca tulisan ini, semoga bisa bermanfaat ya. Syukur kalo bisa meracuni untuk ikut liburan juga haha. Enjoy!

* * *

Hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Setelah puasa liburan selama 9 bulan (terakhir pergi pas liburan bareng Mama ke Hong Kong setelah wisuda), saya akan liburan lagi!! Hasil nabung dari gaji bakal saya bakar untuk liburan yang jauh ini haha.

Pesawat Malaysia Airlines yang akan membawa saya terbang ke Kuala Lumpur

Besar di keluarga yang entah kenapa pada seneng banget nganterin orang ke bandara, untuk liburan ini bukan cuma Mama dan adik saya yang ikut, melainkan tante, sepupu, dan nenek saya ikut! Orang pertama di keluarga yang bakal menjejakkan kaki di Amerika Selatan nih kayaknya :p

Dianterin keluarga!

Sunday, July 26, 2020

Akhirnya Ke Luar Rumah

Salah satu tunjangan yang diberikan di tempat kerja saya adalah travel allowance tahunan, di mana karyawannya bisa membeli tiket pesawat, hotel, atau produk lain di tempat kerja saya dan di-reimburse. Ada limitnya, tapi cukup untuk dipakai bersenang-senang. Tahun lalu saya pakai buat mondar-mandir ke Kuala Lumpur. Tahun ini rencananya mau dipakai untuk liburan di bulan April, namun karena dibatalkan jadi udah lewat semester pertama 2020 dan allowance saya masih utuh.

Oleh karena itu muncul lah ide untuk melakukan staycation weekend ini. Beberapa hotel pasang harga yang lumayan murah dibanding biasanya dan saya menjatuhkan pilihan ke hotel brand yang belum pernah saya coba sebelumnya: Sheraton Grand Gandaria City Jakarta Hotel. Hotelnya baru dibeli H-1 karena sebenernya saya masih rada takut ke luar rumah jauh-jauh. Namun dengan tekad untuk tetap menerapkan protokol-protokol kesehatan yang berlaku saya akhirnya berangkat buat staycation.


Ini kali pertama saya ke luar rumah dengan jarak lebih dari 1km. Pertama kali ngerasain macet lagi dan akhirnya liat lagi apartemen yang mulai berbentuk :)) Saya tiba di hotel jam 2 siang, 1 jam lebih cepat dari jadwal check-in namun untungnya sudah bisa mendapatkan kamar. Kondisi lobby sepi dan hanya ada 1 tamu lain yang sedang check-in. Keliatannya dari luar negeri karena resepsionisnya menjelaskan dalam bahasa inggris dan menyebutkan sedang liburan. Ngapain ya liburan lagi begini, mana ke Jakarta pula…

Friday, June 26, 2020

Huru-Hara Refund Tiket Pesawat Karena COVID-19

Siapa sangka 2020 bakal jadi se-berwarna ini! Dimulai dari banjir besar di Jakarta dan sekitarnya sampai kamar saya kerendem, dan sekarang dunia sedang mengalami pandemi COVID-19. Karena travel restriction ada di mana-mana, rencana liburan saya yang seharusnya di bulan April lalu dan Juli mendatang harus ditunda. Ada 10 reservasi tiket pesawat dengan 9 maskapai yang harus saya ubah atau bahkan batalkan. Berhubung lumayan beragam jenis tiketnya, saya mau menceritakan pengalaman saya mengurus ini semua.


Saya akan mengurutkan dari yang paling mudah sampai yang bikin istighfar dan memasuki masa “yaudahlah biarin, belom rejekinya”.

1. Japan Airlines Business Class
Metode: menggunakan miles Alaska Airlines Mileage Plan

Akhir Juli mendatang saya dan keluarga sudah berencana untuk berangkat ke Jepang untuk menyaksikan Summer Olympics 2020. Sejak pada 2018 tau ada “trick” stopover Japan Airlines yang membuat terbang ke Jepang dengan business class-nya Japan Airlines lebih terjangkau (pulang pergi sekitar Rp 9 juta per orang), saya pesen tiketnya dari September tahun lalu ketika reservasi untuk tanggal yang saya inginkan dibuka. Maklum harus jauh hari soalnya beli tiket untuk 3 orang.

Foto dari adek saya yang udah duluan coba JAL Business Class SkySuite III pas birthday trip dia tahun lalu

Ketika COVID-19 menjadi pandemi di bulan Maret, sejujurnya saya masih berharap kondisinya membaik. Namun sampai awal Juni masih belum ada tanda-tanda membaik bahkan Tokyo 2020 dibatalkan. Akhirnya hari Minggu lalu saya iseng cek reservasi tiket pesawat saya dan ternyata sudah dibatalkan juga penerbangannya. Langsung hubungi Alaska Airlines via Twitter (cepet banget jawabnya, sumpah!) dan diarahkan untuk hubungi via online chat (keren!). Dalam 13 menit tiket saya sudah dibatalkan, dan selesai chat saya buka account dan milesnya langsung masuk! Takjub banget beneran, malah jadi cari tiket-tiket berikutnya karena punya miles berlebih #eh. Tax and fees-nya sendiri masuk hari Rabu kemarin ke kartu kredit, sekitar 3 hari setelah saya minta refund. Salut dengan Alaska Airlines!

Online chat with Alaska Mileage Plan

Status per 25 Juni: refund sudah kembali, baik miles maupun taxes

Thursday, January 23, 2020

Milestones for the Blog!

Quick update to celebrate two milestones for the blog. After creating this blog a little over 11 year ago, few days back I noticed that this blog has more than 2 million page views! One thing to note is that the numbers aren't unique, meaning if someone continuously refreshing the page it will not count as 1 visit.


Milestone lain dari blog ini adalah bulan lalu, untuk pertama kalinya, saya mendapatkan uang dari AdSense!! Hahaha alhamdulillah ya. Padahal visit blognya cenderung berkurang dibanding tahun 2015-2017, namun ternyata namanya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit berlaku di sini. Niatnya saya mau memasang AdSense ketika blog ini mendapatkan 1.000.000 page views, namun baru akhirnya terlaksana di akhir tahun 2018. Uangnya dipake buat bayar domain blog ini aja biar bisa sustainable haha. Jadi kalo liat ads di blog ini, di klik yah biar membantu menghasilkan pundi-pundi uang :p

Wednesday, January 1, 2020

Rumah Kebanjiran di Tahun Baru

Well, what an interesting way to start the new year...

Kebanjiran!

Seperti biasanya, saya nggak merayakan tahun baru. Baru pulang business trip ditambah emang males aja bawaannya jadi saya habiskan malam tahun baru dengan main laptop lalu ketiduran. Kebangun sekitar jam setengah 5 dan Ayah bilang kalau air di luar rumah udah tinggi dan kayaknya harus beberes. Sejak hari Selasa sore memang udah hujan sih, namun saya nggak nyangka kalo curahnya tinggi sekali dan menyebabkan air naik dengan cepat.

Air mulai meninggi namun belum masuk teras

Sekitar jam 5 Ayah dan Mama kembali meminta saya untuk mulai pindahin barang berhubung kamar saya paling rendah di rumah (lebih rendah dari ruang tengah). Saya iseng liat ke luar rumah dan wow air udah masuk ke teras, garasi, sementara hujan masih deras banget! Baru deh mulai berasa paniknya dan pindahin barang-barang ke luar kamar.

Pindahan