Thursday, May 13, 2021

Hari 10: Akhirnya ke Plaça de Catalunya di Barcelona!

Saya menggunakan Metro untuk menuju hostel di kawasan Arc de Triomf. Untuk 1 hari di Barcelona saya beli tiket T10 seharga EUR 9.95 supaya bisa naik Metro sebanyak 10x. Lebih murah dibanding beli ketengan untuk kalian yang mau beberapa kali naik Metro selama di Barcelona. T10 ini belum termasuk tiket bandara yang harus dibeli terpisah dengan biaya EUR 4.5 sekali jalan.

Plaça de les Cascades



Arc de Triomf

Hostel yang saya pilih untuk 1 malam di Barcelona adalah ANT Hostel. Hostelnya masih baru dan design hostelnya unik!



Monday, May 10, 2021

Review: Iberia A320 Economy Class Madrid to Barcelona

Saya keluar pesawat jam 14.45, 45 menit sebelum jadwal keberangkatan pesawat ke Barcelona. Langsung deh lari-lari di bandara menuju imigrasi. Saya panik ketika tiba di imigrasi karena penuh banget! Namun untungnya petugas langsung mengarahkan penumpang yang memiliki immediate flight connection untuk antri di jalur tertentu jadi saya tidak perlu nunggu lama.



Karena masih rejeki, saya tiba di gate 15 menit sebelum jadwal keberangkatan dan penumpang sudah mulai boarding. Kemudian saya kepikiran dengan nasib bagasi saya. Kalo saya ikut flight ini namun bagasi saya ketinggalan, sama aja nanti saya harus nunggu di Barcelona. Oleh karena itu saya menghampiri petugas di gate dan menanyakan status bagasi saya. Saya menceritakan kondisi saya dan bilang kalo bagasinya masih di flight sebelumnya saya mau tunggu flight ke Barcelona berikutnya aja. Setelah dia cek komputernya, ternyata bagasi saya sudah masuk ke flight ini. Alhamdulillah!
 

Thursday, May 6, 2021

Review: Iberia A340-600 Economy Class Lima to Madrid

Saya memiliki waktu sekitar 6 jam sebelum pesawat selanjutnya lepas landas menuju Madrid. Walaupun saya belum pernah keliling kota Lima, berhubung kala itu tidak ada transportasi umum yang murah dari bandara ke kota, saya memutuskan untuk menunggu di bandara saja. Counter check-in Iberia pun baru akan dibuka sekitar 3 jam sebelum penerbangan.


Saya menghabiskan waktu dengan muter-muter bandara, baik di luar maupun di dalam. Bosen juga sih waktu itu karena bandaranya juga nggak begitu besar.




Sekitar jam 16.30 saya melakukan check-in. Boarding pass dicetak ulang oleh Iberia, juga koper saya diberikan baggage tag yang baru dan akan diteruskan langsung ke tujuan akhir saya yakni Barcelona.



Thursday, April 29, 2021

Review: LATAM A319 Economy Class Cusco to Lima

Saya salah banget pesen taksi jam 9 padahal pesawat jam 12 siang, padahal jarak dari hostel ke bandara itu tidak terlalu jauh. Akhirnya kebanyakan bengongnya di bandara.



Ketika check-in saya kena random check oleh petugas bandara karena bagasi saya tidak bisa langsung masuk ke pesawat. Mereka bawa bagasi saya dan saya diminta mengikuti mereka ke suatu ruangan. Di dalam ruangan koper dan tas saya dibuka lalu dicek isinya satu per satu. Sambil mereka cek, saya diminta untuk isi sebuah formulir. Untungnya semua aman jadi saya dipersilakan untuk membereskan barang-barang dan melanjutkan perjalanan.



Thursday, April 22, 2021

Hari 8 - 9: Kembali ke Cusco

Karena capek banget setengah hari muterin Machu Picchu dan perjalanan kembali ke Cusco, saya sampai dibangunkan oleh supir taksi ketika sudah sampai di Pariwana Hostel Cusco. Untungnya proses check-in berjalan lancar sehingga saya bisa ke kamar. Berhubung belum lihat Cusco di malam hari, akhirnya saya keluar hostel sebentar untuk foto-foto di sekitar Plaza de Armas. Setelah itu balik ke hostel dan langsung tidur.




Keesokan paginya saya bangun jam 6 pagi lalu mandi dan siap-siap karena hari ini akan memulai perjalanan Panjang pulang ke Indonesia melalui Lima, Madrid, Barcelona, Doha, dan Singapore. Whew, sekitar 3 hari itu perjalanannya!

Thursday, April 15, 2021

Hari 8: Mengunjungi Machu Picchu

Saya bangun tidur jam 5 pagi lalu bersiap untuk menuju ke bus stop karena saya sudah pesan tiket bis ke gerbang Machu Picchu. Hostel menyediakan sarapan berupa sandwich dengan teh dan susu yang cukup untuk mengganjal perut. Saya memilih untuk duduk di dekat jendela dan melihat sungai yang mengalir di belakang hostel.

Tujuan utama di Peru: Machu Picchu!


Pukul 6 saya berangkat menuju bus stop yang tidak terlalu jauh dari hostel. Betapa kagetnya saya ketika melihat antrian yang sudah mengular. Saya sudah beli tiket bis untuk pergi-pulang secara online jadi tidak perlu antri dua kali (untuk beli tiket dan untuk naik bis). Walaupun antriannya panjang, untungnya bis datang dengan frekuensi yang tinggi jadi saya bisa masuk ke bis dalam 15 menit sejak tiba. Perjalanan menuju gerbang Machu Picchu memakan waktu sekitar 25 menit.




Pemerintah setempat memberikan kuota harian pengunjung Machu Picchu. Berdasarkan artikel yang saya baca di salah satu website, jika kuota habis kalian bisa juga mencoba peruntungan untuk mengunjungi kantor Machu Picchu yang terletak di Lima atau Cusco dan beli di sana jika ada pengunjung yang membatalkan atau menunda kunjungannya hari itu. Sayang banget kan udah jauh-jauh ke Peru dengan niat mengunjungi Machu Picchu namun nggak bisa masuk karena kehabisan tiket.


Thursday, April 8, 2021

Hari 7: Dari Cusco Ke Aguas Calientes dengan PeruRail

Setibanya di Bandara Cusco, saya menuju loket PeruRail untuk menukarkan tiket kereta ke dan dari Aguas Calientes. Dokumen yang diperlukan adalah paspor serta print out pembelian tiket.

Plaza de Armas, Cusco, Peru




Kemudian saya naik taksi menuju hostel di Cusco seharga PEN 16 (~Rp64.000) yang dipesan langsung ke hostel. Hostel yang saya pilih adala Pariwana Hostel Cusco. Berhubung banyak orang menjadikan Cusco sebagai titik transit sebelum menuju Machu Picchu, hostel menyediakan fasilitas untuk menitipkan barang-barang yang besar walaupun belum menginap di sana. Ini lah yang saya manfaatkan. Walaupun saya baru akan menginap keesokan harinya, saya bisa check-in dulu, menitipkan koper besar, lalu bawa tas kecil seperlunya saja untuk kebutuhan 1 malam di Aguas Calientes dan Machu Picchu.



Thursday, April 1, 2021

Hari 6 - 7: Menghabiskan Malam di Lima Airport dan Terbang Menuju Cusco dengan LATAM

Setibanya di Lima, saya dihadapkan dengan imigrasi yang cukup penuh. Ketika giliran saya, petugasnya harus cek di komputernya bahwa paspor Indonesia tidak perlu visa. Kemudian dia menanyakan durasi saya tinggal di Peru sebelum akhirnya memberikan cap masuk di paspor. Karena sudah diinfokan bahwa bagasi harus diambil ketika transit, jadilah saya ikut menunggu antrian bagasi.


Selesai dengan urusan bagasi dan custom, saya berada di arrival hall dan begitu lihat money changer langsung ngeh bahwa saya harus tukar uang. Berhubung saya nggak ke kota, jadi money changer di bandara merupakan satu-satunya tempat untuk mendapatkan Peruvian Sol (PEN). Kapok dengan yang terjadi di Rio, kali ini semua money changer saya datengin dari ujung ke ujung. Cek rate yang mereka pasang, bandingin dengan rate di google, lalu cek apakah ada biaya layanan. Setelah itu baru deh saya tuker US Dollar ke Peruvian Sol.
 
Bandara Lima ini nggak begitu besar, jadi lumayan garing juga muter-muternya. Karena tidak menemukan tempat yang enak buat tidur, saya memutuskan naik ke lantai 2 di mana terdapat food court. Untungnya malem itu food court tetap beroperasi dan mata saya tertuju dengan toko bernama Chinawok. Yess ada makanan Asia! Saya beli nasi goreng dengan ayam, ada lauk ikan juga dan pangsit goreng. Pangsitnya main diguyur kuah yang warnanya merah-pink gitu. Porsinya besar dan harganya 19.9 PEN (~Rp80.000).


 

Friday, March 26, 2021

Review: LATAM 767-300ER Economy Class Sao Paulo-Guarulhos to Lima

Sama seperti Rio de Janeiro, Sao Paulo memiliki dua airport yakni Congonhas yang kebanyakan melayani rute domestik dan Guarulhos yang kebanyakan melayani rute internasional. Kedua bandara ini jaraknya sekitar 36 km. Untuk memudahkan penumpangnya, masing-masing maskapai seperti LATAM dan GOL menyediakan bus gratis untuk perpindahan bandara.


Karena saya baca Sao Paulo itu kalo macet bener-bener parah, saya pilih penerbangan yang total transitnya 6 jam, jaga-jaga perpindahan bandara memakan waktu lebih lama dari biasanya yakni 1 jam. Namun ternyata waktu itu perjalanan dapat dikatakan lancar dan saya tiba di Guarulhos 1 jam kemudian.




Tuesday, March 23, 2021

Review: LATAM Brasil A319 Economy Class Rio de Janeiro-Santos Dumont to Sao Paulo-Congonhas

Berbeda dengan bandara Galeao yang merupakan pusat penerbangan internasional, bandara Santos Dumont hanya melayani rute-rute domestik. Kalau di Jakarta mungkin ibarat Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusumah.




Begitu sampai di bandara saya langsung menuju counter check-in untuk memasukkan bagasi ke pesawat. Penumpang kelas ekonomi LATAM mendapatkan bagasi sebesar 23kg. Berhubung tiket saya terdapat pergantian bandara ketika transit di Sao Paulo (dari Congonhas ke Guarulhos), bagasi saya hanya diantarkan sampai Congonhas. Saya harus mengambil bagasi tersebut dan melakukan check-in ulang di bandara Guarulhos. Namun boarding pass sampai Cusco udah bisa dicetak.

 
Karena setelah menyelesaikan check-in saya masih punya banyak waktu, jadilah saya berkeliling bandara. Ada toko souvenir 2016 Summer Olympics yang akan dilaksanakan di Brazil pada Agustus 2016 dan di sana lah saya menemukan Havaianas edisi Olympics yang akhirnya saya beli buat kenang-kenangan. Udah disayang-sayang tapi tetep aja setahun setelah dipake sendalnya putus.. sedih :(
 

Friday, March 19, 2021

Hari 6: Balik ke Copacabana Untuk Ketiga Kalinya

Hari ini merupakan hari terakhir di Rio. Pesawat menuju Sao Paulo akan terbang jam 12.45, jadi masih punya waktu untuk jalan-jalan sebentar. Tanpa pikir lama, destinasi yang saya pilih adalah Copacabana Beach. 


Balik lagi ke Copacabana untuk menikmati pantai yang pasirnya lembut dan semilir angin sebelum terbang.


Tuesday, March 16, 2021

Batal Liburan

Hari ini merupakan hari terakhir saya cuti dari rangkaian 6 hari cuti. Ini pertama kalinya saya ambil cuti setelah 1 tahun bekerja dari rumah. Terakhir kali saya cuti itu di Desember 2019 dalam rangka birthday trip. Niatnya saya mau bepergian untuk melepas penat, ditambah ada 2 produk pesawat yang ingin saya coba karena pas banget ada kesempatannya. Namun rencana tinggal lah rencana ketika pesawat tidak mau terbang. Jadi begini ceritanya…

Pertama kali dapet cap cancel di paspor...

Sabtu, 6 Maret 2021
Seperti yang saya sempat bilang di tulisan tentang tes swab PCR, destinasi yang saya tuju mengharuskan saya untuk menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 yang diambil 72 jam sebelum kedatangan. Karena saya akan beberapa kali transit, saya harus tes di tanggal 6 Maret padahal flight saya malam harinya. Deg-degan banget berasa lagi nunggu visa. Karena kalo ternyata positif, ibarat visa di-reject. Malah lebih parah karena selain nggak bisa berangkat, keluarga saya juga harus ikut tes dan deg-degan ditambah saya juga harus isolasi mandiri. Namun alhamdulillah 6 jam setelah tes saya mendapatkan hasil negatif. Alhamdulillah!
 
Sekitar jam 9 malam saya berangkat ke bandara naik Grab karena Golden Bird mahal banget, biasanya Rp125.000-160.000, kemaren ngecek hampir Rp300.000. Satu jam kemudian saya tiba di bandara dan melakukan check-in di counter Qatar Airways. Pertama kali ke bandara lagi setelah 13 bulan dan sepi banget!



Counter Qatar Airways sendiri jauh lebih ramai dibanding perkiraan saya, karena ada rombongan juga.


Monday, March 15, 2021

Hari 5: Christ The Redeemer Ketutupan Kabut dan Batal Naik Helikopter

Hari ini tujuannya adalah ke Christ The Redemeer yang merupakan tujuan utama liburan di Rio de Janeiro. Kunjungan ke Christ The Redeemer dikarenakan monumen ini merupakan satu dari tujuh keajaiban dunia baru (New 7 Wonders of the World) yang saya ingin kunjungi semuanya. 


Pagi hari saya sarapan KFC sisa kemarin karena beneran gede porsinya. Kemaren saya makan nasi sama ayam, sekarang kentang sama ayam haha.


Sekitar jam 8 saya berangkat ke Cosme Velho naik metro dan selanjutnya naik bis ke stasiun tram Corvocado (nama daerah tempat Christ The Redeemer berada).