Wednesday, December 31, 2025

2025: Year in Review

Greetings dari saya yang hampir khilaf last minute jalan-jalan saat libur tahun baru!
Kamis minggu lalu entah kenapa iseng banget ngecek tiket pesawat dan ternyata produk yang saya mau coba available untuk berangkat pas periode libur tahun baru. Alhamdulillah saya masih punya akal sehat jadi hari Senin kemarin memutuskan untuk nggak pergi.

Tahun ini tiga kali ke London. Ngapain?!

Travel
Tahun ini saya kembali sering liburan, padahal tahun lalu sudah berhasil cuma liburan tiga kali. Hadeh!

Some key stats.
  • New countries/ territories visited (in order): Maldives, Uzbekistan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Nicaragua
  • Number of miles flown: 88,782 miles
  • New airlines (in order): Uzbekistan Airways, Somon Air
  • New aircraft (in order): none :((


Tahun lalu saya hebat banget ya ternyata, beneran cuma liburan 3x loh. Sementara tahun ini saya liburan ke luar negeri tujuh kali. Sebenarnya liburan yang beneran direncanakan hanya tiga kali, tapi empat sisanya liburan impulsif karena nafsu duniawi. Astaghfirullah.

Liburan pertama yang direncanakan adalah liburan tahun baru bareng keluarga di Inggris dan lanjut Umroh memanfaatkan visa transit gratis naik Saudia pada awal Januari. Kemudian saya dan keluarga kembali ke Inggris di akhir Maret supaya bisa Lebaran dan liburan bareng keluarga adek saya dan mertuanya. Karena tiket pulang mahal kalo dari London, jadi lah saya bersama orang tua melanjutkan perjalanan ke Kairo supaya mereka bisa melihat Piramida. 

Liburan terakhir yang persiapannya cukup panjang adalah perjalanan untuk mengunjungi negara UN ke-100. Saya sengaja pilih untuk pulang dari New York karena beberapa alasan, di mana salah satunya adalah adalah untuk mencoba nonton final tenis Grand Slam US Open. Sayangnya karena tiketnya mahal banget, saya berangkat tanpa punya tiket. Selama liburan apalagi pas udah di New York saya terus kepikiran dan akhirnya memutuskan untuk beli tiketnya. Saya beli tiket untuk dua hari terakhir turnamen: women’s singles final (plus men’s doubles) dan men’s singles final. Udah tutup mata aja lah harga tiket. Daripada penasaran kan (cari-cari alasan).

Watched Alcaraz vs Sinner!

Wednesday, November 26, 2025

32

Alhamdulillah masih diberikan umur untuk kembali menulis satu dari dua tulisan wajib di blog ini setiap tahunnya.

Hari ini di kantor berjalan dengan normal seperti hari biasa, my kind of perfect birthday :)) Namun ternyata berakhir on a sweet note, literally. Thank you for making today a special one ♥︎


Terima kasih banyak atas doa-doa yang diberikan dari keluarga dan teman-teman. Semoga dikabulkan oleh Allah dan doa-doa tersebut berlaku juga untuk yang mendoakan. Aamiin!

Adek saya kirim doa spesial dari Kabah di Mekkah karena kebetulan banget dia sedang melaksanakan ibadah Umrah bersama istrinya. Semoga doa dari dia lebih cepat terkabulnya haha.

Tuesday, September 9, 2025

Negara UN ke-100/195!

Greetings from New York!

Hari ini adalah hari terakhir cuti karena jatah cuti saya habis buat trip kali ini sehingga udah nggak punya hari cuti lagi sampai akhir tahun. Awalnya cuma mau cuti 4-5 hari aja supaya akhir tahun bisa cuti lagi, tapi setelah dipikir dan dihitung-hitung, lebih baik dibikin 1 perjalanan lebih panjang supaya target saya bisa lebih cepat tercapai.

Granada, Nicaragua

Mengapa punya target untuk mengunjungi 100 negara?
Tujuan utama perjalanan ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menuntaskan goal travel yang saya set di akhir tahun 2023: mengunjungi 100 negara yang diakui United Nations. Target ini sebenernya saya ubah sedikit yakni dari 100/197 menjadi 100/195 supaya bener-bener no asterisks. Kenapa no asterisks? Karena seperti yang sebelumnya saya sudah pernah tulis, Ethiopia adalah negara dan teritori ke-100 yang saya kunjungi, tapi pembaginya beda dengan yang biasa dipakai orang-orang. Penjelasan untuk “negara yang diakui UN” dan “negara dan teritori” akan saya jelasin di bagian berikutnya.

Sebagai orang yang sangat exact dan perlu ada “carrot” buat bergerak/ jadi excited, punya target ini penting supaya saya tau apa yang mau dituju. Target awal saya adalah mengunjungi 7 Wonders of the World versi nggak jelas, yang kemudian berubah menjadi New 7 Wonders of the World. Ketika sudah tercapai dan punya keinginan menggebu untuk jalan-jalan, at the back of my mind saya pengen mengunjungi 100 negara. Selain karena pernah nemu istilah “The Travelers' Century Club” alias orang yang sudah mengunjungi 100 negara, 100 ini angkanya bulet dan cantik buat dijadikan target. Ulangan dapet nilai 100 kan bagus banget :))

Namun karena waktu itu saya masih mengunjungi 50 negara, kayaknya bakal susah banget ke 100 negara. Jadi targetnya baru saya resmikan beberapa tahun terakhir ketika hilalnya sudah jelas; saya tau gimana cara mencapainya dan kapan bisa dibikin target yang realistis. 

Peta negara yang sudah saya kunjungi per September 2025

Sunday, May 25, 2025

Drama Ditolak Masuk Venezuela

Ini ibarat film udah ke-spoil ending-nya bakal kayak gimana, tapi lewat tulisan ini saya bakal coba mengenang apa yang terjadi, gimana terjadinya, kenapa terjadi (sepertinya), dan akhirnya gimana.

Caracas Airport, Venezuela

Dalam perjalanan liburan dalam rangka melakukan dua hal yang saya inginkan, yakni naik Etihad The Apartment ke New York dan nonton 2024 Summer Olympics di Paris, saya perlu tiket dari New York ke Paris. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya memutuskan untuk beli tiket Turkish Airlines dari Caracas, Venezuela ke Amsterdam via Istanbul. Niatnya New York ke Paris tapi jadi Caracas ke Amsterdam ini unik banget yah… Sebenernya yang saya pengenin itu Havana ke Amsterdam, tapi karena kelamaan mikir akhirnya Havana-Amsterdam-nya nggak ada, tinggal Caracas-Amsterdam yang padahal Havana-Caracas-Istanbul ini flight Turkish Airlines dengan kode yang sama. Saya tetep beli tiketnya karena pemegang paspor Indonesia bebas visa ke Venezuela, jadi lumayan bisa eksplor negaranya sedikit.

Karena rencana perjalanannya beranak pinak, saya akan menginap 1 malam di Caracas setelah terbang dari Santo Domingo di Dominican Republic.

Gundah gulana karena info dari supir taksi
Sekarang saya selalu memilih untuk pesan taksi ketika landing di kota yang transportasi umumnya jelek, daripada pusing harus cari-cari, nego, dan segala macemnya. Sehari sebelum kedatangan setelah pemesanan saya dikonfirmasi, driver-nya bilang kalo saya bakal datang di hari pemilunya Venezuela dan ada kemungkinan rusuh kalo oposisinya nggak menang. Kemudian dia bilang ada beberapa calon penumpangnya dari Pakistan yang dideportasi.



Saturday, May 17, 2025

Liburan Rute Random: New Zealand, South Pacific, dan Belize

Bulan Mei tahun lalu saya liburan ke beberapa negara yang kombinasinya kurang lazim. Liburan saya dimulai di New Zealand lalu berakhir di Belize. Sebenernya destinasi terakhir sebelum pulang adalah Los Angeles, tapi ini lewat doang.

Queenstown

Sebenernya motivasi awalnya adalah untuk cobain business class-nya Qantas dan salah satu sweet spot-nya adalah dari Jakarta ke New Zealand.

Qantas A330 business class

Berhubung udah di down under, saya jadi kepikiran untuk cobain Fiji Airways A350 di rute trans-Pacific. Ketika mengumpulkan beberapa kemungkinan tanggal yang punya ketersediaan dua jenis produk ini, saya juga menemukan availability Qantas business class dari Los Angeles ke Jakarta via Sydney, padahal kalo dicari Los Angeles ke Sydney doang nggak muncul tiketnya. Love married segment logic! Karena pas banget tanggalnya, saya langsung issued ketiga tiket tersebut (Qantas Jakarta-Christchurch, Fiji Airways Auckland-Los Angeles, dan Qantas Los Angeles-Jakarta). Rencana awalnya adalah liburan di beberapa kota di New Zealand lalu kasih buffer waktu untuk bisa liburan di Central America juga.

Los Angeles

Flight map. 33,888 miles in total!

Sunday, May 4, 2025

72 Jam Long Weekend di London dan Tokyo

Sudah lama saya nggak jalan-jalan hanya untuk nyobain pesawat dan hanya menghabiskan waktu sebentar di destinasi. Terakhir kayaknya ketika saya terbang dari Barcelona ke Helsinki ke Singapore lalu ke Hong Kong tapi via… Barcelona dan Singapore. Tiga malem berturut-turut saya tidur di pesawat: malam pertama di Finnair dari Helsinki ke Singapore, kedua di Singapore Airlines dari Singapore ke Barcelona, dan malam ketiga di pesawat Singapore Airlines yang sama dari Barcelona ke Singapore.

Japan Airlines First Class A350-1000
Semua dimulai ketika saya buka Facebook terus ada orang post review JAL first class yang baru di pesawat A350-1000. Sebenernya saya udah baca beberapa review, termasuk di OMAAT, tapi saya memegang prinsip: udah pernah naik JAL first class di Boeing 777-300ER. Kalo diturutin, gak abis-abis setiap produk baru mau dicobain. Namun kali itu saya lanjutkan dengan iseng nyari tiket. Biasanya cari antara Tokyo dan US (New York atau Dallas) dan seperti biasanya juga, tiketnya gak ada. Berhubung masih punya visa UK, jadi lah saya cari antara Tokyo dan London. Ternyata ada tiket dari London ke Tokyo……

Ini kalo disuruh supir angkot dempet mungkin bisa 4 orang di kiri, 2 di kanan

Last minute trip planning 
Sambil mikir, saya cari tau dan ngitung berapa ongkos untuk terbang dari Jakarta ke London dan dari Tokyo ke Jakarta. Well, total keduanya di luar nominal yang mau saya keluarkan untuk terbang random nyobain pesawat. Belom lagi mahalnya biaya tambahan yang harus saya bayar buat tiket dari JAL-nya karena terbang dari London.

Untungnya leg Tokyo ke Jakarta ternyata saya nggak perlu beli tiket lagi karena masih ada award space JAL dari Narita ke Jakarta, jadi bisa digabung dengan award London ke Tokyo. Terlebih pesawatnya adalah Boeing 767, jadi produk baru yang bisa saya coba. Secara produk sebenernya lebih jadul dibanding Sky Suite yang di 787, tapi masih tetep lie-flat.

Japan Airlines Boeing 767 business class

Oke, London ke Jakarta sorted. Gimana ke Londonnya?! 

Saturday, April 26, 2025

Libur Tahun Baru 2025 di UK dan Umroh Mandiri

Akhir Desember lalu saya berangkat ke Inggris bareng Ayah dan Mama dalam rangka mengunjungi Eja yang lagi kuliah di sana. Rencana awalnya adalah berangkat saat libur Chinese New Year di akhir Januari, namun karena saya takut ada project/ meeting yang gak bisa ditinggal, saya memutuskan untuk berangkat pas tahun baru. Tiket dan hotel serba mahal, tapi demi cuti yang tenang, gak masalah!


Total perjalanan sekitar 2,5 minggu di mana 2 minggu pertama dihabiskan di Inggris, sementara 4 hari sisanya kami melakukan Umroh mandiri dengan memanfaatkan program stopover 96 jam dari maskapai Saudia.



Persiapan perjalanan
Walaupun udah dua kali mengurus visa UK, kali ini tetep deg-degan karena sekalian urus visa Ayah dan Mama. Ayah sebenernya udah pernah dapet visa UK di tahun 2017 pas liburan sama Eja, sementara Mama belum pernah karena waktu itu gak mau ikut liburan ke UK dan lebih memilih untuk ketemu di Eropa aja karena gak mau banyak cucian kalo liburan kelamaan. Suer ini salah satu alasannya!

Tambah deg-degan lagi karena saya duluan dapet notifikasi kalau paspor sudah bisa diambil di VFS, sekitar seminggu setelah ambil biometrik. Tiket dan hotel belom ada yang dibayar karena ada kekhawatiran visa Ayah dan Mama di-reject. Akhirnya sekitar 2 minggu setelah saya dapat notifikasi, Ayah dan Mama dapat notifikasi serupa dan alhamdulillah visanya approved!

Saturday, April 19, 2025

Libur Lebaran 2025 Bersama Keluarga di London dan Kairo

Greetings from Jeddah Airport! (ini salah satu tulisan yang saya bikin draft-nya ketika lagi nelangsa di bandara Jeddah pas mau pulang ke Jakarta)

Berhubung kebanyakan utang cerita liburan, mari mulai dengan yang paling baru dulu yakni libur lebaran 2025.

The Great Pyramids of Giza

Merencanakan lebaran di luar negeri
Sebenernya nggak ada rencana sama sekali untuk liburan pas lebaran, soalnya orang tua saya kalo lebaran maunya di rumah kumpul dengan keluarga besar dan harus keliling juga ke saudara dan kerabat. Namun berhubung adik saya lagi kuliah di UK, jadilah mereka mau diajak karena visanya masih ada dari perjalanan pas liburan tahun baru (tulisan menyusul, suer! Udah ditulis kok). Ditambah karena bakal bareng dengan istri dan anaknya adik saya, begitu juga dengan keluarga istri adik saya juga. Jadi rame deh, pertama kali liburan rame-rame gini ke luar negeri.


Saturday, April 12, 2025

Pengalaman Buruk Transit Pesawat Beda Terminal di Bandara Jeddah

Jarang banget nge-blog kejadian yang baru terjadi, tapi karena kesel jadi semangat nulisnya. Walaupun sebenernya keselnya belom di level kejadian di salah satu liburan tahun lalu yang awalnya udah niat banget nulis tapi saking emosinya jadi nggak tertuang ke tulisan, plus setelahnya liburannya menyenangkan jadi udah terobati. So, here goes.

Libur Lebaran kemarin saya sekeluarga pergi ke London supaya bisa liburan bareng Eja serta istri dan anaknya, juga bersama keluarga istrinya. Rame! Karena tiket pulang dari London mahal, jadilah saya mampir ke Kairo, Mesir dulu supaya Ayah dan Mama bisa lihat piramida. Untuk pulang ke Jakarta saya beli tiket paling murah yang tersedia dan alhamdulillah-nya paling nyaman karena cukup 1 kali transit. Tiketnya adalah naik Saudia dari Kairo ke Jeddah lanjut naik Garuda Indonesia dari Jeddah ke Jakarta.


Saya sudah tahu kalau Saudia dan Garuda Indonesia beroperasi dari terminal yang berbeda di Jeddah. Saudia beroperasi dari Terminal 1, sementara Garuda Indonesia beroperasi dari Terminal Haji. Berdasarkan info yang tertulis di tempat saya beli tiket, sudah ada info bahwa bagasi tidak perlu diambil ketika transit. Namun saya masih harus cari tahu apakah saya perlu visa untuk transit beda terminal. Berdasarkan cerita pengalaman cukup baru (tahun 2024) yang saya dapat dari forum FlyerTalk, ada beberapa orang yang bilang proses pindah terminal bisa dilakukan airside sehingga tidak perlu visa namun memang prosesnya lebih panjang dari proses transit biasa. Aman berarti, sehingga saya beli tiketnya.

Ketika beli tiket, ada 2 pilihan durasi transit yang tersedia: 1,5 jam atau 7,5 jam. Berhubung saya nggak bisa ketinggalan pesawat dari Jeddah ke Jakarta, supaya aman saya pilih yang transit 7,5 jam. Bakal garing di bandara apalagi Terminal Haji di Jeddah seinget saya situasinya lebih tidak kondusif dibanding Terminal 1, tapi seenggaknya lebih tenang. Kalo ternyata ada masalah, entah pesawat dari Kairo delay atau proses pindah terminal tidak mulus, saya punya buffer waktu.

Tuesday, December 31, 2024

2024: Year in Review

Greetings from London!

Alhamdulillah setelah hampir 6 tahun akhirnya bisa liburan sekeluarga di luar negeri lagi. Kali ini liburan ke beberapa kota di UK karena adek lagi kuliah di sini. Niatnya berangkat akhir Januari supaya lebih murah tapi karena udah foresee ada beberapa tasks yang harus dikerjain dari kantor, jadi saya pindahin lebih awal. Jadi mahal deh liburannya karena peak season.

Carlton Hill, Edinburgh

Berhubung sudah di penghujung tahun, berikut napak tilas tahun 2024.

Travel
Tahun lalu saya berniat untuk mengurangi jumlah liburan supaya bisa nabung lebih banyak. Jumlah liburannya bener berkurang, tapi kok spending-nya sama aja?! Ternyata spending per liburan saya lebih nggak ada otaknya tahun ini… 

As usual, some key stats tentang perjalanan tahun ini.
  • New countries/ territories visited (in order): New Zealand, Samoa, Fiji, Canada, Belize, Dominican Republic, Turks and Caicos Islands
  • Number of miles flown: 67,493 miles
  • New airlines (in order): Air New Zealand, Fiji Airways, WestJet, InterCaribbean Airways, SKYhigh Dominicana, Air Europa 
  • New aircraft (in order): Embraer EMB-120ER
Flight stats

Flight route map

Tuesday, November 26, 2024

31

Alhamdulillah masih diberikan umur untuk kembali nulis di blog yang ya mungkin at one point isinya bakal birthday post dan year in review post aja :))

Soo... I'm 31 years old now. Alhamdulillah masih sehat jasmani dan rohani. Well seenggaknya terlihat sehat deh, padahal mah jasmani udah sering pegel-pegel berhubung olahraga yang dilakukan tiap minggu cuma naik tangga ke lantai 7 parkiran The Breeze buat solat Jumat. Rohani yah sehat most of the time unless ada orang yang banyak tingkah jadi bawaannya pengen kabur aja.

Another uneventful day, just the way I like it.

Terima kasih buat orang-orang yang memberikan doa buat saya. Semoga bisa dikabulkan dan semoga doa baiknya berlaku ke kalian juga. Aamiin. Terima kasih buat orang di kantor yang bisik-bisik, "lo ulang tahun ya hari ini?" dan begitu diminta diem langsung beneran diem. Tapi kok kalo dipikir-pikir dia gak ngucapin doa?!

YaAllah, doa saya sama kayak biasa yah. Masih ada yang belom dikabulkan nih. Itu loh yang selalu disebut di akhir rangkaian doa. Apee dah ngomongnya nagih begini bukannya malah introspeksi diri :)) Kalo kata orang yang minta sumbangan pembangunan masjid di pinggir jalan pas mau ke kantor "semoga yang disemogakan, semoga, ya Allah".


Sedikit life update -- Tahun ini saya dua kali liburan. Dua-duanya seru banget sebenernya, tapi yang pertama cenderung eventful jadi belum terkumpul hasratnya untuk menulis. Sementara itu yang kedua untuk pertama kalinya liburan saya ada drama yang berat. Niat nulis udah banyak tapi setiap pengen nulis pas weekend langsung kepikiran report yang harus saya tulis buat di-present hari Senin jam 9 pagi jadi bawaannya males kalo mau nulis blog. Doakan semoga report tersebut ditiadakan untuk prolonged period atau ya seenggaknya digeser gitu ya supaya weekend saya bisa leluasa nulis blog.

In the meantime, ini saya kasih foto sekenanya dari Queenstown, New Zealand, salah satu tempat yang saya kunjungin di perjalanan tahun ini.



Monday, April 15, 2024

One Day

I'm really glad I survived today.

Kembali merenung bersama penguin. Males edit foto lagi jadi pake yang ada aja.

Hari Minggu kemarin (14 April) saya akhirnya memutuskan untuk nonton series One Day di Netflix setelah sekilas baca beberapa review yang bilang bagus. Makin ke sini makin anti-spoiler banget jadi sebisa mungkin baca review gak terlalu detail, begitu juga dengan nggak nonton teaser. Cuma namanya internet ya, ada aja yang kebaca. Keselnya adalah saya kayaknya salah nginget ending-nya, jadi bener-bener shock dan termenung pas nonton. Anyway...

Saya menyelesaikan nontonnya seharian, dan karena mulainya siang menjelang sore, saya baru selesai nonton jam 2 pagi. Bener-bener harus diselesaikan malam itu juga nontonnya karena selain I got hooked with the story, I have to know how it ends! I won't go into details about the plot and story karena banyak sumber lain yang bisa menceritakan lebih baik. Namun kenapa akhirnya saya sampai nulis post gini adalah karena series ini beneran bikin saya merenung. Plus menitikan air mata di episode terakhir. Makin tua udah makin emosional kayaknya, jadi makin sering nangis kalo nonton film/ series. But this one hit me differently.

Saya inget terakhir kali nonton dan nangis bahkan sampai sesugukan adalah nonton film Closer dari Belgia. Ada scene yang relate banget jadi bener-bener gak bisa nahan air mata dan terus bercucuran, karena saya ingat teman saya Ojan yang sempat saya tulis di sini.

Sunday, December 31, 2023

2023: Year in Review

Sudah di penghujung tahun 2023 maka saatnya melakukan kilas balik apa yang terjadi selama 12 bulan terakhir.

Nuuk, Greenland

Travel
Tahun ini berasanya nggak segila tahun lalu dalam urusan travel karena kalau dihitung-hitung tahun lalu saya hampir 5 bulan di luar Indonesia. Namun statistik berkata lain karena walaupun secara total lama perjalanan lebih singkat yakni "hanya" sekitar 11-12 minggu, jarak terbangnya ternyata 10% lebih jauh! Tahun ini saya dua kali keliling dunia (!), di mana salah satunya bener-bener keliling dunia karena jalan-jalan di dunia bagian utara dan bagian selatan, sementara yang kedua cuma menyebrangi garis equatorial ketika terbang dari dan ke Jakarta. Kalo kata traveler “hardcore”, keliling dunia harus explore both hemispheres. Ribet ya tapi yaudah ngikutin aja. Tahun ini juga saya pertama kali mengunjungi 6 benua dalam satu tahun (!). Sama sekali nggak direncanakan jauh-jauh hari, tapi pas sadar ternyata cukup menyenangkan haha.

Sebelum ceritain highlight-nya, some key stats first, as usual.
  • New countries/ territories visited (in order): Greenland, Faroe Islands, South Africa, Zimbabwe, Zambia, Namibia, Ethiopia, Mozambique, Kazakhstan, Tunisia, Morocco, Sint Maarten, Saint Martin
  • Number of miles flown: 134,637 miles
  • New airlines (in order): Virgin Australia, EVA Air, Air Greenland, Atlantic Airways, Azul Brazilian Airlines, Airlink, South African Airways, Eurowings Discovery, Ethiopian Airlines, LAM Mozambique Airlines, Air Astana, Nouvelair, Royal Air Maroc 
  • New aircraft (in order): Airbus A330-800neo, De Havilland Canada Dash 8-200, Embraer ERJ-195, Embraer ERJ-175
6 continents visited and more share of non-economy flights!

Flight route map

Sunday, November 26, 2023

30

And it's finally here: kepala tiga!


Udah makin berasa tua, belom lagi semalem tidur gak nyenyak banget karena badan sakit. Ditampar realita kalau makin tua harus makin jaga fisik.

Berbeda dengan tahun lalu yang saya habiskan ulang tahun bersama keluarga, sayangnya tahun ini saya terpisah jauh. Nggak apa-apa yang penting doanya tetap sampai.

Doa dan harapan untuk ulang tahun ini masih tetep sama, yakni supaya selalu sehat, selalu bahagia, panjang umur, selalu bisa belajar cukup, dan doa-doa lain yang nggak pernah berubah setiap selesai solat. Semoga bisa lekas terkabul yaAllah, aamiin.

Ngomong-ngomong kemaren dapet early birthday treatment pas di pesawat. Salah satu pramugara yang melayani saya bercanda minta tunjukin ID karena muka saya terlihat muda (bisa jadi muka, bisa jadi tinggi badan sih...). Sekalian aja saya bilang kalau besok saya bakal kepala tiga. Ternyata pas meal service dikasih birthday card plus piring dessert-nya ditulis happy birthday. Many many thanks untuk Juan dan Sheryl yang kemarin serve saya di flight Emirates! Really appreciate it!

Monday, November 6, 2023

Pengalaman Mendapatkan Visa on Arrival Mozambique

Alasan utama saya memilih untuk terbang ke Mozambique adalah karena bisa mendapatkan visa on arrival jadi nggak perlu repot untuk mengurus ke kedutaan. Syarat untuk mendapatkan visa on arrival adalah dengan membuat preliminary visa yang diajukan secara online. Preliminary visa ini nanti perlu ditunjukan ketika tiba di Bandara Maputo. Namun ketika saya baca thread-thread terbaru di TripAdvisor forum, banyak yang cerita bahwa sebenernya udah nggak perlu lagi siapin preliminary visa. Biayanya pun lebih murah karena hanya sekitar USD11 (MZN 650/ Mozambican metical), dibanding visa single entry yang biayanya USD50.

Maputo, Mozambik

Selingan sedikit. Ternyata USD11/ MZN 650 itu hanya buat pemegang paspor dari 29 negara, dan untungnya Indonesia salah satunya. Alhamdulillah! Susah cari berita resminya, jadi saya cuma bisa kasih link berikut di Facebook [link] yang lagi-lagi saya dapatkan dari TripAdvisor.


Oke balik lagi. Berhubung itu yang share pengalaman pada bule dan saya sadar diri sebagai pemegang paspor Indonesia, saya memilih untuk berjaga-jaga dan tetap membuat preliminary visa. Soalnya ternyata nggak langsung bayar juga, jadi ya nothing to lose deh.

Monday, September 4, 2023

Pengalaman Mendapatkan Paspor Elektronik Same-day Tanpa Antrian Online

Sekitar empat tahun setelah mendapatkan paspor ketiga di tahun 2019 lalu, saya harus mendapatkan paspor baru. Sebenernya paspor lama baru akan expired Oktober 2024 dan masih ada sekitar 3 halaman lagi yang kosong, tapi karena perjalanan berikutnya akan pindah-pindah ke beberapa negara, 3 halaman nggak akan cukup. Terlebih pas perjalanan ke Brazil dan Afrika kemarin saya sempet deg-degan sebelum berangkat takut sisa halamannya (ada sekitar 7-8 yang kosong) nggak cukup karena sempet nemu thread di TripAdvisor forum kalo beberapa negara yang saya kunjungi cukup ketat dalam urusan minimal halaman paspor yang kosong. Alhasil itu halaman paspor yang masih kosong saya tempelin post-it supaya petugas imigrasi gak asal main cap.

Paspor lama

Paspor lama yang penuh dengan post-it

Terakhir perpanjang paspor ribet banget untuk dapet slot submit pengajuan via aplikasi, terlebih info di aplikasi gak jelas yang mengakibatkan saya harus daftar menggunakan KTP keluarga saya. Empat tahun berlalu, aplikasinya udah baru tapi tetep aja ribet dan makin susah dapet slot-nya.

Menurut saya yang bikin ini entah mikirnya apa, tapi untuk cek ketersediaan tanggal di suatu tempat itu harus isi form lengkap dulu. Kalo ternyata gak tersedia dan mau cek di tempat lain, harus ulang dari awal dan berarti ngisi form dari awal juga. Karena slot terbatas banget, mau nggak mau saya isi form beberapa kali.

Sama kayak sebelumnya, slot baru itu dibuka di Jumat siang sekitar jam 2. Ketika saya coba pilih, ternyata paling cepet di bulan Oktober. Gimana ceritanya ini padahal saya butuh cepet untuk pengajuan visa?! Btw ternyata sekarang setelah book slot harus langsung bayar paspor. Saya sempet book tapi akhirnya dibatalin secara otomatis karena nggak dibayar.

Slot hanya ada di Oktober untuk lokasi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan

Untungnya saya inget bahwa adik saya pernah kasih tau ada layanan same-day yang tidak memerlukan antrian online.

Monday, August 28, 2023

Drama Mendapatkan Visa Zambia

Berdasarkan info yang saya dapatkan dari internet, pemegang paspor Indonesia bisa mendapatkan visa Zambia secara online. Berikut adalah pengalaman saya mengajukan aplikasi visa Zambia secara online.

Knife Edge Bridge yang pertama kali saya liat pas nonton The Amazing Race US Season 1

Menyiapkan dokumen
Merujuk informasi di halaman https://eservices.zambiaimmigration.gov.zm, berikut adalah dokumen yang diutuhkan untuk mengajukan visa turis

Wajib dilampirkan:
  • Scan halaman identitas paspor
  • Cover letter ditujukan ke Director General of Immigration
  • Pasfoto
  • Booking tiket pesawat
Yang opsional adalah hotel booking.

Cover letter ini saya cari template-nya di internet dan berikut adalah surat saya. Mungkin bisa disesuaikan kalimatnya sesuai dengan kondisi masing-masing.

Wednesday, August 23, 2023

Mudahnya Mendapatkan Visa on Arrival Zimbabwe

Pemegang paspor Indonesia bisa mendapatkan visa on arrival untuk masuk ke Zimbabwe. Ketika buka website evisa Zimbabwe (https://www.evisa.gov.zw), pemegang paspor Indonesia tidak bisa apply online. Tidak perlu juga apply online karena proses visa on arrival sangat mudah. Berikut adalah pengalaman saya mendapatkan visa on arrival di bandara Victoria Falls International Airport.

Pemandangan Victoria Falls dari sisi Zimbabwe

Ketika di dalam pesawat, pramugari South African Airways membagikan selembar kertas berupa immigration card yang perlu diisi. Saya kira ini lembaran arrival biasa, namun ternyata ini adalah lembaran yang akan digunakan untuk mengajukan visa on arrival. Sepertinya tidak semua pesawat membagikan lembaran ini ketika terbang, karena saya melihat banyak penumpang dari penerbangan sebelumnya dengan Airlink yang ngerumun di tangga turun menuju loket imigrasi dan mengisi kertas tersebut.

Lembar imigrasi Zimbabwe

Berhubung saya dan penumpang lain sudah mengisi, jadi kami bisa jalan ke depan. Pengecekan pertama dilakukan untuk memastikan bahwa form sudah diisi lengkap dan ditanya jenis visa yang dibutuhkan. Setelah itu akan diarahkan ke loket dengan nomor tertentu. Jangan ngide untuk asal pilih loket yang sepi karena bakal disuruh balik ke loket yang seharusnya.

Monday, August 21, 2023

Pengalaman Mengurus Visa Afrika Selatan

Awalnya dalam perjalanan ini saya nggak mau datang ke negara yang butuh datang ke kedutaan untuk mendapatkan visa. Jadi pilih destinasi yang udah punya visanya, bebas visa, visa on arrival, atau bisa e-Visa karena list negaranya pun banyak yang belum saya kunjungi. Namun karena ternyata ada jenis pesawat yang menarik untuk saya coba dan tujuannya hanya ke Johannesburg, mau nggak mau saya harus mengurus visa Afrika Selatan. Untungnya setelah saya baca beberapa cerita orang (walaupun sedikit yang pengalamannya baru-baru ini), sepertinya nggak rumit prosesnya.

Cape Town Waterfront

Karena info yang saya temukan di web resmi Home Affair-nya South Africa kurang clear (http://www.dha.gov.za/index.php/immigration-services/apply-for-a-south-african-visa), saya kirim email ke mereka untuk menanyakan beberapa info tambahan seperti formulir yang harus diisi, kapan saya bisa apply, serta biaya untuk multiple entries visa. Email saya dibalas sekitar 3 hari kemudian dan diberikan checklist dokumen.

Namun barusan saya cek lagi website embassy Jakarta sepertinya udah ada info yang sama dengan yang dikasih di email (link: https://dirco1.azurewebsites.net/jakarta/immigration.html)

Menyiapkan dokumen
Berikut adalah dokumen yang harus diserahkan untuk pengajuan visa visit dengan tujuan liburan atau bisnis.

Saturday, August 19, 2023

Merencanakan Perjalanan Menuju Negara Ke-100

Menentukan negara tujuan
Setelah selesai merancanakan perjalanan ke Greenland dan Faroe Islands (ceritanya nyusul haha), muncul keinginan untuk mengunjungi negara ke-100 di tahun ini. Saya udah punya list negara-negara yang bebas visa, bisa electronic visa (eVisa), serta visa on arrival bagi pemegang paspor Indonesia karena makin ke sini makin males ngurus visa. Berhubung Faroe Islands merupakan negara dan teritori ke-95 yang saya kunjungi, saya butuh mengunjungi 5 negara supaya mencapai 100.

Karena 5 negara itu banyak dan waktu saya serta uang saya terbatas, kemungkinannya hanya Afrika. Terlebih negara di benua Afrika yang pernah saya kunjungi cuma Mesir yang sebenernya mah jatohnya Timur Tengah. Amerika Tengah dicoret karena tahun lalu udah ke Panama dan Costa Rica. Karibia dicoret karena biar simpel mesti punya visa Schengen/ UK (kayaknya – belom banyak research terutama buat cruise). Oceania juga dicoret karena pada mencar dan yang feasible cuma Fiji (bebas visa).

Secara geografis, Afrika ini negaranya pada nempel-nempel jadi untuk mendapatkan kombinasi 5 negara lebih mudah. Tapi beda kayak Eropa yang bisa pindah-pindah naik kereta atau bis yang simpel dan murah, kalo di Afrika disarankan naik pesawat demi kenyamanan yang kadang harganya bikin istighfar karena mahal banget. Oleh karena itu kombinasi untuk mengunjungi 5 negara pun ada beberapa, misal Afrika bagian tengah atau bagian selatan.

Secara destinasi, rasanya belum lengkap kalo sudah mengunjungi 100 negara tanpa melakukan safari. Saya punya lensa yang dibeli buat ke Antartika pun jarang banget dipake, karena emang diniatin beli lensa buat Antartika supaya sekalian buat safari juga. Jadi makin mantep pilih Afrika.

Safari di Kruger National Park, South Africa

Untuk mengerucutkan destinasi supaya nggak pusing karena banyak pilihan, saya memasukkan faktor pesawat. Walaupun sebenernya rela untuk terbang jauh naik ekonomi karena perjalanan ini ngejar tujuan, ternyata ada jalan untuk nyelipin jenis pesawat yang saya mau coba.