Saturday, August 19, 2023

Merencanakan Perjalanan Menuju Negara Ke-100

Menentukan negara tujuan
Setelah selesai merancanakan perjalanan ke Greenland dan Faroe Islands (ceritanya nyusul haha), muncul keinginan untuk mengunjungi negara ke-100 di tahun ini. Saya udah punya list negara-negara yang bebas visa, bisa electronic visa (eVisa), serta visa on arrival bagi pemegang paspor Indonesia karena makin ke sini makin males ngurus visa. Berhubung Faroe Islands merupakan negara dan teritori ke-95 yang saya kunjungi, saya butuh mengunjungi 5 negara supaya mencapai 100.

Karena 5 negara itu banyak dan waktu saya serta uang saya terbatas, kemungkinannya hanya Afrika. Terlebih negara di benua Afrika yang pernah saya kunjungi cuma Mesir yang sebenernya mah jatohnya Timur Tengah. Amerika Tengah dicoret karena tahun lalu udah ke Panama dan Costa Rica. Karibia dicoret karena biar simpel mesti punya visa Schengen/ UK (kayaknya – belom banyak research terutama buat cruise). Oceania juga dicoret karena pada mencar dan yang feasible cuma Fiji (bebas visa).

Secara geografis, Afrika ini negaranya pada nempel-nempel jadi untuk mendapatkan kombinasi 5 negara lebih mudah. Tapi beda kayak Eropa yang bisa pindah-pindah naik kereta atau bis yang simpel dan murah, kalo di Afrika disarankan naik pesawat demi kenyamanan yang kadang harganya bikin istighfar karena mahal banget. Oleh karena itu kombinasi untuk mengunjungi 5 negara pun ada beberapa, misal Afrika bagian tengah atau bagian selatan.

Secara destinasi, rasanya belum lengkap kalo sudah mengunjungi 100 negara tanpa melakukan safari. Saya punya lensa yang dibeli buat ke Antartika pun jarang banget dipake, karena emang diniatin beli lensa buat Antartika supaya sekalian buat safari juga. Jadi makin mantep pilih Afrika.

Safari di Kruger National Park, South Africa

Untuk mengerucutkan destinasi supaya nggak pusing karena banyak pilihan, saya memasukkan faktor pesawat. Walaupun sebenernya rela untuk terbang jauh naik ekonomi karena perjalanan ini ngejar tujuan, ternyata ada jalan untuk nyelipin jenis pesawat yang saya mau coba.

Menentukan rute perjalanan
Karena sudah menemukan jalan untuk menggabungkan destinasi dan pesawat, bagian merencanakan penerbangan nggak kalah serunya. Kalo lempeng-lempeng aja dari Jakarta ke Afrika pilihannya banyak dengan Qatar Airways, Emirates, dan Ethiopian Airlines yang terbang ke banyak destinasi di Afrika dengan 1 kali transit aja. Tapi karena ketiga airlines tersebut bukan prioritas airline yang ingin saya coba, rute penerbangan saya tidak selempeng itu. Begini proses saya menentukan rute perjalanan dengan beli tiketnya.

Tiket 1: British Airways business dan first class rute Sao Paulo – London – Johannesburg
Club Suite, produk business class terbaru dari British Airways, menjadi jenis pesawat yang ingin saya coba dalam perjalanan ini. Demi Club Suite, saya memilih untuk nekat beli tiket dari Sao Paulo ke Johannesburg via London. Hal ini karena saya pengen naik Club Suite di A350-1000 dan salah satu destinasi yang selalu konsisten menggunakan A350-1000 adalah Sao Paulo. Sehingga kecil kemungkinan pesawatnya diganti jenis lain, apalagi kalo kebagian yang jenis kursinya 2-4-2.

Sebenernya ada beberapa rute lain kayak Austin dan San Diego di US, tapi karena British Airways terkenal dengan biaya dan pajaknya yang tinggi ketika redeem miles, berangkat dari Brazil bikin biaya dan pajaknya jadi jauh lebih murah yakni hanya 10% dibandingkan rute lain.

British Airways A350-1000 Club Suite

Bonusnya adalah ketika otak-atik cari tiket, inget dengan mixed cabin award calculation Asia Miles yang unik sehingga Sao Paulo – London – Johannesburg di business class untuk kedua flight memerlukan 90.000 miles, sementara jika London – Johannesburg di first class, miles yang dibutuhkan hanya perlu menambahkan 22.000 miles. Why not?! Walaupun first class-nya British Airways sering dibilang orang sebagai “the best business class”, saya tetep penasaran. Plus ini pesawatnya A380 jadi saya tetep excited!

British Airways A380 First Class

Tiket pertama sudah dibeli, lanjut mikirin gimana cara ke Sao Paulo dan cara pulang ke Jakarta.

Tiket 2: Singapore Airlines business class rute Cape Town – Johannesburg – Singapore – Jakarta
Karena dari dulu pengen banget redeem salah satu sweet spot Krisflyer yakni ke Johannesburg, Cape Town, dan Istanbul, akhirnya ada kesempatan dan alasan untuk redeem sweet spot tersebut! Karena persiapannya lumayan jauh, pilihan saver awards lumayan banyak dan tinggal cocokin dengan jadwal yang dibutuhkan.

Singapore Airlines A350 Business Class

Dengan 2 tiket di atas saya punya waktu sekitar 2 minggu untuk eksplor Afrika, dimulai dari Johannesburg dan selesai di Cape Town.


Karena menemukan 1 sweet spot di Miles+Bonus (programnya Aegean Airlines) dan punya sejumlah miles di account Aegean yang dari 2019 diniatkan untuk cobain another sweet spot tapi sayangnya sekarang udah ilang, akhirnya saya ganti aja tujuannya. Daripada miles-nya expired nanti.

Tiket 3: Ethiopian Airlines business class Windhoek – Addis Ababa – Maputo
Programnya Aegean Airlines ini charge 21.000 miles untuk terbang business class one-way within Africa. Mau deket kayak Johannesburg - Maputo, mau jauh kayak Cape Town ke Cairo, harganya sama. Jadilah saya cari-cari rute yang muter supaya bisa terbang lebih lama di business class. Setelah otak-atik sana-sini, akhirnya saya memutuskan untuk terbang dari Windhoek ke Maputo karena beberapa alasan.

Pertama ini terbangnya lumayan lama, masing-masing sekitar 5 jam. Kedua ketika saya lihat jadwalnya, pesawat yang digunakan di kedua flight adalah widebody. Terakhir nice-to-have-nya adalah ini satu-satunya rute yang memenuhi kedua syarat di atas dan transit lama di Addis Ababa. Sebenernya saya bisa pilih terbang ke Antananarivo atau Nosy Be di Madagascar untuk mengunjungi Baobab Avenue. Tapi karena waktunya terlalu pendek dan ke Baobab Avenue itu ribet, saya urungkan niat. Semoga bisa dateng ke sana soon. Aamiin!

Ethiopian Airlines 787 Business Class

Tiga tiket sudah dibeli, saatnya mikirin gimana saya terbang dari Jakarta ke Sao Paulo. Ini tiket ekonomi sekali jalan pun mahal bisa hampir 20 juta, plus lama banget pula terbangnya. Saya mikir-mikir dan liat bucket list jenis pesawat yang pengen saya coba dan long story short saya memutuskan untuk membeli tiket keempat dengan pura-pura amnesia. Mikirnya adalah supaya bisa nyobain jenis pesawat yang saya mau dan sekali-kali ini aja splurge. Produknya kayaknya worth untuk di-splurge kalo baca review-nya. Demi milestone mengunjungi negara ke 100 juga, sekalian aja deh. Pokoknya segala alasan saya cari untuk menjustifikasi keputusan ini. Apa tiket berikutnya yang saya beli?

Tiket 4: ANA All Nippon Airways business class Jakarta – Tokyo – New York
Akhirnya bisa coba The Room pertama kali! Or so I thought until ada harga promo banget dari Jakarta ke US dan saya beli itu, terbang di akhir April lalu. Tetep worth lah tapi bisa cobain The Room lagi, lebih jauh pula karena sekarang ke New York, kemaren ke San Francisco.

Klik tombol “beli”-nya sambil pura-pura amnesia plus istighfar terus-terusan. Sambil berdoa juga sih “yaAllah semoga dalam waktu dekat bisa beli tiket begini tanpa perlu istighfar”. 

ANA All Nippon Airways 777 Business Class The Room

Berikut rute penerbangan yang sudah dibeli sejauh ini. Gap terbesarnya tinggal terbang dari New York ke Sao Paulo.


New York ke Sao Paulo ini kalo dibelah dengan akurat terbang di ekonomi masih oke karena maksimal sekitar 6-7 jam, yakni kalo pilih transit di Bogota dengan naik Avianca atau transit di Panama City dengan naik Copa Airlines. Harganya pun masih masuk akal. Sampai suatu hari nggak sengaja iseng nyari dan menemukan…

Tiket 5: LATAM business class New York – Lima – Sao Paulo + economy class Sao Paulo – Rio de Janeiro
…bahwa ada award seat LATAM business class dari New York ke Sao Paulo via Lima yang tersedia lewat program mileage-nya Alaska Airlines. Pas banget cuma ada di tanggal yang saya mau pula! Plus waktu itu lagi ada bonus purchase promo juga. Plus jenis pesawatnya menggunakan jenis seat terbaru dengan layout 1-2-1, bukan 2-2-2. Pertanda apa ini yang diberikan oleh semesta?! Saya pun luluh dan berujung beli tiket sambil istighfar dan kembali bergumam “ini milestone travel… biar sekalian aja splurge-nya abis itu gak usah ke mana-mana dulu”.

Karena jumlah miles yang dibutuhkan sama ketika ditambahin tiket ekonomi dari Sao Paulo ke Rio de Janeiro, saya memilih untuk lebih lama di Rio de Janeiro karena ada unfinished business. Tahun 2016 ke sana cuma sebentar dan gak bisa lihat pemandangan dari Christ The Redeemer karena banyak kabut.

LATAM 767 Business Class

Dengan tiket ke lima tersebut, berikut adalah rute perjalanan saya. Penerbangan intra-Afrika dan domestic Brazil sisanya dibeli belakangan karena harganya cenderung stabil. Stabil mahalnya. Jadi beli nanti-nanti pun gak bakal jadi mahal banget.

Tiket pesawat jarak jauh udah secured semuanya!

Setelah visa Afrika Selatan jadi, baru lah saya melengkapi tiket penerbangan yang perlu dibeli dan begini lah rute penerbangan dari 10 tiket pesawat yang saya beli untuk 18 kali terbang:
  • Jakarta – Tokyo – New York
  • New York – Lima – Sao Paulo – Rio de Janeiro
  • Rio de Janeiro – Sao Paulo
  • Sao Paulo – London – Johannesburg
  • Johannesburg – Nelspruit/ Kruger – Johannesburg (untuk Safari di Kruger National Park)
  • Johannesburg – Victoria Falls
  • Victoria Falls – Windhoek
  • Windhoek – Addis Ababa – Maputo
  • Maputo – Johannesburg – Cape Town
  • Cape Town – Johannesburg – Singapore – Jakarta
Yep, saya keliling dunia! Terbang ke 5 benua (Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika) dan mengunjungi 3 benua (Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Afrika) dalam 1 perjalanan. Total jarak penerbangan adalah 42.438 miles. Ini merupakan perjalanan terjauh saya selama ini (sebelumnya perjalanan terjauh adalah liburan ke Sydney, Eropa, dan Mexico dengan jarak 34.863 miles). 42.000 miles ini bahkan lebih jauh dari beberapa season The Amazing Race yang biasanya cuma 30.000-an miles! 

Akhirnya bisa jalan-jalan yang mendekati "keliling dunia" karena terbangnya beneran ngelilingin bumi dan ngelewatin garis khatulistiwa/ equatorial line. Bukan cuma 1-2 kali, tapi sampe 8 kali! Pertama kali ngerasain rute kayak ikutan The Amazing Race -- and I was a fan! Sampe dulu sempet ngikutin dari bandara ke Gambir pas mereka dateng ke Indonesia di season 19 tahun 2011. Lagi-lagi cuma bisa ngebatin “ini milestone travel… besok-besok nggak gini lagi...”.

Rute perjalanan yang lengkap

Zoom-in ke bagian Afrika

Walaupun pusing pas finalisasi budgeting, saya bener-bener excited ngejalaninnya! Dengan rute di atas, saya bakal mengunjungi 6 negara baru yakni Afrika Selatan, Zimbabwe, Zambia, Namibia, Ethiopia, dan Mozambique. Semoga nulis blognya sama semangatnya dengan pas planning dan pas liburannya. Aamiin!

Victoria Falls, Zimbabwe

No comments:

Post a Comment