Friday, September 18, 2020

Review: Qatar Airways 777-300ER Economy Class Doha to Amsterdam

Penerbangan berikutnya dalam liburan kali ini adalah dari Doha, Qatar menuju Amsterdam, Belanda. Saya transit di Doha selama 2 jam. Kali ini transitnya tidak lama karena 2 penerbangan ini berada dalam 1 tiket, sehingga jika pesawat sebelumnya terlambat atau delayed, pihak maskapai lah yang akan bertanggungjawab untuk mengantarkan kamu ke tujuan akhir.


Pengalaman transit yang nggak lama biasanya saya mudah lupa. Namun entah kenapa saya masih inget kejadian pagi itu. Setibanya di Doha saya langsung sibuk cari toilet karena perut saya sudah tidak enak. Ketika ketemu langsung duduk dan blasss keluar semua itu kayaknya makanan. Setelah lebih lega, saya berjalan menuju gate untuk melanjutkan penerbangan ke Amsterdam.


Penerbangan dari Doha dan Amsterdam menggunakan pesawat Boeing 777-300ER. Pesawat yang saya naiki kala itu adalah pesawat yang kelas ekonominya sudah dibuat lebih padat di mana konfigurasinya berubah dari 3-3-3 ke 3-4-3. Selain itu kursinya juga menjadi lebih tipis.





Kursi yang lebih tipis

Namun untungnya in-flight entertainment yang dipasang lebih modern dan terdapat colokan usb sehingga penumpang bisa charge handphone.



Seperti biasa, leg room tidak pernah menjadi masalah bagi saya.


Jam 06.30 – 09.00 di bandara Doha merupakan jam sibuk sehingga banyak antrian pesawat yang akan terbang ke seluruh penjuru dunia.



Kabin setelah take-off

Pemandangan The Pearl Doha

Berhubung penerbangan pagi, menu yang diberikan adalah menu sarapan. Kurang lebih sama dengan penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Doha, namun jika sebelumnya telurnya adalah frittata sekarang telurnya model scrambled. Di dalam tray makanan terdapat pelengkap juga seperti croissant yang masih hangat beserta butter dan selai, potongan buah segar, yoghurt, dan jus jeruk. Untuk minuman lainnya saya tetap memilih air mineral dan teh dengan susu.



Sekitar 1,5 jam sebelum mendarat, pramugari kembali memberikan makanan, kali ini berupa snack box sama seperti penerbangan dari Kuala Lumpur ke Doha. Snack box berisi hot pastry dan kue.




Setelah itu saya menghabiskan waktu dengan menonton film dan melihat jendela.


Setelah terbang selama 6 jam, pesawat sudah mendekati Amsterdam di mana terlihat hamparan ladang tulip yang berwarna-warni karena waktu saya liburan di awal Mei yang memang merupakan musim tulip.

Mendekati Amsterdam




Pesawat akhirnya mendarat di bandar udara Schiphol dan saya kembali di Amsterdam!


No comments:

Post a Comment