Sunday, May 30, 2021

Vienna

Baru-baru ini ketika saya sedang melakukan aktivitas rutin di akhir pekan yakni nonton YouTube berjam-jam, saya jadi nonton video Jessica Sanchez nyanyi Everybody Has a Dream-nya Billy Joel ketika Billy Joel week di American Idol season 11. Kemudian saya inget berdasarkan WhatNotToSing (such an awesome website!), di minggu tersebut penampilannya Elise Testone dengan lagu Vienna dapet rating paling tinggi. Berhubung saya kurang suka dengan tone suaranya Elise Testone dan saya pikir Vienna itu lagu tentang ibu kota negara Austria, saya tidak mendengarkan dengan seksama. Namun pendapat itu berubah ketika pas denger ulang untuk pertama kalinya sejak 2012, saya nangkep sekilas bahwa liriknya bukan tentang Vienna. Lanjut googling untuk tau lirik jelasnya, ternyata bagus banget liriknya!

Gak punya foto Vienna jadi pake Hallstat aja karena sama-sama di Austria

Salah satu aspek lirik bagus menurut saya sebagai pendengar adalah ketika saya bisa relate dengan yang dinyanyikan. Boy, oh boy, lagu ini lagi pas banget dengan kondisi saya. Berikut kutipan liriknya:
Slow down you crazy child
You're so ambitious for a juvenile

Where's the fire, what's the hurry about?
You better cool it off before you burn it out
You got so much to do and only so many hours in a day

Slow down you're doing fine
You can't be everything you want to be before your time

Slow down you crazy child
Take the phone off the hook and disappear for a while
It's alright, you can afford to lose a day or two
When will you realize... Vienna waits for you?
Belakangan ini emang saya sedang mencoba untuk “slow down” di beberapa aspek kehidupan sehingga mendengarkan lagu ini jadi semacem afirmasi istilah semesta mendukung karena nggak sengaja denger, lanjut baca liriknya, ngerti kenapa “Vienna” (bisa dibaca di sini), jadi tidak bisa berhenti mendengarkan.


Sebenernya ini bukan lagu pertama yang lagi kena banget ke saya. Sebelumnya saya juga nggak sengaja menemukan lagu Up on the Roof-nya James Taylor yang temanya menurut saya mirip, yakni tentang istirahat dari hectic-nya kehidupan, namun dengan bahasa yang lebih puitis. Walaupun lagunya enak banget, saya kurang relate karena gak punya “roof” yang seasik bayangan saya di lagu tersebut haha.

Berikut cuplikan liriknya:
When this old world starts a getting me down,
and people are just too much for me to face.
I'll climb way up to the top of the stairs and all my cares just drift right into space.
On the roof, it's peaceful as can be and there the world below don't bother me. 
So when I come home feeling tired and beat, I'll go up where the air is fresh and sweet.
I'll get far away from the hustling crowd and all the rat-race noise down in the street.

Saya merasa semesta semakin mendukung setelah ngobrol dengan temen yang sedang ambil sertifikasi untuk menjadi career coach. Pikiran dan mata saya bener-bener terbuka banget dari informasi dan diskusi yang terjadi. Plus, akhirnya saya mendapatkan rekomendasi buku! It’s been a long while since the last time I bought a non-school-related book – kayaknya terakhir pas SMA deh. Temen saya rekomendasiin Joy at Work, plus sekalian saya beli buku tentang Ikigai karena temen yang lain cerita mengenai salah satu prinsip hidupnya yakni Ikigai ini.

No comments:

Post a Comment