Saturday, October 12, 2019

Pengalaman Mengurus Visa Amerika Serikat

Dalam rangka liburan ke Amerika Serikat, saya harus mengurus visanya yang mahal dan punya momok kuat atas kesulitannya. Padahal statistiknya bilang sekitar 90% warga Indonesia diterima pengajuan visa Amerika-nya. Segitu bikin parnonya tapi.

Brooklyn Bridge, New York

Berikut adalah cerita saya mengajukan aplikasi visa Amerika Serikat untuk keperluan liburan.

Pengisian Formulir DS-160
Langkah pertama yang saya lakukan kemarin adalah mengisi form DS-160 di halaman berikut https://ceac.state.gov/genniv/default.aspx.

Berikut adalah halaman depan web untuk mengisi form DS-160. Di sebelah kanan ada pilihan untuk memulai mengisi formulir dan melanjutkan pengisian formulir. Berhubung pengisiannya panjang dan entah kenapa waktu itu saya sempat time out formulirnya, jadi bersyukur ada fitur melanjutkan pengisian formulir supaya nggak harus ngulang dari awal.


Begitu memulai mengisi formulir, akan diberikan nomor registrasi yang sebaiknya disimpan karena akan dibutuhkan jika mau melanjutkan pengisian formulir dan mau melakukan pemilihan jadwal interview.


Waktu saya ngisi formulir, setiap halaman saya screenshot biar bisa di-share di sini. Namun sayangnya saya cari-cari tapi tidak bisa menemukannya. Barusan mau coba isi formulir ulang tapi males banget karena panjang. Ini saya kasih hint aja apa yang ditanya karena bener-bener lengkap dari data personal, keluarga, tujuan ke Amerika Serikat, dan sebagainya. Pertanyaannya emang terlihat banyak, tapi sama aja dengan visa Australia atau Schengen namun lebih detail.


Catatan dari saya, pastikan kamu inget semua yang kamu tulis di formulir karena pas interview akan ditanyain lagi. Setelah mengisi formulir, kamu akan mendapatkan konfirmasi pengisian DS-160.


Pembuatan Akun untuk Pembayaran Visa dan Pemilihan Jadwal Interview
Untuk membayar visa dan memilih jadwal interview, kalian harus membuat akun terlebih dahulu di halaman ini http://ustraveldocs.com/id_bi/index.html. Setelah memiliki account, di bagian kiri pilih pembuatan jadwal interview. Pilih jawaban sesuai kebutuhan Anda.


Waktu itu saya untuk keperluan liburan memilih jawaban berikut:
  • Tipe visa: visa non imigran
  • Lokasi kedutaan: Jakarta
  • Kategori visa: Bisnis/Turis
  • Kelas visa: B1/B2 - PENGUNJUNG UNTUK BISNIS DAN WISATA
  • Konfirmasi data pribadi. Catatan: pastikan nomor konfirmasi DS-160 yang dimasukan akurat
  • Tambah pemohon/ tanggungan jika ada, seperti anak/ orang tua
  • Apakah Anda telah mengirimkan dokumen untuk perpanjangan, tetapi diinformasikan oleh Kedutaan bahwa Anda diminta untuk wawancara? Pertanyaannya membingungkan sih soalnya saya nggak perpanjangan. Tapi saya pilih jawab “YA” kemarin karena belum wawancara
  • Pengiriman dokumen: ada pilihan antar ke rumah, antar ke kantor, dan ambil sendiri di RPX Palbatu
  • Setelah itu akan muncul konfirmasi biaya yang perlu dibayarkan, kode virtual account pembayaran, serta cara pembayarannya. Biaya visa US adalah USD 160 dan waktu itu konversi ke Rupiah sebesar Rp2.320.000
Pembayaran Visa
Pembayaran bisa dilakukan secara elektronik (EFT – Electronic Fund Transfer) dan tunai, keduanya melalui Bank CIMB Niaga. Awalnya saya coba EFT supaya nggak ribet tapi gagal terus karena virtual accountnya nggak ke-detect lewat Mandiri Mobile. Apakah EFT hanya untuk nasabah CIMB Niaga? Oleh karena itu saya ke kantor cabang CIMB Niaga untuk melakukan pembayaran.

Petunjuk pembayaran

Ketika melakukan pembayaran, saya memberikan print out yang berisi nominal serta kode virtual account supaya teller-nya mengerti. Setelah membayar, saya diberikan bukti pembayaran dan diinfokan baru akan selesai diproses dalam 24 jam.

Bukti pembayaran visa dari Bank CIMB Niaga

Pemilihan Jadwal Interview
Dalam bukti pembayaran terdapat nomor pembayaran yang dibutuhkan untuk memverifikasi bahwa pemohon visa sudah melakukan pembayaran. Setelah 24 jam, saya memasukkan nomor pembayaran dan bisa memilih jadwal interview. Saya pilih hari Senin pagi karena nggak mau kelamaan nunggu. Untung masih ada 1 slot di jam 07.30.

Kemudian akan mendapatkan konfirmasi jadwal interview yang perlu dicetak dan dibawa ketika datang interview.


Pengumpulan Dokumen
Setelah mendapatkan jadwal interview, akan diberitahukan dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk dibawa saat interview.
  • Konfirmasi jadwal wawancara
  • Halaman konfirmasi DS-160 yang lengkap dan dicetak pada kertas berukuran ‘letter’ atau kertas ukuran A4 dalam format portrait dengan barcode yang dapat di baca
  • Paspor yang masih berlaku berlaku setidaknya enam bulan dari periode tinggal di Amerika Serikat dan paspor lama
  • Bukti pembayaran dari CIMB Niaga atau dari bank dimana Anda melakukan EFT untuk biaya visa bagi setiap pemohon
  • Satu foto berwarna menghadap depan berukuran 5x5 cm, dicetak di kertas mengkilap/glossy dengan latar belakang putih, yang diambil tidak lebih dari enam bulan terakhir
Selain itu, saya juga menyiapkan dokumen lain seperti:
  • Surat keterangan kerja
  • Rekening koran 3 bulan terakhir
  • Tiket pesawat
  • Reservasi hotel
  • KTP, Kartu Keluarga, dan Akte Kelahiran asli dan fotokopi
Catatan:
1) Semua dokumen yang saya siapkan nggak ada yang diminta sama sekali pas interview haha
2) Foto saya menggunakan foto yang diambil pas wisuda kuliah 4 tahun lalu. Berhubung muka saya nggak berubah, jadi nggak dipermasalahkan oleh pihak kedutaan. 

Pengalaman Interview Visa Amerika Serikat
Saya mendapatkan jadwal interview hari Selasa jam 07.30. Berangkat dari rumah jam 06.00 naik motor ke kedutaan Amerika Serikat yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan No 3-5 dan tiba jam 6.30. Kalau datang kepagian, petugas akan menyarankan untuk menunggu di depan pos polisi. Sabar aja nggak usah coba-coba mendekat ke pintu masuk karena begitu jalan ke sana dan ketauan belom jadwalnya, bakal disuruh puter balik. Baru bisa jalan sekitar 15 menit sebelum jadwal masuk.

Pada jam 07.00, saya mendekat ke pintu masuk dan diabsen oleh petugasnya. Kemudian masuk ke ruang penitipan barang. Hanya boleh membawa dokumen, HP dan dompet saya titipkan ke petugas. Oh ya, saya baca-baca laptop nggak boleh dititipin sama sekali, jadi kalo bawa laptop mesti dititip ke Stasiun Gambir yang paling deket. Waktu itu berhubung saya dianterin Ayah, jadi titip ke Ayah dulu.

Setelah menitipkan barang, jalan menuju gedung interview namun ketika ingin buka pintu masuk saya diminta menunggu di kursi persis di samping pintu masuk gedung. Nunggu sekitar 5 menit, kemudian dipersilakan masuk dan mengantri untuk mengambil nomor antrian.

Pada proses pertama ini hanya ditanya singkat mengenai tujuan liburan dan diminta pasfoto. Saya mendapatkan nomor antrian 323 (urutan ke 24 karena dimulai dari 300). Kemudian menunggu lagi untuk interview. Supaya dapet gambaran, ini saya bikin denah alakadarnya.

Denah lokasi pengurusan visa di kedutaan Amerika Serikat

Sekitar jam 08.00 nomor saya dipanggil dan diminta untuk antri di loket. Di depan saya ada 3 orang yang diinterview duluan (1 pasangan dan 1 individu). Ini saya nggak nguping ya karena mereka ngomongnya jelas jadi kedengeran dari posisi saya berdiri. Pewawancara loket saya waktu itu adalah mas-mas berwajah Indonesia namun ternyata Bahasa Indonesia-nya patah-patah. Orang Thailand/ Philippines/ Singapore kali ya.
  • Paling depan ada pasangan kakek-nenek yang mau ke Amerika Serikat untuk menghadiri cucunya. Kakek-nenek ini punya usaha sendiri. Mereka suaranya sampe mohon karena pengen banget hadir berhubung udah 10 tahun nggak ketemu. Sayangnya petugasnya judes banget malah bilang cucunya aja suruh dateng ke Indonesia. Visa ditolak dalam 5 menit.
  • Berikutnya ada ibu yang kerja di industri otomotif. Ibu ini pelan sekali ngomongnya jadi saya nggak denger banyak. Diminta menunjukkan suatu dokumen, udah dikasih lalu dibalikin lagi... bersama kertas merah. Artinya visa ditolak. Cepet banget prosesnya 3 menit doang.
Ngomong-ngomong kertas merah, jadi setelah wawancara petugas akan memberikan selembar kertas yang warnanya beda-beda
  • Putih artinya pengajuan visa kamu diterima
  • Kuning artinya diminta mengumpulkan dokumen lagi
  • Merah artinya pengajuan visa ditolak
Sumpah deg-degan banget abis liat 3 orang ditolak visanya dengan sangat cepetnya! Rp 7,5 juta udah melayang tuh :( Berikut adalah pertanyaan yang diberikan ke saya. Interview menggunakan Bahasa Inggris. Lama juga saya di-interview karena cukup banyak waktu itu pertanyaannya, ada kali 8 menitan.
  • Mau ngapain ke Amerika Serikat?
  • Sama siapa?
  • Sekarang kuliah apa kerja?
  • Kerja jadi apa, di mana, udah berapa lama?
  • Kuliah di mana, jurusan apa?
  • Kenapa dulu kuliah engineering tapi sekarang kerjanya business?
  • Kalo travel biasanya solo apa bareng keluarga?
  • Orang tua kerja apa?
  • Ayah sebelum retired kerja jadi apa di mana?
  • Jelasin role kerja kamu à dengan 2-3 follow-up questions yang detail
  • Kantornya di mana, lantai berapa?
Setelah diberikan pertanyaan yang nggak kalah detailnya dengan interview kerja ditambah dia mengerinyitkan dahi pas saya jawab kantor saya lantai berapa (jujur saya lupa nulis lantai berapa di formulir berhubung kantor saya banyak lantai dan saya suka pindah-pindah), dia memberikan saya kertas putih sambil bilang “your visa is approved”. Alhamdulillah!!! Seneng banget. Langsung sok cool masukin kertas putihnya ke map sambil jalan keluar. Semua berkas yang saya bawa nggak ada yang diminta sama sekali.

Kertas putih!

Info pengambilan paspor

Jam 08.17 saya sudah berada di luar gerbang setelah mengambil barang-barang. Lumayan cepet prosesnya sih menurut saya. Saya pulang dengan bahagia karena sudah disetujui pengajuan visanya. Yay!

Pengambilan Visa
Sesuai info di kertas putih yang diberikan, paspor bisa diambil dalam 2 sampai 4 hari kerja. Saya sendiri mendapatkan kabar lewat SMS kalau paspor bisa diambil keesokan harinya jam 7 malam. Oleh karena itu pada hari kedua setelah ke kedutaan, saya menuju ke RPX yang terletak di kawasan Tebet/ Kasablanka. Alamat lengkapnya adalah Jl. Palbatu I No. 19, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta 12870.

Sebenernya bisa pilih untuk dikirim ke alamat yang diinginkan (kantor, rumah, atau lainnya), namun saya memilih untuk ambil sendiri karena nggak mau menunggu lebih lama. Sehingga saya juga kurang tahu kalau pilih dikirim ke alamat ada biaya tambahan atau tidak dan bagaimana cara membayarnya.

Paspor bisa diambil di RPX Palbatu pada pukul 10.00 – 15.00. Dokumen yang harus dibawa ketika pengambilan adalah kartu identitas pemerintah asli dan fotokopi yang masih berlaku (seperti KTP, KITAS, SIM) dan bukti appointment pembuatan visa yang di print. Jika diwakili orang lain, ada dokumen tambahan yakni surat kuasa yang telah ditandatangani pemilik paspor dan berisi nama lengkap, tanggal lahir serta data pengambil sesuai kartu identitas, nomor telpon pemilik paspor, serta tanda tangan pemilik dan pengambil.

Begitu tiba bisa langsung naik ke lantai 2 dan menunggu di sana. Nggak ada nomor antrian karena sepi juga. Setelah orang sebelum saya selesai mengambil paspornya, giliran saya yang maju. Kasih berkas yang diperlukan, lalu diminta melihat web camera untuk foto dan tanda tangan.

Lantai 2 RPX Palbatu

Setelah mendapatkan paspor, saya cek dan visa Amerika Serikat sudah tertempel dengan manis dengan masa aktif dari tanggal disetujui hingga 5 tahun mendatang dengan masa kunjungan maksimal 6 bulan tiap kedatangan. Pastikan juga semua data di visa seperti nama sudah benar.

Amplop berisi paspor

Visa Amerika Serikat hingga 2024!

Beberapa Pertanyaan Tentang Visa Amerika Serikat

1. Bagaimana proses pengurusan visa Amerika Serikat secara keseluruhan?
Menurut saya pengalaman mengurus aplikasi visa Amerika Serikat adalah yang paling deg-degan. Rasanya ada beberapa alasan yang membuat saya deg-degan, seperti biaya visa yang mahal (ini visa termahal saya, sebelumnya visa Australia sekitar Rp1,7juta), sudah membeli tiket pesawat untuk ke Amerika Serikat, serta momok interview yang menakutkan. Rasa deg-degan masih ada bahkan makin parah ketika mau interview.

Namun setelah mendapatkan kertas putih yang artinya pengajuan visa telah disetujui, senengnya keterlaluan dan kalo dipikirin visa ini jadi tergolong yang paling gampang apalagi visa sudah diterima 2 hari setelah interview.

2. Jika saya mau liburan, apakah hanya boleh memilih tipe visa B2 atau boleh B1/B2?
Ini saya salin dari salah satu halaman di pengurusan visa ya. Intinya: nggak masalah pilih B1/B2. Saya sendiri piih B1/B2 siapa tau bakal ada urusan bisnis di Amerika Serikat, jadi gak perlu bikin visa lagi.

Visa pengunjung B-1/B-2 adalah untuk orang – orang yang berkunjung  sementara ke Amerika Serikat untuk tujuan bisnis (B-1) atau rekreasi atau perawatan medis (B-2). Umumnya, visa B-1 adalah untuk wisatawan dengan tujuan bisnis, menghadiri acara – acara ilmiah, pendidikan, konvensi/konferensi profesional atau bisnis, atau negosiasi kontrak. Visa B-2 adalah untuk wisatawan dengan tujuan rekreasi, termasuk pariwisata, kunjungan bersama teman atau kerabat, perawatan medis dan kegiatan persaudaraan yang bersifat sosial. Seringkali, visa B-1 dan B-2 digabungkan dan dikeluarkan sebagai visa B-1/B-2

3. Apakah visa yang didapatkan selalu 5 tahun?
T-teman yang saya tau punya visa Amerika Serikat periode aktifnya 5 tahun semua sih. Disclaimer: teman saya dikit haha. Namun kalau baca blog, ada juga yang dikasihnya cuma 3 bulan atau 1 tahun aja. Nggak ada yang tau dapet berapa lama sampai visanya menempel di paspor.

2 comments:

  1. Gue cuma baca padahal blog nya, tapi ikutan deg deg an masa. wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha karena pengaruh cerita orang juga kayaknya jadi bawaannya deg-degan. Tapi kalo udah dijalanin bakal lancarr.

      Delete