Monday, June 20, 2016

Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta

Halo! Kembali lagi ke topik tulisan favorit saya walaupun pas ngejalaninnya suka bikin lelah jiwa dan raga: mengurus visa! Ternyata ada kesempatan untuk mengurus visa lagi, setelah di akhir tulisan mengurus visa India (Juni 2015) saya sempet bilang gini
"Visa India ini juga merupakan pengalaman mengurus visa saya yang terakhir untuk sekarang ini, berhubung saya nggak ada rencana liburan ke tempat yang butuh visa. Semoga secepatnya saya bisa berbagi pengalaman lagi dalam mengurus visa, entah itu Australia, UK, Rusia, Amerika Serikat, atau manapun lah yang butuh visa."
Setelah menimbang banyak hal, saya memutuskan untuk ke Brazil instead of United States. Berhubung warga negara Indonesia belum bebas visa ke Brazil dan nggak ada fasilitas visa on arrival, visa harus didapatkan sebelum tiba di Brazil.

Kapan saya bisa mengurus visa Brazil?
Kamu boleh mengajukan visa paling cepat 90 hari sebelum mendarat di Brazil. Hal ini dikarenakan semua visa yang diterbitkan harus dipakai dalam 90 hari setelah tanggal visa dibuat. Dapet info dari baca-baca di internet juga jangan mepet ngurusnya. Supaya aman paling lambat 1 bulan sebelum kedatangan lah.

Dimana saya harus mengurus visa Brazil?
Untungnya Brazil punya kedutaan di Indonesia, tepatnya di Jakarta, yang handle pengurusan visa. Jadi dokumen nggak perlu dibawa jauh-jauh ke luar negeri dan waktu pemrosesannya masuk akal (5 hari kerja). Berita baiknya lagi, web kedutaan Brazil ini sangat membantu loh!
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Kedutaan Brazil Menara Mulia
Pintu masuk kedutaan Brazil di Jakarta

Kedutaan Brazil di Jakarta terletak di Menara Mulia Lantai 16, Jalan Gatot Subroto. Kalo naik TransJakarta, kalian bisa turun di halte Semanggi terus turun lewat tangga yang di deket Crowne Plaza Hotel. Dari situ tinggal jalan di trotoar 5-10 menit untuk ke Menara Mulia.

Dokumen apa saja yang diperlukan untuk mengajukan visa Brazil?

Berhubung purpose saya adalah tourism/liburan, saya langsung cek bagian visa tourist (VITUR) di web-nya embassy Brazil dan menemukan daftar dokumen yang harus dipersiapkan. Beirkut dokumennya:
  1. Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan saat mengajukan visa, minimal ada 2 halaman kosong. Sepertinya 2 halaman kosong ini yang 1 untuk stiker visa, yang 1 buat cap imigrasi begitu di Brazil.
  2. Formulir aplikasi visa yang diprint setelah mengisi secara online (akan dijelaskan di bawah)
  3. Pasfoto 3x4 berwarna dan terbaru (dalam periode 6 bulan). Fotonya harus mengikuti aturan dari mereka (lebar wajah, tinggi wajah, dan sebagainya). Panduan pasfoto yang tepat untuk visa Brazil dapat dilihat di sini. Untuk jaga-jaga, bawa pasfoto 4x6 juga ya soalnya saya diminta tempel yang 4x6 karena yang 3x4 kekecilan. Heran ya padahal mereka sendiri yang nulis di webnya, mereka sendiri yang bilang kekecilan.
  4. Reservasi tiket masuk dan keluar dari Brazil, tidak perlu issued. Lebih baik melampirkan tiket dari keluar dan masuk Indonesia juga (kemarin saya demikian).
  5. Reservasi tiket domestik selama di Bazil (kalau pindah kota), tidak perlu issued juga.
  6. Reservasi akomodasi selama di Brazil, nggak perlu dibayar dulu. Seperti biasa, saya buat reservasi lewat booking.com.
  7. Itinerary selama di Brazil. Simple aja, nggak perlu mendetail. Contoh itinerary yang saya buat bisa didownload di sini.
  8. Rekening koran 3 bulan terakhir dengan jumlah yang harus banyak (70-80 juta kalo kata petugasnya). Saya nggak melampirkan surat referensi bank dan nggak diminta juga.
Selain 8 dokumen di atas, yang saya lampirkan saat mengajukan visa adalah
  1. Surat keterangan kerja dari kantor dalam bahasa Inggris. Contoh surat keterangan kerja yang saya lampirkan untuk pengajuan visa bisa dilihat di sini.
  2. Slip gaji selama 3 bulan terakhir
  3. Polis asuransi. Sebenernya ngelampirin ini supaya dirasa aman aja sih dan mumpung ada soalnya abis urus visa Schengen juga, tapi ternyata dibalikin sama petugasnya.
  4. Fotokopi KTP

Bagaimana proses pengajuan visa Brazil?
Saya akan membagi proses pengajuan menjadi beberapa tahap.

1. Mengisi formulir online
Berbeda dengan visa Schengen atau Jepang yang mengisi formulir manual di kertas, pengisian formulir visa Brazil ini mirip dengan visa India dimana kita mengisi data diri melalui web yang disediakan, dalam hal ini di alamat: https://formulario-mre.serpro.gov.br (p.s.: page ini sudah berbeda dengan waktu saya mengisi formulir dulu di https://scedv.serpro.gov.br, jadi sepertinya akan ada beberapa screenshot yang berbeda tampilannya).

Ngisinya nggak ada yang ngebingungin kok, jadi bisa isi sendiri aja. Halaman pertama ditanya data pribadi dan orang tua.
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Form Aplikasi Online General Data

Halaman kedua ditanya tujuan ke Brazil.
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Form Aplikasi Online Visa Data

Selanjutnya diminta isi detail passport.
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Form Aplikasi Online Passport Data

Halaman keempat ditanya pekerjaan.
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Form Aplikasi Online Pekerjaan

Halaman kelima tentang contact di Indonesia dan di Brazil.
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Form Aplikasi Online Contact Data

Terakhir yang sepertinya baru adalah keharusan untuk upload foto di halaman terakhir. Selain itu kalian bisa upload juga beberapa dokumen seperti reservasi tiket, scan passport, itinerary, atau semacamnya. Info di page-nya sih kalo kalian upload dokumen-dokumen itu akan lebih cepat pengurusan dokumennya, tapi waktu itu saya nggak upload sama sekali.
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Form Aplikasi Online Scan Documents

Kalo kalian bosen, tiba-tiba males, atau ada hal-hal yang membuat nggak bisa finalisasi aplikasi online dalam satu waktu, tenang aja karena kalian bisa simpan dulu dan nanti bisa update form aplikasinya. Cukup masukin nomor aplikasi, nama, dan tanggal lahir.

Setelah formulir aplikasi sudah terisi dengan benar, kalian harus print formulir tersebut. Print-nya pake printer yang bagusan ya, soalnya ada barcode. Kalo printernya jelek nanti takutnya barcode-nya nggak bisa kebaca. Jika udah diprint, kalian harus menempelkan 1 pasfoto 3x4tanda tangan formulirnya di spot masing-masing yang udah disediakan, serta isi nama dan nomer telepon (pribadi aja). Beres deh kalo udah semuanya!
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Formulir Aplikasi Online
Yang harus diprint dan diserahkan ke embassy

2. Mengumpulkan berkas ke kedutaan
Setelah semua berkas siap, saatnya mengumpulkan berkas tersebut ke embassy. Begitu sampe di Menara Mulia, minta visitor ID dan bilang mau ke lantai 16 untuk ke kedutaan Brazil. Kedutaan Brazil menerima aplikasi visa setiap hari Senin-Kamis jam 08.30-12.00 dan hari Jumat jam 08.30-11.00. Kalo kecepetan dateng, kalian nggak bisa nunggu di dalem. Daripada mati gaya mending ke lantai bawah Menara Mulia karena ada 7-Eleven, Starbucks, serta beberapa restoran lain.
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Gedung Menara Mulia
Menara Mulia (source)

Waktu itu saya datang hari Rabu, 17 Februari 2016. Setelah dibolehin masuk sama satpam, saya diarahkan ke loket di sebelah kanan pintu masuk. Waktu itu nggak ada applicant lain, jadi saya langsung ke loket. Di situ udah ada petugas yang nunggu dan saya diminta mengeluarkan semua dokumen yang saya bawa. Kemudian Bapak ber-lanyard consulting firm ternama yang warnanya ijo itu memeriksa dokumen tersebut. Meriksanya detiiiil banget, udah kayak dosen meriksa ujian mahasiswa. Ada kali 5 menit saya pegel berdiri nungguin dia meriksain semuanya. Paspor saya dilihat satu-satu cap dan stiker visanya.

Untuk kasih gambaran, waktu itu saya melampirkan tiket masuk Brazil dari Amsterdam dan bilang kalo sebelum ke Brazil saya bakal transit di Eropa selama 1 hari. Dia juga sadar karena ada visa Schengen yang masih belum kepake (yaiyalah itu masih anget banget visanya baru diambil hari kemaarinnya haha). Terus dia kembali ngecek lagi dokumen saya sambil ngurutin satu-satu.
Petugas: Kamu dari Rio ke Sao Paulo naik apa ya? 
Eky: Sepertinya pesawat. Tapi masih belum tau Pak karena baru akan menentukan transportnya kalo udah dapet visa. 
Petugas: Kalo pesawat, tolong lampirkan reservasinya juga ya. Nggak perlu dibayar, asal ada tanggalnya aja yang sesuai dengan itinerary. Kita perlu reservasi antarkota selama kamu di Brazil.
Saya cuma ngangguk aja setelah dibilang gitu. Nggak ada info sama sekali di webnya untuk lampirin transportasi antarkota. Rasanya udah turun mood-nya kalo bikin visa tapi dokumen nggak lengkap dan disuruh balik lagi. Ugh!

Setelah meng-OK-kan berkas lain, dokumen terakhir yang dia periksa adalah rekening koran. Awalnya dia udah liat sih, tapi dipinggirin dulu sama dia untuk cek dokumen lain. Rekening koran saya waktu ada 3 lembar. Dia liat halaman pertama cepet banget cuma sedetik, terus langsung dibalik dan sambil ngomong "ada rekening koran lain nggak?". JREEENGG, saya panik seketika kalo dibilang uangnya kurang. Tapi dia sambil liat halaman kedua dan dibalik lagi untuk liat halaman 3 terus sedikit terdiam. Kalo halaman 1 dan 2 diliat cuma 1 detik, halaman ketiga ini dilihat sekitar 10 detik.

Sambil dia tertegun ngeliatin halaman ketiga rekening koran saya, saya jawab "Tabungan saya cuma ini aja. Kenapa ya emangnya?" Lalu dia jawab dengan agak ragu, "Hmm sepertinya kurang ya kalau segini".  Sebelum apply visa, saya baca info dari blognya KartuPos dan baca salah satu info di Facebook, dimana mereka diminta rekening koran minimal 50 juta oleh kedutaan. Makanya saya pinjem uang orang tua juga buat nambahin supaya tercapai 50 juta itu. Tapi kenapa masih dibilang kurang??

Saya mendadak lemes dan panik. Dia juga kayak ragu gitu ngomongnya. Emang sih di akhir halaman 1 rekening koran saya itu cuma ada belasan juta, makanya dia langsung drop the bomb dengan bilang "ada rekening lain?" tapi begitu lihat akhir halaman ketiga dia memandang cukup lama karena saldo akhir saya ada lebih dari 50 juta. Mungkin dia mikir, "eh ternyata udah 50 juta rekeningnya, kirain belasan juta doang. malu dong tadi udah nanya punya rekening lain atau nggak.." Lalu terjadilah percakapan ini:
Eky: Boleh tau kenapa dibilang kurang ya, Pak? Soalnya sebelum ke sini saya baca info dari orang yang baru aja apply visa Brazil dan dibilang 50 juta ini sudah cukup 
Petugas: Tapi kalau kondisinya seperti ini saya rasa kurang ya 50 juta 
Eky: Kondisi ini maksudnya gimana ya, Pak? Apakah karena ke Eropa dulu? Kan saya di Eropa 1 hari aja dan langsung ke Brazil besoknya. Tiket saya ke Eropa juga sudah issued, Bapak bisa lihat itu ada itinerary dari Qatar Airways dengan metode pembayarannya. Misal tiket Eropa-Brazil PP 20 juta, biaya transit di Eropa semahal-mahalnya 10 juta, saya rasa 20 juta di Brazil untuk 1 minggu lebih dari cukup. Jadi 50 juta ini kurang gimana ya? (p.s.: saya ngomong kalimat sepanjang ini dalam 1 tarikan napas saja saking deg-degannya, makanya begitu kelar langsung ngos-ngosan) 
Petugas: Tapi kalo dari saya masih ngerasa kurang, saya nggak bisa bantu untuk mengajukan ini ke konsuler. 
Eky: *eye roll* *<— nggak deng* 
Petugas: Jadi saya sarankan kamu untuk melampirkan tabungan yang lain. Kalau hanya punya 1 tabungan, bisa melampirkan rekening orang tua kamu ditambah surat izin orang tua dan fotokopi akte kelahiran. 
Eky: Boleh tau kira-kira minimal harus ada berapa di tabungan, Pak? 
Petugas: Dari kita nggak ada minimalnya sih, tapi yang dirasa cukup saja untuk biaya hidup di sana dan pulang lagi ke Indonesia. 
Eky: *eye roll lagi* *nggak deeeng lagi* Kalau 70-80 juta rupiah apakah cukup? 
Petugas: Ya sepertinya cukup, dilampirkan saja ya rekening tabungan kamu yang lain atau rekening orang tua kamu. Tapi jangan lupa lampirin surat izin dan fotokopi akte ya.
Setelah percakapan itu, dia merapikan berkas yang saya bawa dan menuliskan dokumen apa saja yang perlu dilengkapin di formulir saya. Kemudian dia memberikan secarik kertas dan bilang "kalo 2 dokumen ini udah dilengkapin, kamu bayar dulu aja 20 dolar untuk biaya visa di BCA yang ada di lantai dasar gedung ini. Kalo udah kamu kesini lagi supaya bisa diproses aplikasinya."
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Visa Brazil RER
Formulir dengan catatan dokumen yang harus dilengkapi

Saya ngeiyain aja dan jalan keluar embassy dengan gontai. Selama beberapa hari saya pusing mikirin apakah mau ke Brazil atau nggak. Tapi akhirnya saya memantapkan hati untuk tetep ke Brazil setelah dapet support dari Mama dan Ayah. Katanya kalo udah niat ya dijalanin aja sambil berdoa supaya dilancarin.

Hari Senin tanggal 22 Februari saya dateng lagi ke kedutaan dengan 2 dokumen tambahan yang diminta. Saya sengaja nggak bayar visa dulu karena kalo dokumen ini masih dibilang kurang juga saya akan batalkan liburan ke Brazil-nya.

Kali ini yang ada di loket bukan Bapak yang sebelumnya, melainkan seorang Mbak. Fyuh, lega. Dia meriksa ulang dokumen yang saya bawa tapi nggak se-detail Bapak sebelumnya. Dia mengembalikan polis asuransi yang saya lampirkan dan minta pasfoto 4x6 untuk ditempel di formulir karena yang 3x4 ini katanya kekecilan. Untuuuung aja saya bawa seplastik pasfoto berbagai ukuran bekas persiapan wisuda, jadi nggak perlu bolak-balik ke kedutaan lagi. Setelah dia meng-OK-kan semua dokumen, saya diminta untuk bayar visa di BCA di bawah. Sebenernya bisa di BCA mana aja bayarnya, tapi biar nggak ribet saya bayar di BCA Menara Mulia aja.

Biaya visa turis Brazil yang seharga 20 USD (update: per Mei 2015 ternyata harga visnya sudah menjadi USD 80 alias 4X LIPAT HARGA AWAL) itu dikurs menjadi sekitar Rp274.000, ditambah biaya materai yang diminta BCA seharga 6.000 jadi saya bayar Rp280.000. Prosesnya sekitar 10 menit. Oh ya, ada baiknya kalian bawa tanda pengenal lain karena petugas BCA minta tanda pengenal. KTP saya waktu itu di satpam Menara Mulia untuk ditukar dengan visitor ID dan paspor saya di kedutaan Brazil, jadi saya kasih SIM ke petugas BCA. Saya nggak tau tapi ya tanda pengenal apa aja yang diterima selain KTP, SIM, dan Paspor.

Dari BCA kalian bakal dapet 1 slip setoran asli dan 1 fotokopi. Yang asli untuk kedutaan, yang fotokopi buat kita. Selesai bayar, naik ke lantai 16 lagi untuk kasih bukti bayar dan petugas embassy memberikan bukti penerimaan dokumen yang harus dibawa saat mengambil paspor. Tertulis di kertas tersebut bahwa saya diminta untuk mengambil paspor hari Senin, 29 Februari 2016 (5 hari kerja dari tanggal pengumpulan berkas).
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Visa Brazil Receipt
Bukti penerimaan dokumen visa Brazil

3. Mengunggu kabar
Sekarang masuk ke tahap yang bisa bikin gundah gulana dan tidak tenang. Walaupun cuma 5 hari kerja, tapi tetep aje deg-degan nungguinnya. Masalahnya belum beli tiket dan takut kalo makin lama harga tiketnya yang udah mahal bakal makin mahal lagi.

Untungnya web pengisian formulir visa Brazil punya fasilitas tracking progress aplikasi visa. Di web yang baru tapi saya nggak nemu nih caranya gimana untuk tracking. Kalo di web yang lama, tinggal masukin nama dan tanggal lahir, langsung ketauan udah sejauh apa prosesnya. Ada 4 tahap, yakni:
a. Received: formulir aplikasi online kamu udah diterima
b. Processing: berkas-berkas kamu sudah diterima dan lagi diproses
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Status Visa Processing

c. Authorized: sepertinya ini maksudnya udah ada keputusan untuk aplikasi visa kamu. Tapi ini bikin bingung sih, authorized apakah sudah pasti diterima?
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Status Visa Authorized

d. Ready for Collection: paspor sudah bisa diambil di embassy
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Status Visa Ready for Collection


Karena gusar, page status ini saya refresh tiap 1-2 jam sekali hahaha. Saya masuk tahap processing itu Senin (22 Feb), authorized Rabu (24 Feb) jam 12 siang, dan ready for collection Jumat (26 Feb) sekitar jam 11 pagi.

Begitu lihat statusnya yang ready for collection, saya langsung telpon embassy untuk nanya apakah bisa diambil hari itu atau nggak. Ternyata nggak bisa dan harus sesuai jadwal di kertas bukti penerimaan dokumen. Huff.

4. Mengambil paspor
Untuk pengambilan paspor, embassy buka setiap hari Senin-Kamis jam 13.30-15.30 dan setiap Jumat jam 12.30-13.30.

Sesuai tanggal di kertas bukti, saya dateng ke embassy hari Senin, 29 Februari jam 13.30. Begitu diperbolehkan masuk sama satpam, saya langsung ke loket dan bertemu dengan Bapak yang menerima dokumen saya pertama kali. Saya kasih kertas bukti dan dia ngasih paspor saya. Ternyata visa saya granted! Alhamdulillah!
Pengalaman Mengurus Visa Brazil di Jakarta - Visa Brazil
Alhamdulillah, another sticker! :))

Sambil senyum-senyum girang saya cek apakah data diri saya di visa udah bener. Btw saya dapet multiple entries dengan duration of stay 30 hari. Ini 30 hari nggak tau karena masalah rekening koran yang terlalu sedikit itu atau karena paspor saya yang akan expired dalam waktu dekat. Tapi info yang saya dapet, umumnya kalian bisa stay up to 180 hari (6 bulan) di Brazil. Tak apalah 30 hari, lagian saya juga di Brazil nggak sampe seminggu.

Kalo semua data di visa udah ok, diminta isi leger gitu. Kalo saya perhatiin legernya, yang ngajuin visa dalam rentang seminggu nggak lebih dari 20 orang deh kayaknya. Brazil masih belum jadi destinasi liburan orang Indonesia berarti ya. Hmm tapi mau ada Summer Olympics 2016 di Rio, mungkin bakal meningkat saat itu.

Oh ya, kemarin sempet baca di salah satu web berita online di Indonesia tentang bebas visa Brazil dalam rangka olimpiade 2016. Menurut berita tersebut, kalo kalian dateng ke Brazil antara Juni sampai September 2016 kalian nggak perlu urus visa terlebih dahulu. Informasinya segitu doang, berarti safe to assume berlaku untuk semua kewarganegaraan dong? Tapi ternyata salah! Menurut berita di web-web lain (contohnya Reuters di link ini), bebas visa Brazil selama olimpiade 2016 hanya berlaku untuk pemilik paspor Amerika Serikat, Jepang, Kanada, dan Australia. Dan mereka harus dateng antara tanggal 1 Juni 2016 hingga 8 September 2016. Jadi buat orang Indonesia yang mau nonton olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, harus bikin visa dulu ya!

Well, panjang banget ya tulisan ini. Nggakpapa lah ya, supaya jelas banget gitu proses mengurus visa Brazilnya. Semoga tulisan ini bisa membantu kalian yang mau liburan ke Brazil ya! Don't hesitate to ask me through comment section if you guys have anything to ask :D

Embassy of Brazil in Jakarta
Menara Mulia Building, 16th fl.
Jalan Jendral Gatot Subroto Kav. 9-11, Jakarta, 12930
Tel +62 21 526 5656
Fax +62 21 526 5659
Pengajuan visa = Senin — Kamis (08.30 —  12.30), Jumat (08.30 — 11.00)
Pengambilan paspor = Senin — Kamis (13.30 — 15.30), Jumat (12.30 — 13.30)
http://jacarta.itamaraty.gov.br/en-us/

37 comments:

  1. Asikkkkkkk nonton Olimpiade yaaah, ditunggu cerita serunya di Rio :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggaak, saya ke Brazilnya udah awal bulan Mei lalu :)) Pengennya juga pas Summer Olympics, tapi nggak match sama alokasi jadwal cutinya :(

      Delete
  2. Deg2an kalo soal duit di rek koran, dikira gampang x nyari 50 jt dan pinjeman sampe 80 jt haha *stres

    Aku waktu apply visa US aja gak sampe segitu duitnya, dan gak dicek pula rekening dan daftar kemiskinan alias aset

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhhh iya makanya saya agak panas waktu itu, itu ngumpulinnya juga udah susah masa disuruh lebihin lagi?

      Wah kalo visa US emang jarang diminta gitu ya kayaknya, beberapa kali baca-baca katanya bener-bener interview doang.

      Delete
  3. Saran dikit aja sih ky. Kayanya ada baiknya jangan sebutin nominal minimal baik untuk pengajuan maupun data pribadi kamu meskipun kamu ga spesifik sebutinnya. Bisa jadi bumerang di jaman sekarang yang kasus kejahatan daringnya cukup riskan.
    Kedua , ati ati selama di Rio. Deket olympics nya juga. Copetnya serem serem saya liat di youtube. Di jalan raya yang banyak orang aja mereka bener bener berani ngerampas kalung atau handphone sampe bener bener dapet kalo mereka liat kamu sebagai sasaran empuk. Mo kamu sampe guling guling di jalan mereka akan tetep rebut. Kisaran remaja lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi there, sure sure. Thanks for the concern ya. Will edit the nominal a bit.

      Saya juga banyak banget baca safety warning di TripAdvisor sebelum berangkat ke Rio. Alhasil jadi parno banget selama di sana dan jarang ngeluarin HP/kamera. Alhasil menyesal karena fotonya dikiiit :( Tapi dari pengalaman saya sendiri, nggak segitunya sih. Atau mungkin itu saya lagi beruntung aja kali ya.. alhamdulillah deh.

      Delete
  4. Huaaa, mau ke Brazil nih? Hehehehe :) .

    Hmm, sulit juga ya kalau kriterianya jumlah tabungannya mesti "menurut perasaan saya". Hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah pulang, Zilkoo. Liburannya awal Mei lalu tapi baru sempet nulis sekarang :))

      Delete
  5. Emang sih ya, masalah nominal emang abu-abu banget, ga ada yang pasti. Kayak waktu ngurus OZ visa, kisarannya sktr 50 jutaan, tapi itu juga ga tau sih, pasti ga nya haha. Ya gitu lah seninya ngurus visa lolss ...

    Sayangnya OZ visa ga ada stikernya, cuma selembar kertas hiks ... tp asiknya bs dpt 1 tahun multiple entries ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woh OZ perlu 50 juta ya? Banyak amat padahal cuma selemparan kolor…

      Aseeek lumayan banget dapet setahun multiple! Cap masih ada nggak di imigrasinya, Tim?

      Delete
  6. Mau nanya dong,kalau kita mendapat invitation later dari teman yang tinggal di brazil dan orang itu akan menanggung semua dari mulai tiket pesawat dan akomodasi dan biaya selama di brazil,apakah tetap di rekening koran saya harus ada minimal 50 juta?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Lastria,

      Saya kurang tau pasti aturannya gimana. But if I were you, saya bakal lampirin rekening pribadi (berapapun jumlahnya), namun ikut melampirkan rekening koran yang mengundang. Waktu itu pernah melihat yang seperti ini di Kedutaan Belanda.

      Tapi jika ingin yang pasti-pasti, ada baiknya langsung telepon aja ke kedutaan Brazil. Good luck ya!

      Delete
  7. Oh gitu,tapi untuk mendapatkan visa ke brazil ga sesulit seperti ke US Kan yah?��

    Anyway thanks refky atas infonya,jadi tau sekarang saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm.. saya belum ada pengalaman mengurus visa US :(

      Delete
  8. Replies
    1. Sama-sama, Lastria! Good luck ngurus visanya, semoga lancar dan granted biar bisa liburan ke Braziiil!

      Delete
  9. Salam kenal mas Refky. Saya baru di blog mas nih gara2 nyari info soal dokumen perjalanan. Mau tanya mas kalo beli tiket sebelum atau sesudah visa keluar biasanya? Saya lagi nunggu tiket2 promo utk taun depan ke negara2 barat tapi masih perlu cari info mengenai visa. Thanks for posting this useful blog. Salam, Michael.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Michael, salam kenal juga ya :D

      Wah ini tergantung sama harga tiketnya sih haha. Kalo emang murah banget dan saya yakin nggak bakal ada yang lebih murah dari itu, saya (sok) berani beli tiket dulu. Contoh: waktu itu liburan ke Jepang dapet tiket AirAsia KL-Osaka 700ribu sekali jalan, KL-Beijing 650ribu sekali jalan, dan yang baru-baru naik Qatar Airways ke Eropa 4.5 Juta PP. Pasti saya nyesel kalo emang udah niat liburan terus nggak beli, jadi saya gambling aja.

      Tapi kalo tiketnya nggak murah-murah amat, mending nunggu visa jadi dulu aja. Kayak tiket ke Brazil ini, belinya baru setelah dapet visa.

      Intinya adalah kalo sekarang kamu udah niat mau liburan, udah ada anggaran untuk tiket, kalo nemu tiket yang harganya kamu rasa murah dan kalo naik bisa bikin liburan kamu batal, then langsung beli aja. Tapi kalo sekiranya belum ada yang masuk anggaran, atau anggaran kamu fleksibel, then bikin visa dulu supaya aman.

      Panjang amat jawaban saya, bisa jadi 1 post sendiri nih kayaknya :))

      Delete
    2. Wah strateginya cerdik hehehe, thank you for the reply mas. Ini bulan oktober ada promo tiket murah soalnya ke europe, tapi ga semurah Qatar yg mas dapet kemarin sih

      Delete
    3. Itu emang ajaib sih si Qatar :)) Nemu berapa mas? Kemarin saya iseng nemu Turkish Airlines USD 482 Kuala Lumpur - Amsterdam PP. Say, Jakarta - KL PP USD 120. Total USD 600 ke Eropa PP dengan Turkish? Lumayan bangett!

      Delete
    4. Iya saya juga dapat turkish airlines pake multi city KL-AMS, baliknya paris-jkt jadi USD 513. Vietnam Airlines juga kemarin sempet promo Jkt-london return Rp. 2.6jt (belum taxes), total sama tax jadi Rp. 6juta. Tapi itu semua periode penerbangannya 2016 jadi sy ga ambil, tahun depan baru dapat jatah cuti soalnya, maklum karyawan baru. Kemarin lebaran ada trip kemana mas? ditunggu ceritanya

      Delete
    5. Wah lumayan banget tuh USD 513! Turkish Airlines enak loh makanannya, dapet branded amenity kits juga even in economy :))

      Saya lebaran di rumah ajaa, malah sempet ngantor pas cuti bersama. Lumayan bisa nambah jatah cuti nanti-nanti hahaha

      Delete
  10. Selamat pagi rifqi,maaf sebelumnya mau nanya lagi perihal visa brazil!
    Tgl 24 juli kemarin saya sudah datang ke kedutaan brazil bersama teman saya yang menginvite saya untuk ke brazil,semua persyaratan sudah saya lengkapi dan hari itu juga saya membayar uang 80 usd untuk peng-apply an visa,dan dikertas itu tertulis tgl 2 August saya diminta untuk datang kembali ke kedutaan,dan bapak dari kedutaan bilang ke saya (kalau kamu berangkat tanggal 6,tanggal 2 ini visa kamu sudah jadi kok)
    *karena sebelumnya saya bilang saya akan berangkat di tanggal 6 agustus ini*

    Tapi sampai saat ini saya mencoba mengecek visa saya di status nya masih *under review* baru tahap ke 2 dari 4 tahap yang ada disitu
    Sedangkan saya lihat di tulisan kamu,sebelum jadwal pengambilan visa di web pengecheck an visa sudah ready for delivery ...

    Apakah visa saya ditolak yah?
    *garukgaruktembok*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Lastria,

      Mungkin berhubung lagi ada Olympics di Brazil sistem mereka juga lagi rame kali ya, makanya di H-1 jadwal pengambilan kamu masih under review. Tapi sekarang berhubung udah lewat tanggal 6, gimana kemarin visanya jadi tanggal 2 Agustus kah? And how's Brazil? Must be good during summer heat and Olympic vibe!

      Delete
  11. wah kok kita gak papasan bln mei di rio :D
    sekedar info, visa turis brasil berlaku maksimal 90 hari tp utk WNI bisa perpanjang di sana dgn mudah. jd tidak benar ada visa turis yg dikasih 180 hari.
    si bapak yg di loket emang agak rese walo sopan. akhirnya saya ngomong ama bosnya, beres gak pake nambah ini itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahh, I see. Thanks for the info!

      Hahaha kebagan juga ya bapak yang di loket itu. Berarti bukan saya doang yang ngerasain demikian :)) Kamu emang masalah apa sampe minta ngomong ke bos-nya?

      Huwooow tanggal berapa kemarin ke Rio? Berapa lama ke Brazil dan kemana ajaa? Saya cuma 3 hari dan di Rio ajaa, semoga bisa baliik buat ke Iguazu, Salvador, Brasilia, etc etc.

      Delete
    2. saya minta visa maksimal 90 hari, makanya diresein. tp emang biasanya kalo minta visa di atas 2 minggu, WNI sering diresein jd bukan cuma beliau aja sih. cuma enaknya si bapak, dia sendiri yg nyuruh saya ngomong ke bosnya langsung. biasanya saya yg 'menuntut' bicara ama bos konsuler.

      kemarin di brazil sekitar 2,5 bulan, di rio 10 atau 11 hari (lupa). rencana perpanjang gak jadi, soalnya bosen jg kelewat mirip indonesia haha. saya mulai dr sao paulo, naik ke utara sampai belem, nyebrang ke suriname, guyana, venezuela, balik ke brazil dr boa vista (perbatasan di utara) turun ke selatan sampai balik lagi ke sao paulo.

      Delete
    3. Amazing! Puas banget 2.5 bulan menjelajah Brazil dari tengah ke atas ke bawah. Suriname, Guyana, Venezuela seru nggak?

      Delete
    4. suriname asik bgt buat tempat nongkrong santai. tp nyamuknya ganas bgt & puanasnya luar biasa. kalau suka trekking, venezuela asik.

      Delete
    5. Tks ya infonya sangat bermanfaat sekali, mau tanya pake booking airline apa untuk transpor lokalnya, sy browsing semuanya minta pake CC u pembayaran ga ada yg bisa reservasi dulu tanpa issued tiket? Tks ya

      Delete
    6. Halo, kemarin saya booking di website-nya TAM. Pilih pay at office lalu print itinerary-nya.

      Delete
  12. Hallo mas, mau nanya dong waktu serahin berkas ga ada biometriknya yaa

    ReplyDelete
  13. Halo refky, makasih bgt sebelumnya karena baca blog ini gue jadi tau kondisi gedung menara mulia krn gue mau kesana utk buat visa meksiko. Btw, skalian promosi nih kemarin abis buat visa meksiko siapa tau bisa bermanfaat utk yg lain. Krn waktu mau buat ini visa ngerasain bgt susahnya krn jarang ada referensi dr blog lain

    http://selamatpagipulpen.blogspot.co.id/2016/10/cara-membuat-visa-mexico-di-jakarta.html?m=1

    Semoga bermanfaat dan bs ngebantu!
    Makasih refky. Terusin nulisnya btw hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Liliana, sama-sama. Glad that I can help!

      Ahhhhhh Mexico! Pengen banget ke sana, hopefully sometime next year bisa ke sana demi Chichen Itza. Meluncuuuurr ke blog kamu. Nanti kalo saya udah fix, bakal nanya-nanya ah gimana detailnya, termasuk gimana di Meksiko.

      Delete
  14. Hi mas saya mau nanya kalau misal kita ikut tunangan/calon suami siapa yang menanggung biaya dan berapa kira2 biaya yang dibutuhkan untuk mengurus visa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, berhubung masih calon suami, saya kurang yakin boleh saling menanggung biaya. Jika memang boleh, sepertinya minimal 100 juta tabungannya karena masing-masing butuh 50 juta. Ada baiknya dipastikan saja ke kedutaannya ya. Good luck!

      Delete