Saturday, December 8, 2018

Flight Review: Qatar Airways 777-300ER Qsuite Business Class from Doha to Sydney (+ Tips untuk Mencobanya!)

Saya menghadiahi diri sendiri naik Qsuite dalam rangka ulang tahun ke-25. Hampir 1 hari saya habiskan di Qsuite karena saya terbang tanggal 26 November jam 07.55 pagi waktu Doha dan mendarat keesokan harinya jam 06.25 pagi waktu Sydney. Total 14 jam di Qsuite! Sangat excited dengan penerbangan ini karena Qatar Airways dinobatkan sebagai maskapai dengan business class terbaik dan Qsuite dinobatkan sebagai kursi business class terbaik. Mereka pun berani kasih tagline "First in Business" ke Qsuite.


CHECK-IN
Sebagai penumpang yang terbang dengan rute Sofia – Doha – Sydney, seharusnya ketika di Doha saya bisa langsung masuk ke lounge. Tapi berhubung perlu nambah 1 bagasi yang perlu di check-in, saya ke luar imigrasi, mandi di arrival lounge, lalu ke check-in counter.

Di Hamad International Airport, penumpang business class ada jalur khusus untuk check-in, yakni line 2. Check-in berjalan lancar dan bagasi tambahan 1 langsung diberi tag untuk ke Sydney. Penumpang kelas bisnis mendapatkan jatah bagasi 40 kg. Setelah check-in, ada jalur security khusus, demikian juga imigrasi. Namun berbeda dengan ketika naik first class, nggak ada eskalator yang langsung nyambung ke lounge.

Dedicated business class check-in

LOUNGE
Saya mendapatkan akses ke Al Mourjan Business Class Lounge yang pagi itu ampun-ampunan ramenya. Walaupun udah kekenyangan di penerbangan sebelumnya, saya tetap menuju ruang makan yang terletak di lantai 2. Sama aja penuhnya, tapi untung ada 1 meja yang kosong. Saya cuma makan pancake pagi itu karena tau bakal makan lebih banyak di pesawat.

Al Mourjan Business Class Lounge Entrance

Qatar Airways QR906
Doha (DOH) to Sydney (SYD)
STD: 07.55 (GMT+3)
STA: 06.25+1 (GMT+11)
Boeing 777-300ER

Blogger Tricks

Monday, November 26, 2018

25

Halo dari langit Bay of Bengal!

Alhamdulillah bertemu lagi dengan tanggal 26 November. Kali ini saya lagi dalam penerbangan menuju ke Indonesia setelah liburan di Eropa tapi rada muter karena transit via Sydney. Kalau tahun lalu ketika saya terbang dari Jakarta ke Eropa via Sydney, sekarang saya terbang dengan rute yang sebaliknya yakni dari Eropa ke Jakarta via Sydney. Dalam tulisan ini udah sempet saya jelasin alasan saya muter ke Sydney, lalu sekarang apa alasannya?

Karena pada akhirnya saya bisa merayakan ulang tahun di pesawat!!! Setelah beberapa tahun belakangan saya pengen banget ngerayain ulang tahun di pesawat tapi jadwalnya nggak pernah cocok, akhirnya tahun ini saya memutuskan untuk cuti di periode ulang tahun saya. Nekat banget karena sebenernya lagi musim banyak kerjaan, tapi ya kapan lagi (ps: akhirnya saya tiap hari masih tetep kerja juga haha). Saya rasa momennya pas, yakni di ulang tahun yang tergolong “milestone” yang ke-25, rasanya perlu dilakukan dengan hal yang berkesan.

Qatar Airways Qsuite - Business Class B777-300ER

Friday, November 23, 2018

Nekat Mendaki di Montenegro Saat Hujan

Halo dari Montenegro!

Saya tertarik banget dengan kota Kotor di negara Montenegro. Kalo orang biasanya day trip dari Dubrovnik, saya sengaja nginep 2 malam di sini supaya bisa eksplor kotanya seharian ditambah mengunjungi kota di dekatnya yang nggak kalah indah: Perast, Budva, dan Sveti Stefan.

Bay of Kotor, Montenegro

Sayangnya dari saya tiba semalam selalu hujan sampai pagi ini. Perast, Budva, dan Sveti Stefan langsung dicoret dan saya menimbang untuk di hostel aja seharian buat istirahat. Pegel juga 4 hari di Mostar dan Dubrovnik jalan kaki belasan kilometer per hari, belom lagi naik turun tangganya. Tapi kalo dipikir kok sayang udah di sini tapi gak ngelihat Kotor dari atas yang cantik itu. Akhirnya dengan sedikit nekat (dan bodoh) saya mutusin untuk hujan-hujanan naik bukit.

Jalur pendakian

Tuesday, October 30, 2018

Pengalaman Terbang dengan Japan Airlines

Ketika pulang dari Tokyo, saya sengaja memilih pesawat Japan Airlines di rute Tokyo-Narita ke Hong Kong karena codeshare dengan Cathay Pacific. Jadi dalam 1 tiket saya bisa mencoba 2 maskapai baru, yakni Cathay Pacific dan Japan Airlines.

Economy Class Cabin

CHECK-IN
Saya tiba di Narita International Airport Terminal 2 dengan menggunakan kereta dari kota. Setibanya di sana saya langsung bergegas menuju check-in counter. Suasana sore itu cukup ramai dan terdapat antrian panjang di bagian kelas ekonomi karena terminal 2 ini merupakan “kandang”-nya Japan Airlines dan banyak pesawat yang berangkat di jam 5 sore hingga 8 malam. Untungnya saya merupakan member oneworld Sapphire jadi bisa pakai check-in counter JAL Global Club yang lebih sepi.

JAL Global Club Check-in Counter

Penumpang kelas ekonomi Japan Airlines untuk rute Jakarta-Tokyo akan mendapatkan jatah bagasi 2 x 23 kg, berarti bisa memasukkan 2 koper yang berat masing-masing maksimal 23 kg. Namun karena tiket saya codeshare, sepertinya jatah bagasinya mengikuti jatah bagasi Cathay Pacific, yakni 20 kg. Saya nggak begitu mempermasalahkan karena cuma bawa 1 koper kecil. Setelah drop bagasi dan diberikan tag priority, saya diberikan 2 boarding pass untuk leg Tokyo – Hong Kong dan Hong Kong – Jakarta, jadi ketika transit di Hong Kong nggak perlu ambil boarding pass lagi.

Japan Airlines Boarding Pass

Sunday, October 28, 2018

Tiket Qatar Airways yang Sudah Tidak Semurah Dulu

Saya baru tahu maskapai Qatar Airways tahun 2013 ketika saya beli tiket dengan rute Kuala Lumpur - Istanbul - Jakarta dengan harga kurang dari Rp5 juta.

Qatar Airways at Hamad International Airport

Pembelian tiket multi-city (pergi dan pulang bukan dari kota yang sama) ini kemudian terus saya gunakan sehingga beberapa kali mendapatkan harga yang lebih murah dibanding tiket pulang-pergi. Harga promo yang hampir tiap tahun ada bahkan kadang 2 kali dalam 1 tahun ditambah cara di atas menyebabkan semua pembelian tiket Qatar Airways saya selalu multi-city, baik itu open-jaw maupun double open-jaw:
  • Kuala Lumpur – Istanbul – Jakarta (open-jaw)
  • Kuala Lumpur – Amsterdam // Barcelona – Singapore (double open-jaw)
  • Sydney – Athens // Madrid – Jakarta (double open-jaw)
  • Hanoi – Warsaw // Helsinki – Jakarta (double open-jaw)
Rute tiket Qatar Airways yang pernah saya beli

Berdasarkan hasil coba-coba saya waktu itu, hampir nggak ada batasan pembelian tiket multi-city. Satu batasan yang saya tau cuma jumlah maksimal benua dalam 1 tiket adalah 3 benua. Tiket paling ekstrim yang saya beli, Sydney – Athens // Madrid – Jakarta memenuhi syarat ini, yakni Australia, Eropa, Jakarta makanya harga yang saya dapatkan tergolong murah. Saya juga pernah coba Bali – Johannesburg // Johannesburg – Helsinki dan masih mendapatkan harga yang masuk akal.