Thursday, June 21, 2018

Akhir Pekan di Hong Kong Demi Singapore Airlines New Suites

Pada suatu Jumat pagi setelah selesai meeting saya cek email dan mendapatkan kabar bahwa waitlist saya cleared untuk terbang dari Hong Kong ke Singapore dengan Singapore Airlines A380 New Suites (ditambah Singapore – Jakarta dengan First Class)! Setelah nunggu hampir 3 bulan, akhirnya dapet kabar baik juga. Tanpa pikir panjang, saya langsung issued tiketnya, begitu juga dengan tiket Jakarta – Hong Kong dan hostel untuk 1 malam di sana. Sejauh yang saya ingat, ini perjalanan ke luar negeri yang paling mendadak – semua baru dipesan 1 minggu sebelum berangkat! :D

Hong Kong Cityline

Mungkin kalian berpikir saya kurang waras menghabiskan akhir pekan di Hong Kong. Nantikan cerita selanjutnya saat saya menghabiskan weekend di Paris. Yes, you read that correctly. Terbang dari Jakarta hari Sabtu dini hari menuju Paris dan mendarat lagi di Jakarta hari Senin.

Dining On Board Singapore Airlines A380 New Suites

ITINERARY
Day 0: Jakarta – Kuala Lumpur
Untung banget dapet tiket Malaysia Airlines yang lebih murah dari AirAsia dan Tigerair untuk berangkat ke Hong Kong. Walaupun duduk di kelas ekonomi, saya mendapatkan segala bentuk priority seperti yang pernah saya share di tulisan berikut.

Saya menghabiskan malam di Regional Lounge-nya Malaysia Airlines. Berhubung pesawatnya delay dan kehabisan nap room, jadi saya tidur di sofa yang agak mojok. Bantal ada banyak di sofa dan mereka menyediakan selimut di lounge.

Malaysia Airlines Business Class Lounge - KLIA

Blogger Tricks

Tuesday, June 19, 2018

Menghabiskan Libur Cuti Bersama Lebaran 2018

Hari ini merupakan hari terakhir cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1439 H. Walaupun pemerintah akhirnya memutuskan cuti bersama jatuh pada tanggal 11 – 20 Juni 2018 (setelah labil), kantor saya mengikuti jadwal cuti bersama yang awal, yakni 13 – 19 Juni 2018.

Bersama Keluarga
Ngapain aja selama cuti bersama tahun ini? Kalau tahun lalu saya berangkat ke Eropa di hari Lebaran sampai seminggu setelahnya tanpa mengurangi jatah cuti, tahun ini saya di rumah aja kumpul bareng keluarga (well, actually banyakan tidur-tiduran di kasurnya sih :p). Walaupun ada libur 7 hari, saya mengharuskan diri sendiri untuk Idulfitri di rumah sehingga waktu liburnya jadi cuma 5 hari. Udah gitu tiket pesawat ke Kuala Lumpur atau Singapore hampir 3 juta PP dengan pesawat low cost (AirAsia, Jetstar, dll). Akhirnya memutuskan untuk nggak pergi kemana-mana deh. Tahun ini udah keseringan pergi juga, jadi rusak deh resolusi tahun ini. Bilangnya mau kurangin liburan dan fokus nabung, tapi di semester pertama tahun ini aja tiap bulan pergi terus… :(

Pas saya bilang ke Ayah sama Mama kalo tahun ini nggak kemana-mana, reaksi mereka:
  • “Ah yang bener?”
  • “Kamu nggak tiba-tiba berangkat lagi kayak tahun lalu?”
  • “Habis makan ketupat mau ngambil koper di atas ya, Kak?” —> ini becandain apa yang saya lakukan tahun lalu

Thursday, June 14, 2018

Rekomendasi Tempat Servis Kamera dan Koper di Jakarta

Kamera dan koper, dua perlengkapan yang sering dibawa saat melakukan perjalanan. Seiring dengan berjalannya waktu dua barang ini bisa saja rusak. Berhubung saya cukup kesulitan saat mencari rekomendasi tempat untuk servis kamera dan koper ketika keduanya bermasalah, saya mau share di sini supaya kalau ada yang membutuhkan bisa menemukan infonya dengan mudah.

Disclaimer: foto ini gak ada hubungannya dengan tulisan, supaya thumbnail post-nya bagus aja :p Ini di Hallstat, btw.

Servis Kamera
Saat liburan ke Beijing, adik saya lapor kalo hasil foto dengan kamera saya ada bintik-bintik hitam di semua fotonya. Berikut contohnya.

Temple of Heaven dengan bercak hitam

Waktu itu saya langsung cranky dan marahin adik saya berhubung sebulan sebelumnya saat kamera tersebut saya bawa liburan ke Beijing masih berfungsi dengan normal. Saat liat fotonya saya langsung mikir kalo lensanya kotor, tapi adik saya bilang dia udah lap dengan lap kacamata (fiber) tapi masih ada bercak hitamnya. Kemudian saya googling dan katanya ada kemungkinan optik kameranya kotor dan perlu dibersihin.

Setelah baca di salah satu forum, saya bawa kameranya ke Toko Kurnia Camera Service yang terletak di Pasar Baru. Jauh banget dari rumah saya sebenernya ini Pasar Baru, tapi katanya hasilnya ok. Jadilah saya dan adik saya ke sana. Agak susah cari lokasinya karena hasil pencarian di Google Maps tidak mengarahkan ke tempat yang benar.

Thursday, May 31, 2018

Panduan Perjalanan ke Siem Reap, Kamboja

Setelah gagal ke Kamboja (serta Malaysia, Myanmar, dan Vietnam) di tahun 2013 lalu karena tiba-tiba homesick pas mau berangkat, negara ini menjadi tujuan berikutnya setelah saya selesai mengunjungi New 7 Wonders ofthe World. Tujuan utamanya adalah Angkor Wat yang terletak di kota Siem Reap. Kompleks candi peninggalan abad ke-12 ini merupakan salah satu tempat UNESCO World Heritage Site dan merupakan destinasi nomor 1 yang paling sering dikunjungi wisatawan versi TripAdvisor. Kenapa baru sekarang berangkatnya? Karena udah diniatin baru mau ke sini kalo ada temennya berhubung mesti sewa tuk-tuk untuk keliling dan nggak mau bayar sendiri. Pelit banget :p

Faces at Angkor Thom

Setelah 2x bikin janji dengan orang yang berbeda namun berakhir wacana, temen terakhir yang saya lempar wacana ke Siem Reap ternyata sangat bersemangat ke sini. Saya melempar wacana di awal bulan Desember, kemudian dia sering banget follow-up untuk beli tiket. Akhirnya pada awal Januari kami beli tiket. Horee jadi juga ke Angkor Wat! Saya berangkat dengan Ojan, temen kos saat kuliah di Bandung.

Angkor Wat

ITINERARY
Hari 0: Jakarta – Kuala Lumpur
Berangkat malam hari dari Jakarta setelah selesai bekerja. Setibanya di KLIA, saya naik kereta ke klia2 kemudian menginap di Capsule Hotel klia2 berhubung pesawat ke Siem Reap terbang besok pagi.

Saturday, May 26, 2018

Pengalaman Ketinggalan Bagasi dan Panduan Menyelesaikannya

Setibanya di Helsinki Airport setelah perjalanan 7 jam dari Amman (termasuk transit di Kiev selama 2 jam), saya melangkah ke bagian imigrasi. Sudah nggak sabar untuk menginjakkan kaki di Finlandia dan Scandinavia, termasuk Longyearbyen yang udaranya sejuk setelah panas-panasan selama di Jordan.

Copenhagen, salah satu tujuan liburan

Walaupun hanya pesawat kami yang tiba di Helsinki pada waktu tersebut, tapi antrian imigrasi berjalan sangat lambat. Sepengamatan saya sih karena petugasnya bertanya detail ke masing-masing pengunjung. Sekitar 3 orang nggak langsung diizinkan masuk, melainkan mesti ke ruangan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Butuh waktu sekitar 30 menit bagi saya yang berdiri di antrian bagian belakang untuk menyelesaikan proses imigrasi dan melangkah ke area pengambilan bagasi.

Setibanya di sana, layar di belt bagasi saya udah menunjukkan “LAST BAG” tapi belum ada bagasi saya di conveyor belt. Belt-nya masih bergerak, tapi sudah tidak ada bagasi lain yang keluar. Hingga akhirnya belt berhenti dan bagasi saya masih tidak nampak.

Helsinki Airport Baggage Hall

Wow, oke. Saya dalam perjalanan menuju Longyearbyen yang terletak di lingkar kutub utara dengan suhu berkisar -3 derajat sampai 5 derajat Celcius namun bagasi saya yang berisi semua pakaian musim dingin saya tidak ikut tiba bersamaan dengan saya di Helsinki. Butuh beberapa saat untuk memroses ini semua. Drama banget :p

Apa yang harus dilakukan saat ketinggalan bagasi?

1. Melapor ke petugas lost luggage di baggage claim area

Tidak jauh dari conveyor belt, saya dan satu penumpang lain dari Tel Aviv mendatangi counter lost luggage untuk melapor bahwa bagasi kami tidak terangkut. Sebenernya saya sempet memikirkan kemungkinan bagasi saya tidak sengaja terbawa oleh penumpang lain, tapi karena semua bagasi sudah diambil oleh masing-masing penumpang, kemungkinan bagasi tertukar ini menjadi kecil. Oleh karena itu saya melapor ke petugas terlebih dahulu untuk mendapatkan surat keterangan ketinggalan bagasi dari maskapai/ baggage handler.

Surat keterangan dari baggage handler, Swissport