Wednesday, November 22, 2017

Pengalaman Menagih Janji Harga Hotel Termurah

Setelah merayakan ulang tahun Ayah bulan Juli lalu dengan staycation di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, saya jadi ketagihan untuk melakukan staycation lagi untuk merayakan sesuatu. Sekarang giliran Mama yang ulang tahunnya mau saya rayain. Dalam proses pencarian hotel tujuan, supaya hemat saya tetep cari hotel yang bagus tapi masih masuk di kantong. Jadilah saya baca-baca juga blog orang yang suka nginep dengan nukerin miles, karena kadang dengan bayar nginep pakai miles bisa jadi lebih murah loh daripada bayar langsung!

Four Seasons Hotel Jakarta - Executive Suite Twin Room
Four Seasons Hotel Jakarta - Executive Suite Twin Room

Kemudian ketemu lah tips dari blog Mas Bart (sok akrab) ini, yang summary-nya adalah dengan leverage fitur Best Price Guarantee yang ditawarkan hotel. Di blog-nya dia bilang bisa nginep di hotel mewah di Paris, Amsterdam, Dusseldorf, dan lain-lain dengan GRATIS! Wah, menarik banget deh kalo ada gratis-gratis gini. Sesuai namanya, fitur Best Price Guarantee ini dibuat oleh si penjual untuk meyakinkan pembelinya supaya beli aja lewat dia karena harga yang dikasih udah dijanjikan paling murah se-jagat raya (lebay – tapi beneran! Hahaha). Ada yang lebih murah? Buktiin ke penjualnya dan si pembeli akan dapet kompensasi.

Blogger Tricks

Thursday, November 16, 2017

Exploring the Beauty of Central Europe

Walaupun sudah bertekad untuk tidak jalan-jalan lagi di tahun 2017 setelah menyelesaikan liburan dengan rute yang absurd (well, siapa coba yang dari Jakarta ke Athens tapi transitnya di Sydney dan Doha?!), ternyata saya hanyalah manusia biasa yang lemah akan godaan cuti bersama. Yes, liburan kali ini bukan karena tiket murah, melainkan lebih karena cuti bersama dalam rangka merayakan Idul Fitri. Tahun ini cuti bersama totalnya 5 hari kerja, sehingga setelah ditambah libur Idul Fitri sendiri (2 hari) dan weekend, total waktu libur yang ada adalah sepanjang 10 hari, dimulai dari tanggal 23 Juni (Jumat) sampai 2 Juli (Minggu).

Setelah sudah dapat waktu liburan, berikutnya adalah menentukan destinasi. Ini nggak terlalu susah karena saya masih pengen banget ke Eropa Tengah setelah membatalkan liburan ke sini di tahun 2015 karena harus masuk kerja. Rute-nya pun kurang lebih mirip dengan plan sebelumnya, yakni Praha – Vienna – Bratislava – Budapest. Kenapa? Karena destinasi ini terkenal dengan keindahan kotanya dan landmark-nya, pas banget dengan kesukaan saya. Visa Schengen juga udah nggak perlu urus lagi karena masih berlaku sampe 2021. Ahiy!

Hallstatt, Austria
Hallstatt, Austria

Menyadari bahwa periode tersebut merupakan peak season, saya nggak berharap banyak dengan tiket murah. Kalau nggak ada yang murah, ya udah nggak jadi liburan. Namun untungnya setelah utak-atik mesin pencarian dengan mode multi-city, saya menemukan tiket dengan rute Jakarta – Amsterdam dan Budapest – Jakarta seharga Rp10.2 juta dengan Qatar Airways. Masih 2x lebih mahal dari tiket promo Qatar Airways biasanya, tapi masih make sense, again, mengingat saya pergi di periode libur Lebaran.

ITINERARY

Wednesday, September 6, 2017

Liburan Terus (dan Gratis!) Karena Setia

Hari Sabtu minggu lalu saya berangkat ke Kuala Lumpur untuk staycation. Ngapain sih staycation lagi padahal bulan lalu baru staycation bareng keluarga? Ngapain jauh-jauh ke KL coba? Wait wait, satu-satu ya jawabnya.

Saya sengaja pilih akhir bulan ini karena sudah tau di minggu 21 Agustus kerjaan bakal berat banget berhubung ada project yang harus selesai tanggal 25 Agustus. Makanya saya sengaja pilih untuk staycation tanggal 26-27 Agustus supaya bisa refreshing abis begadang ngurusin project-nya. Terus kenapa ke KL? Well, karena kalo staycation maunya itu di hotel yang bagus biar lebih puas dan ada alesan untuk nggak kemana-mana :)) Sesuai di bagian akhir tulisan staycation pertama saya di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, saya pengen banget nyobain berbagai brand luxury hotel. Setelah melihat beberapa pilihan, akhirnya mengerucut jadi Four Seasons Jakarta dan The St. Regis Kuala Lumpur. Karena inget Lucky dari One Mile at a Time (OMAAT) pernah stay di St. Regis KL dan bilang kalo hotelnya oke banget, saya jadi memutuskan untuk mencoba hotel tersebut. Nggak tau harus seneng atau sedih kalo udah keracunan OMAAT gini :(


Loh terus gimana gratisnya? Sabaarr!

Apakah saya di endorse Starwood (induknya chain hotel St. Regis) untuk review The St. Regis KL yang baru buka tahun lalu ini? I wishhhh :( Terus, apakah saya bayar sendiri? Well, technically yes, tapi nggak keluar uang sama sekali. Kalo keluar uang mending dipake buat beli tiket Qatar Airways ke Eropa yang cuma 5 jutaan kayak kemarin :))

Jadi gimanaaaa? Sabarrr!

Kuncinya adalah kesetiaan. Duh berat bener bahasanya. Kesetiaan atau loyalitas yang saya maksud dalam hal ini adalah kepada loyalty program perusahaan di bidang travel. Saya punya 2 loyalty program yang saya geluti dengan baik: Qatar Airways Privilege Club (QRPC) dan Traveloka Club. Kalo Qatar Airways ini berhubung saya sering naik pesawat Qatar Airways jadi miles-nya dikumpulin di sana. Sementara Traveloka Club saya pakai buat travel yang general, seperti beli tiket pesawat dan hotel, berhubung tiap transaksi tiket pesawat dan hotel akan dapet yang namanya Loyalty Points.

Sekarang saya mau jelasin secara mendetail gimana saya bisa liburan terus (dan beberapa kali secara gratis), salah satu hasilnya adalah staycation di The St. Regis Kuala Lumpur kemarin. Siapa tau kalian bisa ada yang kepincut terus ikutan loyalty program keduanya, hihi.

The St. Regis Kuala Lumpur — Deluxe Room

Sunday, August 13, 2017

Kembali Hadir: Tiket PP Ke Eropa Nggak Sampe 5 Juta Rupiah!

Well well well, mau menghadirkan sebuah godaan nih ke kalian: terbang ke Eropa pulang-pergi dengan Qatar Airways di bawah 5 juta rupiah kembali hadir!

Qatar Airways A359 at Doha Airport

Berhubung Ayah pengen banget liburan ke UK buat nonton bola, sebagai anak berbakti saya beberapa kali pantau harga tiket ke sana. Kemarin waktu Travel Fair berbagai airlines, berikut harga yang saya temukan untu rute Jakarta - London PP. Notes: semua tanpa cashback ya berhubung limited banget jumlahnya dan capek antrinya

  • Cathay Pacific: Rp9 juta
  • Qatar Airways: Rp9.2 juta
  • Singapore Airlines: Rp9.6 juta
  • Garuda Indonesia: Rp10.1 juta

Udah hampir beliin yang Qatar Airways, tapi nggak jadi karena masih mau nunggu promo yang biasanya dateng di bulan September/ Oktober/ November seperti beberapa tahun lalu.

Belum lagi mengingat sedihnya ketika harus melepaskan kesempatan terbang dengan business class-nya Qatar Airways yang baru-baru ini dinobatkan sebagai World's Best Business Class versi Skytrax. Hari itu, 31 Juli, Qatar Airways kelepasan buka banyak banget "Golden Ticket" dari Ho Chi Minh City dan Hanoi ke berbagai destinasi di US, UK, Europe, dan Africa. Tiket PP business class dari Ho Chi Minh atau Hanoi ke New York, London, Manchester, Philadelphia, Stockholm, Johannesburg, dan beberapa kota lain bisa dibeli dengan harga USD 550 - USD 700 (Rp7.4 juta - Rp9.5 juta) saja per orangnya! Ditambah tiket Jakarta - Ho Chi Minh City/Hanoi yang di kisaran Rp2 - 3 juta, harga totalnya tetep murah bangett!

Qatar Airways B787 Business Class

Hanoi — Manchester PP Business Class USD 2,270 (Rp30 juta) untuk 4 orang, alias Rp7.5 juta per orang!!

Saya udah heboh kasih tau adek yang lagi di rumah supaya cepet-cepet diskusi sama Ayah dan Mama, sekalian kasih screenshot pula tanggal-tanggal yang available, tapi malah kelamaan mikir dan keburu ditarik Golden Ticket-nya. Malah temen kantor saya yang berhasil diracunin dan beli tiket ke Philadelphia untuk merayakan ulang tahunnya berhubung dia pengen banget ke US (good luck ya dengan izin cutinya *senyum simpul*).

Iseng-iseng saya cari tiket dan kayaknya emang rejeki Ayah untuk ke London, walaupun bukan business class, saya menemukan tiket PP Qatar Airways kelas ekonomi dengan harga Rp4.8 juta untuk rute Jakarta - London dan Helsinki - Singapore!!

Sunday, July 30, 2017

Completing New 7 Wonders of the World Visit: Introduction

Tahun 2014 saya mengeluarkan tulisan 7 Before 25, berisi keinginan personal yang berhubungan dengan travel. Di saat banyak traveler menghindari yang namanya target maupun bucket list karena memegang prinsip ikut ke mana saja kaki melangkah, dengan sifat saya yang seperti ini rasanya susah untuk tidak punya target yang konkret.

Chichén Itzá, Yucatán Peninsula, Mexico

Saya buat target dengat SMART framework -- specific, measurable, achievable, relevant, dan time-bound. Adanya elemen achievable membuat saya start small dulu waktu itu. Bucket list utama saya adalah ingin mengujungi 7 Wonders of the World sebelum berumur 25 tahun. Belum berani yang muluk-muluk yakni New 7 Wonders of the World karena 3 dari 7 terletak di Amerika Selatan yang sangat tidak terjangkau kantong mahasiswa. Alhamdulillah main bucket list saya saat itu tercapai 8 bulan setelah tulisan tersebut di publish, dengan kunjungan terakhir ke Taj Mahal di India.

Setelah sibuk skripsi, sidang, wisuda, dan akhirnya kerja, saya kepikiran untuk jalan-jalan lagi. Berhubung sudah punya pemasukan sendiri, setelah dihitung dengan sangat teliti ternyata Amerika Selatan bisa saya kunjungi. Maka dipilihlah Brazil dan Peru, untuk mengunjungi New 7 Wonders of the World keempat dan kelima – Christ the Redeemer di Rio de Janeiro dan Machu Picchu di Peru. Empat bulan setelahnya, saya kembali keluyuran dengan tujuan utama Petra di Jordan, New 7 Wonders of the World keenam.

The Treasury, Petra, Jordan -- New 7 Wonders of the World keenam yang saya kunjungi

Pulang dari liburan di Jordan (plus Nordic countries), tekad saya semakin bulat untuk segera menyelesaikan New 7 Wonders of the World. Berarti tempat terakhir yang perlu dikunjungi adalah Chichén Itzá di Mexico. Setelah lihat kalender tahun 2017, waktu yang memungkinkan untuk cuti adalah minggu ketiga Maret mumpung ada 1 hari libur. Pengennya sih April supaya bisa lebih lama karena bertebaran banget tanggal merahnya, tapi karena ada urusan kerjaan jadi nggak bisa deh.

Visiting My Last New 7 Wonders of the World