Monday, December 31, 2018

2018: Year in Review

Melanjutkan tradisi di akhir tahun, kali ini saya mau melakukan kilas balik selama tahun 2018. Berbeda dengan tahun lalu yang ada 3 bagian yakni travel, karir, dan kehidupan, sekarang cuma akan ada travel karena dua hal lainnya tidak ada perubahan sama sekali. Sedih sedih kecewa gimana gitu, tapi yasudahlah dari saya juga nggak ngapa-ngapain, sehingga nggak bisa banyak minta.


Untuk pertama kalinya dalam hidup, tahun ini saya terbang setiap bulan! Tapi bukan berarti setiap bulan liburan ya, karena tahun ini juga pertama kalinya pekerjaan saya mengharuskan untuk melakukan perjalanan. Berikut highlight perjalanan saya selama tahun 2018.
  • New countries visited (in order): Cambodia, Laos, Bosnia and Herzegovina, Croatia, Montenegro, Albania, Kosovo, Macedonia, Serbia, Bulgaria — total: 10
  • No. of miles flown: 80,669 miles (129,813 km) à setting another record in annual distance flown with 5% increase from last year!
  • Hit 300,000 miles flown all-time on board Qatar Airways en route Sydney from Doha
  • New airlines (in order): SriLankan Airlines, Air France, Norwegian Air Shuttle, Wideroe, Wings Air
  • New aircraft: A318, Bombardier Dash 8-300, Bombardier CRJ-900, ATR 72-200
  • 3 times on first class!!! 5 times in business class, one of which was on Qatar Airways’ award-winning Qsuite!!
Flight map 2018
Blogger Tricks

Saturday, December 22, 2018

Diskon 70% Penukaran GarudaMiles dalam Year-End Festival 2018

Mulai tanggal 10 Desember hingga 26 Desember 2018, Garuda Indonesia memiliki program Year-End Festival dimana pemilik GarudaMiles bisa menukarkan award miles yang dimiliki untuk berbagai hal, antara lain:
  • Diskon hingga 70% award dan upgrade ticket
  • Travel pass, terbang 10x mulai dari 50.000 miles
  • Penukaran dengan merchant partner, seperti Bukalapak, Zalora, Tokopedia, dan masih banyak lagi.
Lengkapnya bisa dilihat di halaman program ini.


Diskon 70% award ticket
Ini program yang paling menarik menurut saya. Berhubung GarudaMiles saya nggak banyak dan nggak tau dituker buat apa karena rate redemption-nya Garuda Indonesia ini tinggi sekali, saya sempet tertarik dengan diskon 70%. Tapi terkena jebakan marketing karena diskonnya nggak langsung 70%, melainkan:
  • Diskon 70% untuk penukaran minimal 3 orang
  • Diskon 50% untuk penukaran minimal 2 orang
  • Diskon 30% untuk penukaran 1 orang
Namun semua berubah minggu lalu ketika dapet info dari group di Facebook bahwa diskon 70% juga berlaku untuk pemesanan 1 orang. Saya langsung cek dan beneran bisa! Walaupun sempet nggak bisa selama beberapa hari, namun sekarang udah bisa lagi. Nggak tau sampai kapan diskon 70%-nya dibuka untuk 1 orang, jadi baiknya kalo punya miles bisa langsung redeem aja.

Saturday, December 8, 2018

Flight Review: Qatar Airways 777-300ER Qsuite Business Class from Doha to Sydney (+ Tips untuk Mencobanya!)

Saya menghadiahi diri sendiri naik Qsuite dalam rangka ulang tahun ke-25. Hampir 1 hari saya habiskan di Qsuite karena saya terbang tanggal 26 November jam 07.55 pagi waktu Doha dan mendarat keesokan harinya jam 06.25 pagi waktu Sydney. Total 14 jam di Qsuite! Sangat excited dengan penerbangan ini karena Qatar Airways dinobatkan sebagai maskapai dengan business class terbaik dan Qsuite dinobatkan sebagai kursi business class terbaik. Mereka pun berani kasih tagline "First in Business" ke Qsuite.


CHECK-IN
Sebagai penumpang yang terbang dengan rute Sofia – Doha – Sydney, seharusnya ketika di Doha saya bisa langsung masuk ke lounge. Tapi berhubung perlu nambah 1 bagasi yang perlu di check-in, saya ke luar imigrasi, mandi di arrival lounge, lalu ke check-in counter.

Di Hamad International Airport, penumpang business class ada jalur khusus untuk check-in, yakni line 2. Check-in berjalan lancar dan bagasi tambahan 1 langsung diberi tag untuk ke Sydney. Penumpang kelas bisnis mendapatkan jatah bagasi 40 kg. Setelah check-in, ada jalur security khusus, demikian juga imigrasi. Namun berbeda dengan ketika naik first class, nggak ada eskalator yang langsung nyambung ke lounge.

Dedicated business class check-in

LOUNGE
Saya mendapatkan akses ke Al Mourjan Business Class Lounge yang pagi itu ampun-ampunan ramenya. Walaupun udah kekenyangan di penerbangan sebelumnya, saya tetap menuju ruang makan yang terletak di lantai 2. Sama aja penuhnya, tapi untung ada 1 meja yang kosong. Saya cuma makan pancake pagi itu karena tau bakal makan lebih banyak di pesawat.

Al Mourjan Business Class Lounge Entrance

Qatar Airways QR906
Doha (DOH) to Sydney (SYD)
STD: 07.55 (GMT+3)
STA: 06.25+1 (GMT+11)
Boeing 777-300ER

Monday, November 26, 2018

25

Halo dari langit Bay of Bengal!

Alhamdulillah bertemu lagi dengan tanggal 26 November. Kali ini saya lagi dalam penerbangan menuju ke Indonesia setelah liburan di Eropa tapi rada muter karena transit via Sydney. Kalau tahun lalu ketika saya terbang dari Jakarta ke Eropa via Sydney, sekarang saya terbang dengan rute yang sebaliknya yakni dari Eropa ke Jakarta via Sydney. Dalam tulisan ini udah sempet saya jelasin alasan saya muter ke Sydney, lalu sekarang apa alasannya?

Karena pada akhirnya saya bisa merayakan ulang tahun di pesawat!!! Setelah beberapa tahun belakangan saya pengen banget ngerayain ulang tahun di pesawat tapi jadwalnya nggak pernah cocok, akhirnya tahun ini saya memutuskan untuk cuti di periode ulang tahun saya. Nekat banget karena sebenernya lagi musim banyak kerjaan, tapi ya kapan lagi (ps: akhirnya saya tiap hari masih tetep kerja juga haha). Saya rasa momennya pas, yakni di ulang tahun yang tergolong “milestone” yang ke-25, rasanya perlu dilakukan dengan hal yang berkesan.

Qatar Airways Qsuite - Business Class B777-300ER

Friday, November 23, 2018

Nekat Mendaki di Montenegro Saat Hujan

Halo dari Montenegro!

Saya tertarik banget dengan kota Kotor di negara Montenegro. Kalo orang biasanya day trip dari Dubrovnik, saya sengaja nginep 2 malam di sini supaya bisa eksplor kotanya seharian ditambah mengunjungi kota di dekatnya yang nggak kalah indah: Perast, Budva, dan Sveti Stefan.

Bay of Kotor, Montenegro

Sayangnya dari saya tiba semalam selalu hujan sampai pagi ini. Perast, Budva, dan Sveti Stefan langsung dicoret dan saya menimbang untuk di hostel aja seharian buat istirahat. Pegel juga 4 hari di Mostar dan Dubrovnik jalan kaki belasan kilometer per hari, belom lagi naik turun tangganya. Tapi kalo dipikir kok sayang udah di sini tapi gak ngelihat Kotor dari atas yang cantik itu. Akhirnya dengan sedikit nekat (dan bodoh) saya mutusin untuk hujan-hujanan naik bukit.

Jalur pendakian