Wednesday, February 27, 2019

Itinerary Liburan di Negara-Negara Balkan

Sebenernya perjalanan ini terjadi bukan karena saya pengen banget ke Balkan. Melainkan karena saya pengen menggunakan benefit free upgrade dari economy class ke business class sebagai Gold Member-nya Qatar Airways Privilege Club. Sama ceritanya dengan liburan ke Polandia dan Baltik di tahun sebelumnya. Setelah bongkar pasang rute supaya nemu harga tiket Qatar Airways yang bisa upgrade ke business class dan menggunakan Qsuite, terpilihlah destinasi liburan di negara-negara Balkan.

Mostar, Bosnia and Herzegovina

ITINERARY 
Hari 0: Jakarta – Hong Kong
Terbang pagi hari dari Jakarta ke Hong Kong lewat Singapore. Walaupun niatnya nunggu di bandara aja selama di Hong Kong, tapi akhirnya bosen dan ke kota karena pesawat dari Singapore mendarat jam 5 sore sementara pesawat ke Doha baru akan terbang tengah malam. Menyempatkan diri ke tengah kota untuk ngetes seberapa wide lensa baru. Sengaja foto di tempat yang sama supaya keliatan bedanya hahaha noraknya.

Hari 1: Hong Kong – Sarajevo – Mostar (Bosnia & Herzegovina)
Tengah malam terbang dengan Qatar Airways menuju Doha sebelum lanjut ke Sarajevo. Penerbangan sekitar 8,5 jam dari Hong Kong ke Doha dan 5,5 jam dari Doha ke Sarajevo. Setelah perjalanan panjang, akhirnya saya mendarat di Sarajevo jam 11 pagi.

Economy class rasa business class :))

Menyempatkan keliling kota Sarajevo dengan jalan kaki dan geret koper karena nggak nemu tempat penitipan koper di tengah kota. Sehingga keliling di Old Town aja dan ngeliatin burung dara di sekitar Sebilj.

Old Town Sarajevo

Sarajevo

Sekitar jam 3 sore saya menuju terminal untuk naik bis selama 3 jam ke Mostar. Sampai Mostar langsung ke hostel dan tidur.

Hari 2: Mostar & Blagaj
Bangun pagi nungguin sunrise dengan latar Stari Most cuma ternyata kesiangan karena blue hour-nya keburu abis :(

Sunrise at Stari Most

Jam 9 pagi jalan ke halte bis untuk menuju Blagaj yang saya pengen datengin setelah lihat fotonya sekitar 6 tahun lalu. Nggak lama di Blagaj kemudian balik lagi ke Mostar dan menghabiskan waktu di sana dengan mondar-mandir.

Blagaj

Mostar Old Town

Hari 3: Mostar – Dubrovnik (Kroasia)
Ambil bis pagi menuju Dubrovnik dengan durasi hampir 4 jam. Tiba di Dubrovnik menjelang jam 3 sore dan langsung ke hostel yang lokasinya di dalam City Wall. Tangganya banyak banget!

Old Town Dubrovnik

Sore-sore setelah keliling Old Town, lanjut cari lokasi sunset setelah dapat contekan dari internet. Nanjak lagi ke perumahan gitu, tapi untung pemandangannya bagus jadi puas lah.

Sunset in Dubrovnik

Hari 4: Dubrovnik – Kotor (Montenegro)
Pagi-pagi cari blue hour di sekitar Old Town, tapi seperti biasa kesiangan jadi cuma dapet sebentar. Hari ini saya naik ke Dubrovnik City Wall yang harganya mahal itu (200 HRK ~ 27 EUR). Untungnya cuaca cerah jadi happy selama di atas. Muterin sekali, terus lanjut ke Fort Lovrijenac. Tiket masuknya nggak perlu bayar lagi kalo udah beli tiket City Wall, jadi disimpen ya tiketnya.

Dubrovnik Old Town

Dubrovnik Old Town from Fort Lovrijenac

Siangnya naik bis selama 2,5 jam menuju Kotor. Disambut gerimis setibanya di Kotor namun saya penasaran dengan Old Town-nya. Jadi setelah check-in dan beberes, becek-becekan ke Old Town yang udah sepii.

Kotor Old Town

Hari 5: Kotor
Ramalan cuaca hujan seharian dan beneran aja, bangun tidur masih ujan dari semalem. Udah niat kalo ujan bakalan di hostel aja, tapi kok sayang kalo nggak liat Kotor dari atas. Akhirnya agak nekat mendaki bukit di Kotor pas lagi hujan dan sendirian. Ceritanya bisa dibaca di tulisan ini.

Sesuai dugaan, sampai atas banyak kabut. Masih keliatan dikit sih Bay of Kotor-nya, tapi nggak secerah di gambar contekan :( Semoga di waktu mendatang bisa balik lagi dengan cuaca yang sangat cerah. Aamiin!

Bay of Kotor

Hari 6: Kotor – Shkoder (Albania)
Pagi-pagi naik bis sekitar 4 jam menuju Shkoder. Tiba di Shkoder udah hampir jam 12 siang dan saya langsung menuju Kalaja Fortress untuk melihat kota Shkoder dari atas.

Shkoder from Kalaja Fortress

Setelah balik, muter-muter di tengah kota Shkoder yang ukurannya tergolong kecil.

Shkoder City Center

Hari 7: Shkoder – Prizren (Kosovo)
Hari ini jadwalnya adalah menuju Prizren via Danau Komani. Jam 06.30 pagi saya dijemput pihak Komani Ferry. Perjalanan sekitar 1,5 jam menuju Komani dengan pemandangan yang bagus banget tapi sayang jalannya banyak yang belum bagus jadi susah banget ngambil foto :( Jam 9 lanjut naik Ferry selama 3 jam menuju Fierza, lalu ke Prizren dengan minibus via Banja Luka.

Komani Lake

Saya tiba di Prizren sekitar jam setengah 4 sore. Mencoba ke fortress tapi nggak kuat haha lemah banget, akhirnya keliling Old Town aja sambil cari makan.

Prizren Old Town

Hari 8: Prizren – Skopje (Macedonia)
Mencoba ke fortress lagi tapi kaki belum sepenuhnya pulih jadi nggak mau maksain. Akhirnya balik ke hostel dan ngobrol sama turis lain sambil nunggu jadwal berangkat bis ke Skopje.

Perjalanan ke Skopje memakan waktu hampir 4 jam dan saya tiba di sana sekitar jam 1 siang. Makan siang dulu di Old Town sebelum ke Kale Fortress dan menikmati sunset di sekitar Macedonia Square (Alexander the Great dan Stone Bridge).

Skopje from Kale Fortress

Macedonia Square

Hari 9: Skopje – Nis (Serbia) – Sofia (Bulgaria)
Pagi-pagi naik bis sekitar 4 jam menuju Nis. Pengakuan dosa dulu. Sebenernya nggak tau di Nis mau ngapain, tapi sayang deket banget kalo nggak mampir ke Serbia. Alhasil durasi perjalanan dari Skopje ke kota terakhir yakni Sofia harus menjadi 2 kali lipat karena muter lewat Nis.

Nis biasa banget kotanya, bahkan Old Town-nya kurang menarik. Kota lain di Serbia seperti Zagreb dan Novi Sad saya yakin bakal lebih menarik untuk dikunjungi.

Nis City Center

Sore hari saya berangkat lagi naik bis selama hampir 5 jam menuju Sofia. Tiba di kota terakhir dan langsung tepar di hostel.

Hari 10: Sofia – Doha
Usaha mengejar sunrise kembali dilakukan dan karena harus kerja (yes, bangun jam 2 pagi waktu Sofia, lanjut kerja sampe jam 6 pagi. Ya ya ya, salah sendiri terlalu “responsible”) jadi kelewatan blue hour. Thanks, work. Jadinya main-main di St. Alexander Nevsky Cathedral dan hunting beberapa lokasi foto. Sayangnya ada 1 lokasi bagus yang jalannya lagi direnovasi sehingga gak bisa dijadikan objek foto.

St. Alexander Nevsky Cathedral

Sofia City Center

Malem hari saya menuju airport untuk terbang menuju Doha. I celebrated my 25th birthday on board!

Turning 25!

Dessert yang dijadikan kue ulang tahun ala-ala


Hari 11: Doha – Sydney
Bela-belain muter ke Sydney dulu demi naik Qsuite, business class-nya Qatar Airways yang revolusioner. Terbang di hari 11 pagi waktu Doha dan mendarat keesokan paginya waktu Sydney. Secara tidak langsung menghabiskan hampir sehari ulang tahun di Qsuite. Lumayan lah biar gak quarter life crisis banget (berasa cuma sehari doang quarter life crisis).

Qsuite Cabin

Hari 12: Sydney – Jakarta
Nggak ada niatan ke kota selama transit 5 jam di Sydney padahal masih punya balance yang cukup di Opal Card buat PP naik kereta ke kota tapi Opal-nya ditinggal di rumah :) Jadinya nunggu di airport aja.

Sydney Airport

Bener-bener ngantuk banget karena selama di pesawat tadi cuma tidur 2 jam dari 14 jam terbang. Maklum norak. Coba main laptop pun gak ngebantu malah hampir jatoh laptopnya karena ngantuk. Alhasil pasang alarm di hp supaya apes pas di Mumbai nggak kejadian lagi.

Jam 7 malem akhirnya mendarat di Jakarta setelah hampir 2 minggu berlibur :D

Sunset at Changi Airport

PENGELUARAN
Seperti biasa, tiket pesawat jadi komponen paling mahal di sini. Terlebih saya harus pilih tiket yang subclass-nya lebih mahal supaya upgradable ke business class. Untuk akomodasi saya masih memilih hostel karena paling affordable dan emang akan sering lama di luar. Kebanyakan pengeluaran udah dipesan sebelum berangkat, jadi buat berangkat saya cuma bawa 300 Euro. Di anggaran sebenernya lebih dari itu sih, tapi saya mikir bisa narik uang kalau perlu. Tapi ternyata 300 Euro cukup! Murah banget deh liburan di Balkan :D

VISA
Dari 8 negara yang saya kunjungi, hanya Serbia yang sudah membebaskan visa bagi pemegang paspor Indonesia. Untuk 7 negara sisanya (Albania, Bosnia & Herzegovina, Bulgaria, Kosovo, Kroasia, Macedonia, dan Serbia) saya menggunakan visa Schengen multiple entry. Rumania juga bisa dikunjungi dengan visa Schengen multiple entry, tapi sayang waktu saya nggak banyak.

Catatan: kalau berencana melakukan perjalanan darat, berdasarkan hasil baca di forum-forum kalian tidak bisa masuk Serbia langsung dari Kosovo karena ada masalah diplomatik. Kalo nggak salah inget, Serbia masih menganggap Kosovo sebagai bagian dari negaranya sehingga kalian hanya bisa masuk Serbia dari Kosovo jika masih memiliki cap masuk Serbia dalam 3 bulan terakhir (https://prishtinainsight.com/comprehensive-guide-traveling-kosovo-serbia-mag/). Oleh karena itu saya mengunjungi Macedonia terlebih dahulu sebelum masuk Serbia.

UANG
Hanya Montenegro dan Kosovo yang menggunakan Euro sebagai mata uang resmi negaranya. Sisanya memiliki mata uang masing-masing, yakni:
  • Bosnia & Herzegovina: Mark (KM), 1KM: ~Rp8.200
  • Kroasia: Kuna, 1kn: ~Rp2.200
  • Albania: Lek, 1 lek: ~Rp130
  • Macedonia: Denar, 1 MKD: ~Rp260
  • Serbia: Dinar, 1 RSD: ~Rp135
  • Bulgaria: Lev, 1 lv: ~Rp8.200
Karena saya bawa Euro, jadi saya udah alokasikan untuk masing-masing negara. Kalo ada sisa uang dari negara yang dikunjungi, saya menukarkan ke mata uang negara berikutnya di kota atau terminal bis. Walaupun secara itung-itungan bakal rugi, tapi lebih rugi kalo nggak saya tuker karena saya rasa bakal susah cari money changer di Indonesia yang mau menerima mata uang yang terlalu asing. Untungnya saya nggak rugi-rugi banget karena nggak jauh beda hasil konversinya kalo dibandingin dengan kurs di Google.

AKOMODASI
Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, hostel masih menjadi pilihan akomodasi selama liburan di Balkan. Walaupun nginep di hostel, saya mencari yang review, lokasi, dan fasilitasnya bagus. Jadi kalo butuh rekomendasi atau referensi di kota liburan saya, bisa menggunakan pilihan hostel saya.
  • Mostar: Design Hostel StarMo
  • Dubrovnik: Hostel Angelina Old Town
  • Kotor: Hostel Pupa
  • Shkoder: Shkodra Backpackers Hostel - Mi Casa es Tu Casa
  • Prizren: Driza’s House
  • Skopje: Hostel Log Inn
  • Sofia: Ivory Tower Hostel
Design Hostel StarMo

TRANSPORTASI
Karena banyaknya lokasi yang mau dikunjungi, jadi saya harus mencari transportasi yang efektif. Untungnya transportasi antarkota tersedia dengan baik. Semua transportasi menggunakan bis, kecuali Shkoder – Prizren dimana saya menggunakan ferry juga karena baca pemandangan yang indah di Komani Lake. Berikut detail transportasi antarkota yang saya gunakan kemarin.
  • Sarajevo – Mostar: 3 jam, harga 10.5 EUR
  • Mostar – Dubrovnik: 4 jam, harga 15 EUR
  • Dubrovnik – Kotor: 2,5 jam, harga 15.5 EUR
  • Kotor – Shkoder: 4 jam, harga 16 EUR
  • Shkoder – Prizren: Naik shuttle dari Shkoder ke Komani selama 45 menit dengan harga 5 EUR, lalu sambung ferry dari Komani ke Fierza selama 3 jam seharga 6 EUR, sambung minibus dari Fierza ke Banja Luka sekitar 30 menit (waktu itu dapet tebengan dari sesame penumpang). Dari Banja Luka seharusnya ada bis langsung ke Prizren, tapi entah kenapa waktu itu nggak nemu jadi pas di “terminal”-nya diarahin naik minibus. Oleh karena itu saya naik minibus dan apesnya diturunin di pinggiran kota Prizren. Akhirnya nunggu bis di pinggir jalan dan bayar 1 EUR untuk ke tengah kota selama 10 menit. Melelahkan sekali ya sekitar 9 jam perjalanan. Ini rute paling ribet. Untung aja Komani Lake bagus pemandangannya, jadinya worth it. Ada rute langsung dengan bis berdurasi 4 jam, namun saya tetep mau coba Komani Ferry.
  • Prizren – Skopje: 4 jam, harga 9 EUR
  • Skopje – Nis: 4 jam, harga 11 EUR
  • Nis – Sofia: 5 jam, harga 11 EUR

Kebanyakan tiket sudah bisa dibeli online melalui GetByBus dan busticket4.me. Hanya 2 rute yang tidak bisa dibeli online, yakni Prizren – Skopje dan Skopje – Sofia.

SIM CARD & PAKET INTERNET
Niatnya beli sim card sepanjang perjalanan, tapi sayanganya setelah googling mengetahui kalo negara yang saya kunjungi tidak mendukung penggunaan 1 sim card seperti di negara Schengen. Jadi kalau mau beli sim card, harus beli di masing-masing negara. Karena saya cuma tinggal 1-2 hari di tiap negara, jadi sayang beli sim card. Akhirnya cuma beli sim card pas di Bosnia karena paling lama (3 hari) dan cukup pindah-pindah dari Sarajevo, Mostar, dan Blagaj.

Saya beli sim card di Sarajevo Airport. Di dalem airport nggak ada yang jual jadi harus ke luar daerah parkiran di sebelah kiri bangunan bandara. Ada kios kelontong gitu dan bisa beli di sana. Awalnya di menawarkan paket 3GB dan 5GB, tapi ketika saya menanyakan yang paling murah, dia menawarkan yang 1GB. Saya ambil itu seharga 3 EUR. Setelah beli awalnya coba aktifin sendiri tapi gagal terus karena mesti registrasi. Akhirnya balik lagi ke kios dan dibantuin aktivasi oleh petugasnya. Langsung bekerja dengan baik dan koneksinya lancar.

MAKANAN
Selama di Balkan saya melihat banyak restoran Turki yang jual kebab atau shish, jadi kalo bingung makan apa saya ke sana aja. Harganya sangat affordable berkisar dari 3 Euro sampai 5 Euro. Makanan paling mahal adalah di Dubrovnik, tapi untungnya ada toko fast food bernama Tutto Bene yang punya promo kebab. 2 kebab berukuran besar dan 1 soda hanya dijual seharga 35 kuna (Rp77.000). Padahal kalo beli 1 kebab harganya 65 kuna (Rp145.000). Aneh tapi yaudahlah nikmatin aja :p

Chicken Skewer

Tutto Bene

Selain kebab, saya coba makanan lokal pas di Prizren dan Skopje, tapi nggak begitu unik sih. Untungnya masih enak jadi bisa dimakan.

Lupa namanya apa ada X-nya gitu, daging panggang dalemnya ada keju

Pas di Sofia udah kangen banget makan KFC akhirnya dibela-belain ke sana :D

Sejujurnya, Balkan nggak seterbelakang dugaan saya. Kebanyakan kota sudah modern, tapi dari yang saya kunjungi malah saya lebih suka yang nuansa kota kecil dan pedesaan kayak Mostar dan Prizren. Harga di sana yang jauh lebih murah bikin saya pengen balik lagi mengunjungi kota kecil lain yang belum sempat dikunjungi. Semoga bisa balik lagi di kemudian hari. Aamiin!

1 comment:

  1. Kota di Serbia mungkin maksudnya Belgrade bukan Zagreb ya Ky, hahaha :P .

    Ah beneran daerah Balkan ini masih dalam bucket list-ku nih. Masih belum nemuin slot waktu (dan tiket pesawat) yang pas buat berkunjung kesana dari sini.

    Btw itu kok enak banget bisa upgrade gratis ke business class jika Gold di Privilege Club-nya QR!! :O

    ReplyDelete