Sunday, August 12, 2018

Pengalaman Mencari Tiket Promo di Travel Fair

Beberapa tahun belakangan ini travel fair makin berjamur di Indonesia seiring bertambahnya minat masyarakat untuk liburan namun tetap perlu tiket yang harganya murah. Maskapai ternama macam Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Cathay Pacific, Thai Airways, Emirates, dan lainnya memberikan harga lebih murah saat travel fair ditambah diskon lagi khusus untuk pengguna kartu kredit dari bank yang bekerjasama dengan airlines tersebut. Contohnya Garuda Indonesia dengan BNI/Mandiri, Singapore Airlines dengan BCA, Cathay Pacific dengan HSBC, dan sebagainya. Umumnya terdapat dua gelombang travel fair setiap tahunnya, yakni di bulan Februari – April dan Agustus – September.

Singapore Airlines Travel Fair 2018

Saya selalu skeptis dengan event offline travel fair ini karena identik dengan antrian yang membludak bahkan pengunjung rela antri dari malam sebelumnya untuk mendapatkan diskon tambahan kartu kredit (cashback) yang jumlahnya dibatasi per hari. Emang lumayan sih kalo dapet cashback, tiket PP dari Indonesia per orang bisa kurang dari Rp4 juta untuk rute Jepang, Korea, China, kurang dari Rp5 juta untuk rute Australia, kurang dari Rp8 juta untuk rute Eropa, dan berbagai harga miring lainnya.

Harga PP Singapore Airlines Travel Fair Agustus 2018 (source)

Berdasarkan pengalaman pribadi, harga travel fair (di luar cashback) kadang langsung tersedia di OTA semacam Traveloka setelah travel fair berakhir. Harga inilah yang waktu itu saya manfaatkan untuk membeli tiketSingapore Airlines PP dari Jakarta ke Bangkok sehari setelah Singapore Airlines Travel Fair 2016 selesai. Lumayan kan tinggal mainin hp aja gak perlu repot ke lokasi travel fair untuk dapet harga miring.

Singapore Airlines Refurbished Economy Seat B777-200ER

Namun semua berubah sejak negara api menyerang saya akhirnya datang ke salah satu offline travel fair hari ini (Minggu, 12 Agustus 2018) yakni Singapore Airlines Travel Fair (SQTF). Acara ini berlangsung selama 3 hari dari 10 – 12 Agustus 2018 dan berlokasi di Gandaria City yang tidak jauh dari rumah saya. Jadi nggak begitu mager deh buat mampir. Alasan utama saya menyempatkan diri untuk datang adalah untuk mencari tau harga dari tiket yang saya butuh. Kalo masuk budget ya beli, kalo mahal ya liat-liat aja.

Tiket yang saya butuh ini merupakan open-jaw, yang artinya rute keberangkatan beda dengan rute pulangnya. Cara seperti ini terkadang diperlukan jika kamu mau liburan dan nggak mau bolak-balik karena harus tiba dan pulang dari kota yang sama, contohnya: terbang ke Tokyo pulang dari Osaka, terbang ke Paris pulang dari Roma, dan sebagainya. Beberapa kali saya manfaatkan cara seperti ini untuk dapat harga yang lebih murah saat beli tiket Qatar Airways ke Eropa.

Berhubung Traveloka belum punya kemampuan untuk ini, jadi walaupun harganya mungkin akan tersedia setelah acara selesai, saya tidak bisa memanfaatkannya. Saya cek langsung di website Singapore Airlines, tapi harganya nggak mau keluar. Begitu juga dengan Google Flights. Karena penasaran, saya akhirnya datang untuk menanyakan apakah tersedia atau tidak rute yang saya inginkan tersebut. Nothing to lose lah kalo emang nggak ada, seenggaknya bisa main ke Gandaria City terus makan iga penyet yang enak banget di Warung Leko :p

Saya tiba di main atrium Gandaria City sekitar jam 4 dan walaupun ramai, tapi tidak sesak. Terdapat 7 booth yang masing-masing merupakan offline travel agent ternama seperti Bayu Buana, Dwidaya Tour, Smailing Tour, Panorama JTB, Wita Tour, Avia Tour, dan Golden Rama.

Offline Travel Agents di Singapore Airlines Travel Fair 2018

Pertama saya mengunjungi booth Bayu Buana. Setelah menginformasikan rute dan tanggal yang saya mau, travel consultant-nya mengatakan bahwa dia tidak bisa mendapatkan harga promo untuk rute open jaw tersebut. Kalau mau beli harus dibuat sekali jalan untuk masing-masing rute dan jadi mahal banget. Kecewa, saya iseng pindah ke booth Dwidaya.

Ketika sedang antri, petugas Dwidaya menginfokan bahwa mereka punya booth tambahan di restoran Maison Tatsuya yang tidak seramai di atrium mall. Wow dedikasi sekali! Saya diantarkan ke sana dan memang ternyata jauh lebih sepi. Setelah menginfokan rute yang saya inginkan, travel consultant-nya nampak berdiskusi dengan temannya tentang rute saya. Udah siap-siap bakal dibilang harganya tidak bisa keluar, tapi kemudian dia konfirmasi tanggal terbang permintaan saya dan menyebutkan harganya. Yay! Di bawah budget pula! Tapi sayangnya penerbangan yang tersedia jamnya kurang pas dengan yang saya inginkan. Aneh sih sebenernya, berhubung kalo ngecek di web SQ semua penerbangan hari itu tersedia dengan harga yang sama, tapi dia bilang cuma 1 flight aja yang tersedia.

Btw pas saya lagi ngobrol sama travel consultant, orang sebelah saya bilang mau ke Eropa untuk 2 orang dimana 1 orang beli pake harga travel fair sementara 1 lagi beli pake KrisFlyer miles. Banyak loh KrisFlyer-nya, tapi sayangnya dia redeem buat tiket PP ekonomi. Emang sih jadi murah banget cuma Rp1 juta-an gitu tax-nya, tapi kan sayang ngumpulin miles terus di redeem buat ekonomi. Milesnya cukup padahal buat redeem business class sekali jalan dari Jakarta ke Eropa atau PP naik First/Suites dari Jakarta ke Hong Kong.

Singapore Airlines A380 New Suites

Setelah menemukan secercah harapan, saya kembali ke atrium. Berikutnya ke booth Golden Rama. Nggak pake lama, petugasnya langsung bilang harganya gak keluar untuk itinerary yang saya inginkan.

Di Avia Tour, setelah mendengar jadwal yang saya perlukan, petugasnya berdiskusi dengan temannya. Petugas yang menghadapi saya memang terlihat lebih muda dari temannya tersebut yang terlihat sangat berpengalaman. Tapi setelah menanyakan jadwal saya, temannya tersebut bilang
“itu yang bener rutenya masa begitu? Jauh banget open jaw-nya, yang deket-deket kayak masuk Guangzhou keluar Hong Kong masih bisa, tapi kalo jauh gitu emang dibolehin sama Singapore Airlines-nya?”
HADEEEH ribet deh orang tadi di Dwidaya muncul harganya kok. Emang rute open jaw saya rada aneh sih, semua petugas sebelumnya juga pada bingung awalnya dan mastiin lagi “Pak ini bener berangkat ke A, tapi pulang dari B?”

Saya juga denger dia ngomong “itu terus dari kota A ke kota B dia naik apa?”, terus saya nimbrung aja dan bilang kalo tiket antar dua kota itu udah saya beli. Akhirnya dia bilang ke petugas yang handle saya untuk coba cari dulu. Ternyata muncul harganya, tapi somehow 10% lebih mahal dari harga Dwidaya. Mana gitu keliatan dia mark-up harganya pas mainin kalkulator :))

Kemudian saya ke booth Panorama JTB dan kembali menginfokan itinerary yang saya inginkan. Harganya muncul dan nggak jauh beda dengan Dwidaya tadi, tapi flight yang diberikan sama dengan sebelumnya yang nggak cocok dengan saya. Saya minta untuk flightnya diubah dan ternyata harganya tetap tersedia. Alhamdulillah! Saya langsung kasih data berupa nama penumpang serta nomor HP, lalu diminta untuk membayar. Berhubung ini acara SQ Travel Fair bareng BCA, jadi awalnya dia bilang cuma bisa bayar pake kartu kredit Bank BCA. Tapi setelah saya tanya ada metode pembayaran lain atau nggak, dia bilang bisa transfer ke Bank BCA. Jadi saya pilih transfer dan langsung kasih bukti transfer ke kasir.

Anehnya, itinerary tiket nggak langsung bisa didapatkan setelah pembayaran dilakukan. Paling lambat dalam 3 hari (Rabu) katanya e-ticket akan dikirim ke email. Semoga nggak ada kejadian aneh-aneh deh. Aamiin!

Akan terbang lagi dengan Singapore Airlines!

Benefit beli tiket di Singapore Airlines Travel Fair selain cashback s.d. Rp1,5 juta adalah 3x miles untuk pembelian dengan kartu kredit BCA (miles dihitung dari nilai spending, bukan dari jarak terbang pesawat). Selain itu tersedia juga cicilan 0% hingga 6 bulan. Dari masing-masing travel agent menyediakan gimmick-gimmick juga kayak koper, voucher, dan lainnya untuk minimum pembelian tertentu.

Seperti itulah pengalaman pertama saya ikutan mencari tiket promo di Singapore Airlines Travel Fair. Sukses karena tiket yang tidak bisa saya beli online ternyata bisa didapatkan di sini dengan harga yang masuk akal (walaupun rute-nya rada nggak masuk akal :p). Singapore Airlines Travel Fair ini termasuk travel fair awal setelah Cathay Pacific Travel Fair minggu lalu. Kalo harganya masih belum cocok buat kamu, masih ada travel fair lain kayak Garuda Indonesia Travel Fair (GATF), GOTF (GATF versi online), Astindo Fair, dan travel fair lain. Apakah berikutnya saya akan ikutan travel fair lagi? Tergantung kebutuhan sih, kalo harganya bagus banget mungkin bisa mampir lagi :D

Ada yang sudah pernah beli tiket pesawat promo di travel fair? Gimana pengalamannya dan dapet tiket semurah apa?

11 comments:

  1. pernah ikutan, travel fair nya Garuda. Lihat di web untuk rute tertentu 850 ribu, terus ikut di travel fair di happy hour harganya 750 ribu ga bisa turun lagi (dwidaya, antavaya, panorama semua sama),padahal maskapai lokal lain 450-500 ribuan. yang datang kebanyakan 50 tahun ke atas termasuk manula. trus gue berkesimpulan yang datang ke travel fair ga worth it dan dan hanya cocok untuk orang tua yang ga melek internet.hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini juga observasi aku sih, walaupun masih ada anak muda yang dateng tapi rasanya di waktu kunjungan aku banyakan orang tua. Mereka tinggal sebut mau kemana, tanggalnya kapan, berapa orang. Bisa nanya banyak kombinasi rute dan tanggal juga. Travel consultant-nya sabar banget melayani mereka :D

      Delete
    2. tergantung sih, saya masih 20an tapi termasuk suka ke GATF karna harganya (untuk internasional) emang lumayan. kalo lokal emang ga terlalu miring sih tapi ada banyak orang yg gamau naik maskapai lain sih, jadi walo selisih cuma 100ribu dan lebih mahal dibanding yg lain bakal tetap beli Garuda :) dan yg ke GATF itu sebagian besar sih nyarinya tiket internasional atau tiket domestik ke daerah wisata yg emang harganya jadi lumayan

      Delete
  2. Jadi penasaran itu rute yang dibeli kota mana sampe bikin petugasnya ribet amat bertanya2 dari A ke B naik apa :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rahasia dulu :p

      Tapi untuk dapet gambaran, kalo menganalogikan dengan rute tiket domestik tuh ibarat beli tiket berangkat Jakarta-Medan tapi pulangnya Ambon-Jakarta hahaha

      Delete
  3. Hahaha sama dengan yang di atas, jadi penasaran rutenya ini Ky :P . Kok sampai petugas beberapa agen tour pun bingung begitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu di atas aku kasih analogi aja Ko untuk rute pesawat yang aku beli :p

      Delete
  4. Akhirnya finish baca blog kmu Ky dari awal2 traveler sampai agustus 2018 ini hehe...
    keep inspiring us dan jgn bosan untuk bagi2 cerita disini ya....
    terima kasihhhh info2 about travel and cheap price flight nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Myaumy, salam kenal ya!

      Yaay senang kalau tulisan di blog ini bisa menginspirasi :D

      Delete
  5. Wah udah dapet visa 5 tahun itu ya Ky?
    Kayaknya berangkat ke pantai timur balik dari pantai barat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudnya visa US yah? Aku nggak punya visa US, belum tertarik ke sana soalnya haha :p

      Delete