Thursday, April 1, 2021

Hari 6 - 7: Menghabiskan Malam di Lima Airport dan Terbang Menuju Cusco dengan LATAM

Setibanya di Lima, saya dihadapkan dengan imigrasi yang cukup penuh. Ketika giliran saya, petugasnya harus cek di komputernya bahwa paspor Indonesia tidak perlu visa. Kemudian dia menanyakan durasi saya tinggal di Peru sebelum akhirnya memberikan cap masuk di paspor. Karena sudah diinfokan bahwa bagasi harus diambil ketika transit, jadilah saya ikut menunggu antrian bagasi.


Selesai dengan urusan bagasi dan custom, saya berada di arrival hall dan begitu lihat money changer langsung ngeh bahwa saya harus tukar uang. Berhubung saya nggak ke kota, jadi money changer di bandara merupakan satu-satunya tempat untuk mendapatkan Peruvian Sol (PEN). Kapok dengan yang terjadi di Rio, kali ini semua money changer saya datengin dari ujung ke ujung. Cek rate yang mereka pasang, bandingin dengan rate di google, lalu cek apakah ada biaya layanan. Setelah itu baru deh saya tuker US Dollar ke Peruvian Sol.
 
Bandara Lima ini nggak begitu besar, jadi lumayan garing juga muter-muternya. Karena tidak menemukan tempat yang enak buat tidur, saya memutuskan naik ke lantai 2 di mana terdapat food court. Untungnya malem itu food court tetap beroperasi dan mata saya tertuju dengan toko bernama Chinawok. Yess ada makanan Asia! Saya beli nasi goreng dengan ayam, ada lauk ikan juga dan pangsit goreng. Pangsitnya main diguyur kuah yang warnanya merah-pink gitu. Porsinya besar dan harganya 19.9 PEN (~Rp80.000).


 
Setelah makan dan menyadari bahwa tidak ada tempat untuk tidur, saya bengong-bengong di food court sambal nge-charge handphone. Seinget saya waktu itu wifi juga dibatasi pemakaiannya. Jadi pas jatah gratisnya habis jadi garing banget nunggunya haha.


Karena lumayan capek dan nggak nyaman duduk-duduk di food court, saya memutuskan untuk menuju salah satu lorong di mana orang pada tidur di lantai dengan posisi duduk bersender. Saya cuma merem sekitar 1 jam dan kemudian jam 3.30 saya memutuskan untuk check-in karena memang sudah 2 jam sebelum pesawat terbang. Check-in berjalan lancar di mana saya diberikan boarding pass dan bagasi saya masuk ke pesawat.

Menuju boarding area

Saya kurang inget waktu itu dari terminal menuju pesawat atau jalan kaki, namun jelas tanpa garbarata karena saya menyimpan foto buntut pesawat. Penumpang duduk di barisan belakang dipersilakan masuk dari pintu belakang.

Foto buntut pesawat ketika boarding

LATAM LA2025
Lima (LIM) to Cusco (CUZ)
STD: 04.50
STA: 06.10

Airbus A320-200

Pesawat saya menuju Cusco adalah jenis Airbus A320-200 dengan layout 3-3.




Seperti biasa, saya lampirkan juga foto legroom yang bagi saya sih masih luas.


Untuk entertainment terdapat majalah di kantong kursi depan.


Menariknya, pesawat ini dilengkapi wifi yang bisa digunakan untuk mengakses entertainment. Sebelum terbang penumpang bisa download aplikasi LATAM lalu ketika terhubung dengan wifi di pesawat kalian bisa nonton film, TV series, atau lihat flight map.





Walaupun durasi terbang kurang dari 1 jam, penumpang tetap diberikan snack box berisi biskuit dan roti. Bahkan mereka menawarkan teh dan kopi panas juga! Indahnya jaman dulu ya. Tahun lalu saya terbang dengan LATAM dari Santiago ke Punta Arenas dengan durasi terbang sekitar 3 jam tidak diberikan apa-apa haha.


 
Matahari mulai terbit ketika pesawat mendekati Cusco. Pemandangan pegunungannya indah!
 







Setelah sekitar 45 menit mengudara, pesawat menurunkan ketinggian lalu mendarat di Cusco sekitar jam 6 pagi. Akhirnya perjalanan panjang dari Rio de Janeiro menuju Cusco yang kelamaan transitnya berakhir juga. Machu Picchu here I come!




No comments:

Post a Comment