Wednesday, December 27, 2017

Birthday Trip 2017: New Airlines and Autumn in Japan

Setelah menyadari bahwa beberapa hari setelah saya berulang tahun ada long weekend (lagi), saya menyusun rencana mau liburan ke mana. Well, bukan liburan ke mana sih, tapi sama kayak tahun lalu, lebih ke liburan dengan maskapai apa. Saya udah 2 – 3 tahun belakangan ini pengen banget naik Cathay Pacific, terutama setelah sering baca One Mile at a Time yang suka banget dengan First Class-nya. Walaupun saya nggak belum bisa naik First Class, tapi tetep penasaran pengen coba. Udah gitu berhubung saya sebagai Sapphire member-nya oneworld, naik Cathay Pacific dapet benefit tambahan seperti lounge access (paling penting) dan benefit kecil lain kayak pilih kursi walaupun beli tiket ekonomi termurah, additional baggage (yang gak pernah kepake), priority lounge, priority check-in line, dan priority baggage handling.


Begitu tekad sudah bulat untuk naik Cathay Pacific, tahap berikutnya adalah menentukan tujuan. Dengan harga tiket Rp3 juta PP, kalo ke Hong Kong aja kayaknya kurang puas berhubung jadinya cuma 2x naik Cathay-nya. Udah gitu harganya nggak beda jauh kalo hanya menjadikan Hong Kong sebagai transit point sebelum ke negara di Asia Timur kayak Taiwan (Rp4 juta), China (Rp4.8 juta), Korea (Rp5 juta), dan Jepang (Rp5 juta). Keempat negaranya udah pernah saya kunjungin sebelumnya, jadi sama aja sebenernya semuanya.

Korea langsung saya coret berhubung pengurusan visanya yang super rumit (NPWP, SPT –  ugh!). China.. yah masa China lagi padahal ulang tahun sebelumnya baru aja dari Beijing dan harus keluar uang buat bikin visa. Taiwan udah nggak perlu bikin visa berhubung punya visa Schengen yang multiple dan masih aktif, tapi terlalu deket dari Hong Kong. Yang paling make sense berarti cuma Jepang: udah jaraknya paling jauh dari Hong Kong, saya juga bisa apply visa waiver karena punya paspor elektronik. Untuk menentukan kota tujuan di Jepang, saya langsung pilih yang agak di utara: Tokyo atau Sapporo. Fukuoka, Osaka, dan Nagoya dicoret karena lebih di selatan posisinya. Sebenernya pengen banget ke Sapporo berhubung belum pernah, tapi dengan memilih Tokyo saya bisa naik Japan Airlines dengan di rute Tokyo – Hong Kong. No brainer sih, another oneworld carrier yang pengen saya cobain. Tokyo it is!

Maple leaves in autumn colors

Oh ya, berhubung birthday trip ini lagi-lagi fokus ke dunia aviasi dibanding tujuannya, saya pilih yang waktu transit di Hong Kong-nya se lama mungkin pas berangkat. Walaupun saya bisa transit kurang dari 2 jam, saya pilih yang transit 9 jam! Durasi transitnya lebih lama dari flight Jakarta – Hong Kong yang 4.5 jam ditambah Hong Kong – Tokyo yang 3.5 jam :)) Kenapa bela-belain transit lama? Karena Hong Kong International Airport ini salah satu major hub-nya Cathay Pacific dan oneworld, jadi banyak lounge kece yang bisa saya datengin sebagai oneworld Sapphire member. Biar nggak penasaran gitu nanti-nantinya :D

Day 1: Jakarta – Hong Kong – Tokyo (+ HKG Lounges Hopping!)
Pesawat saya dari Jakarta ke Hong Kong berangkat tengah malem. Karena mau long weekend, jadi saya langsung berangkat dari kantor ke airport. Dikasih akses ke Premier Lounge dan saya mandi di sana. Jelek banget shower room-nya btw. Nggak recommended deh buat mandi di sana.

Shower Room Premiere Lounge CGK Airport
Shower Room Premiere Lounge CGK Airport

Flight ke Hong Kong berjalan sangat lancar dan saya mengabiskan waktu transit saya yang selama 9 jam dengan keluar-masuk 4 lounge. Pertama Cathay Pacific The Pier Lounge (Business Class) yang paling direkomendasikan orang. Di sini mandi lagi btw karena tau toiletries-nya dari Aesop dan penasaran pengen coba :))

Cathay Pacific The Pier Lounge (Business Class)
Cathay Pacific The Pier Lounge (Business Class) HKG

Cathay Pacific The Pier Lounge (Business Class) Aesop Toiletries
Aesop toiletries

Selanjutnya ke Cathay Pacific The Bridge Lounge dan menemukan Haagen-Dazs! Horee akhirnya bisa makan Haagen-Dazs dengan gratis!

Cathay Pacific The Bridge Lounge
Cathay Pacific The Bridge Lounge HKG

(Free) Ice cream with a view!

Lounge ketiga adalah Cathay Pacific The Wing Lounge (Business Class).

Cathay Pacific The Wing Lounge (Business Class)
Cathay Pacific The Wing Lounge (Business Class) HKG

Lounge terakhir yang saya cobain adalah The Qantas Hong Kong Lounge yang bagus banget review-nya.

The Qantas Hong Kong Lounge
The Qantas Hong Kong Lounge

Review lengkap masing-masing lounge menyusul yaa. Oh ya, sebenernya masih ada 1 lagi lounge yang bisa saya masukin, yakni Cathay Pacific The Cabin Lounge, tapi somehow nggak nemu pas jalan dari The Bridge ke The Wing padahal udah 2x mondar-mandir di posisi yang sesuai peta. Malah baru keliatan pas saya lagi buru-buru ke gate. Ugh kelewat satu, tapi untungnya The Cabin ini paling nggak oke dibanding yang lain. Maybe next time lah ya.

Setelah makan berkali-kali (dan pup 2x hahahaha), saya terbang ke Tokyo-Narita. Ternyata di pesawat dikasih Haagen-Dazs juga!


Begitu mendarat di Narita, saya buru-buru jalan ke imigrasi dan custom untuk ngejar kereta. Sebelum berangkat ke Jepang, saya beberapa kali baca di forum online kalo petugas imigrasi dan/ atau custom Jepang lagi strict banget sama orang Indonesia karena setelah diberlakukannya visa waiver untuk pengguna paspor elektronik jadi banyak yang overstay dan bahkan jadi imigran gelap di Jepang, sehingga suka ada orang yang dideportasi. Untungnya saya lancar aja waktu itu, padahal nggak bawa yen sama sekali karena gak sempet ke money changer. Udah parno duluan :)) Petugas imigrasi sama sekali gak nanyain. Petugas customer aja yang agak detail ngeceknya sampe minta buka koper segala.

Saya ke Tokyo Hostel Fuji di daerah Shinjuku naik kereta paling murah (Keisei Main Line), nyambung 2x naik subway. Lama banget beneran deh, saya naik kereta sekitar jam 9.15 malem dan baru sampe hostel sekitar jam 11 malem, itu tanpa nyasar loh! Tahun 2014 dari Narita Airport ke Tokyo Station naik NEX sekitar 50 menit, ini ke Ueno butuh 80 menit. Halah, beli tiket paling murah kok maunya cepet…

Tokyo Hostel Fuji Dorm
Bed for 2 nights

Day 2: Chureito Pagoda & Tokyo Illumination 2017
Niatnya mau pagi-pagi banget ke Chureito Pagoda supaya bisa sekalian ke sekitar Lake Kawaguchiko, tapi berhubung baru nyampe larut malem saya langsung batalin rencana keliling danau dan datengin Chureito Pagoda aja supaya malemnya bisa liat Tokyo Illumination di Rikugien Garden. Alhasil baru tiba di Chureito Pagoda sekitar jam 11 siang, padahal rencana awalnya adalah jam 8.30 pagi. Ngaret banget!

Saya ke sana naik kereta, nyambung beberapa lines dari berbagai perusahaan kereta (Keio, JR, dan Fujikyu). Untuk menuju Chureito Pagoda, kamu bisa turun di stasiun Shimoyoshida kalo naik kereta. Dari situ jalan sekitar 10 menit untuk ke kawasan Chureito Pagoda.

Chureito Pagoda, Japan
"Pintu masuk" kawasan Chureito Pagoda

Saya pengen banget ke Chureito Pagoda sejak persiapan liburan ke Jepang 3 tahun silam dan mengetahui tempat ini sebagai salah satu view point gunung Fuji terbaik di Jepang. Sayangnya pas saya ke sana awannya berawan banget. Buyar deh cita-cita punya foto yang kayak di postcard :( Saya ngeliat sih puncak gunung Fuji-nya karena awannya bergerak jadi ada saat dimana puncaknya keliatan. Tapi keliatannya dikiiiiit banget. Yah sudahlah mau diapain lagi.

Chureito Pagoda, Japan
Chureito Pagoda dan Fuji yang ketutupan awan :((

Plang yang nyebelin. Tulisan di kanan bawah: "This is what you can see from here if you are in luck!!! We hope you come back again soon!" Aamiin!

Malamnya saya ke Rikugien Garden buat menikmati Tokyo Illumination 2017. Saya baru tau tempat ini pas lagi di hostel googling tempat menikmati musim gugur di Jepang. Dengan tiket masuk 200 Yen (Rp24.000), kalian bisa menikmati taman yang penuh dengan pohon berwarna kuning, merah, orange yang ditembakin cahaya lampu. Cantik!

Tokyo Illumination 2017 at Rikugien Garden
Tokyo Illumination 2017 at Rikugien Garden

Day 3: Autumn Colors Hunting around Tokyo
Sedih bener udah hari terakhir aja. Cuma setengah hari pula karena siang hari harus ke airport untuk penerbangan pulang. But hey, I’m gonna make the most of it. Berbekal tiket unlimited subway yang saya beli di Narita (ini best buy banget loh. Can’t recommend it enough!), saya mengunjungi beberapa spot autumn di Tokyo.

Tujuan pertama adalah spot yang menurut saya paling famous (karena pengetahuan saya terbatas sih :p), yakni Ginkgo Avenue di Meiji Jingu Gaien Garden. Saya hampir sejam di sini karena dikit-dikit foto. Walaupun udah sedikit lewat peak colors-nya, tapi masih oke banget!

Ginkgo Avenue, Tokyo
Ginkgo Avenue, Tokyo

Ginkgo Avenue, Tokyo
Ginkgo Avenue, Tokyo

Tujuan berikutnya adalah Hibiya Park. Tamannya sepii banget jadi enak muter-muternya.

Hibiya Park, Tokyo
Hibiya Park, Tokyo

Kemudian saya pindah ke The East Garden of the Imperial Palace. Imperial Palace ini gedee banget, dan berhubung waktu saya nggak banyak jadi nggak bisa stay lama-lama. But thankfully saya nyasar ke kawasan “hutan”-nya. Kece banget!

The East Garden of the Imperial Palace
"Hutan" di The East Garden of the Imperial Palace

Tujuan terakhir adalah Shinjuku Gyoen National Garden. Setelah bayar tiket masuk sebesar 100 Yen (Rp12.000), kamu bakal masuk ke taman yang luaaaasss dan rame banget. Waktu itu hari Minggu, jadi banyak keluarga yang piknik di taman. Pada gelar karpet terus bawa lunch basket gitu. Lucu amat!

Families picnic at Shinjuku Gyoen National Garden, Tokyo
Families picnic at Shinjuku Gyoen National Garden, Tokyo

Shinjuku Gyoen National Garden, Tokyo
Shinjuku Gyoen National Garden, Tokyo

Plan awal saya adalah untuk berangkat dari hostel ke airport jam 1 siang supaya sampe di airport jam 3 dan bisa menikmati Sakura Lounge-nya Japan Airlines. Tapi apadaya saya lemah banget liat pohon warna kuning, orange, merah. Jadi tiap jalan 3 langkah berhenti buat foto, udah gitu suka ganti lensa pula supaya bisa selfie fotonya bagus.

Tapi akhirnya saya baru keluar Shinjuku Gyoen hampir jam 2 siang. Hasilnya baru sampe airport sekitar jam 4.30, dan selesai check-in hampir jam 5 padahal boarding jam 6 sore. Mepet bangeeeet. Gak bisa belanja banyak karena antrian duty free amit-amit panjangnya. Lirik-lirik sepatu Onitsuka Tiger juga nggak bisa karena mau ngunjungin Japan Airlines Sakura Lounge.

Japan Airlines Sakura Lounge (Business Class) NRT
Japan Airlines Sakura Lounge (Business Class) NRT

Seharian jalan-jalan, badan udah gerah banget. Pas ke shower area-nya Sakura Lounge, ternyata penuh dan harus nunggu sekitar 30 menit. Alamak! Dining area juga nggak kalah ramenya. Jadilah saya buka web oneworld buat tau lounge lain yang bisa saya masukin dan ada shower. Ternyata ada Qantas Lounge! Saya jalan ke sana dan ternyata penuh juga shower-nya sodara-sodaraaa! Kecewa deh, jadi makan snack aja terus langsung ke gate karena udah mau boarding.

Qantas Tokyo Narita Lounge
Qantas Tokyo Narita Lounge

Untuk pulangnya, saya terbang naik Japan Airlines dari Tokyo-Narita ke Hong Kong lalu Cathay Pacific dari Hong Kong ke Jakarta.

Japan Airlines Boeing 787-9 Economy Class Interior
Japan Airlines Boeing 787-9 Economy Class Interior

Japan Airlines Meal Service
Japan Airlines Meal Service

Landing di Jakarta jam 3.50 pagi dan bagasi juga keluar pertama jadi nggak pake lama nunggunya (thanks priority tag!). Alhasil udah sampe di rumah sekitar jam 4.45 pagi. Rekor banget untuk pesawat rute international dari landing sampe ke rumah dalam waktu kurang dari 1 jam.

Soo, that’s a wrap for my birthday trip in 2017. Seneng banget akhirnya bisa naik maskapai Cathay Pacific dan Japan Airlines, jadi saya udah naik 8 dari 13 anggota oneworld. Hore! Udah gitu bisa ngerasain beberapa business class lounges yang well-regarded untuk Sapphire member oneworld kayak The Pier dan Qantas Hong Kong Lounge. Double hore! And to top it all, untuk pertama kalinya ngerasain musim gugur dan mengunjungi Chureito Pagoda. Horeeee!

First autumn was a huge success!

Semoga panjang umur dan sehat selalu ya (dan banyak uang) supaya bisa merayakan ulang tahun mendatang dengan lebih seru dan memorable. Here’s hoping for a remarkable birthday trips in the future. Aamiin!

26 comments:

  1. wow, ke jepang cuma 2 hari. Kalau aku pasti kecapean ngurus anaknya aja, hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih mumpung masih sendiri jadi belum ribet kalo pergi sebentar gini :))

      Delete
  2. Nice pictures as always! Bakal review Cathay & JAL nya ga kak?

    ReplyDelete
  3. Ini nih, blog yg udah aku pantengin sejakkkk lama² bgt. Pengen bgt bisa -me time- kayak kakaknya ini tapi apadaya ijin untuk melalangbuana sendirian masi digantung :) . Semoga, suatu hari aku bisa ngerealisasikan planning2 ku wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah digantung sama siapa nih? Semoga bisa menjalankan semua rencana liburannya ya untuk me time. Hati-hati ketagihan! :p

      Delete
    2. Digantung sama budget dan yg pasti orgtua kaa ahaha #problemacewek :3 Yap! Thanks kaa, do'akan ya! Mikirinnya aja udah ketagihan, apalagi kalo terealisasikan kaak! :D

      Delete
  4. Blog yang sangat menginspirasi ... walaupun blm pernh keluar negeri .... Tpi baca blog ini rasanya udah kaya kesana jg Heheheh ... Aq sudah 3 minggu baca blog ini dari cerita 2011 sampe 2017.. 😁😁 semoga tetap Semnagt nuliss ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Felly,

      Ikut seneng kalo kamu enjoy baca tulisan saya, terlebih bisa sampai menginspirasi. Semoga bisa liburan ke luar negeri sesegera mungkin yaa :D

      Delete
  5. Kerenn...bikin tulisan dong cara biar bisa masuk2 ke lounge2 keren gitu....udah sering naik macam2 pesawat tp ga pernah masuk lounge gitu...sedihnyaaa 😢😢

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup aku plan untuk share caranya. Tapi takut nunggu lama, intinya tinggal jadi elite member suatu alliance sih. Di level tertentu kamu jadi bisa dapet perks kayak lounge access.

      Delete
  6. bagus banget ky foto2 autunnya..plg suka yg di shinjuku garden..kok eky gada di fotonya? enak jg ya ulath pas autumn..klo aku august pas sunner..lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you, Grace! Aku males keluarin tripod jadi selfie semua dan gede-gede mukanya, kurang enak dipandang haha. Wakkss jangan deh Agustus ke Jepang, panasnya ngelebihin Jakarta kayaknya *langsung pusing kalo disuruh inget-inget*

      Delete
  7. anw..ini tepatnya kjnjungan km sktr tgl brp an? soalnya wkt lalu ke korea akhr okt di nami belum pd kuning2 smua daunnya🤔

    ReplyDelete
  8. yang kuning panjang dibawah pesawat itu apa ya...???

    ReplyDelete
  9. Hai, ekky

    Salam kenal. Saya ada rencana ke jepang April ini, dan menginap di sekitaran Ueno. Rencana mau explore sakura di tokyo dan Fuji, untuk transportasi sekitaran tokyo rencana mau pakai SUICA, adakah review untuk SUICA? bolehkah minta contoh itinerary jepangnya via email: queenriri21@gmail.com .. thank u in advance

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal juga :D

      Wah aku nggak pake SUICA melainkan pake Tokyo Metro 3-Day Pass yang hemat banget. Kalo kamu mau hemat aku saranin beli Metro Day Pass aja sih. Nanti kalo mau ke Odaiba baru beli single ticket JR.

      Aku gak buat itinerary nih buat liburan ke Jepang ini jadi nggak bisa dicontek :(

      Delete
  10. Hai refky.
    Penasaran nih... Aku kan aknir aret juga maunke japan pk cathay lanjut jal. Nah salah milih tiket yg waktu transitnya cuma 1 jam. Dr keluar pesawat keburu ga ya? Ke tranfer desk dulu ato langsung ke security check? Makasi yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi An Nisa,

      Satu jam itu singkat banget sebenernya. Tapi berhubung dalam 1 tiket, kalau amit-amit ada issue, kamu bakal di handle sama pihak Cathay/ JAL untuk sampai Tokyo. Begitu sampai Hong Kong langsung ke security check aja ya kan udah dapet boarding pass penerbangan lanjutan, nggak perlu ke transit desk.

      Enjoy Japan!

      Delete
  11. Replies
    1. Ini tanggal 2 - 3 Desember 2017, Tho.

      Delete
    2. Plan th ini akhir Nov ke sana. Semoga chureito nya masih ada autumn colornya

      Delete