Sunday, November 6, 2016

Vaksinasi Meningitis dan Yellow Fever di Jakarta

Saat mengurus visa Brazil, saya melihat himbauan di loket kedutaan untuk melakukan vaksinasi yellow fever sebelum tiba di Amerika Selatan. Walaupun demikian, bukti vaksinasi bukanlah syarat untuk pengajuan visa. Jika kalian berlibur ke beberapa negara di Amerika Selatan, Afrika (kecuali Afrika Utara kali ya?), serta Asia (misal: Saudi Arabia untuk Umroh atau Haji), vaksinasi merupakan hal yang sangat dianjurkan karena Anda dikhawatirkan terjangkit virus penyebab penyakit berbahaya. Waktu saya ke Brazil dan Peru, lagi marak banget penyebaran virus Zika. Kalau baca TripAdvisor, nggak sedikit orang yang membatalkan perjalanannya karena ini. Tapi saya ngerasa sayang banget kalau sampai membatalkan, jadi yaudah bismillah aja berangkat dengan vaksinasi.

Berbeda dengan vaksinasi meningitis yang bisa dilakukan di beberapa rumah sakit di Jakarta (waktu itu orang tua saya vaksinasi meningitis di Rumah Sakit Fatmawati), vaksinasi yellow fever hanya bisa dilakukan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Well, ini yang saya dapet dari internet aja sih, nggak tau kalo ternyata ada tempat lain yang menyediakan juga. Dari web KKP, saya tau kalo mereka punya banyak lokasi di Indonesia. Untuk di Jakarta sendiri lokasinya ada 2, yakni di kawasan bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusumah. Daftar lokasi KKP di kota kalian bisa dilihat di sini. Saya milih yang di Soekarno-Hatta aja karena lebih mudah dijangkau dibanding Halim.
Kantor Kesehatan Pelabuhan KKP Soekarno Hatta Jakarta
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno-Hatta

Dari web KKP tersebut juga saya tau kalo kalian bisa registrasi online sebelum datang. Hal ini dikarenakan mereka memiliki kuota vaksinasi setiap harinya. Kalau kalian datang kesiangan dan kuotanya habis, kalian harus datang lagi di lain waktu. Mengisi online form-nya sendiri gampang banget kok, paling cuma upload paspor aja yang ribet. Yang harus diperhatikan adalah kalian hanya bisa melakukan vaksinasi paling cepat 30 hari sebelum keberangkatan. Setelah selesai isi form, nanti kalian akan dapet email dan harus diprint untuk ditunjukkan saat di KKP. Oh ya, kalian harus dateng di tanggal yang dipilih ya, karena kalo nggak dateng kalian harus daftar ulang.
Registrasi Online Vaksinasi Meningitis Yellow Fever KKP Jakarta
Bukti registrasi online yang butuh di print

Sebelum berangkat saya baca beberapa blog untuk dapet gambaran tentang KKP. Ternyata KKP biasanya sudah ramai sejak pagi hari karena banyaknya jamaah Umroh yang membutuhkan vaksinasi meningitis, sementara vaksinasi lainnya (influenza, yellow fever, dll) nggak banyak yang antri. Keesokan harinya, sebulan sebelum keberangkatan saya ke KKP Soekarno-Hatta membawa uang secukupnya, bukti registrasi online, 1 lembar pas foto 4x6 berwarna background putih, dan buku vaksinasi (buku kuning). Berhubung saya "sudah pernah" vaksinasi meningitis untuk umroh di tahun 2012 lalu, jadi saya udah punya buku kuning. Katanya kalo udah punya,bawa aja supaya nggak usah beli lagi, lumayan hemat Rp25.000. Btw kenapa kata-kata sudah pernah-nya saya kasih tanda kutip? Karena waktu lagi persiapan umroh saya masih di Bandung dan nggak sempet vaksinasi meningitis, baik di Bandung maupun Jakarta. Alhasil kata biro perjalanannya yaudah dibikinin buku kuning aja yang udah distempel cap vaksinasi meningitis. Lucu ya… hahaha.
Lokasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekarno-Hatta Jakarta
Lokasi KKP dan tempat turun DAMRI

KKP Soekarno-Hatta buka dari jam 8 pagi sampai siang. Berhubung ada kuota, jadi saya berangkat pagi aja. Saya ke Soekarno-Hatta naik DAMRI dari Gambir. Harganya sekarang udah Rp40.000 ya, padahal dulu masih Rp20.000. Berhubung saya nggak gitu familiar sama lokasinya, jadi saya bilang ke supir DAMRI kalau saya mau ke KKP. Setelah dia mengangguk, saya langsung cari kursi kosong. Setibanya di kawasan bandara Soekarno-Hatta, pertama mereka drop penumpang di Terminal 1, lanjut ke Terminal 2, lalu bis kosong tinggal saya sendirian. Karena takut supirnya lupa, saya mau nanya ke dia. Sebelum nanya, keneknya ngomong "KKP ya Mas? Duduk aja ya, nanti saya tunjukin". Ok deh.
Menuju Kantor Kesehatan Pelabuhan KKP Soekarno Hatta Jakarta
Menuju KKP

Nggak lama kemudian bis berhenti di pinggir jalan dan saya disuruh turun. "Mas, ini tinggal lurus aja nanti ada di sebelah kiri setelah masjid," gitu kata kenek-nya. Setelah 500 meter, saya sampai di KKP. Begitu masuk, saya menuju loket dan nanya petugasnya harus ngapain berhubung udah registrasi online. Dia kasih formulir dan minta saya untuk isi. Hmm what's the point of online registration then if you have to fill similar form twice?
Formulir Vaksinasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekarno Hatta Jakarta
Formulir

Selesai ngisi, saya panggil bapak petugasnya. Kemudian dia menyuruh saya jalan ikutin dia. Pas lagi jalan, dia ngomong, "ini mau nunggu antrian apa langsung coblos? Kalo mau langsung coblos nambah dikit aja." Karena saya kaget dan bingung ditanya gitu, jadi cuma bisa haha-hehe aja dan nggak kasih jawaban. Kemudian kami tiba sebuah loket yang letaknya terpojok banget. Bapak petugasnya bilang ke Mbak yang di loket untuk urus saya yang mau suntik yellow fever. Sebelum dia pergi, dia bilang "nanti saya di depan ya". Astaga, serem amat sih pungli di sini?!
Loket Belakang Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekarno Hatta Jakarta
Loket gelap-gelapan

Kemudian Mbak-nya isi data saya dan minta biaya Rp360.000. Saya lagi-lagi kaget karena biaya vaksin yellow fever itu Rp300.000 (sementara biaya vaksi meningitis Rp260.000), ditambah pendaftaran dan pemeriksaan sekitar Rp20.000. Saya tanya kan kok bisa Rp360.000, katanya selain vaksi dan pendaftaran ada biaya buku juga. Saya keluarin lah buku kuning saya dan bilang kalo saya udah punya, jadi nggak perlu beli lagi. Terus dia bilang "oh beda bukunya". Karena nggak mau ribet dan kelamaan diskusi berhubung harus masuk kerja juga, saya bayar aja Rp360.000. Begitu buka dompet, ternyata uang saya tinggal Rp400.000! Masih cukup sih buat bayar Mbak ini, tapi nanti kalo Bapak petugas tadi nagih jatahnya gimana?!
Daftar harga pelayanan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno-Hatta
Daftar harga pelayanan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno-Hatta (sumber)

Nggak lama setelah bayar, nama saya langsung dipanggil menuju pengeras suara untuk masuk ruangan suntik. Hell yes, gue udah bayar pungli nggak ada ya antri lama. Setelah disuntik, dokternya bilang kalo vaksin yellow fever berlaku 10 tahun, jadi nggak perlu suntik lagi. Sementara itu kalo vaksin meningitis berlakunya 2 tahun aja. Pas lagi ngobrol gini, saya bilang lagi kalo sebelumnya saya udah punya buku kuning juga bahkan sempet nunjukin ke dokternya. Tapi dia agak acuh gitu dan bilang jawaban yang sama, yakni: oh sekarang udah beda bukunya. Oke deh, udah 4 tahun juga sih emang, mungkin udah ada perubahan sekarang.

"Oke Mas, udah suntiknya. Ini buku vaksinnya. Behubung tadi Mas bayar di belakang, nanti dateng ke Mbak-nya aja untuk minta kuitansi," kata dokternya sambil memberikan buku kuning yang katanya baru. Saya nggak merhatiin dan langsung masukin ke tas. Kemudian saya jalan ke loket pojokan tadi dan minta kuitansi. Berikut adalah kuitansinya.
Kuitansi Vaksinasi Yellow Fever Apotik Sehati Jaya
Kuitansi Apotik Sehati Jaya

Perasaan saya dateng ke Kantor Kesehatan Pelabuhan, kenapa kuitansinya jadi Apotik Sehati Jaya…?  Berhubung udah jam 9 lewat dan saya harus cepet ke kantor karena lagi ada masalah yang cukup krusial, saya males bawelin Mbak-nya buat nanya kenapa Apotik Sehati Jaya, mana rincian biayanya, dan sebagainya. Jadilah saya langsung jalan ke luar dengan langkah sangat cepat sambil pura-pura nelpon supaya bisa menghindar dari si Bapak yang minta jatah pungli. Fyuh, ternyata aman dan nggak ada si Bapak juga.

Begitu di luar, saya tanya satpam gimana cara naik DAMRI dan dia nunjukkin arahnya. Setelah saya ikutin, ternyata lewat jalan setapak gitu yang tembus di pinggir jalan raya deket Terminal 1A. Karena DAMRI yang ke Gambir lama, jadilah saya naik Uber aja untuk ke kantor.
Jalan Setapak dari KKP Soekarno Hatta ke Terminal 1A
Jalan setapak menuju Terminal 1A

Begitulah pengalaman saya suntik vaksin yellow fever di Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekarno-Hatta yang ternyata masih ada pungli. Nggak banyak sih, Rp15.000 aja (saya bayar Rp360.000 untuk yang seharusnya Rp345.000). Tapi ya banyak atau dikit kalo kita diminta bayar melebihi yang seharusnya bisa dikategorikan pungli, kan? Semoga gerakan menghapuskan pungli yang baru-baru ini lagi rame bisa cepat diimplementasikan, termasuk ke KKP ini. Kalo masih ada juga, pecat aja oknumnya biar jera.

Oh ya, kan tadi saya bilang udah punya buku kuning tapi tetep diminta beli yang baru karena Mbak di loket dan dokter yang nyuntik saya bilang "oh sekarang bukunya udah beda", padahal saya sempet kasih liat mereka juga (walaupun acuh dan nggak disentuh). Berhubung setelah dapet buku yang baru saya langsung masukin ke tas, saya baru bisa ngecek pas di mobil. Beginilah kedua buku kuning saya.
Buku Vaksinasi Buku Kuning
Buku vaksinasi lama dan baru yang nggak ada bedanya

Dimana coba bedanya… Halaman dalemnya pun sama persis. Hhhh!

Oh ya, FYI beberapa negara mengharuskan kalian untuk punya bukti vaksinasi yellow fever jika kalian pernah ke Amerika Selatan atau Afrika sebelum masuk ke negaranya. Yang saya tau adalah Singapore, karena di kartu imigrasi-nya pun ada pertanyaan demikian. Pernah baca juga katanya kalau mau ke Spanyol juga harus punya ini, kalo nggak bisa ditolak boarding. Saya sendiri kemarin nggak diminta sama sekali, baik pas mau boarding pesawat di Lima ke Madrid maupun pas masuk imigrasi Singapore. Padahal tahun 2013 lalu pas pertama kali masuk Singapore dan liat immigration card-nya langsung penasaran apa yang akan terjadi jika saya centang "Yes" untuk pertanyaan "Have you been to Africa or South America during the last 6 days?". Ketika akhirnya 3 tahun kemudian kesampean, ternyata nggak ditanyain apa-apa :)) Atau mungkin dia nggak sadar kali ya karena flight saya dari Doha waktu itu.
Immigration Card Singapore
Immigration Card Singapore

Anyway, jadi untuk 10 tahun ke depan kalo mau ke Amerika Selatan lagi atau Afrika nggak perlu suntik yellow fever lagi. Horeee here I come Chile… or South Africa… or… *banyak mau*

8 comments:

  1. Waduh, repot juga ya Ky vaksinnya. Kalau disini kayaknya tinggal bikin janji di GGD aja semestinya semuanya ada disana, hahaha.

    Eh, tapi memang sih kalau mau masuk Singapore di kartunya ditanyain dalam sekian lama terakhir pernah ke Amerika Selatan atau engga, hmmm.

    ReplyDelete
  2. Sering kesel juga nih sama yang masih pungli kaya gini. Serasa mereka nggak punya integritas kerja, apa sih yang salah di mindset mereka? Masih ada aja di berbagai instansi pemerintah. Perlu diubah nih mindset mereka

    ReplyDelete
  3. Hahahaha berarti buku kuning yg lama itu..... Dipastikan palsu pak, krn bapak tidak disuntik, coba deh bapak pake sinar UV muncul nggak gambar garuda yg berpendar (krn ada jg yg palsu KW 1,logo garuda tetap ada tp tdk buram), kl asli... Berarti buku aspal tuh, ttp aja invalid

    ReplyDelete
  4. Kmaren mau vaksin yellow fever + thypoid eh vaksin yellow fever habis. Di KKP tg priok vaksinnya harus beli di apotik tunjukan KKP. Malah nambah ongkos ojek lagi. Adm 45rb,vaksin typhoid 320rb ojek KKP ke apotik pp 40rb. Total 405rb.

    ReplyDelete