Monday, September 14, 2015

Cerita Tingkat Akhir di Teknik Fisika ITB

Kuliah di ITB itu awalnya kalian akan masuk ke satu fakultas dan selama satu tahun (tingkat pertama) akan menjalankan yang namanya TPB atau Tahap Persiapan Bersama. Di akhir TPB, kalian akan memilih urutan prioritas jurusan yang ada di fakultas. Kemudian berdasarkan IPK TPB dan kuota setiap jurusan, kalian akan masuk satu ke jurusan atau biasa juga disebut program studi (prodi). Nah sisa perkuliahan kalian di ITB ini akan dihabiskan di prodi. Kuliah S1 di ITB itu paling lama 6 tahun, kalo lebih bakal lulus dari Annex alias drop-out.
(Beberapa) Wisudawan Agustus 2015 Teknik Fisika ITB

Saya sendiri merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) yang kemudian melanjutkan di program studi Teknik Fisika. Mutusinnya juga rada bingung seperti yang bisa dibaca di post ini, ini, ini, ini, dan ini — tuhkan ketauan banget bingungnya. Sesuai dengan namanya, mata kuliah di Teknik Fisika itu tentang segala fenomena fisika — yang banyak terapannya dalam kehidupan, jadi lebih ke applied physics gitu deh. Kalian bakal ambil mata kuliah wajib di tingkat 2 dan 3. Nah, di tingkat 4 nanti kalian udah diminta untuk memilih satu kelompok keahlian yang ada buat dijadiin tema topik tugas akhir. Jadi kalo di tingkat 2 dan 3 itu kalian belajar macem-macem mulai dari fluida, material, elektromagnetik, fisika kuantum, komputasi, kontrol, akustik, dan sebagainya, di tingkat 4 kalian diminta buat pilih 1 tema. Misalnya akustik, atau kontrol, atau yang lain.

Sejak tahun 2014, tugas akhir di Teknik Fisika ini harus dikerjain berdua. Wah enak banget dong?! Uhmmmm... *batuk*. Singkat cerita saya dan partner TA saya memilih untuk kelompok keahlian Pemrosesan Material dan fokus ke Advanced Material. Jadi selama 2 semester saya menjadi anak lab Advanced Functional Material (AFM). Waktu itu kami maunya topik tentang hidrofobik, jadi milih dosen pembimbingnya juga yang selalu nanganin topik ini. Alhamdulillah Beliau mau dan pembimbing duanya juga merupakan dosen yang berkaitan. Jadi kayak sepaket gitu dua dosen ini kalo mau topik hidrofobik. Setelah perbincangan awal, kami sudah dapet topik spesifik yakni pembuatan lapisan hidrofobik pada stainless steel.
Ruang rapat Lab AFM ITB


Tugas akhir di Teknik Fisika memiliki bobot 5 sks yang dibagi ke dalam 2 semester. Di semester 1, nama mata kuliahnya adalah Metode Perancangan dan Eksperimen (atau biasa disebut TA 1). Sementara itu di semester 2 nama mata kuliahnya adalah Tugas Akhir dan Ujian Komprehensif (disebut TA 2). TA 1 itu bobotnya 2 sks, sementara TA 2 bobotnya 3 sks. Kenapa dipecah jadi TA 1 dan 2 gini? Katanya sih supaya mahasiswanya lebih teratur. Soalnya biasanya kalo gak dipecah, nanti baru pada ngerjain TA pas semester 8 dan itu buru-buru banget. Jadi dengan dipecah ini, mahasiswa diminta untuk mengerjakan bab 1 -3 di TA 1, sementara bab sisanya dikerjakan di TA 2. Enak sih menurut saya.
Magnetic stirrer: alat lab yang selalu bikin kangen saat ngaduk teh karena ngaduk dengan ini cepet banget homogennya :')

Selama TA 1 dari akhir Agustus sampai pertengahan Desember 2014, kami fokus studi literatur supaya ilmunya banyak dan paham tentang dasar dari hidrofobik ini. Dosen pembimbing kami itu baiiik banget, jadi dikasih lebih dari 50 paper tentang hidrofobik supaya bisa belajar. Selain itu saya juga baca-baca tugas akhir sebelumnya dengan topik yang mirip. Selain studi literatur, di TA 1 ini kami juga merencanakan metode percobaan yang akan dilakukan pada TA 2. Selama TA 1 ini saya belom melakukan percobaan sama sekali. Di akhir TA 1, kami sudah sepakat dengan dosen pembimbing bahwa judul tugas akhir kami adalah "Pembuatan Lapisan Hidrofobik pada Stainless Steel dengan Metode Deposisi Elektrokimia".
Setengah dari sampel hasil percobaan

Selama libur semester 7, saya sama sekali nggak nyentuh tugas akhir. Malah asik jalan-jalan lama banget hampir 3 minggu. Bahkan begitu mulai semester 8 saya sempet lupa judul lengkap tugas akhir saya :p

Semester 8 saya hanya mengambil 6 sks. 3 sks TA 2 dan 1 sks mata kuliah pilihan supaya total sks saya melebihi 144. Karena itu, waktu saya jadi kosooooong banget. Kuliah TA 2 cuma 2 jam di hari Senin, sementara kuliah pilihan itu 2 jam di Selasa pagi dan 1 jam di Rabu sore. Sampai awal Februari saya masih belom panas buat ngerjain TA, tapi tetep semangat pengen wisuda di bulan Agustus. Waktu itu kesalahan saya adalah nggak menyiapkan bahan yang diperlukan untuk percobaan saat mengerjakan TA 1. Kalo aja waktu itu udah beli-beli, pasti di TA 2 bisa langsung ngerjain. Tapi waktu itu malah rebek nyari ke sana ke sini, bahkan kami nggak tau harus beli stainless steel dimana. Bego banget kan?!
Sebagian dari ruang kerja saya di lab kering

Begitu bahan udah lengkap, percobaan berjalan dengan lancar. Sempet ada hiccup di sana sini, tapi bisa dihandle kok. Saya pengen jelasin percobaan TA saya tapi nanti pada pusing, jadi saya kasih brief explanation-nya aja yak. Stainless steel itu kan sifatnya hidrofilik, yang mana kalo ditetesin air nanti bakal menyebar airnya (sama kayak di atas kayu atau lantai). Nah, berhubung saya mau bikin permukaannya supaya jadi hidrofobik (kalo ditetesin air, air bakal membulat), maka perlu dilakukan modifikasi. Modifikasi yang kami lakukan waktu itu adalah pengasaran permukaan stainless steel dengan larutan HF (ini asamnya kuat banget, kalo ditaro di gelas kaca bisa keropos. Tapi malah nggak masalah kalo ditaro plastik. Remember that scene from Breaking Bad, anyone?) kemudian dideposisi elektrokimia. Deposisi elektrokimia ini mirip dengan elektrolisis, jadi ada logam yang ingin dilapisi dan logam pelapis. Waktu itu kami mencoba melapisi dengan aluminium dan seng (nggak digabung pelapisannya). Berikut adalah perbedaan tetesan air dari sebelum dimodifikasi dan setelah dimodifikasi.
Kiri: di stainless steel sebelum modifikasi; kanan: di stainless steel setelah modifikasi

Nonton ini deh, video slowmotion tetesan air di permukaan stainless steel yang udah saya modifikasi.

Selain mengerjakan tugas akhir, mahasiswa tingkat akhir di Teknik Fisika ITB diwajibkan untuk melakukan FE Test alias Fundamental Engineering Test. Bahasa umumnya adalah ujian komprehensif. Jadi di pertengahan Maret kami melakukan FE Test ini yang isinya materi kuliah dari TPB sampe semester 7. Tesnya sendiri dibagi ke dua sesi yang dilaksanakan pada minggu yang berbeda. Jadwalnya minggu pertama itu adalah sesi 1 yang terdiri dari 120 soal dengan tingkat kesulitan mudah-sedang. Sementara minggu kedua adalah sesi 2 yang terdiri dari 60 soal tapi tingkat kesulitannya sedang-tinggi. Masing-masing sesi diberikan waktu 4 jam. Pengerjaannya dilakukan secara online, jadi mahasiswanya dateng ke lab komputer dan ngerjain bersamaan di situ.

Di minggu pertama, FE ini ada "twist" yang bikin shock. Yang awalnya dijadwalkan semuanya ngerjain sesi 1, ternyata setengah dari kami disuruh ngerjain sesi 2. DUH GIMANA CERITANYA YA KAN BELAJARNYA BUAT SESI 1, PAK! Cuma itu udah ketentuannya dan nggak bisa dilawan. Gimana cara nentuinnya? Nah kan duduk nih mahasiswanya di masing-masing komputer. Selang-seling kan tuh. Terus udah aja masing-masing disuruh nyebut 1 atau 2 secara berurutan. Sebagai orang yang keseringan apes, tentu saja saya dapet sesi 2 duluan. Untungnya lulus sih. Alhamdulillah… Tips buat kalian yang mau FE: kerjain contoh soal dari buku-buku FE yang beredar! Dan pelajarin screenshot soal FE tahun sebelumnya (ini kayaknya ilegal tapi sih sebenernya… tapi semua punya kok jadi nggak masalah :p)

Setelah beberapa kali percobaan dan bimbingan, akhirnya kami bisa mengumpulkan draft tugas akhir di tanggal 29 Mei 2015 yang merupakan deadline pengumpulan draft kalo mau wisuda Agustus. Eh ya, saya dan temen lab ngerjain TA nggak pake nginep, padahal kami udah sok-sok janjian, "KITA HARUS NGINEP MINIMAL SEKALI DI SINI!" Setelah ngumpulin draft (dan segala dokumen tambahan), kami dapet tanggal koloqium. Koloqium itu bahasa ribet dari sidang. Di Teknik Fisika ini nggak ada seminar, jadi langsung koloqium (sidang) 1 kali dengan 2 penguji dan boleh ditonton temen-temen. Waktu itu kami kebagian jadwal koloqium hari Selasa tanggal 9 Juni 2015 jam 8 pagi. Sebelum koloqium, saya baca-baca lagi teori-teori yang berkaitan dan baca draft berkali-kali sampe afal kayaknya gambar ada di halaman berapa aja. Waktu itu gugupnya dikit doang karena saya yang ngerjain TA-nya, kalo ditanya ya jawab dari teori-teori yang udah dibaca aja.
Yang ditunggu (ini draft sih, yang di final-nya nggak difoto)

Hari koloqium pun tiba. Saya dateng jam 7 lewat dikit. Jam 8 kurang 5 menit, 2 orang pembimbing saya udah dateng tapi baru 1 penguji yang dateng. Ditungguin sampe jam 8.10 tapi 1 penguji lagi belom dateng. Begitu ditelepon pembimbing saya, katanya dia masih di rumah… Akhirnya pembimbing saya mutusin buat mulai koloqium tanpa penguji 2. Koloqium berjalan dengan lancar selama 25 menit. Setelah selesai presentasi (DAN HAUS BANGET BTW, TAPI GAK BAWA MINUM), berikutnya adalah sesi tanya jawab. Berhubung penguji yang dateng cuma 1, jadilah 2 pembimbing saya ikutan nanya. Lancar kok tapi tanya jawabnya, tapi rada mandet pas pembimbing 1 saya nanyain pertanyaan yang sempet saya tanya pas bimbingan tapi dia waktu itu nggak tau. Eh pas tanya jawab malah jadi tau…
Suasana koloqium

Selesai koloqium, temen-temen saya yang nonton pada memberikan ucapan selamat dan memberikan bingkisan. Aaah terima kasih banyak! Karena ruangannya nggak ada yang pake setelah saya koloqium, jadilah foto-foto dulu sampe bosen.
Terima kasih Kemas 2011!


Komen dong, Ven!

Ojan sebagai perwakilan dari Hofras

Ansos sejak TPB

Terus ini bingkisan yang saya dapet setelah koloqium.
Terima kasih banyaaak!

Apakah setelah koloqium udah dapet gelar S.T.? Kalo di Teknik Fisika sih belom. Masih harus revisi dulu dan mengumpulkan dokumen-dokumen buat yudisium. Yudisium ini adalah rapat yang dilakukan dosen-dosen Teknik Fisika untuk menentukan mahasiswa ini udah boleh diwisuda atau belum. Waktu itu jeda antara koloqium dan deadline pengumpulan dokumen untuk revisi adalah 8 hari. Jadilah 8 hari itu ngebut banget ngerevisi sambil ngumpulin dokumen sisanya. Untungnya revisi saya nggak begitu banyak. Sempet disuruh percobaan tambahan sih sama pembimbing, tapi nggak perlu dianalisis karena nggak memungkinkan.

Tanggal 17 Juni saya berhasil mengumpulkan dokumen untuk yudisium. Yudisium dilakukan keesokan harinya, dan alhamdulillah saya (dan temen-temen yang mau wisuda Agustus lain) sudah boleh di wisuda! Berhubung semua urusan di Bandung udah selesai, saya pindahan dari kosan tanggal 19 Juni. Seneng banget rasanya udah beres segala urusan.

Wisuda dilakukan hari Sabtu tanggal 1 Agustus, namun ada serangkaian acara sebelum wisuda. Hari Kamis-nya (30 Juli) ada prewis yang mana merupakan acara himpunan. Besok hari Jumat-nya, ada wisnite yang merupakan acara dari program studi. Di acara ini semua calon wisudawan dan orang tuanya diundang untuk datang ke semacem ramah tamah dengan dosen dan staf Teknik Fisika ITB. Baru deh wisudanya hari Sabtu keesokan harinya. Wisuda sarjananya udah diceritain di sini yak walaupun simpel. Yang jelas riweh deh wisuda itu. Tapi seru sih, jadi walaupun capek harus tetep dinikmatin.
Sertifikat dari Teknik Fisika ITB

Di akhir post ini, saya ingin sedikit mengulang kata pengantar tugas akhir saya. Terima kasih kepada kedua pembimbing yang selalu baik dan kooperatif banget. Nggak nyesel deh milih kedua pembimbing ini! Buat temen-temen lab AFM; Gilang, Bill, Ridho, dan Maul yang sering ngelab bareng. Juga dengan temen dari lab seberang (Prosmat); Nadia, Danang, Cabe, Wongso, Cio, Aldo, Niko, dan Yosa yang sering ditimbrungin. Dan terima kasih juga buat temen-temen yang udah nyempetin dateng dan ngasih bingkisan pas koloqium dan wisuda. Terima kasih banyak pokoknya!!!
Hadiah wisuda. Terima kasih banyaaak!

Ucapan dari Mpike yang kece banget designnya. Terima kasih banyak, Manda!
Mongomong itu yang paling kanan: jambu, kebalik, fans (three fans), club :')

Akhirnya punya balon ST! Hahaha terima kasih MPIKE! (fotonya ketinggalan)

Bunganya dikumpulin, ditaro vas, tapi ditinggal ke Hong Kong 5 hari. Begitu pulang busuk semua :(

Anyway, abis baca post ini jangan dikira lancar ya saya ngerjain TA. Ini dramanya nggak ada yang diceritain di sini. Kalo diceritain bisa-bisa panjangnya 2x post ini, haha. Jadi yaudahlah nggak saya tulis. Lagian saya juga pengennya lupa aja sama lika-liku tugas akhir. Kalo inget bawaannya kesel ajasih lagian gimana dong?!?!?!? *mulai kesel lagi*

Terakhir: semoga saya cepet dapet kerja. Aamiin!

24 comments:

  1. Amin, semoga semua doanya tercapai, cepat dapat kerja dan sukses terus. Selamat atas kelulusannya yang hebat ya Mas, dirimu keren sekali bisa melewati semua halang rintang menjelang wisuda itu dengan sangat, sangat baik banget *dua jempol :hehe*. Saya jadi ingat masa-masa SMA dulu yang suka banget sama laboratorium cuma kuliah dan kerjanya malah belok 180 derajat dari sana :haha *malah curhat*. Tapi saya jadi sedikit tahu tentang bagaimana kehidupan mahasiswa tingkat akhir di teknik fisika ITB, keren yak apa yang kalian lakukan di sana!

    Ngomong-ngomong kalau stainless steel tahan air, nanti bisa tidak berkarat begitu, ya? :hehe :peace.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak atas doanya, Mas Gara! Hahaha saya juga kayaknya kerjanya bakal melenceng nih… hihi tapi belom tau pasti deeng.

      Yup, salah satu tujuannya adalah meningkatkan ketahanan stainless steel terhadap karat.

      Delete
  2. Iya ini komen

    IYA INI GW KOMEN PUAS LU

    Haha.

    Anw selamat ky atas perjuangannya di tingkat 4, dengan drama TA nya :)

    Semoga cepet dapet kerja :)

    Keep travelling :D

    *supaya gw sebagai pengangguran ada bacaan di jambukebalik

    ReplyDelete
    Replies
    1. YEESSS akhirnya dapet komen dari Intern-nya CERN!!!
      Aww, lo juga selamat sudah kelar semua-muanya! Semoga cepet dapet kerja juga! Aamiin, terima kasih atas doa-doanyaaaa!
      Btw, nice subtle way to promote your own blog, eh? Hihihi

      Delete
  3. Selamat ... semoga cepet kerja trus makin gila kelayapan nya hahaha
    Btw kalo tugas ber 2, kira2 jatuh cinta ngak ama patner nya hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Terima kasih banyak, Cumi!
      Wahahahahaha mikirin tugas akhirnya aja udah stres, gak sempet pikirin cinta-cintaan. Tapi kalo emang dari awal diniatin, kayaknya bisa deh :p

      Delete
  4. Akhirnya kakak ngepost jg cerita singkat TAnya, walaupun rada telat tau postnya ya kak :') Selamat jg kak udh dapet kerja nih hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa akhirnya ditulis juga walaupun meleset beberapa minggu dari rencana awal. Ahh terima kasih, anonymous!

      Delete
  5. Senengnya yang udah diwisuda, gak ada lagi drama per-skripsi-an hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yay udah nggak perlu nge-lab lagi berurusan dengan bahan kimia! Hahaha

      Delete
  6. selamat ya mas, semoga makin sukses ya mas kedepannya.. aamiin,
    oh iya mas, saya mau nanya, saya baca di website itb, katanya teknik fisika itu masuk ke program peminatan bagi peserta snmptn ( jalur rapot) tapi program pemintanan tidak berlaku bagi peserta sbmptn (tes tulis), itu maksudnya gimana ya mas? apakah kalau ikut sbmptn kita tidak bisa memilih teknik fisika?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terima kasih banyak doanya, Zarrina :D
      Hmm saya malah baru tau ada jalur semacem ini. Dari 4 tahun saya di ITB, untuk masuk Teknik Fisika itu kamu harus masuk Fakultas Teknologi Industri (FTI) dulu selama 1 tahun (namanya tahap persiapan bersama, TPB). Jadi baik pas undangan (SNMPTN) dan tes tertulis (SBMPTN) nggak ada pilihan Teknik Fisika, adanya pilihan FTI (yang di dalamnya ada Teknik Fisika).
      Anyway, sistem ini yang saya tau berlaku di tahun 2011-2015 sih, nggak tau untuk tahun 2016 akan seperti apa.

      Delete
  7. jadi gitu ya mas, hehehe okedeh, makasih ya mas penjelasannya...:)

    ReplyDelete
  8. Bang,gw mau tanya. di Teknik Fisika ITB ada konsentrasi tentang renewable energy gak? thanks

    ReplyDelete
  9. bang saya mau nanya.saya tahun depan lulus sma dan rencana mau lanjutin pendidikannya jurusan teknik fisika.teknik fisika itu menurut abang susah ngga bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Danielo,

      Pelajarannya sendiri emang susah, tapi kalo kamu suka Fisika berarti ini bakal pas banget. Walaupun susa, Teknik Fisika ITB itu enak banget lingkungannya, temennya, dosennya, jadi nggak kerasa susahnya.

      Delete
  10. Bang kalau gabisa di fisika, tapi ngebet banget masuk teknik fisika. Gimana bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalo boleh tau kenapa emang mau masuk Teknik Fisika?

      Anyway, nggak gitu saya saranin sih sebenernya karena kalo nggak suka nanti susah juga nangkepnya selama 3 tahun kuliah.

      Delete
  11. Biaya awal saat masuk berapa ya? Sama buaya per semester?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu angkatan saya masuk (2011), uang masuk 55 juta dan per semester 5 juta. Tapi sejak 2014/2015 uang masuknya 0 dan biaya per bulannya di rentang 0-10 juta, sesuai kemampuan orang tua.

      Delete
  12. maaf nih bang ,kalau boleh tau sekarang abang kerja dimana ??? Soalnya Saya pengen masuk TF tapi ortu ngeraguin Prospek kerjanya bang oh iya kalau boleh tau juga temen temen abang yang lain kerja dimana ??? makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Adef, sekarang saya kerja di tech company. Agak menyimpang dari Teknik Fisika tapi sama sekali nggak nyesel :D

      Temen-temen saya kebanyakan sejalan dengan Teknik Fisika kok. Ada yang di PLN, Freeport, petrokimia, fisika bangunan, instrumentasi, kontrol, EPC, dan sebagainya.

      Delete
  13. wah makasi bang malem2 gini jadi mantepin pilihan ke teknik fisika taun depan hehe tertarik belajar renewable energy nya dan oh ya di sana ada belajar tentang panel surya gitu nggak bang? thanks bang :D

    ReplyDelete