Wednesday, March 4, 2015

Mengurus Visa Mesir Butuh Kesabaran

Halo!
Kembali lagi bersama saya dalam post yang bertemakan mengurus visa. Entah kenapa saya selalu seneng kalo nulis post tentang pengalaman mengurus visa. Mungkin karena saya pernah merasakan gimana terbantunya kalo baca pengalaman orang-orang ngurus visa. Selain dokumen apa aja yang dibutuhkan, post yang biasanya saya temuin itu ngasih tau juga cerita mereka mulai dari menyiapkan berkas, lodge dokumen ke kedutaan, sampai akhirnya ngambil paspornya di kedutaan lagi–entah itu hasilnya approved atau rejected.

Kalau sebelumnya visa yang saya urus selalu lancar dan mudah, mengurus visa yang satu ini agak rumit. Pertama, info yang tersedia agak sedikit karena mungkin belum banyak orang yang kesana. Kedua, bisa juga sebenernya sudah banyak yang kesana, tapi nggak mengurus visa secara mandiri jadi tidak tahu tata caranya. Or they just simply do not own a blog, so nowhere to explain their experience.

Sesuai judul, sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya mengurus visa ke kampung halamannya Fir'aun: MESIR! Tolong kalau salah saya diingatkan ya, siapa tau ternyata dia lahir di tempat lain.
Sphinx dan Pyramid di Giza, Cairo, Mesir
Sphinx dan Pyramid di Giza, Cairo, Mesir

RISET AWAL DAN STUDI BANDING
Seperti biasa, kalau mau ngurus visa saya selalu buka website kedutaan yang dituju. Alhamdulillah Mesir punya kedutaan di Jakarta, jadi semua lebih mudah (side note: ceritanya beberapa waktu lalu saya mencanangkan untuk mengunjungi Bolivia demi ke Salar de Uyuni (nggak tau?? google it and prepare to be amazed!) namun ternyata kedutaan Bolivia terdekat dari Indonesia cuma ada di India dan China). Tapi, website tersebut hampir nggak membantu sama sekali. Berbeda dengan website kedutaan Jepang dan Belanda yang menjelaskan semua yang dibutuhkan tentang tata cara mengurus visa, informasi yang relevan dengan pengurusan visa ke website kedutaan Mesir di Jakarta hanya alamat, nomor telepon, serta jam buka kedutaan. Sabaar, sabaar.

Dalam kondisi belum mau mengeluarkan pulsa untuk menelpon, pencarian informasi berlanjut ke blog-blog. Alhamdulillah... cuma nemu satu blog yang menceritakan pengalamannya mengurus visa Mesir. Terima kasih kepada Mas Antho yang sudah menuliskan pengalamannya dan menjadi tempat saya tanya-tanya. Sebenernya ada sih satu lagi blog yang menceritakan tentang pengurusan visa Mesir, tapi saya bacanya bikin mules karena cukup mendebarkan hahaha.

Tetapi karena dirasa masih belum srek karena belum tau penjelasan resmi, saya akhirnya membeli pulsa untuk menelepon kedutaan.
"Selamat siang, saya ingin menanyakan tentang mengurus visa Mesir untuk turis."
"Emailnya apa?"
"*sebutin email*"
"Nanti dikirim apa aja yang harus disubmit"
"O..o.. oke terima kasih"
Petugasnya ngomongnya irit banget dan suaranya galak. Tapi bagus lah jadi pulsanya nggak kepotong banyak (tetep mikirin pulsa).

Beberapa menit kemudian, masuklah email dari kedutaan Mesir (pake Gmail, btw) yang di dalamnya ada 3 lampiran: persyaratan dokumen dan 2 scan formulir.
Dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus visa Mesir
Dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus visa Mesir

Formulir Aplikasi Visa Mesir 1
Egypt Visa application form, page 1

Formulir Aplikasi Visa Mesir 2
Egypt Visa application form, page 2

Karena masih ada beberapa hal yang belum pas di hati tentang pengurusan visa ini walaupun sudah sering tanya lewat telepon dan email, saya memutuskan untuk pergi ke kedutaan Mesir setelah mengumpulkan dokumen visa Schengen. Mumpung lagi di Jakarta juga, jadi nggak perlu keluar uang travel. Saya naik TransJakarta dan turun di halte Sarinah karena mau makan Bakmi GM terlebih dulu. Dari sana saya memutuskan untuk jalan kaki ke kedutaan Mesir yang terletak di Jalan Teuku Umar. Alhamdulillah panas-panas olahraga jalan kaki 3 kilometer :)

Sesampainya di kedutaan Mesir, saya membaca kertas yang ditempel di gerbang yang menginformasikan bahwa kedutaan tutup karena sedang merayakan Idul Adha :''') Sabaaar, sabaaar. Karena nggak mau pulang dengan sia-sia, saya mencoba menanyakan beberapa hal ke satpam yang berjaga. Katanya (kurang lebih), "Saya nggak tau apa-apa!" Sabaaar, sabaar.

PERSIAPAN DOKUMEN
Dari attachment yang dikirimkan oleh kedutaan diketahui bahwa dokumen yang diperlukan antara lain:
1. Formulir yang diisi lengkap (FORMULIR DIPRINT BOLAK-BALIK!)
2. Pasfoto 4x6 berwarna 2 lembar, background putih
3. Surat sponsor dalam bahasa Inggris
4. Undangan dari Mesir
5. Fotokopi rekening koran minimal 3 bulan terakhir
6. Paspor yang masih berlaku minimal 7 bulan
7. Fotokopi paspor
8. Reservasi tiket dan penginapan
9. Fotokopi surat nikah dan kartu keluarga

Yang membingungkan mungkin nomer 3, 4, 8, dan 9. Pengalaman saya yang mengajukan visa turis surat sponsor dalam bahasa Inggris saya ganti dengan surat keterangan sebagai mahasiswa dari kampus. Untuk undangan dari Mesir tidak saya lampirkan karena tidak punya dan tujuan saya ingin liburan, bukan ikut konferensi atau sejenisnya. Reservasi tiket dan penginapan waktu itu saya udah confirmed semua–dan saya melampirkan semua tiket yang rutenya ribet itu, haha. Berhubung belum berkeluarga, saya melampirkan fotokopi kartu keluarga dan fotokopi akte lahir. Untuk pengisian formulir, saya menuliskan N/A untuk kolom Name of Relatives, Accompanying Family Members, Names of Children, dan Dates of Previous Visits. Sebagai tambahan, waktu itu saldo akhir rekening koran saya ada sekitar 30 juta.

Oh ya, dari blog Mas Antho tertulis bahwa biaya visa Mesir sewaktu dia apply bulan Februari 2014 adalah Rp 320.000 untuk single entry dan Rp 380.000 untuk multiple entry. Sementara berdasarkan informasi terbaru dari kedutaan, sewaktu saya apply harga visa sudah naik menjadi Rp 500.000 untuk single entry dan Rp 800.000 untuk multiple entry.

PENGUMPULAN DOKUMEN
Untuk mengumpulkan dokumen, berdasarkan blog Mas Antho diceritakan bahwa apply awal Februari untuk keberangkatan April dinilai kecepetan oleh pihak kedutaan, terlebih jika apply single entry. Kalo multiple entry baru bisa. Mas Antho sendiri akhirnya memutuskan untuk apply multiple entry karena harganya cuma beda Rp 60.000. Saya rencananya juga seperti ini: datang bilang mau apply single, namun jika ditolak dokumennya karena terlalu cepat maka saya akan ubah menjadi multiple. Tapi eh tapi karena ada perubahan harga, perbedaan keduanya yang awalnya hanya Rp 60.000 menjadi Rp 300.000! Karena nggak mau buang-buang uang, berarti saya cukup apply yang single entry.

Masalahnya, kapan saya dapat mengumpulkan dokumen? Saya tiba di Cairo tanggal 6 Januari, tapi saya sudah nggak di Indonesia mulai tanggal 28 Desember. Setelah bertanya ke kedutaan—dan lagi-lagi dijawab oleh petugas galak—saya dianjurkan untuk memasukkan dokumen awal Desember. What?! No! Gimana kalo ngurusnya lama? Saya pernah baca ada orang yang mengurus visa Mesir tahun 2012 dan memakan waktu 1.5-2 bulan!

Akhirnya saya mencoba keberuntungan dengan mengajukan aplikasi tanggal 11 November, 3 minggu lebih cepat dari yang dianjurkan oleh kedutaan. Berhubung saya lagi di Bandung dan harga travel ke Jakarta yang minimal Rp 100.000 sekali jalan, saya meminta tolong ke Ayah untuk mengumpulkan dokumen. Setelah saya bertanya ke kedutaan, pengumpulan dokumen boleh diwakilkan oleh orang lain dengan melampirkan fotokopi KTP saya.

Awalnya saya mencoba apply melalui travel agent di Bandung karena pada umumnya selisih harganya tidak lebih dari Rp 200.000 (lebih rendah dari biaya travel bolak-balik). Sayangnya, Wita Tour dan Panorama Tour (yang keduanya terletak di Wastu Kencana) tidak menangani visa Mesir. Yang lucu adalah Wita Tour menjual paket liburan holyland ke Jordan, Jerussalem, dan Mesir, tapi nggak melayani pembuatan visa Mesir! Mungkin selama ini mereka mengurus visa clientnya secara online.

Setelah semua dokumen yang diperlukan sudah ada, saya mengirim dokumen tersebut ke rumah lewat JNE. Kemudian tanggal 11 November Ayah datang ke kedutaan dan alhamdulillah berkasnya diterima. Kata Ayah, kalau visa sudah approved akan ditelepon untuk dikabari. Bukti penyerahan paspor juga disimpan untuk digunakan nantinya saat pengambilan paspor.

MENUNGGU SAMPAI KERING
Bagian yang nggak enak dari ngurus visa itu emang saat menunggu untuk kepastian dapet atau nggaknya visa. Sebelum ini, penantian paling lama yang pernah saya alami adalah visa Taiwan karena diurusin travel agent. Nggak jauh dengan visa Taiwan, visa Korea Selatan juga termasuk lama karena ngaret dari jadwal pengambilan paspor yang dijadwalkan. Untuk visa Mesir, saya sudah antisipasi untuk bersabar karena pernah baca cerita yang bisa menunggu sampai 1 bulan. Tapi cerita Mas Antho yang cuma nunggu 3 hari melahirkan secercah harapan bahwa nunggu visanya bisa cepet.

Berhubung saat mengumpulkan dokumen diberitahu bahwa jika visa sudah jadi maka akan dihubungi, saya menunggu dengan sabar. Tiga hari kerja berlalu namun belum ada telepon. Begitu juga setelah 5 dan 10 hari kerja berikutnya. Masih belum ada kabar. Berhubung saya geregetan, akhirnya di awal minggu ketiga saya rutin telepon ke kedutaan. Hari Senin (25 November) saya telepon namun katanya belum ada kabar. Begitu juga hari Selasa, padahal berharap banget dapet kado manis dari kedutaan—berhubung hari itu saya ulang tahun. Buat "menggertak", hari Rabu saya bilang "kalau masih lama, paspornya saya tarik aja karena harus ngurus visa di kedutaan lain". Terus pihak kedutaan mengatakan "silakan kalau mau ambil paspor, nanti kalau visanya sudah jadi akan dikabari supaya menyerahkan paspor ke kedutaan lagi".

Berdasarkan penjelasan tersebut, saya baru paham tentang mekanisme pengurusan visa Mesir di Jakarta. Jadi setelah paspor asli dan dokumen yang dibutuhkan diserahkan ke kedutaan, kedutaan akan memasukkan aplikasi tersebut dan meneruskannya ke Mesir. Hal ini dikarenakan tidak adanya orang yang berwenang untuk menyetujui atau menolak permohonan visa di Indonesia. Berbeda dengan mengurus visa UK melalui VFS yang paspornya ikut dikirim ke Bangkok bersama dengan dokumen lainnya, paspor tidak ikut dikirimkan ke Mesir. Jadi setelah pihak Jakarta mendapat notifikasi dari Mesir bahwa visa telah disetujui, maka pihak di Jakarta tinggal mencetak stiker visa dan menempelkan di paspor. Jadi setelah submit dokumen, paspor bisa diambil lagi seperti aplikasi visa UAE (Dubai) dan Australia melalui VFS.

Tiba-tiba saya sadar, tiket yang saya submit saat aplikasi cuma KL-Eropa-Mesir-Indonesia, tanpa melampirkan tiket Jakarta-Kuala Lumpur! Besoknya (Kamis, 28/11), saya kembali menelepon kedutaan Mesir buat menanyakan apa perlu ngirim dokumen tiket Jakarta-KL. Percakapannya kurang lebih begini.
Mbak 1: Halo?
Eky: Mbak, saya mau tanya tentang aplikasi visa Mesir. Tiga minggu lalu saya udah ngasih berkas, tapi saya baru sadar kalo bukti reservasi tiket yang saya submit cuma Kuala Lumpur-Cairo-Jakarta, jadi belum ngelampirin tiket Jakarta-Kuala Lumpurnya. Kira-kira perlu nggak ya?
Mbak 1: Bentar *oper telepon ke petugas lain*
Mbak 2: Ya?
Eky: *jelasin ulang*
Mbak 2: Atas nama siapa?
Eky: Muhamad Refky Kamajaya, Mbak.
Mbak 2: Oh ini sudah ada persetujuannya, kok.
Eky: *berusaha menahan jeritan*
Mbak 2: Mungkin hari ini atau besok bisa diambil. Baru aja masuk ini persetujuannya.
Eky: *sok tenang* Oh gitu, Mbak. Jadi bisa diambil besok ya?
Mbak 2: Boleh kalo mau besok, nanti kamu telepon lagi aja buat mastiin.
Eky: Kalo ngambilnya diwakilin apa aja yang perlu dibawa?
Mbak 2: Bukti aplikasinya aja.
Eky: Oke, Mbak. Terima kasih banyak.
Setelah telepon ditutup, I couldn't help not to jump in my room. Sambil nyengir lebar ngomong alhamdulillah berkali-kali karena akhirnya jadi juga ini visa Mesirnya. Nggak lupa ngabarin Mama supaya bisa kasih tau Ayah. Uhhh seneng, Alhamdulillah!!!

Tapi sayang saya harus kembali bersabar menunggu. Walaupun dibilang visanya sudah approved hari Kamis (28/11), paspor baru bisa saya ambil hari Senin, 8 Desember 2014. Kurang tau juga kenapa ada jeda lama antara kabar visa approved dengan pengambilan paspor.

Kalau saya boleh sok tau, dari stiker visa kayaknya saya bisa mengetahui timeline dari pengajuan visa ini.
11 November: masukin berkas ke kedutaan di Jakarta
25 November: visa approved dari pihak imigrasi di Mesir
28 November: dapet kabar visa approved dari kedutaan di Jakarta
3 Desember: tanggal pencetakan visa oleh kedutaan di Jakarta
8 Desember: pengambilan paspor
See? Hampir 1 bulan saya menunggu demi sebuah visa—yang alhamdulillahnya approved.

PENGAMBILAN PASPOR
Setelah mendapat kepastian dari kedutaan, saya memberi tahu Ayah bahwa paspor sudah bisa diambil pada hari Senin tanggal 8 Desember 2014. Untuk mengambil paspor dapat diwakilkan oleh orang lain cukup dengan membawa bukti penyerahan dokumen. Sore harinya, Ayah menelpon untuk mengabarkan bahwa visa Mesir sudah tertempel dengan manis di paspor saya.

Karena saya udah nggak sabar buat melihat visa tersebut, akhirnya saya minta tolong salah seorang teman kantor Ayah untuk memfoto visa tersebut dan mengirimkannya lewat WhatsApp.
Visa Mesir
Stiker visa ke delapan yang nempel di paspor! Ini udah foto sendiri pas udah pulang, btw.

Dapat dilihat juga di stiker visa, bahwa masa berlaku visa yang saya peroleh berlaku untuk 3 bulan sejak diterbitkan (3 Desember sampai 3 Maret). Namun, masa tinggal yang diperbolehkan hanya 7 hari. Emang sih waktu itu cuma ngasih itinerary selama 2 hari aja. Tapi kan ya gimana masa dikasihnya cuma 7 hari. Saya sempet ketemu teman di Cairo dan saya bilang kalau saya harus apply visa Mesir, nggak bisa on arrival. Kemudian dia bilang "Lah, enak dong nggak on arrival berarti bisa dapet lebih lama masa tinggalnya. Saya cuma dapet 30 hari nih!" Terus saya cuma bisa ketawa denger itu, saya bilang "Saya cuma dikasih 7 hari sama kedutaan!" sambil ketawa meringis.

PEMBUATAN VISA MESIR SECARA ONLINE
Berdasarkan hasil googling yang saya lakukan, ternyata salah satu cara untuk mendapatkan visa Mesir untuk pemegang paspor Indonesia adalah melalui online. Dan sepertinya cara ini juga yang sering digunakan oleh travel agent, makanya waktu ke Wita Tour saya heran saat tau bahwa mereka nggak bisa bantu urus visa Mesir padahal ada paket tour holyland yang include Mesir.

Salah satu online travel agent yang bisa bantu mengurus visa Mesir adalah Alkhan Tour. Saya menemukan websitenya di www.alkhan.co dan ternyata caranya gampang banget! Cukup kirim email ke mereka berisi scan paspor bagian identitas dan pas foto, visa Mesir-nya bakal langsung dibantuin! Jangan lupa tapi, harganya USD 45 (untuk single entry). Bayarnya bisa ditransfer ke rekening bank di Indonesia, karena sebacanya saya di web tersebut mereka juga orang Indonesia.
Stiker Visa on Arrival Mesir
Stiker Visa on Arrival Mesit (source)

Setelah saya googling lebih dalam lagi, ternyata emang visa online ini agak lumrah di kalangan travel agent. Jadi selain cara konvensional yang melalui kedutaan, travel agent biasanya buat visa lewat online. Mereka punya rekanan di Mesir sana yang bakal bantu aplikasi mereka. Dari rekanan itu, aplikasi mereka bakal diteruskan ke kementrian dalam negeri (kalau nggak salah) dan merekalah yang nantinya bakal memutuskan pengajuan visa dapat ditolak atau diterima. Nah, tapi ngurus visa dengan cara ini nggak bisa individual. Kalau ada yang individu, online travel agent ini lah yang akan memfasilitasi. Begitu sih mekanisme yang saya tangkep berdasarkan hasil baca-baca.

Karena agak tertarik dengan cara ini yang sepertinya hassle-free, saya kirim email ke pihak Alkhan untuk menanyakan beberapa hal. Isi email saya seperti ini.
Selamat pagi, 
Saya membaca informasi di web Anda yang menyediakan jasa visa Mesir seharga USD 45 untuk single entry. Pertanyaan saya adalah apakah visa ini sama dengan visa yang diterbitkan oleh Kedutaan Besar Mesir di Jakarta? Karena saya lihat foto visa Anda berbentuk stiker, sama dengan visa on arrival Mesir. Apakah nanti saya tiba di Cairo Airport akan mendapatkan masalah? 
Ditunggu jawabannya. Terima kasih.
Empat hari kemudian saya mendapatkan email berikut.
selamat pagi kembali 
Iya betul sekali untuk single entry visa seharga 45 usd
visa ini tidak sama dengan visa yang di terbitkan oleh kedutaan mesir di jakarta
visa yang kami uruskan adalah visa on arrival,seperti yang bapak lihat di web kami
untuk pengajuan visa ini memakan waktu 15 hari jam kerja selain hari jum'at.
Insya Allah tidak ada masalah ketika tiba di cairo airport,asalkan bapak mematuhi peraturan sebagai berikut:
1. Menggunakan Ticket Return (pulang-pergi jakarta-cairo-jakarta)
2. Membawa uang saku minimal 500 usd
3. nanti sesampai nya di bandara cairo,ada tour leader dari kami yang akan menjemput dan membantu bapak di imigrasi cairo airport 
Terima kasih
Jadi kalau apply melalui online ini, nanti kalian hanya mendapat lembar persetujuan saja. Setibanya di Cairo Airport, kalian perlu mengantri di bagian visa on arrival untuk medapatkan stiker visa on arrival dengan menunjukkan lembar persetujuan tadi. Tapi tenang saja, karena sesuai email dari Alkhan tadi, sebelum imigrasi di Cairo Airport kalian akan dibantu oleh pihak mereka.

Setelah membaca balasan email dari Alkhan yang sepertinya akan ribet karena saya datang dari Rome dan sebelum pulang akan ke India dan Thailand dulu, akhirnya saya memutuskan untuk mengajukan visa melalui kedutaan Mesir di Jakarta.

Jadi begitulah kira-kira pengalaman saya dalam mengurus visa Mesir di Kedutaan Mesir di Jakarta. Kuncinya dalam mengurus visa Mesir ini adalah SABAR :''') Semoga postnya bisa berguna buat kalian yang mau liburan ke Mesir yaaa! Berarti tinggal 2 episode lagi tentang mengurus visa ini: UAE (Dubai) dan India. Stay tuned!

Kedutaan Mesir di Jakarta
JL. Teuku Umar No. 68 Menteng, Jakarta Pussat, Post Code 10310
Telepon: +62213143440, +622131931141, +622131935350
embassyofegypt.jakarta@gmail.com
http://www.mfa.gov.eg/Jakarta_Emb
All consular transactions have to be submitted from 9:00 am till 12:00 pm and will be handed out from 12:00 am till 13:00 pm

82 comments:

  1. Wahhhh.............panjang banget prosesnya. belum apa2 saya udah keder! hahaa...btw mas Refky, saya ingin tau kalau surat sponsornya seperti apa ya? ada copyan nya gak? saya berencana mengunjungi Mesir. saya di undang kawan plesiran kesana,beliau bersedia membiayai tiket dan akomodasi. cuma visanya aja yg harus saya urus sendiri. tp kok ribet banget yaa prosesnya. sementara domisili saya jauh dari Jakarta. Trimakasih telah berbagi pengalaman. Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Trez,
      Wah maaf kalo jadi bikin keder :( Prosesnya gampang kok sebenernya, cuma nunggunya aja yang lama. Untuk surat sponsor, seperti udah saya tulis di atas, saya ganti dengan surat keterangan mahasiswa dari kampus berhubung saya masih mahasiswa. Jadi saya nggak pake surat dari kerabat yang tinggal di Mesir (dan saya juga nggak punya kerabat di sana).

      Semoga post ini bisa membantu ya. Semoga lancar juga ngurus visa Mesirnya :D

      Delete
  2. Replies
    1. Eh halo Mas Antho, iya nih nyebut-nyebut nama Mas soalnya ngebantu banget postnya yang keliling beberapa embassy dalam sehari itu :))

      Delete
  3. ada kontak person dijakarta yg bisa bantu urus visa single entry dari kedubes mesir...mhn dishare nama dan no hp nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo,
      Wah nggak ada nih saya. Kebetulan kemaren ngurus semuanya sendiri langsung ke kedutaan.

      Delete
  4. Hey Eky....thanks banget atas tulisan keren ini. Jadi pengen ubah destinasi ke Mesir.

    BTW, di persyaratan visa Mesir disebut gak sih mesti punya dana atau rekening berapa? trus dikalikan berapa rupiah per hari gak?

    Thanks a million.

    Regards,

    Lia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Lia, terima kasih juga udah baca tulisan saya dan ninggalin komen gini :)

      Nggak ada peraturan tertulisnya kok minimal berapa, sama dengan negara-negara lain. Saya baru sekali apply visa yang ada tulisan harus berapanya (Belanda, 34 euro per hari). Asal kamu rasa udah cukup meyakinkan buat cover semua perjalanan kamu, apply aja :D

      Mesir emang baguus! Saya nyesel banget nggak kepikiran buat explore Mesir sendiri, jadi bisa keliling Mesir kayak ke Abu Simbel dan Luxor. Kemaren cuma ke Cairo aja, 2 hari pulak. Sayang sama visanya :( Kalo boleh tau emang kamu rencananya mau kemana?

      Delete
  5. Waa rencana mw ke mesir pas musim dingin ato musim panas...tapi lagi study di china...enaknya urusnya gimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo,
      Kalo study di China berarti punya visa khusus atau semacem residence permit gitu ya? Kalo gitu mending langsung dicari aja ada atau nggak kedutaan Mesir di China sana. Kalo nggak ada, coba googling aja warga sana kalo mau ke Mesir gimana bikin visanya. Semoga membantu yaa :))

      Delete
    2. Halo eky
      Thanks bnget buat tulisan tntng pngurusn visanya
      Oh iya by the way klau ngurus visa buat student gmana ya prosedurnya dan biayanya
      Klau eky tau informasi trsebut

      Delete
    3. Hi Lidya,

      Maaf saya kurang tau kalo prosedur pengurusan visa pelajar. Mungkin baiknya tanya langsung ke kedutaan supaya lebih pasti. Alamat, telepon, dan emailnya ada di bagian bawah post ini ya. Good luck!

      Delete
  6. mas refky tinggal di jakarta yaa..boleh minta no hp nya atau no bbm atau watsapp ,ada rncana mau ke kedutaan mesir buat tanya barangkali bisa membantu mksih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Aren, silakan email saya di mrefkyk@gmail.com kalo mau tanya-tanya tentang mengurus visa Mesir. Siapa tau saya bisa membantu :D

      Delete
  7. Terima kasih informasinya. ─░nsyaAllah desember, tanggal 28 san sy mau ke cairo , rencana mau 45 harian. Yang mau sy tanyakan berapa biaya visanya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo,
      Untuk harga visa sendiri kalo single entry Rp 500.000, sementara multiple entry Rp 800.000. Nah, cuma saya kurang tau single entry itu berlaku berapa paling lama berapa bulan. Atau bisa menyesuaikan itinerary yang kamu kasih. Soalnya saya pernah baca ada yang berlaku 30 hari. Saya sendiri cuma dikasih 7 hari berhubung itinerary-nya cuma 2 hari. Buat mastiin tanya di kedutaan aja menurut saya. Kalo berkenan mungkin nanti bisa kabarin di sini lagi siapa tau ada yang mau ke Mesir > 30 juga :D

      Delete
  8. Halo Refky. Ini ceritanya detail dan membantu banget! Terima kasih..

    Sebenernya saya jadi lebih tertarik bikin lewat travel online itu deh. Keliatannya lebih simpel.. tapi emang harus ada tiket bolak balik dari Indonesia kah? Kalau start point nya bukan dari Indonesia ga bisa ya?

    (maaf ya harusnya nanya ginian ke travel agentnya, tapi aku ngirim email ga dibales2.. jadi pundung dan malah cerita ke sini) btw alkhan travel itu credible ga sh? kalau ada rekomendasi travel agent yg bisa bantu buat visa mesir di daerah bandung, mau minta kontaknya dong..

    Makasih, keep traveling & keep writing..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mia!
      Nah saya kurang tau sih kalo lewat travel online itu pastinya gimana, tapi jawaban di email mereka minta tiket dari Indonesia dan return. Karena itu saya nggak pake jasa mereka. Kalo lewat kedutaan sih kayaknya bisa, soalnya waktu itu tiket saya dari KL dan nggak diminta tiket Jakarta-KL nya.

      Wah untuk credible atau nggaknya saya juga kurang paham ya, mungkin bisa baca-baca testimoni yang ada. Kalo nggak salah mereka punya fan page di Facebook (tapi lupa ada testimoninya apa enggak). Kalo travel agent di Bandung waktu itu nggak ada saya tanya ke Wita Tour, Bayu Buana, dan Panorama Tour. Padahal salah satu dari mereka (lupa yang mana) ada yang jual travel package ke Jordan dan Egypt. Huh!

      Delete
  9. Tolong dibantu info bg teman teman yg sdh berpengalaman, barussn saya apply visa mesir tp ditolak dgn alasan sy solo traveler perempuan Dan TDK naek Egypt air. Pdhl sy sdh tunjukkan bukti ticket PP Kuwait Qatar senilai 13 juta. Sedih rasanya, tujuan saya ingin bertemu dn tunangan saya org asli mesir.
    Ada yg bs Bantu beri pencerahan? Terimakasih sebbelumnya. Bila berkenan mohon info ke sarahdwinugrahani@yahoo.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Sawilz,
      Menurut saya visa kamu ditolak karena bilang mau mengunjungi pacar dan mungkin kamu gak ngelampirin surat undangan. Kalo bisa dan mau apply lagi, bilang mau liburan aja dan kasih reservasi hotel yang bisa dicancel gratis.

      Delete
  10. Saya tanya ke 6 travel agent tp semua bilang ada regulations perempuan sendiri emg ga boleh. Dan tour kita di indo ga ada yg menyediakan paket tour ke mesir
    kalo saya Gak bilang kunjungan pacaran. Isi form visa nya saat "do you have friend " kira kira diiisi apabiar blank? Sy udah ada surat sponsor perusahaan

    Thanks ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm saya kurang tau dengan aturan cewek sendiri nggak boleh traveling ke Mesir. Waktu itu saya isi no sih. Dan di bagian orang Mesir yang bisa dihubungi (lupa exact words-nya), saya tulis nama hostel dan alamatnya.

      Delete
  11. Asswrwb
    Terima kasih atas informasi pengalamak visa egypt dik refki yg detail.
    Saya juga berencana ke cairo bulan desember sekitar tgl. 15 san. Setelah dapat informasi bahwa untuk pergi ke cairo sendiri dan perempuan agak susah disetujui pihak embassy of egypt. Seperti itukah prosedur ketat negara cairo? Padahal tujuan utama saya ke sana hanya untuk m njenguk anak yg sedang study di al azhar. Bisakah dik rifky ngasih saran? Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam wr wb.
      Hmm saya sebenernya kurang tau tentang perempuan solo traveling ke Mesir susah dapet visa. Kamu udah coba tanya langsung ke kedutaannya? Kalo tujuannya jelas dengan bukti yang meyakinkan (liburan dengan bukti tiket pesawat dan hotel, bisnis/visit keluarga dengan bukti undangan), menurut saya bakal lancar-lancar aja sih.

      Delete
    2. halo mbak unknown,
      seperti nya jadwal kita mirip. saya mau pergi 18 dec..apa mau bareng kita? barangkali klao perempuan dua jadi boleh...minta alamat email boleh? :)

      sorry mas refky..numpang japri disini ya,,,hehe

      salam, Sawilz
      groovycaviargirl@hotmail.com

      Delete
    3. Hello. Kalau ada yang mau berangkat bulan oct ini. Mau dong pergi bareng.
      Saya juga sudah telp alkhan tour untuk pengurusan visa. Dan kayak nya kalau untuk perempuan melancong sendiri di tolak . Jadi harus cari temen.. ha-ha-ha... Merepotkan sekali negara ini.

      Delete
  12. Halooo Eky!!
    Terimakasih sudah nulis pengalaman ngurus visa mesirnyaa. membantu banget! udah googling dengan berbagai macam keyword akhirnya nemu yg sangat membantu! haha
    Btw, waktu itu naik pesawat apa? saya berencana ke mesir tp pake turkish airlines. Khawatir gara-gara baca harus pake egypt air. thanks!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi there!
      Yay seneng kalo tulisan saya bisa bantu yang lain, soalnya waktu itu juga minim banget info tentang visa Mesir ini.
      Waktu itu saya masuk dari Rome naik Alitalia dan pulang naik Emirates. Wah nggak mesti naik Egyptair kok. Kamu baca dimana emang?

      Delete
    2. itu saya baca postingan pertanyaan mbak sawilz diatas, jadi jiperrr, haha
      oiya, tau ga kalo misalnya kita harus transit di turki lebih dari 12 jam, dan pengen jalan2, kita harus ngurus visa turki yg mana? atau visa transit turki ya? nyari infonya dari tadi tapi ga ketemu, mana tau kamu punya pengalaman hehehe

      Delete
    3. Coba kontak mereka deh. Biasanya mereka baik banget sama yang transit lama. Dikasih pilihan mau hotel atau city tour. Visanya tapi apply sendiri. Apply online aja (saya sempet share caranya, mungkin bisa search visa turki di kanan atas blog ini). Biayanya waktu itu $25, tapi gatau sekarang berapa.

      Kalo emang nggak dikasih fasilitas (karena kamu sengaja milih yang transit lama, bukan emang karena harus transit selama itu --> nangkep gak? Hehe), saya tetep saranin buat apply electronic visa turki supaya bisa keliling Istanbul. Lumayan loh 12 jam itu bisa liat Blue Mosque, Hagia Sophia, Bosphorus Strait, dkk.

      Delete
    4. eh? maksudnya gimana? haha sy rencananya penerbangan ke mesir via istanbul, cgk-ist nyampe jam 5 pagi, penerbangan ke ke mesirnya ternyata jam 1 tengah malemnya,. oh berarti walaupun transit kalo mau keluar tetap harus pake visa ya. haha
      iya, saya udah cari tour gratis dari turkish airlines disini www.istanbulinhours.com keren sih, dapat lunch breakfast juga haha

      Delete
    5. Flight kamu kan nyampe jam 5 pagi. Nah Turkish itu flight IST-CAI nya apakah yang jam 1 pagi cuma satu-satunya, atau sebelumnya ada? Kalo sebelumnya ada, misalnya jam 10 pagi, berarti kamu nggak bisa dapet fasilitas karena sebenernya kamu bisa transit 5 jam aja tapi malah pilihnya yang transit lama.

      Tapi bisa sih dicoba, tanya mereka aja sekarang. Kalo bilang nggak bisa, nanti pas landing coba tanya lagi aja ke transfer desk. Siapa tau petugasnya baik dan kamu tetep dikasih fasilitas :)) Yup, kalo kamu pilih city tour, dikasih breakfast dan lunch juga. Tapi gabisa dapet hotel juga ya :p

      Delete
  13. Oh gitu. Haha flightnya sebenernya ke hurghada, jadi pas nyari CGK-HRG emang adanya cuman yg transit 19 jam itu. Ga ada pilihan lain.
    Iya ya, kalo udah ikut tur ga bisa dapet hotel lg. Huhu
    Thanks yaa informasinya! Nanti kalo mau tanya-tanya turki lg boleh yaa hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah asik kalo gitu pasti dapet fasilitas tersebut. Silakan-silakan, siapa tau saya bisa sedikit bantu :)

      Delete
  14. Refky ... Mau tanya nih , katanya sekarang berkunjung k mesir bisa tanpa visa ya ?? Denger2 sih katanya kita tinggal bayar uang visanya aja lw uda nyampe bandara cairo d mesir ... Bener gak sih , rencana bulan maret mau k maadi cairo , tapi kok kayaknya susah banget ya ngurus visanya , mana domisili aq jauh banget lg dari jakarta ��������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Ariani,
      Setau saya sih masih butuh visa sampe sekarang. Kayaknya banyak orang yang mikir kayak gitu (tinggal bayar uang visa di bandara Cairo), sampe banyak orang yang dideportasi. Oleh karena itu KBRI Mesir bikin pengumuman di Facebook yang isinya warga Indonesia harus ngurus visa dulu sebelum masuk Mesir.

      Delete
    2. Asswrwb
      Terima kasih dik Refky kamajaya atas kesediaan waktunya untuk menjawab pertanyaan khususnya saya. Saya sudah coba maksimal menghubungi travel untuk urus calling visa saya tetapi tahun 2015 ini benar2 super ketat tidak bisa bagi perempuan berangkat sendiri, jadi intinya saya harus mengurus visa di kedubes jakarta dengan melengkapi persyaratan kedubes. Saya sudah telepon kedubes dan sudah saya sampaikan bahwa tujuan saya datang kecairo adalah untuk menjenguk anak. Pihak kedubes menyarankan agar saya harus melengkapi biodata anak saya diantaranya surat keterangan mahasiswa, visa yg masih berlaku, kartu mahasiswa. Sekarang saya sedang menunggu dokumen anak saya. Insya Allah setelah dokumen lengkap semua saya akan coba datang langsung ke kedubes. Mohon doanya ya! Terima kasih.

      Sbg info tambahan; travel bisa mengurus visa wni tujuan csiro harus group minimal sepuluh orang.

      @sawilz; alamat email saya dedeabdurachman@gmail.com
      Wa saya; 0818420960

      Delete
    3. Terima kasih Bu atas sharing-nya!

      Wah berarti jadi lebih berliku ya ngurus visanya. Tapi syukurlah kalo udah dapet kejelasan dari kedutaan. Semoga berkas yang dibutuhkan cepet terkumpul dan pengurusan visanya diperlancar :)

      Delete
  15. Terima kasih dik. Maunya sih pakai jasa travel agent. Tapi mencari di bandung sulit. Klo punya referensi travel agent dengan senang hati. Terima kasih. Wass

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep bener, waktu itu saya nyari di Bandung juga nggak ada yang nyediain jasa urus visa Mesir. Sayangnya saya nggak punya referensi, Bu.

      Delete
  16. Asswrwb
    Maaf dik, ibu mau minta contoh itinerarynya waktu pengajuan visa cairo. Ibu mengucapkan banyak tetima kasih atas bantuan dik refky. Ibu rencana tinggal dicairo 1 bulan dari tgl. 16 desember s.d. 15 januari. 2016. Terima kasih. Wass

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam,
      Waktu itu saya nggak diminta lampirin itinerary, Bu. Dan saya kemarin hanya 2 hari di Mesir (Cairo saja), jadi nggak bisa juga kalo diminta buat itinerary untuk 1 bulan di Mesir. Mungkin bisa googling Bu untuk referensi.

      Delete
  17. Hi Mas Refky,

    Blog nya berguna bgt nih untuk urus visa ke Mesir, berhubung minim bgt info ttg itu.

    Saya mau tanya waktu itu surat keterangan mahasiswa nya intinya isinya gimana ya ? ada informasi gak ya kalo mau jalan-jalan saja ke Mesir (tidak ada keluarga disana) surat sponsor nya kira-kira sebaiknya seperti apa ya ?
    Jadi saya berencana Business trip ke Mesir, dan suami saya akan ikut, jadi suami saya harus apply visa sendiri untuk turis ; dan saya agak bingung untuk surat sponsornya.

    Thanks in advance :)

    Dini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Dini, terima kasih udah mampir ke blog saya :D

      Intinya menerangkan kalo yang bersangkutan masih berstatus mahasiswa di kampus tersebut. Hmm apakah suaminya bekerja? Kalo iya, mungkin bisa minta surat keterangan dari kantornya. Kalo purpose-nya jalan-jalan nggak butuh surat sponsor, sih. Karena surat sponsor itu biasanya diminta kalo dapet undangan atau ada purpose non-tourism.

      Semoga bisa membantu yaa.

      Delete
  18. ma's refky dulu waktu apply visa mesir setelah drop dokumen lgs bayar fee nya apa enggak? apa dibayar setelah jadi? makasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah maaf waktu itu saya ngurus visa diwakilin oleh Ayah saya dan Beliau lupa bayarnya kapan. Ada baiknya bawa uang saja saat submit dokumen biar kalo diminta bisa dikasih, kalo ternyata bayarnya pas ngambil ya masukin dompet lagi, hehe.

      Delete
    2. Pembayarannya dilakukan setelah visa di approve

      Delete
  19. Untuk permohonan visa, jika ingin lebih cepat saya sarankan flight nya menggunakan egypt air.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Arief atas sarannya :D
      Apakah saran ini pernah dibuktikan sendiri? Boleh tau waktu itu berapa lama nunggu visanya?

      Delete
  20. @arief rachman, saya pikir mrk "menterbelangkai" dokumen saya..krn saya blm bayar Dan gak dapat bukti receipt apapun,takut gak diproses euy,,,tp ternyata emg begitu ya? sudah 3x Tanya Dan ini masuk week 3 ,pas nelpon bahkan blm sebut nama tp si embak nya maen asal bilang blm jadi aja. sedih euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang sabar, Bu. Saya paham banget gimana gusarnya nunggu visa Mesir ini. Waktu itu juga sempet diketusin sama petugasnya. Semoga bisa berakhir manis ya Bu dengan granted visanya :)

      Delete
  21. Kalau pengalaman kemarin saya serahkan dokumen lalu langsung bayar,visa bisnis di approve dalam 3 hari kerja dan flight ticketnya pakai emirates

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo DSR,
      Thanks for sharing ya. Kalo untuk visa Mesir ini emang nggak ada aturan saklek juga sepertinya ya. Penulis blog yang saya refer di atas, dia urus tourist visa multiple entry juga cuma 3 hari jadinya.

      Delete
    2. Good news buat saya kebetulan sy pk emirates dan akan apply bisnis visa kalo bisa kelar 3 hari kerja karna tiket kami 21 desember ini

      Delete
    3. Wah another good news! Mungkin sekarang urus visa-nya semakin dipercepat ya?
      Have a wonderful holiday (or business trip?) in Egypt!

      Delete
    4. another bad news....kemaren coba untuk apply visa mesir, visa tourist. kemudian saya coba minta persyaratan melalui email. dua hari setelah dikirim terdapat email balasan dan pada bagian visa information ada point yang saya rasa "ngak banget" yaitu pada point 9 : itinerary of ticket egypt air..waduh padahal masa2 sekarang untuk etihad dan qatar airways lagi promo2nya..bakal gagal ke egyptnya

      Delete
    5. Hi Rudi,
      Hmm peraturannya baru-baru ini diterapin ya? Apakah ada tulisan tiket Egyptair-nya harus confirmed? Jika nggak mungkin kamu bisa minta tolong ke travel agent untuk buatkan reservasi Egyptair ke Cairo.

      Delete
  22. Hi, bisa di email ke aku nggak or minta personal kontak nya. Tahun lalu aku apply dari jakarta di tolak. Minggu lalu aku apply dari jeddah juga di tolak ­čśč

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Eldy,
      Email saya ada di kanan atas blog ini. Wah kenapa bisa 2x ditolak gitu ya?

      Delete
  23. Jadi pengen k.mesir .
    ada rencana pengen k.sana. tp.gak mau
    Ribet urus visa.n. jauh. Harus k.jakarta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Liana,
      Sayang banget kalo mau jalan-jalan tapi batal karena nggak mau urus visa :( Walaupun emang nyebelin dan ribet, saya tetep bela-belain urus deh kalo emang pengen liburan

      Delete
  24. Hi Refky dan semua teman di sini yg masih kesulitan untuk berkunjung ke Mesir,

    Saya mau sharing pengalaman nihh,

    Tahun lalu sekitar April 2015 saya telp embassy Egypt di jakarta, saya tanya apa persyaratan buat apply visa tourist?
    Kalimat pertama yg di tanya pihak embassy ; siapa yg mau pergi? Saya jawab "saya".
    Kemudian beliau tanya lagi "are you married?" Trus saya jawab "belum menikah"

    Dan suara di seberang bilang untuk wanita (indo)single hanya bisa datang ke Egypt either dengan visa student atau working invitation.

    Awal tahun ini february 2016 lalu saya coba datangi embassy Egypt di Jeddah (kebetulan saya kerja di jeddah). Pihak embassy minta Iqama (semacam KITAS) saya di jeddah dan saya bilang saya kerja dengan working visa di jeddah. Dan banyak penjelasan yg ujung2 nya mereka bilang gak bisa kasih visa buat saya.

    Minggu lalu saya datangi langsung embassy Egypt di jakarta (kebetulan saya sedang di jakarta sekarang, vacation) dan begitu tau yg akan pergi saya dengan apply visa turis, pihak embassy mentah2 dan sangat tidak ramah menjawab tidak bisa. Bahkan body language wanita ini si satff embassy (WNI) sangat tidak welcome dengan menjawab pertanyaan saya sangat singkat dengan body language menyampingi saya dari seberang meja. Kurang lebih kata2 nya begini " jadi embak yg mau pergi? Belum menikah?" Ini kertas syarat2 nya dibaca aja".
    Kemudian dia masuk ruangan dibalik loket, dan saya tetap menunggu. Dan dia balik lagi "saya sih bicara ini berdasarkan pengalaman yg sudah2, kami selalu me-reject applicant wanita singgle untuk visa turist, tp kalo mbak nggak yakin coba aja" dia bicara begini bahkan gak benar2 behadapan badan dengan saya, menyamping dengan tatapan malesin banget ngeliat ke saya seperti merendahkan.

    Di ruangan itu kebetulan ada suami-istri yg sedang mengurus visa juga. Istri nya indonesian, suami nya dari Cairo. Mereka bisa melihat betapa staff itu tidak professional. Mereka merasa kasihan sepertinya melihat saya. Dan suami nya menawarkan bantuan, dia menanyakan langsung ke staff egypt nya disitu dengan bahasa mereka.

    Beberapa saat kmudian sang suami mendatangi saya dan menjelaskan "staff egypt yg bicara dengan saya bukan bagian approval visa, dan menurut dia negaranya gak pernah menerapkan hukum "mahrom" seperti saudia, tapi yg dia dengar...beberapa tahun lalu belum lama ini, ada kejadian wanita indonesia yg bekerja di Saudia ada masalah (gak tau masalah apa) dengan pria Egypt, kayaknya masalahnya agak besar menyangkut kekerasan. Dan semenjak itu pihak Indonesia menerapkan peraturan ke embassy egypt khususnya untuk tidak mudah memberi visa untuk wanita singgle indonesia masuk ke Egypt. Semata2 untuk lebih melindungi warga kita khusus nya wanita. Jadi kebijakan visa itu lebih ke persyaratan dari goverment kita.

    Sad but true...menang banyak kejadian gak enak di saudia yg saya dengar, either dari pria saudia atau pria egypt or dari negara lain.

    Jadi buat kita2 para wanita single yg pengen banget mengunjungi egypt harap bersabar ya semoga cepat ada jalan keluarnya, karena sebelumnya banyak teman wanita saya masih single juga gampang banget travelling ke egypt dari indonesia atau dari jeddah. Terakhir ada teman saya berangkat dari jakarta ke egypt masih bisa, dan bikin visanya gampang banget dari jakarta. Tapi pas disana dia sempet ditahan dan di interogasi lamaa oleh pihak imigrasi or polisi(lupa) dengan tuduhan imigran. Hahahha ...pada saat itu awal tahun 2014 belum ada revolusi di egypt tapi eskalasi internal politik disana sudah mulai naik, jadi lebih diperketat untuk para turis yg travelling backpacker.

    Kalo ada yg mau menambahkan info, please feel free contact saya karena saya juga masih pengen banget ke sana.

    Good luck for all of us

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Eldy,
      Thanks for sharing a detailed story! Saya juga bingung kenapa beberapa (wanita single) ada yang contact saya dan bilang kesusahan apply visa Mesir. Ternyata ada alasannya, yakni dari pemerintah kita dengan tujuan melindungi wanita Indonesia.

      Apakah kamu udah coba ikut tour? Kalo ikut tour diurusin visanya kan barengan gitu, dan ada mekanisme yang berbeda. Kalo nggak salah pernah baca sistem mereka nanti visanya jadi semacem visa on arrival gitu. Tapi saya kurang tau pasti sih. Kalo emang pengen banget Mesir, coba contact travel agent yang jual paket ke Mesir.

      Delete
    2. mba eldy saya ikut nimbrung ya di postingannya....
      mas refky saya denbger Visa on board sdh gak bisa semenjak 2016 ini. tetapi menurut beberapa temen di Hurghada katanya April akhir 2016 Visa on board kembali berlaku tetapi itupun saya tdk tau apakah bisa untuk kita pemegang passport Indomesia.

      Mba Eldy, sepertinya saya juga sempet dech bicara ama ibu WNi yg gak ramah itu. Saya baru telpon juga, ditanya sama persis dengan apa yg mba eldy sampaikan. hadoh jadi tambah keder beneran. :(

      Delete
    3. mba eldy saya ikut nimbrung ya di postingannya....
      mas refky saya denbger Visa on board sdh gak bisa semenjak 2016 ini. tetapi menurut beberapa temen di Hurghada katanya April akhir 2016 Visa on board kembali berlaku tetapi itupun saya tdk tau apakah bisa untuk kita pemegang passport Indomesia.

      Mba Eldy, sepertinya saya juga sempet dech bicara ama ibu WNi yg gak ramah itu. Saya baru telpon juga, ditanya sama persis dengan apa yg mba eldy sampaikan. hadoh jadi tambah keder beneran. :(

      Delete
  25. waah ternyata sulit ya ngurus visa ke Mesiir :(

    terlebih lagi wanita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, dari beberapa email dan comment yang masuk sepertinya sekarang sudah susah urus visa Mesir bagi solo traveler perempuan :(

      Delete
  26. Hi Refky,

    Apakah di Mesir ada visa untuk transit? Plan untuk balik dari Euro Trip menggunakan Egypt Air (neken budget ceritanya hehehe) so ada lay over sekitar 8 jam-an. Boleh minta infonya bisa keluar dari waiting room bandarakah?

    Thank you,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Nikes,

      Kalo dari email pihak embassy waktu itu (November 2014), jenis visa hanya ada tourist dan business. Tapi berhubung kamu naik Egyptair yang kampungnya di Mesir, coba aja tanya ke mereka apakah bisa bantu arrange transit visa. Kalau udah dapet jawaban mungkin bisa share di sini supaya kalo yang lain ada yang tanya bisa ikutan tau juga.

      Good luck ya!

      Delete
  27. hai kak refky, seru jg ya pengalamannya bikin visa, sayang banget cuma 2 hari, sempet ke alexandria ga?
    dulu aku kuliah disana lulus tahun 2011, sekarang lagi merintis usaha tour travel,
    kita lagi buka open trip nih ke mesir untuk summer holiday,
    kalau ada yg minat bisa email ke hanahanifah1989@gmail.com
    maaf ya kak refky numpang promo :D atau mau lagi kesana? :D nanti diajak makan kibdah dan togin heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Hana,
      Nggak sempeeet :( Di Cairo pun nggak explore banyak karena ada kasus yang nggak ngenakin jadi bikin mood down. Wah good luck ya urusan tour & travel-nya! Nanti kalo saya ke sana lagi, boleh dong jadi tour guide :))

      Delete
  28. Hi mas refky,
    saya kurang paham dengan syarat nomer 8 dalam permohonan visa itu.( maklum baru kali ini mau coba apply visa sendiri..biasanya jalan ikut tour. kali ini ke Mesir mau coba jalan sendiri)
    menurut pemikiran saya, reservasi tiket dan penginapan harusnya dibooked setelah kita positive dapet visa kan mas?
    andai saya sdh reservasi tiket ke cairo dan booking penginapan disana dan visa saya ditolak, itu bagaimana mas? tolong pencerahannya ya. Ma kasih banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Joanna,

      Untuk reservasi tiket dan booking hotel, saya sejujurnya agak lupa mereka mengharuskan tiketnya sudah dibayar atau belum. Waktu itu kondisi saya adalah tiket sudah dibayar, tapi hotel baru DP 10% saja dan mereka menerima.

      Kalo kamu mau clear, ada baiknya langsung telepon pihak kedutaannya saja menanyakan apakah tiket harus sudah dibayar atau gapapa jika pakai bookingan saja.

      Delete
  29. Delivered by ALKHAN TOUR

    Selamat pagi semuanya,
    selamat pagi Mas Refky,

    Sebelumnya kami ucapkan ribuan terimakasih atas testimoninya.
    perkenalkan kami dari ALKHAN TOUR

    Tentang visa yang di ajukan secara online melalui travel kami sudah berjalan sejak 2010 yang lalu, alhamdulillah sudah banyak client kami baik dari pengusaha, pelajar, turis dan travel agent di Indonesia yang menggunakan jasa kami untuk pembuatan visa on arrival ke Mesir.

    alhamdulillah semuanya berjalan lancar, namun memang kebijakan pemerintah Mesir / otoritas mesir yang di bandara terkadang memberlakukan kebijakan2 yang terkesan suka mendadak sesuai kondisi dan situasi di Cairo Mesir. Namun jika semua persyaratan dan prosedur yang kita ajukan benar maka insyaAllah tidak ada masalah.

    terkait perempuan yg bepergian sendiri saat ini memang pihak otoritas Mesir memperketat kunjungan perempuan khususnya dari Indonesia, hal ini terkait banyaknya kasus2 penyelundupan TKW / human trafficking. Banyak perempuan yang kesana utk jalan2 atau bahkan utk study namun nyatanya mereka dipekerjakan sebagai TKW. Hal ini lah yang membuat prosedur bagi perempuan menjadi sulit, apalagi jika dia berangkat sendirian, saat ini sdh pasti di tolak.

    Bagi yang ingin bepergian ke Mesir sendiri ada baiknya pergi bersama2, atau mengikuti jadwal dari travel kami.

    Demikian
    Jika ada yang ingin menghubungi kami terkait visa
    dapat menghubungi kami via fan page di www.facebook.com/alkhantour dan www.facebook.com/picnic.co.id

    www.alkhan.co.id
    Tlp 0727-3330015
    Hp 08117999345

    Terimakasih mas Refky, sukses selalu
    salam picnic

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Alkan Tour,

      Terima kasih sudah memberikan informasi terbaru tentang pembuatan visa Mesir untuk pemegang paspor Indonesia. Semoga yang bisa membantu yang lain ketika kebingungan.

      Sukses selalu juga ya :D

      Delete
  30. assalamu.alaikum
    saya berencana akan tinggal di mesir insya ALLAH. Dan menikah dgn orang mesir. syarat untuk dapat bisa bgm dek???' tolong bantu dong..??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam,

      Maaf saya tidak bisa bantu pertanyaannya karena kemarin ke Dubai hanya untuk jalan-jalan saja.

      Delete
  31. Assalamualaikum
    Halo Kak Refky!
    Terima kasih ya atas petunjuknya di artikel ini, aku berhasil apply visa Mesir sendiri untuk keperluan student exchange, hehe. Waktu itu apply bulan Mei 2016 berbekal invitation letter, flight ticket, dan itinerary bikinan sendiri. Tanpa booking hotel karena sudah tulis bahwa tinggal di dorm kampus host.

    Mengenai pesawat yang katanya harus EgyptAir, itu Alhamdulillah terbukti ngga benar. Aku waktu itu pakai Saudia Airlines PP, dan nekat aja apply visa. Walaupun awalnya emang rada takut ngga diterima visanya karena pernah dengar kasus yang serupa oleh senior yang ditolak visanya karena naik garuda dan disuruh ganti maskapai waktu 2015 lalu. Untungnya ngga ada masalah kali ini dan semuanya lancar-lancar saja. Tentang lama pemrosesan visanya, sama seperti komentar-komentar di atas, saat ini memang sudah sangat cepat. Kata satpamnya bahkan satu hari sudah jadi. Aku sendiri waktu itu apply hari Jumat, dan sudah issued hari Senin nya dan diambil di hari Rabu.

    Aku sendiri perempuan single, dan waktu itu berangkat apply sendiri dan tidak dipersulit. Kemungkinan juga ada faktor karena punya invitation letter, dan akhirnya disuruh apply Business Visa ya. Tapii pas sampai di Cairo sendirian itu pas di imigrasi semacam dipermasalahkan gitu sama petugasnya. Udah nawarin untuk ngeliatin invitation letter, tapi petugasnya masih kaya nanya-nanya gitu sama petugas lain. Still better than beberapa temen (cewek semua) yang dateng dengan flight berbeda yang sampai dibawa ke ruangan terpisah. Di ruangan itu juga bukannya diinterogasi gitu, tapi malah ditahan tanpa dikasih tau apa-apa. Jadi kesimpulannya memang agak menantang bagi perempuan masuk ke Mesir, dengan Business Visa sekalipun.

    Selain itu untuk wisatanya, untuk perempuan single non-arabic speaker memang susah dan cukup berbahaya, IMO. Aku waktu di sana ngga pernah dibolehin jalan sendiri tanpa ada mahasiswa lokal yang pergi bareng. Sebetulnya di mall, restoran franchise internasional, tempat wisata, orang-orangnya bisa komunikasi dengan Bahasa Inggris. Tapi secara umum, ngga banyak yang mengerti, dan untuk naik public transportation sendiri cukup sulit karena ngga ada direction yang jelas dalam Bahasa Inggris untuk metronya, dan 'angkot'nya ngga ada nomornya kaya di Indonesia, jadi harus tanya sebelum naik (dalam Bahasa Arab). Aku pribadi ngga banyak ke touristy places nya seperti Luxor, Aswan, atau Sharm El Sheikh, jadi opini ini mungkin belum mewakili secara keseluruhan yaa.

    Thanks for your helpful guidance, Kak! Sorry for the long comment, I only wanted to share my experience with others :) Kindly check my tumblr (amaliakhayyira.tumblr.com) for more upcoming stories about my trip in Egypt.

    Happy traveling :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Amalia, wow thanks for sharing such details!

      - Glad to hear sekarang udah bisa cepet prosesnya. Semoga yang visa tourist juga cepet ya pengurusannya.
      - Yep, baca beberapa artikel juga bilang cewek sendirian di Mesir ini kurang recommended. Saya aja cowok tapi takut sendirian :))

      Whoa kamu stay lama yah di Mesir? Senangnyaa!

      Delete
    2. Iya Kak 3 minggu, hehe. Sukses selalu kak! Hope I can travel as much as you do :)

      Delete
  32. Waduh, beneran ini bikin keder buat visa Mesir. Kok ya sulit amat ya? Saya (cewek) rencana mau solo Travelling ke mesir. Ini bikin beneran maju mundur. invitation nggak punya, rencana nginep di tempat kenalan disana. Apakah harus buat invitation letter juga untuk apply visa?

    ReplyDelete
  33. Sebenernya ke Mesir cuman mau liat Piramid sama Sphinx doank, tapi setelah baca ini ko kayanya ga worth it ya ngurusnya ko lebih ribet ketimbang Visa Australia dan Eropa.

    Trus su pernasaran, katanya mencantumkan tikel KL-Cairo-Jakarta. Tapi sebelum balik ke Jakarta mau main2 dulu ke Thailand dan ke Mesir dari Roma. Itu gimana si tiketnya bisa KL-Cairo-Jakarta? Mencantumkan bookingan hotel juga ga selama di Mesir?

    ReplyDelete