Wednesday, September 3, 2014

Pengalaman TOTAL Undergraduate Scholarship 2014

Suatu hari masuk email dari ITB Career Center. Biasanya sih gue skimming dan langsung back karena 90% isinya vacancy semua. Tapi hari itu gue nggak langsung back. Ada informasi tentang TOTAL Undergraduate Scholarship (TUS) 2014. Wah, beasiswa dari TOTAL E&P Indonesie nih. Boleh deh dicoba, siapa tau jodoh sama beasiswa yang ini. Kebetulan gue udah pernah ikut seleksi beasiswa Djarum sebelumnya, tapi gugur di tahap akhir—interview. Pernah juga ikut seleksi vacation trainee Schlumberger tapi bahkan nggak lolos seleksi pertama—tes tertulis! Berhubung TUS ini daftarnya gratis, nggak ada salahnya dong kalo dicoba.

Anyway, TUS ini adalah beasiswa dari TOTAL E&P Indonesie (TEPI) yang diberikan ke mahasiswa di UI, ITB, UGM, ITS, STT Migas Balikpapan, dan UNMUL yang berada di semester 4 dan 6. Pada akhirnya nanti akan dipilih 20 orang yang menjadi penerima beasiswa. Beasiswa akan diberikan selama satu tahun dalam bentuk bantuan uang.
TOTAL E&P Indonesie logo (sumber)

Setelah mengumpulkan persyaratan yang diminta, gue memberikan berkas itu ke kantor ITB Career Center. Waktu itu persyaratannya simpel, cuma CV, transkrip dari semester 1, dan formulir. Tapi sebelum kita bisa klik "apply" di websitenya ITB Career Center, harus bikin cover letter juga. Gue selalu males kalo apply dan disuruh bikin cover letter. Tapi kalo males terus ya kapan coba bikinnya. Setelah googling contoh cover letter yang baik, gue bikin sendiri dan jadilah sebuah cover letter yang seadanya. Selain itu di formulirnya ada bagian dimana disuruh nulis essay kenapa kita berhak jadi grantee. Jangan males ya nulisnyaaaa hahaha.

Langsung penjelasan ke tes-tes yang gue lalui aja, ya.
Caution: post-nya ternyata panjang :O Nggak nyangka bisa panjang, mehehe.

TAHAP 1: SELEKSI ADMINISTRASI (BERKAS)
Seleksi administrasi dulu. Yang dilihat disini sepertinya hanya IPK, karena ada persyaratan IPK minimal 3.00. Kalo IPK-nya di atas itu sepertinya bakal diundang untuk tes berikutnya.

TAHAP 2: APTITUDE TEST
Di saat minggu-minggu UAS (sekitar pertengahan Mei 2014), dilakukanlah sebuah aptitude test. Gue juga sebenernya baru denger istilah aptitude test ini sih (maaf kampungan :p). Setelah liat contohnya sedikit, besoknya gue melakukan aptitude test. Cepet kok tesnya, terdiri bagian bahasa dan itung-itungan. Jujur disini gue udah sedikit hopeless karena saat ngoperin kertas jawaban orang, pada penuh-penuh ngisinya. Sementara gue cuma bisa ngisi 30 soal untuk bagian bahasa. Yasudahlah kalau tidak lulus mungkin bukan rejekinya. Belom lagi 2 hari setelah selesai UAS gue bakal ke Turki selama 9 hari. Kalaupun gue lolos, gimana tuh tes berikutnya kalo guenya nggak ada di Indonesia.

Pulang dari Turki gue sama sekali nggak dapet info apa-apa. "Yaudah beneran nggak rejeki berarti," pikir gue.

Namun suatu hari saat gue sedang melakukan kerja praktik di pagi hari, temen satu jurusan yang ikutan aptitude test nanya ke gue, "Ky ditelepon TOTAL, nggak?" Jeder. Waktu itu perasaan bercampur, seneng karena gue nggak kelewatan tes kedua, tapi sedih karena belom ditelepon TOTAL. Apalah artinya nggak kelewatan tes kedua tapi kalo nggak lolos. Gue tanya ke temen lain, dia bilang dapet email penolakan. Nah loh. Gue juga belom dapet email begituan. Gue tanya lagi ke yang lain, dia bilang kalo udah ditelepon TOTAL. Alhasil gue uring-uringan dan gusar selama di kantor.

Sampe akhirnya setelah jam makan siang gue mendapat telepon dari nomer yang belum gue simpan. Intinya gue diundang untuk mengikuti tes kedua, focus group discussion (FGD)! Alhamdulillah. Uring-uringan di kantor berubah menjadi senyam-senyum najis.

But the downside was, gue KP di Jakarta tapi karena ikut aptitude testnya di ITB gue disuruh FGD di Bandung. Yakaleee masa bolak-balik, mana pas lagi KP. Mbak TOTAL nanyain gue bisa apa nggak, dan gue bilang gak bisa. Kemudian dengan sangat baiknya dia mengatur jadwal sehingga gue bisa ikut FGD di Jakarta, bareng dengan mahasiswa dari UI. Alhamdulillah diberikan kemudahan, yaa…

TAHAP 3: FOCUS GROUP DISCUSSION
Sebelumnya gue berterimakasih dulu kepada TOTAL karena menyelenggarakan FGD pada hari Senin dan gue diberikan jadwal jam 10.30, sehingga bisa izin KP sekalian pagi-paginya bikin visa dulu di kedutaan Jepang :p

FGD hari ini dilaksanakan pada akhir bulan Juni di kantornya TEPI yang berada di World Trade Center II di daerah Sudirman (deket jembatan Karet). Terima kasih juga kepada Google Maps yang membuat gue nyasar di tengah panasnya kota Jakarta karena salah ngasih arah. Sesampainya di kantor TEPI, gue menemukan banyak nama anak ITB di absennya. Ternyata banyak juga yang minta pindah tempat tes.

Setelah menunggu, gue dipersilakan masuk ke ruang FGD. FGD ini adalah seleksi untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam bekerja sama dan bagaimana seseorang berkomunikasi dengan baik. Jiyaelah bagus gak barusan bahasanya?! Disini nggak ada benar dan salah, asal argumen yang diberikan jelas dan kuat, serta kita yakin dengan pendapat itu maka utarakan saja saat diskusi.

Waktu itu gue dikasih topik untuk menentukan prioritas. Alkisah kita lagi naik kapal dan kapalnya karam. Terus disuruh ngurutin prioritas barang-barang yang mau dibawa di perahu karet. Dikasih 10 menit (apa berapa, ya? lupa maap :p) untuk mikir sendiri dan 15 menit (lupa lagi) untuk berdiskusi. Sekali lagi, disini nggak ada benar atau salah. Yang dilihat adalah kemampuan kalian mengutarakan pendapat dan bagaimana kalian mendengarkan pendapat orang lain. As mainstream as this tip may sounds, kalian jangan keseringan ngomong (terlalu dominan) atau kebanyakan diam. Yaa selama diskusi 2-3 kali ngomong sepertinya sudah cukup lah.

Ini pengalaman kedua gue ikut FGD. Pengalaman pertama adalah pas seleksi Djarum Plus. Disana gue sangat pasif, karena emang pada dasarnya gue adalah orang yang malas mengutarakan pendapat. Apalagi waktu itu kondisinya gue kenal sama temen satu grup. Wah, tambah males lagi lah. Bahkan pas interview, interviewer gue yang merupakan pengamat grup FGD gue bilang "kamu kemarin kenapa banyak diam?" jreeeng. Sampai sekarang gue meyakini hal itu adalah penyebab gue nggak dapet Beasiswa Djarum. Tapi gue merasa FGD TUS kemaren way better than FGD Djarum.

Alhamdulillah pengamat FGD setuju dengan perasaan gue. Tiga hari kemudian gue ditelepon dan diundang untuk melakukan interview. WAH INTERVIEW???? NGAPAIN NIH?????

TAHAP 4: INTERVIEW HR
Interview ini kembali dilaksanakan pada hari kerja, dan gue kembali harus izin ke pembimbing. Oh iya, pembimbing KP gue kebetulan alumnus TF ITB 2002 dan ternyata beliau merupakan penerima TUS ini saat kuliah. Dia agak excited pas tau gue seleksi TUS juga, jadi izinnya lebih lancar. Terima kasih, Pak Roby!

Selasa, 1 Juli 2014. Gue kembali ke kantor TEPI sambil deg-degan buat interview. Buat interview, peserta diminta membawa CV lagi. Disini sejujurnya gue minder banget karena CV gue nggak ada isi yang berbobot. Maklum gue di kampus emang nggak begitu aktif, hanya ikut-ikut formalitas aja. Sehingga pengalaman organisasi gue juga adem ayem. Belom kepanitiaan yang isinya anggota semua. Ada sih satu biji jadi ketua, tapi itu tahun 2009. Prestasi? Terakhir gue berprestasi kayaknya pas SMP, jadi nggak gue tulis *sedih* Tapi kalian jangan takut, kalo udah sampe tahap sini berarti mereka sudah melihat sesuatu di dalam diri kalian. Kalo CV-nya sepi kaya gue ya berusaha untuk meyakinkan interviewer kalo kita jauuuh lebih baik dari isi CV itu. Oke?

Interview kali ini dijadwalkan berlangsung selama 30 menit dengan seseorang dari bagian human resources. Interviewnya lebih ke nanya-nanya tentang diri kita sendiri. Bakal dikupas deh itu CV-nya.  Gue jelasin kenapa pengalaman organisasi gue sedikit. Jelasin juga kegiatan di organisasi dan di kampus ngapain aja. Terus ditanya alasan memilih Teknik Fisika sebagai jurusan gue. Gue juga cerita tentang pengalaman gue traveling selama 2 tahun belakangan. Pas cerita ini gue lepaaas banget bener-bener cerita apa yang gue alami dan rasanya enak banget ceritanyaaaa! Selain itu ada interview pake bahasa inggris, dimana gue disuruh cerita strength and weakness. Nggak ada pertanyaan yang bikin mikir deh pokoknya.

Eh… ada deng. Alkisah interviewer bertanya, "Coba ceritain apa yang kamu tahu tentang TOTAL". "TOTAL adalah perusahaan oil and gas," begitu jawaban gue. UDAH GUE JAWABNYA GITU DOANG!!!!! Terus gue cengangas-cengenges mengagumi kebodohan diri sendiri. Bisa-bisanya nggak prepare sama sekali buat pertanyaan ini!!

Di akhir interview kita bakal dikasih kesempatan buat bertanya. Gunakan kesempatan ini buat nanya. Gue kemaren dengan sangat polosnya nanya, "Mbak, apakah jika CV saya minim pengalaman organisasi dan kepanitiaan akan memengaruhi saat melamar pekerjaan, misalnya di TOTAL?" Hahahaha penasaran banget soalnya! Penasaran sama jawabannya nggak??? Orang HRD TOTAL lhooooo. Mau kan kerja di TOTAL?? Hahahaha! Katanya, pengalaman organisasi kalo banyak juga nggak ngebantu. Beliau bilang, "Saya prefer sama kandidat yang organisasinya sedikit tapi dia tau dia  kenapa disitu, apa yang dia lakukan disitu, dan menghasilkan apa untuk organisasi itu. Kalo organisasinya banyak juga biasanya malah berantakan nggak bisa kontribusi maksimal. Kan saya juga pernah kuliah." Tuh, gimana? Jangan berkecil hati deh pokoknya buat yang CV-nya masih sepi.

Kelar interview gue dikasih tau kalau pengumuman tes berikutnya paling telat tanggal 8 Juli. Tes berikutnya adalah panel interview dengan orang yang jabatannya lebih tinggi di TEPI. Gue juga dibilangin buat cari tahu tentang TOTAL lebih banyak, in case dipanggil lagi buat interview.

Keluar ruang interview gue bertemu dengan teman sewaktu di SMA Negeri 8 Jakarta. Dia bilang, "Ky barusan interview? Gila lama banget!" Bener aja pas gue liat jam ternyata gue interview hampir 50 menit! Nggak kerasa banget. Disitu gue intip CV dia dan cuma bisa kagum, karena CV nya tiga halaman dan fontnya kecil. Beda sama gue yang cuma 1,5 halaman—itu juga udah gedein font dan spasi 1,5. Tambah minder. Belom lagi sebelom gue interview sempet ngobrol sama mahasiswa UI. Dia cerita kalo dia nggak ikut tes FGD karena nggak sempet, tapi diundang buat interview! Gila, pasti ada yang spesial dari dia nih. Bener aja, kata temen UI gue yang anak 8 itu, dia udah beberapa kali ikut international confrence di luar negeri. LUARRRRR BIASA.

Senin, 7 Juli 2014 gue mendapat whatsapp dari temen yang anak 8 itu. "Ky, udah di telepon TOTAL belom?" Gue bilang belom, dan menanam harapan supaya besok ditelepon sama TOTAL. Ternyata tanggal 8 juga nggak dapet telepon sama sekali. Sehingga gue mengikuti pemilu dengan sedih karena tidak dipanggil panel interview yang merupakan tahap akhir seleksi. "Mungkin belom rejekinya," pikir gue waktu itu.









Kamis, 10 Juli 2014. Tiba-tiba ada telepon masuk dan ternyata itu dari TOTAL! Alhamdulillah ternyata gue diundang untuk panel interview!

TAHAP 5: PANEL INTERVIEW
Kamis, 17 Juli 2014. Untuk ketiga kalinya gue berada di kantor TEPI. Apakah mungkin suatu saat nanti gue bakal kerja disini? DI-AAMIIN-IN BOLEH KOK, TERIMA KASIH!

Karena tahap terakhir, maka gue sedikit mempersiapkan untuk panel interview ini. Gue googling-googling mengenai cerita orang-orang yang pernah panel interview untuk TUS dan sedikit mendapat pencerahan. Gue harus belajar, literally! Katanya suka tiba-tiba ditanya rumus atau jelasin sebuah materi. Ada juga yang ditanya pengetahuan umum tentang siapa yang menang Oscar tahun itu. Nggak lupa juga gue pelajarin tentang TOTAL dan TEPI. Pengalaman yang gue baca-baca itu bisa juga kalian temukan disini
1. http://decipherame.blogspot.com/2011/02/pengalaman-total-scholarship.html
2. http://yuanmandika.wordpress.com/2008/05/15/wawancara-beasiswa-total-e-p/
3. http://beasiswagea.wordpress.com/2014/05/18/wawancara-bareng-wahyuningrum-angesti-penerima-total-undergraduate-scholarship-2013/
4. http://soca-occhio.blogspot.com/2013/08/my-fight-for-scholarship.html
5. http://gandrie-ramadhan.blogspot.com/2010/08/stipendium.html
Terima kasih untuk kakak-kakak yang sudah membagi pengalamannya yang berhubungan dengan Total Undergraduate Scholarship :)

Panel interview ini gue mendapatkan interviewer yang waktu itu presentasi di ITB sebelum dimulainya aptitude test. Surprisingly, interview berjalan dengan cukup lancar. Pertanyaan yang diajukan kurang lebih sama dengan interview HR. Pertanyaan bahasa inggrisnya pun sama, tentang strength and weakness. Dan gue sama sekali nggak disuruh jelasin yang macem-macem. Tapi emang pas gue ditanya tentang belajar apa aja di FT gue jelasin sedikit tentang presentasi tugas besar mata kuliah Fisika Medik gue yang tentang penyembuhan luka pada penderita diabetes melitus dengan low-level laser therapy. KEREN GAK TUH PEMBAHASANNYA?? Hahahaha alhamdulillah masih inget sih.

Terus ternyata ditanya tentang TOTAL. Untungnya gue udah mempelajarinya, dan bisa menjelaskan dengan baik. Sampe interviewernya bilang, "Wah, kamu mendengarkan presentasi saya waktu itu ya." Tapi emang ada aja kerikilnya. Waktu itu gue ditanya apakah sibuk organisasi di kampus. Gue jawab nggak. Dua kali ditanya hal yang sama, dan gue tetep jawab enggak. Gue sadar pas keluar kalo gue nggak jelasin organisasi yang diikutin padahal cuma 1. Gue terfokus pada kata "sibuk"-nya, dan karena gue kagak sibuk sama sekali di organisasi ini, makanya gue 2 kali juga bilang nggak. Langsung lemes deh saat itu. Berharap interviewernya baca CV gue dan sadar kalo se-ansos-ansosnya gue juga masih ikut satu organisasi :'''

Ehya, masalah pakaian. Pake pakaian yang rapi!!! Pas aptitude gue pake polo shirt doang. Ini santai sih karena ada yang pake tee doang. Kalo udah tahap selanjutnya, pake yang rapi apalagi kalo ke kantor TEPI. Pas FGD gue udah ngerasa cukup saltum karena pake long-sleeve shirt dan chino, tapi dikeluarin kemejanya… Pas dua interview gue pake outfit yang sama tapi shirtnya dimasukin. Beberapa cowok ada yang formal banget, pake celana bahan, shiny pantofel, even dasi dan jepitan dasinya! Yaa sebisa mungkin buat impresi yang bagus deeh.

Selesai interview gue dibilangin kalo pengumuman siapa aja granteenya bakal dikabarin akhir Agustus. Mayan lama yeeee.

Akhirnya tibalah pada penghujung bulan Agustus. Belom ada kabar sama sekali. Yaa, belom rejeki sih ini namanya. Tapi gue udah bersyukur banget karena udah sampe tahap akhir seleksi TUS ini. Banyak pengalaman baru yang gue dapat, banyak input juga dari 2 kali gue menjalani interview. Kalau emang ini bukan jalannya ya mau diapain lagi.











Sampe akhirnya tadi pagi pas lagi pusing baca-baca skripsi orang buat bahan tugas akhir (JIYEAAAAH), gue dapet email berikut
Alhamdulillaaaaaah :""")
Perlu diterusin gak screenshotnya? *minta dirajam* Seneng banget dan sedikit nggak percaya :'''''''''') Langsung kabarin Mama dan Mama ikutan seneng. Maklum, Mama sama Ayah rutin banget nanyain, "Gimana TOTAL nya?" sementara gue selalu jawab "Gatau ah, udah gausah diarepin." Tapi alhamdulillah gue menjadi satu dari 20 grantee TOTAL Undergraduate Scholarship 2014-2015. Terima kasih, Total E&P Indonesie! Terima kasih juga buat Ayah dan Mama yang selalu mendoakan. Uuuuuhhh aku senang sekali. Maaf ya kalau norak, baru sekalinya banget lolos seleksi scholarship gini soalnya.

Udahan yaaa, semoga post ini bisa membantu kalian-kalian yang nantinya akan mengikuti seleksi TOTAL Undergraduate Scholarship.

5 comments:

  1. OHHHHH pantesannnnnn *pantesan apa* *kesel gak* AHHAHAHAH

    ReplyDelete
  2. Saya anak fti kak, saya ngefans banget sama kakak. Kapan kapan boleh kenalan langsung sama kakak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah boleh-boleeeh, boleh banget! Tapi saya pemalu jadi kamu duluan yang sapa saya yaa (lhoo agak malesin nggak? Hehe..)

      Anywaay, terima kasih sudah mampir dan sudah ngefans sama saya :))

      Delete
  3. A scholarship is not only money that will never be extra money, but scholarship is the status and confirmation that you are an intelligent person. That is why I advise everyone to use such services as https://buypapercheap.net/ that presents the service that offers cheap essay writing cheap essay writing - in order to get the status of a smart student. you will spend as much money on how much you earn with the help of the scholarship but you will get for free the status of a smart person.

    ReplyDelete