Monday, November 2, 2015

easyJet: Pilihan Penerbangan Murah di Eropa

Dengan memiliki visa Schengen berarti kamu bisa mengunjungi negara-negara anggota Schengen Area hanya dengan 1 visa. Hal inilah yang terkadang membuat seeorang maruk ingin mengunjungi negara anggota sebanyak mungkin. Mumpung udah di Eropa, gitu loh. Tetapi, untuk pindah dari negara satu ke yang lainnya harus dipikirin juga moda transportasi yang akan digunakan. Kalo menurut saya untuk pindah ke negara yang tetanggan (nempel perbatasannya), cukup dengan bis atau kereta. Sementara kalo negaranya enggak bertetangga, lebih baik naik pesawat. Cuma itu balik lagi ke kalian sih; gimana ketersediaan waktu, biaya, serta preference masing-masing.

Waktu My Amazing Journey kemarin, saya memutuskan untuk menggunakan kereta dari Amsterdam ke Berlin serta Pisa ke Rome, sementara dari Berlin ke Paris dan Paris ke Pisa saya memilih untuk menggunakan pesawat. Hal ini karena waktu saya yang sangat terbatas, sehingga sayang banget kalo kebuang di jalan. Untungnya, di Eropa sana ada beberapa pilihan low cost carrier atau maskapai yang murah. Kalo di kawasan Asia Tenggara sini kayak AirAsia dan Tigerair gitu lah.

Beberapa pilihan penerbangan murah di Eropa antara lain Ryan Air (base-nya banyak), easyJet (base-nya banyak), Transavia (base-nya di Belanda), Vueling (base-nya di Spanyol), Wizz Air (base-nya di Hungaria), dan masih ada beberapa lagi. Mungkin bisa diliat daftar lengkapnya di sini. Untuk menentukan pilih yang mana, saya cek harganya lewat www.skyscanner.com dan www.kayak.com. Ini saya lakukan karena rute dan tanggal saya udah saklek, nggak bisa digeser lagi. Dari hasil pencarian itu pilihan jatuh ke easyJet karena menyediakan 2 rute yang saya butuhkan dan jadwalnya pas, serta harganya masih masuk akal.
Swiss Alps

Sekarang saya mau review sekalian menceritakan pengalaman terbang dengan easyJet sebanyak 2 kali, dengan rute Berlin-Schönefeld (SXF) ke Paris-Orly (ORY) dan Paris-Orly (ORY) ke Pisa (PSA). Detil masing-masing flight adalah sebagai berikut:

Flight 1: EasyJet U24262
Berlin-Schönefeld (SXF) – Paris-Orly (ORY)
Kamis, 1 Januari 2015
STD: 08.55 (GMT+1)
STA: 10.45 (GMT+1)
Airbus A320

Flight 2: EasyJet U24205
Paris-Orly (ORY) – Pisa (PSA)
Sabtu, 3 Januari 2015
STD: 07.30 (GMT+1)
STA: 09.05 (GMT+1)
Airbus A320

RESERVASI ONLINE
Untuk memesan tiket easyJet, tinggal masuk ke websitenya yakni www.easyjet.com. Menurut saya websitenya mudah diakses, jadi pasti nggak ada kesulitan buat beli tiket. Untuk pembayaran, bisa menggunakan kartu debit dan kartu kredit. Cuma kayaknya kartu debitnya yang keluaran Eropa aja deh. Saya kemaren pake kartu kredit, ada biaya tambahan tapi nggak banyak kok.

Tips paling penting untuk reservasi dengan easyJet ini adalah lakukan pemesanan tiket beberapa rute dalam satu pembelian. Hal ini dikarenakan setiap pembelian kalian dikenakan biaya sebesar 17 Euro (~Rp 275.000). Nah, kalo belinya misah-misah berarti kalian bakal bayar 17 Euro itu berkali-kali. Lumayan banget loh 17 Euro itu! Jadi direncanain dulu mau beli tiket di rute apa aja, terus kalo udah mantep baru deh digabung pembeliannya.

Gimana caranya? Awalnya pesen flight biasa, terus pas mau pesen flight kedua tinggal klik "add more flight" kayak gini:
How to save 17 Euro on your easyJet reservation
Cara menghemat 17 Euro dalam pemesanan tiket pesawat easyJet

Dan beginilah hasilnya. Di flight dan tanggal yang sama, bedanya 17 Euro. Lumayan!
Hemat sekitar Rp250.000!

LOW COST CARRIER =  NO FRILLS
Berhubung easyJet merupakan low cost carrier, maka mereka menetapkan sistem no frills alias dengan harga tiket yang murah kalian cuma dapet kursi aja serta hanya diperbolehkan membawa 1 bagasi kabin yang beratnya maksimal 7 kg dengan dimensi 56 x 45 x 25 cm. Kursinya juga random milihnya. Kalo mau milih kursi, misal mau deket jendela, deket aisle, di depan, atau di belakang, kalian akan dikenakan biaya tambahan.
Tidak ada yang gratis

KETENTUAN BAGASI
Seperti yang udah dibilang sebelumnya, kalo beli tiket aja itu kalian cuma boleh bawa 1 tas ke kabin yang beratnya maksimal 7 kg dan dimensinya 56 x 45 x 25 cm. Aturan bagasi di easyJet ini menurut saya lumayan ketat, karena emang bener-bener cuma boleh bawa 1 tas aja dan ukurannya gak boleh lebih dari ketentuan. Nanti pas mau check-in ada kotak buat masukin tas-nya. Kalo nggak bisa masuk, tas nya nggak boleh dibawa ke kabin. Dan harga hold luggage (tas yang masuk bagasi) kalo beli langsung di airport itu jauh lebih mahal dari kalo beli online. Biaya bagasinya untuk 20 kg itu sekitar 20 Euro, kayaknya tiap rute penerbangan beda-beda dikit deh. Oh ya, dan lebih murah juga kalo beli bagasi untuk 2 penerbangan yang digabung dalam 1 reservasi. Bener-bener untung deh kalo beli tiket beberapa rute dalam 1 reservasi.
Harga bagasi easyJet

easyJet ini peraturan checked-in baggage sama bagasi kabinnya cukup ketat, jadi waktu itu ada orang yang dimasalahin karena udah masukin 1 bagasi tapi masih pake ransel kecil dan bawa 1 travel bag. Akhirnya orang itu harus bayar lebih untuk masukin travel bagnya ke bagasi.

CHECK-IN
Di dua bandara yang saya datengin (Berlin-Schönefeld dan Paris-Orly), easyJet punya daerah check-in sendiri. Dan semua flight easyJet nyampur counter check-in-nya, jadi lebih semacem general check-in gitu.
Check-in area easyJet at Paris-Orly Airport (ORY)

easyJet ini menggalakan penumpangnya untuk melakukan web atau mobile check-in terlebih dahulu. Jadi nanti begitu sampe meja check-in, kasih print-out boarding pass dari hasil web check-in atau kalian yang punya Passbook bisa kasih HP yang udah ada hasil mobile check-in. Jadi di meja check-in itu cuma periksa dokumen dan drop bagasi aja (kalo ada). Kayaknya kalo dateng ke counter dan belom check-in sebelumnya, kalian bakal diminta bayar biaya tambahan deh kayak di RyanAir. Tapi ini saya juga kurang tau sih.

PASSBOOK
easyJet merupakan salah satu airlines yang support Passbook.
Tampilan Passbook-nya easyJet

Walaupun flight pertama saya punya Passbook di HP, tapi nggak saya pake. Tapi untuk flight kedua saya penasaran dan mau coba check-in pake Passbook dan paspor aja. Ternyata bisa dan nggak ada masalah, loh! Tapi saking iritnya, bahkan nggak dikasih boarding pass dalam bentuk kertas supermarket seperti biasa. Jadi saat paspor dan hp dibalikin, baggage tag ditempel di depan paspor.
Baggage tag yang ditempel di paspor

Untuk security check dan boarding, cukup kasih liat Passbook di HP aja dan semua lancar. Walaupun LCC, tapi bisa dibilang maju juga penerapan teknologi di EasyJet ini. Canggih!

PESAWAT
Jenis pesawat yang dimiliki easyJet ini semuanya jenis narrow body A320. Sewaktu dari Berlin ke Paris, saya dapet pesawat dengan livery yang nggak biasa. Kalo biasanya warna putih dengan tulisan warna orange, pesawat saya warnanya orang dengan tulisan putih. Sementara dari Paris ke Berlin saya dapet pesawat dengan livery pada umumnya.
Pesawat saya dari Berlin ke Paris: easyJet special livery dengan registration G-EZUI (source)

BOARDING/DEPLANING
Waktu di Berlin-Schönefeld, pesawat kami berangkat dari remote area. Jadi kalo pergi pas winter, coat-nya jangan dimasukin ke bagasi ya. Lumayan semriwing sih jalan kaki di suhu 3oC kalo nggak pake coat. Begitu juga dengan di Pisa Airport yang nggak punya garbarata, jadi penumpang harus jalan kaki buat masuk ke gedung terminal. Sementara itu saya deplaning dan boarding di Paris-Orly selalu pake garbarata. Lebih nyaman sih menurut saya.
Deplaning di Pisa International Airport (PSA)


ON BOARD
Berhubung pesawatnya narrow body, jadi di dalamnya hanya ada 1 lorong. Layout kursinya adalah 3-3. Legroom ya seperti layaknya pesawat low cost deh: seadanya. Saya yang tinggi badannya nggak berlebih ini jadi nggak ada masalah dengan seat pitch/legroom. Tapi di flight dari Paris ke Pisa saya ngeliatin bule yang tinggi bener keliatan tersiksa gitu sama seat pitch-nya. Untung aja di duduk di aisle, jadi bisa sedikit nongolin kakinya ke lorong. Lah gimana kalo di jendela coba?! Bisa bengkok tuh kakinya pas turun dari pesawat.
Kiri: legroom versi saya yang lega. Kanan: liat betapa menderitanya kaki orang yang ketinggian itu :(

Untuk fasilitas di dalam pesawat ya seperti biasa deh: nggak ada TV, dapet majalah gratis, makanan kalo nggak beli ya nggak dikasih, dan toilet gratis (yakalee).
Cabin easyJet yang kehalangan orang

Untuk flight dari Paris ke Pisa itu kalian bakal melewati Swiss. Kalo lewat Swiss, berarti ada pegunungan es! Berhubung saya duduk di aisle, jadi cuma bisa liat dari jauh aja. Karena mikir sayang kalo nggak ada kenangan foto pegunungan Swiss dari atas, saya minta tolong sama orang yang duduk di window seat buat fotoin pemandangannya pake hp saya. Walaupun nggak bisa ngunjungin Swiss, saya cukup seneng udah bisa liat sesuatu yang khas dari Swiss: pegunungan es-nya!
Swiss Alps! (kayaknya)

BOTTOM LINE
Kalau waktu liburan di Eropa kalian itu terbatas atau nggak betah naik bis/kereta lama-lama, naik pesawat murah (low cost carrier) semacem easyJet ini bisa jadi pilihannya. Hal-hal yang diperhatikan saat mau naik easyJet adalah:
1. Beli tiket beberapa rute dalam satu reservasi supaya lebih murah.
2. Kalau mau hemat, usahakan tidak bawa bagasi yang di check-in karena harganya yang bisa sama dengan tiket promo-nya.
3. Kalau bawa tas ke kabin, kalian cuma boleh bawa 1 aja. Jadi harus pinter ngaturnya.
4. Jangan lupa check-in dulu sebelom ke airport dan bawa print-out boarding pass atau Passbook di iOS.

Gimana dengan kalian, kalo liburan dan mesti pindah kota lebih pilih naik pesawat atau transportasi darat?

6 comments:

  1. Untuk karyawan yang cutinya terbatas, tapi pengen gaya-gayaan liburan ke Eropa kayaknya bisa nih naik pesawat murah. *cek websitenya easy jet* Thanks infonya ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha bener banget. Buat yang liburannya terbatas, waktunya nggak boleh kebuang di jalan jadi harus pindah dengan cepat :))

      Delete
  2. Livery-nya easyJet bakal ganti lho Ky. Kayak gini nih yang baru:

    https://zilko.files.wordpress.com/2015/07/dsc10020.jpg

    Awalnya aku nggak suka banget, tapi lama-lama diliatin kok lumayan juga ya, hahaha. Walaupun tetap nggak yang wah-wah gimana gitu sih :P

    O iya, easyJet ini baru belakangan ini (sekitar 1,5 - 2 tahunan) mulai menerapkan sistem nomor kursi untuk para penumpang. Sebelum itu, duduknya bebas mau dimana pun juga, kayak AirAsia zaman bahola, haha. Dan dengar2 dulu AirAsia duduknya bebas gitu karena memang meniru sistemnya easyJet ini :P .

    Dan setujuu! Aku juga suka ketika terbang melewati Pegunungan Alpen. Memang keren banget pemandangannya! :D

    Anyway, kalau ngomongin LCC disini, tetap mesti banding-bandingin harga juga sih. Soalnya sering kali ketika cek ricek harga tiket pesawat, beda harganya LCC dan full service airline nggak beda banyak lho! Pernah sekali waktu, aku cek bedanya antara tiket AMS-EDI pp cuma 5 euro aja antara KLM dan easyJet. Ya udah aku naik KLM deh :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya beberapa bulan lalu juga sempet liat di Twitter foto livery barunya terus pada protes. Saya pas liat pertama kali mikirnya "ini kayak lolipop alpenlibe rasa jeruk" :p

      Beneran tuh dulu kursi easyJet berebutan? RyanAir juga katanya berebutan ya? (nggak tau sekarang masih apa enggak). Kalo AirAsia saya juga pernah denger masuk pesawat rebutan kursi :)) Pengen ngerasain sekali tapi sih gimana rebutan kursi itu haha.

      Yup yup. Sebagai orang yang irit (alias pelit), pasti saya compare ke semua airlines (dengan bantuan Kayak/Skyscanner). Kemarin juga sempet nemu Swiss dan Air France harganya sama dengan easyJet, sama-sama exclude bagasi tapi waktunya easyJet lebih cocok dengan jadwal saya.

      Delete
  3. Kalo kata temen gw dan yg gw baca2 hindari ryan air karna banyak biaya printilan lain2 nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hampir semua LCC gitu sih, tapi emang Ryanair rajanya karena kalo nggak online check-in bakal disuruh bayar di airport. 10-20 Euro gitu!

      Delete