Tuesday, June 16, 2015

Review: Veep

Ditengah kebosenan dengan comedy seriesnya network TV macem The Big Bang Theory dan Modern Family, tahun lalu saya menemukan gem comedy series: Veep dan Silicon Valley. Keduanya tayang di cable (HBO), and you know what that means? NO SENSORS! Jadi nonton ini siap aja denger F-words dan sejenisnya melayang dengan leluasa. Dari sejak nonton keduanya ini saya jadi suka banget dengan keduanya.

Cuma sayang di sekitar saya kayaknya masih dikit banget yang nonton ini. Dengan "dikit" itu maksudnya yang nonton Veep kayaknya cuma 2-3 orang, sementara Silicon Valley 0 orang. Siapa tau dengan review ini bisa bikin orang sekitar saya nonton kedua series ini supaya bisa diskusi atau ketawa bareng. Tapi jangan kebanyakan juga ah nanti jadi kayak Game of Thrones yang semua orang pada nonton dan ngomongin malah jadinya annoying dan overrated.

Hari Senin kemaren kedua series ini baru aja nayangin season finale-nya masing-masing. Silicon Valley di season 2, sementara Veep di season 4. Post ini baka review Veep duluan karena personally saya lebih suka Veep dibanding Silicon Valley. Tapi Silicon Valley juga lucu banget kok!


Sesuai dengan judulnya, Veep bercerita tentang seorang Selina Meyer yang merupakan wakil presiden Amerika Serikat. Dalam menjalankan tugasnya sebagai vice president, Selina dibantu oleh beberapa orang dalam timnya, yakni Gary Walsh yang menjadi bagman-nya, Sue Wilson yang menjadi sekretarisnya, Amy Brookheimer yang jadi chief of staff-nya Selina, dan Mike McLintock yang jadi head of communication. Di episode 2 mereka ketambahan Dan Egan yang kerjaannya sama kayak Mike tapi kelakuannya lebih brutal. Selain itu ada juga Jonah Ryan yang kerjanya sebagai penghubung antara presiden dan Selina. Jadi dia mondar-mandir aja buat ngasih tugas atau berita dari presiden ke Selina.

Yang bikin Veep lucu banget dan favorit saya adalah karena series ini banjir banget dengan insult dan sarcasm. Series ini juga satire karena ngegambarin politik Amerika yang sebenernya. Dari series ini kalian bisa tau kalo orang yang di TV keliatannya formal banget dan senyum-senyum doang itu di belakang bisa ngamuk dan sebenernya ogah buat bercengkrama dengan warga negaranya. But seriously, insult dan sarcasm di series ini juara banget. Saya belom nonton acara yang bisa ngeluarin insult dan sarkas sebebas, sebanyak, dan selucu ini.

Untuk segi cerita, season 1 itu berkisah tentang Selina yang pengen buat bill baru tentang Clean Job. Cuma karena tweet salah seorang staff-nya, banyak pihak (terutama oil) yang marah kalo bill ini passed. Jadi Selina dan timnya cari cara gimana supaya orang oil nggak marah sama dia tapi bill-nya bisa tetep goal.
Sue, Mike, Jonah, Amy, Gary, Selina, Dan

Season 2 bercerita tentang keinginan Selina supaya bisa dapet peran lebih di pemerintahan. Karena pada umumnya VP itu dicuekin sama presidennya. Di akhir season 2, Selina dapet berita bahagia yang kemudian jadi berita sedih namun berakhir dengan bahagia. Di season 2 ini bakal ketambahan cast baru kayak Ben Cafferty yang merupakan chief of staff-nya presiden dan Kent Davison yang kerjanya ngurusin statistik.

Berangkat dari berita bahagia di akhir season 2, season 3 bercerita tentang usaha Selina supaya bisa menang pemilu partainya. Untuk menang, dia juga ngelakuin beberapa kegiatan campaign buat dapet votes. Season 3 berakhir dengan sangat bahagia karena Selina diangkat jadi presiden karena suatu alesan.

Kalo season 1-3 saya itu binge watching, season 4 ini saya ngikutin minggu per minggu dan harus diakui waktu saya itu well spent! Menurut saya season 4 ini paling lucu dari season sebelumnya. Di season ini, Selina udah jadi presiden tapi masih harus tetep kampanye berhubung bakal ada pemilu resmi.

Dari nonton Veep ini saya sering banget ketawa lepas sampe harus ngepause videonya supaya bisa ketawa puas dulu. One liner-nya Veep juga sering lucu banget. One liner yang isinya insult apalagi tambah juara. Cuma karena hal ini juga kayaknya Veep nggak bisa masuk ke semua orang yang nonton. Walaupun saya (dan Sherry) yang rajin nonton Veep bilang series ini lucu banget-banget, ada temen yang bilang series ini nggak lucu karena dia nggak ngerti jokes-jokesnya. Ya semua balik ke selera sih.

Yang jelas series ini castnya nggak ada yang nggak lucu. Kelakuannya nggak ada yang normal. Script series ini juga juara banget. Kalo biasanya dalem 1 episode Modern Family atau The Big Bang Theory cuma ada beberapa lines dan scenes yang bikin senyum, saya bisa senyum sepanjang beberapa episode Veep karena lucunya nggak abis-abis. Okay, maybe I should stop saying "lucu" karena makin sering disebut malah makin nggak lucu. Right?

Ini ada beberapa kalimat dari sebuah review yang saya setuju banget.
The law of Veep is not that everything that could go wrong will go wrong, but that everything goes wrong in the worst possible way.
dan ini
Veep is in a separate class from most TV comedy. It is a satire without a moral compass because it is a reflection of a morally adrift universe, politics. Most comedies are happy to entertain, not just comedies, light dramas are thrilled to do a soft shoe and there’s nothing wrong with that. Veep cuts so deeply into vein of the vices of the presidency that every line is important. But none are as important as those things that can’t be expressed in words: gestures, implosions, the very heart of what a real person is. That’s important when an actor is playing someone who can never be real.
Post ini akan saya akhiri dengan banyak screencaps, GIF, dan video yang menggambarkan kelucuan series ini. Kalo dengan ngeliat ini kalian nggak senyum, mungkin Veep nggak cocok buat kalian. Eh tapi dari ini juga nggak cukup sih ya kan harus nonton scene sebelum dan setelahnya. Tapi yaudahlah.   Kebanyakan dari season 1-3 sih berhubung season 4 juga baru kelar jadi kayaknya belom pada sempet bikin gif/screencapnya, padahal banyak BANGET yang lucu. Here goes.
















































Jadi apa yang bikin Veep ini lucu banget? Veep lucu karena…

Oh dan Veep sudah renewed untuk season 5! DANIWAH!

2 comments: