Saturday, May 11, 2019

Pengalaman Transit di Muscat, Oman: Berat di Ongkos!

Akhir tahun lalu saya beli tiket ke Paris secara impulsif karena harganya yang murah, sekitar Rp4,4 juta dengan maskapai Oman Air. Jika perjalanan saya dari Jakarta ke Paris dengan Qatar Airways memakan waktu 19 jam, kali ini perjalanan memakan waktu 34 jam. Sekitar 8 jam perjalanan dari Jakarta ke Muscat dan 8 jam lagi dari Muscat ke Paris, sisanya selama 18 jam dihabiskan transit di Muscat. Ini karena Oman Air hanya memiliki 1 penerbangan setiap hari dari Muscat ke Jakarta dan Paris.

Sultan Qaboos Grand Mosque, Muscat, Oman

“Biarin lah, murah ini tiketnya. Lumayan bisa sekalian liat-liat Muscat,” pikir saya waktu beli tiketnya. Tapi ternyata salah! Karena dengan tiket Rp4,4 juta, saya menghabiskan tambahan lebih dari setengahnya yakni sekitar Rp2,4 juta untuk 2 kali transit di Muscat. Ini jatuhnya malah lebih mahal dibanding maskapai Etihad yang harga tiket PP-nya Rp4,8 juta kala itu dengan waktu transit di Abu Dhabi yang sekitar 3 jam saja.

Oman Air B787-9

Apa detail pengeluaran saya selama di Muscat?

Visa
Sebagai pemegang paspor Indonesia, saya harus memiliki visa untuk memasuki Oman. Untungnya visa bisa didapatkan saat tiba di Muscat (visa on arrival) atau secara online. Berhubung saya males apply online, jadi saya apply ketika mendarat saja. Apa bedanya? Pertama, harga. Harga visa sama-sama 5 Omani Rial (~Rp190.000), namun kalau apply di bandara ada biaya administrasi sebesar 1 OMR (~Rp38.000). Pembayaran di bandara bisa menggunakan kartu kredit atau tunai. Kedua, menurut saya yang males persiapan pilihan apply di bandara lebih praktis karena gampang banget. Tinggal datang ke meja pengurusan visa, kasih paspor, kasih uang, jadi! Hanya butuh waktu sekitar 5 menit dan nggak perlu print visa seperti kalau apply online. Kalo maunya apply online, bisa lewat halaman ini.

Visa receipt

Berhubung saya 2 kali transit 18-19 jam di Muscat, jadi biaya yang saya keluarkan adalah 12 OMR (~Rp456.000).

Hotel
Sebelum terbang, saya berhasil mendapatkan status match dari Qatar Airways Privilege Club Silver ke Sindbad Silver. Sindbad ini merupakan loyalty program-nya Oman Air. Sebagai Silver member, saya bisa mendapatkan akses ke business class lounge ketika transit di Muscat dan berdasarkan info di internet, lounge ini memiliki nap room. Namun ternyata nap room yang tersedia bentuknya sofa yang terlihat tidak nyaman. Karena pertimbangan badan saya yang masih pegel selesai outing kantor, saya jadi cari hotel.

Sebenarnya di bandara ada hotel yakni Aerotel, namun menurut saya nggak worth karena untuk 6 jam dikenakan harga Rp1,3 juta dan 12 jam sekitar Rp2juta. Udah mahal, saya butuhnya sekitar 15 jam juga. Jadi mahal banget kalo gitu. Sehingga akhirnya saya pilih untuk cari hotel di luar bandara aja. Pemilihan hotel juga tricky karena transportasi dengan harga terjangkau alias bis sangat terbatas. Oleh karena itu saya sengaja pilih hotel yang dekat dengan terminal bis, yakni Tulip Inn Downtown Muscat. Dari airport ke terminal bis Ruwi ditempuh dalam 45 menit, lanjut jalan kaki sekitar 600 meter. Harga per malamnya sekitar Rp840.000 untuk kamar double tanpa sarapan. Beli di Booking.com karena di Traveloka nggak ada inventory di seluruh Oman. Kalau kata Chrisye: sungguh aneh tapi nyata~

Tulip Inn Downtown Muscat - Standard Room

Tulip Inn Downtown Muscat - Exterior

Makan
Sebagai orang yang nggak pernah neko-neko, saya seneng banget begitu sampai di terminal bis Ruwi dan melihat ada KFC di dekatnya! Oleh karena itu saya beli KFC buat makan malem. Karena porsinya gede banget (isi 3 ayam, kentang, roti, coleslaw, minum), bisa dipake buat sarapan juga. Lumayan! Harganya sekitar Rp85.000.

Pas transit kedua saya kembali makan KFC dengan porsi yang lebih kecil, yakni 2 ayam, kentang, dan minum. Harganya Rp57.000.

KFC!

Sisanya saya makan di business class lounge-nya Oman Air di Muscat International Airport yang makanannya enak bangettt!! I think one of the best buffet meals I’ve had in airlines lounge.

Makan di lounge
Transportasi
Pilihan transportasi di Muscat itu hanya 3, yakni taksi, bis, atau rental mobil. Berhubung cuma transit kurang dari 24 jam dan terlebih tidak bisa nyetir, jadi saya nggak memilih rental mobil. Antara taksi dan bis, tentu saja saya pilih bis karena harganya yang beda jauh bagaikan langit dan bumi.

Bis kota, 1B untuk rute Ruwi - Airport

Untuk perjalanan dari airport ke daerah downtown Ruwi dengan jarak 30km, harga tiket bis adalah 0,5 OMR (~Rp19.000) sementara taksi 10 OMR (~Rp380.000). Berhubung nggak ada koper, jadi nggak masalah naik bis juga. Bis dari dan ke airport beroperasi 24 jam dan waktu tunggunya juga nggak lama karena ada setiap 30 menit (kalau tengah malam intervalnya 1 jam).

Terminal Bis Ruwi

Tiket bis

Keliling kota untuk mengunjungi beberapa tempat seperti Sultan Qaboos Grand Mosque, Mutrah Souq, dan Al-Alam Palace juga bisa ditempuh menggunakan bis dengan harga 0,2 OMR – 0,5 OMR sekali jalan. Namun emang harus pinter atur jadwal supaya nggak kelamaan nunggu bis. Kalau malas nunggu, bisa pilih taksi tapi ya itu harganya mahal.

Mutrah Souq

Uang
ATM berlogo Visa dan Mastercard banyak tersedia di lantai kedatangan sebelum imigrasi di bandara Muscat. Nggak ada biaya tarik dari mesinnya, hanya Rp20.000 yang dibebankan oleh Bank Mandiri. Sehingga nggak perlu siapin Omani Rial (OMR) dari Jakarta.

Btw uangnya ada rial dan baisa. Pecahan rial yang saya dapetin kemarin ada ½ rial, 1 rial, 5 rial, 10 rial. Lucu banget baru sekali liat uang nominalnya ½. Sementara baisa ini semacem “recehnya”. Karena value rial yang terlalu besar, jadi harga di Oman tuh banyak koma-komaan. Nah baisa ini koma-komaan tersebut. Kemarin saya sempet dapet 100 baisa (setara 0,1 rial).

Omani Rial dan Basia

Total Pengeluaran
Berikut adalah rekapitulasi pengeluaran saya selama transit 2x di Muscat, Oman:
  • Visa on arrival (2 x 6 OMR) = 12 OMR
  • Transport = 3 OMR
  • Makan = 3,7 OMR
  • Hotel 22,2 OMR + 23,4 OMR = 45,6 OMR
Sehingga total pengeluaran adalah 64,3 OMR (di luar belanja titipan) atau setara Rp2,4 juta. Mahal kan kalo diitung-itung? Tapi gapapa deh biar merasakan bagaimana Muscat itu. Nanti kalo balik lagi biar tinggal eksplor daerah di luar Muscat yang katanya cantik-cantik.

Stopover Package
Mengetahui koneksi penerbangan untuk beberapa destinasi yang masih rendah, Oman Air menawarkan beberapa program stopover package yang bisa dimanfaatkan penumpang.
  • Untuk penumpang business dan first class, akan mendapatkan gratis penginapan selama transit termasuk visa, transfer dari dan ke bandara, serta 3 kali makan.
  • Untuk penumpang yang mau eksplor Oman lebih lama, tersedia program Free 1 Night yang detailnya bisa diakses di sini.
Oman Air Business Class Seat B787-9 Apex Suite

Bagaimana untuk penumpang kelas ekonomi? Bayar sendiri! Muahaha. Agak simpang siur, tapi info dari temen saya yang punya kenalan dengan Oman Air katanya untuk subclass economy tertentu (katanya minimal subclass N, tapi kurang tau apa aja yang eligible) bisa beli paket stopover seperti penumpang business dan first class dengan harga USD 70. Pembelian hanya bisa dilakukan melalui kantor Oman Air. Berhubung infonya nggak jelas dan saya email mereka tapi nggak dibales, jadi belum bisa share info lebih lanjut. Kalo harganya beneran USD 70 dan dapet paket seperti penumpang business dan first class, saya sangat menganjurkan untuk dibeli.

Saya sendiri waktu itu tiketnya subclass L dan mencoba peruntungan dengan ke meja stopover untuk nanya apa bisa beli di sana. Petugasnya bilang subclass L nggak bisa dapet gratis dan kalo mau bayar harganya USD 125. Hotelnya pun dapetnya Aerotel yang merupakan hotel transit di bandara. Dia sampai bilang bahwa lebih baik saya langsung ke hotel aja karena harganya lebih murah. Hadeeh gimana ini Oman Air?!

Oman Air Business Class Lounge at Muscat International Airport (MCT)

Demikian lah pengalaman saya transit 2 kali di Muscat, Oman. Intinya adalah berat di ongkos karena uang yang dikeluarkan selama transit membuat harga tiket promonya nggak lebih murah dari Etihad yang secara waktu lebih efisien juga. Oleh karena itu saya bertekad untuk nggak mau naik Oman Air lagi kalo transitnya lama, kecuali dapet stopover/ transit package gratisan dari mereka, entah ketika naik business class atau mereka mengenalkan program hotel gratis kalo transit lama seperti program Plus Qatar yang pernah dimiliki oleh Qatar Airways.

8 comments:

  1. Dih ga bilang ada promo ke yurop. Lumayan tau 4jtan.
    Jadi total pengeluaran ke patagonia berapa? *tetangga kepo 😆

    ReplyDelete
  2. Iya beberapa waktu yang lalu ini aku juga sering lihat promonya Oman Air ini, hahaha. Yaa, sebenarnya kalau memang mau diniatin sekalian mengintip Oman itu kayak apa mungkin masih bisa dijustifikasi sih ya transit selama itu dan mesti keluar segitu :P .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, mendingan sekalian transit yang lamaan 2-3 hari biar bisa sekalian keliling Oman biar lebih puas juga eksplornya.

      Delete
  3. Hi Mas.. gmn sih caranya bisa dapet tiket murah oman & etihad yg cuma 4jt-an?
    Apakah ada cara2 khusus atau bisa langsung beli dari web nya?
    Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku beli dari Traveloka bulan Desember lalu, lagi ada promo gede-gedean harganya murah dari Rp 8,5 juta jadi Rp 6 juta terus ada diskon kupon lagi jadi Rp 4 jutaan!

      Delete
  4. Walah, kalo tau harus tetep apply visa meski hanya transit secuplik, ya better ambil ETIHAD sekalian ya. Pengeluaran terbesar hotel pun. Kalo hostel atau hotel budget ada nggak? Tapi busnya bagus kok, nampak modern dan nyaman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, kalo nggak mau eksplor Oman baiknya ambil Etihad karena jatuhnya lebih murah dan waktu tempuhnya lebih singkat.

      Hostel atau hotel budget nggak ada waktu itu saya cek di Booking.com maupun Agoda, harga hotel paling murah Rp 500ribuan.

      Delete