Saturday, December 8, 2018

Flight Review: Qatar Airways 777-300ER Qsuite Business Class from Doha to Sydney (+ Tips untuk Mencobanya!)

Saya menghadiahi diri sendiri naik Qsuite dalam rangka ulang tahun ke-25. Hampir 1 hari saya habiskan di Qsuite karena saya terbang tanggal 26 November jam 07.55 pagi waktu Doha dan mendarat keesokan harinya jam 06.25 pagi waktu Sydney. Total 14 jam di Qsuite! Sangat excited dengan penerbangan ini karena Qatar Airways dinobatkan sebagai maskapai dengan business class terbaik dan Qsuite dinobatkan sebagai kursi business class terbaik. Mereka pun berani kasih tagline "First in Business" ke Qsuite.


CHECK-IN
Sebagai penumpang yang terbang dengan rute Sofia – Doha – Sydney, seharusnya ketika di Doha saya bisa langsung masuk ke lounge. Tapi berhubung perlu nambah 1 bagasi yang perlu di check-in, saya ke luar imigrasi, mandi di arrival lounge, lalu ke check-in counter.

Di Hamad International Airport, penumpang business class ada jalur khusus untuk check-in, yakni line 2. Check-in berjalan lancar dan bagasi tambahan 1 langsung diberi tag untuk ke Sydney. Penumpang kelas bisnis mendapatkan jatah bagasi 40 kg. Setelah check-in, ada jalur security khusus, demikian juga imigrasi. Namun berbeda dengan ketika naik first class, nggak ada eskalator yang langsung nyambung ke lounge.

Dedicated business class check-in

LOUNGE
Saya mendapatkan akses ke Al Mourjan Business Class Lounge yang pagi itu ampun-ampunan ramenya. Walaupun udah kekenyangan di penerbangan sebelumnya, saya tetap menuju ruang makan yang terletak di lantai 2. Sama aja penuhnya, tapi untung ada 1 meja yang kosong. Saya cuma makan pancake pagi itu karena tau bakal makan lebih banyak di pesawat.

Al Mourjan Business Class Lounge Entrance

Qatar Airways QR906
Doha (DOH) to Sydney (SYD)
STD: 07.55 (GMT+3)
STA: 06.25+1 (GMT+11)
Boeing 777-300ER

Monday, November 26, 2018

25

Halo dari langit Bay of Bengal!

Alhamdulillah bertemu lagi dengan tanggal 26 November. Kali ini saya lagi dalam penerbangan menuju ke Indonesia setelah liburan di Eropa tapi rada muter karena transit via Sydney. Kalau tahun lalu ketika saya terbang dari Jakarta ke Eropa via Sydney, sekarang saya terbang dengan rute yang sebaliknya yakni dari Eropa ke Jakarta via Sydney. Dalam tulisan ini udah sempet saya jelasin alasan saya muter ke Sydney, lalu sekarang apa alasannya?

Karena pada akhirnya saya bisa merayakan ulang tahun di pesawat!!! Setelah beberapa tahun belakangan saya pengen banget ngerayain ulang tahun di pesawat tapi jadwalnya nggak pernah cocok, akhirnya tahun ini saya memutuskan untuk cuti di periode ulang tahun saya. Nekat banget karena sebenernya lagi musim banyak kerjaan, tapi ya kapan lagi (ps: akhirnya saya tiap hari masih tetep kerja juga haha). Saya rasa momennya pas, yakni di ulang tahun yang tergolong “milestone” yang ke-25, rasanya perlu dilakukan dengan hal yang berkesan.

Qatar Airways Qsuite - Business Class B777-300ER

Friday, November 23, 2018

Nekat Mendaki di Montenegro Saat Hujan

Halo dari Montenegro!

Saya tertarik banget dengan kota Kotor di negara Montenegro. Kalo orang biasanya day trip dari Dubrovnik, saya sengaja nginep 2 malam di sini supaya bisa eksplor kotanya seharian ditambah mengunjungi kota di dekatnya yang nggak kalah indah: Perast, Budva, dan Sveti Stefan.

Bay of Kotor, Montenegro

Sayangnya dari saya tiba semalam selalu hujan sampai pagi ini. Perast, Budva, dan Sveti Stefan langsung dicoret dan saya menimbang untuk di hostel aja seharian buat istirahat. Pegel juga 4 hari di Mostar dan Dubrovnik jalan kaki belasan kilometer per hari, belom lagi naik turun tangganya. Tapi kalo dipikir kok sayang udah di sini tapi gak ngelihat Kotor dari atas yang cantik itu. Akhirnya dengan sedikit nekat (dan bodoh) saya mutusin untuk hujan-hujanan naik bukit.

Jalur pendakian

Tuesday, October 30, 2018

Pengalaman Terbang dengan Japan Airlines

Ketika pulang dari Tokyo, saya sengaja memilih pesawat Japan Airlines di rute Tokyo-Narita ke Hong Kong karena codeshare dengan Cathay Pacific. Jadi dalam 1 tiket saya bisa mencoba 2 maskapai baru, yakni Cathay Pacific dan Japan Airlines.

Economy Class Cabin

CHECK-IN
Saya tiba di Narita International Airport Terminal 2 dengan menggunakan kereta dari kota. Setibanya di sana saya langsung bergegas menuju check-in counter. Suasana sore itu cukup ramai dan terdapat antrian panjang di bagian kelas ekonomi karena terminal 2 ini merupakan “kandang”-nya Japan Airlines dan banyak pesawat yang berangkat di jam 5 sore hingga 8 malam. Untungnya saya merupakan member oneworld Sapphire jadi bisa pakai check-in counter JAL Global Club yang lebih sepi.

JAL Global Club Check-in Counter

Penumpang kelas ekonomi Japan Airlines untuk rute Jakarta-Tokyo akan mendapatkan jatah bagasi 2 x 23 kg, berarti bisa memasukkan 2 koper yang berat masing-masing maksimal 23 kg. Namun karena tiket saya codeshare, sepertinya jatah bagasinya mengikuti jatah bagasi Cathay Pacific, yakni 20 kg. Saya nggak begitu mempermasalahkan karena cuma bawa 1 koper kecil. Setelah drop bagasi dan diberikan tag priority, saya diberikan 2 boarding pass untuk leg Tokyo – Hong Kong dan Hong Kong – Jakarta, jadi ketika transit di Hong Kong nggak perlu ambil boarding pass lagi.

Japan Airlines Boarding Pass

Sunday, October 28, 2018

Tiket Qatar Airways yang Sudah Tidak Semurah Dulu

Saya baru tahu maskapai Qatar Airways tahun 2013 ketika saya beli tiket dengan rute Kuala Lumpur - Istanbul - Jakarta dengan harga kurang dari Rp5 juta.

Qatar Airways at Hamad International Airport

Pembelian tiket multi-city (pergi dan pulang bukan dari kota yang sama) ini kemudian terus saya gunakan sehingga beberapa kali mendapatkan harga yang lebih murah dibanding tiket pulang-pergi. Harga promo yang hampir tiap tahun ada bahkan kadang 2 kali dalam 1 tahun ditambah cara di atas menyebabkan semua pembelian tiket Qatar Airways saya selalu multi-city, baik itu open-jaw maupun double open-jaw:
  • Kuala Lumpur – Istanbul – Jakarta (open-jaw)
  • Kuala Lumpur – Amsterdam // Barcelona – Singapore (double open-jaw)
  • Sydney – Athens // Madrid – Jakarta (double open-jaw)
  • Hanoi – Warsaw // Helsinki – Jakarta (double open-jaw)
Rute tiket Qatar Airways yang pernah saya beli

Berdasarkan hasil coba-coba saya waktu itu, hampir nggak ada batasan pembelian tiket multi-city. Satu batasan yang saya tau cuma jumlah maksimal benua dalam 1 tiket adalah 3 benua. Tiket paling ekstrim yang saya beli, Sydney – Athens // Madrid – Jakarta memenuhi syarat ini, yakni Australia, Eropa, Jakarta makanya harga yang saya dapatkan tergolong murah. Saya juga pernah coba Bali – Johannesburg // Johannesburg – Helsinki dan masih mendapatkan harga yang masuk akal.

Monday, October 1, 2018

Menginap Gratis di Doha dengan Program +Qatar

Pada tahun 2017 Qatar Airways meluncurkan program +Qatar. Dengan program +Qatar, penumpang Qatar Airways yang transit di Doha minimal selama 12 jam dapat menikmati fasilitas hotel gratis untuk 1 malam. Bagi yang mau extend 1 malam lagi, cukup membayar USD 100 untuk semua hotel (sekarang harganya sudah naik, dulu saat programnya baru diluncurkan biaya tambahannya hanya USD 50). Program ini sudah diperpanjang 2x, sehingga sekarang masih berlaku untuk pemesanan hingga 28 Desember 2018 dan periode menginap hingga 31 Desember 2018.

The Westin Doha Hotel & Spa - Pool

Fasilitas
Terdapat 2 kategori program +Qatar, yakni Premium dan Luxury. Kategori Premium diperuntukkan ke penumpang kelas ekonomi, sementara Luxury ke penumpang kelas bisnis dan first. Hotel yang terdapat di kategori Premium adalah hotel bintang 4, sementara pilihan di kategori Luxury adalah hotel bintang 5.

The Westin Doha Hotel & Spa - Deluxe Room

Fasilitas yang didapatkan jika mengikuti program +Qatar adalah dapat check-in kapan pun dan masa tinggal dihitung 24 jam setelah check-in. Ini sangat menguntungkan karena jadwal terbang Qatar Airways suka aneh-aneh, bisa landing jam 12 malam atau 5 pagi. Beberapa hotel di kategori Premium menawarkan fasilitas pick-up dan drop-off secara gratis juga. Berdasarkan pengalaman orang lain yang merupakan elite member dari sebuah hotel chain, walaupun menginapnya gratis tapi masih mendapat elite recognition seperti sarapan gratis bahkan upgrade room (berhubung kamar yang diberikan adalah kamar standar).

Wednesday, September 12, 2018

Office Graduation Trip: Weekend in Singapore

Singapore at Night

Awal bulan Agustus lalu salah satu teman kantor saya resign setelah 2,5 tahun bekerja. Orang mah kalo resign biasanya kasih makanan aja udah lebih dari cukup ya, lah ini dia ngajak staycation coba. Mewah banget sih emang hidupnya. Baru beli rumah, punya banyak mobil, tas bermerk semua, liburan ke US naik business class (pake promo yang saya kasih tau haha), pas resign ngajak staycation pula! Idola banget deh teteh satu ini.

Teteh idola yang tengah

Rencanya dia mau bayarin hotel untuk staycation di Jakarta. Namun entah kenapa jadi banyak gaya dan akhirnya ke Singapore. Karena kami teman yang tau diri, tiketnya bayar sendiri kok :p Dia bayarin hotel yang cakep. Milih hotelnya pun ribet. Sebagai karyawan perusahaan yang data-driven, kita sampe bikin Google Sheet dan mempertimbangkan semuanya di sana.

Pilihan Hotel

Akhirnya dipilihlah hotel PARKROYAL on Pickering karena menurut dia dan yang lain paling hotelnya instagrammable, walaupun kalau dilihat kamarnya tergolong lebih kecil. Ikut aja deh saya.

Sunday, September 9, 2018

Memanfaatkan Program Diskon Penggantian Baterai iPhone

Di akhir tahun 2017 Apple tersandung skandal “Batterygate”, yakni pengguna iPhone versi lama merasakan iPhone-nya jadi semakin lambat seiring dengan update iOS ke versi terbaru. Setelah baterainya diganti, kecepatan proses iPhone lebih baik dari sebelumnya. Kemudian pihak Apple mengatakan bahwa mereka memperlambat proses supaya iPhone versi lama masih tetap awet penggunaan baterainya dan tidak sering mati mendadak.

Karena mendapatkan protes yang cukup banyak dari penggunanya, Apple melakukan klarifikasi dan mengadakan program penggantian baterai untuk iPhone 6 dan model yang lebih baru. Dengan program ini semua pengguna iPhone 6 dan model lebih baru dapat menikmati diskon penggantian baterai iPhone dari yang normalnya seharga USD 79 (~Rp1.100.000) menjadi USD 29 (~Rp420.000). Harganya beda-beda sedikit karena kursnya berdasarkan lokasi negara Apple Store. Program ini hanya berlaku satu kali per iPhone dan berlangsung dari awal tahun 2018 hingga 31 Desember 2018.

Berhubung iPhone ini sudah saya miliki selama lebih dari 3 tahun dan mulai berasa baterai jadi cepat sekali habisnya, saya langsung cari cara untuk memanfaatkan program ini. Lumayan loh diskon Rp700.000, udah gitu baterainya jadi segar lagi :p

Untuk ilustrasi semata, ini iPhone pegang doang di Apple Store

Penggantian Baterai di Indonesia
Berhubung ini program-nya Apple, awalnya saya mikir cuma bisa dilakukan langsung di Apple Store. Ternyata setelah membaca artikel MakeMac ini, walaupun nggak ada Apple Store tapi di Indonesia juga bisa melakukan penggantian loh. Harganya lebih mahal sih, Rp825.000 dan penggantian dilakukan di Apple Authorized Service Provider kayak iBox, eStore, dan sebagainya. Temen saya ada yang ganti di Indonesia, tapi ternyata ada biaya tambahan gitu jadi akhirnya dia mengeluarkan uang sekitar Rp1.250.000.

Saya sendiri berhubung sudah ada rencana ke Perancis yang ada Apple Store jadi mau ganti baterai di sana aja. Lumayan selisihnya sekitar Rp800.000.

Monday, September 3, 2018

Menghabiskan Akhir Pekan di Paris Demi Liburan (Super) Singkat Bersama Keluarga

Saat menemukan tiket PP ke Eropa dengan Qatar Airways seharga Rp5 jutaan, Ayah dan adik saya langsung semangat banget beli berhubung memang mereka sudah ada rencana untuk jalan-jalan ke Inggris (United Kingdom). Melihat keseruan mereka berdua, saya godain Mama untuk sekalian ikut mumpung tiketnya lagi murah. Idealnya saya ikutan pergi juga supaya bisa liburan sekeluarga, tapi sayang waktunya nggak pas buat saya berhubung adik saya cuma bisa pergi di bulan Januari sementara saya nggak bisa meninggalkan kerjaan di kantor di masa tersebut.


Berhubung udah di deket Eropa dari UK, Ayah mau sekalian ke beberapa negara Eropa. Mama yang awalnya kurang semangat dengan destinasi UK langsung seneng pas dikasih wacana jalan-jalan ke Paris dan Amsterdam. Dipilihlah jarak tanggal keberangkatan dan kepulangan selama 2 minggu, 1 minggu di UK dan 1 minggu di Eropa. Harga udah ketemu, tapi Ayah dan Mama bilang mau solat Maghrib dulu biar afdol. Udah saya takut-takutin kalo ditinggal solat harganya naik lagi kayak tiket business class waktu itu, tapi mereka berprinsip “kalo rejeki nggak kemana”. Jadilah saat mereka solat, Eja (adik saya) dan saya membuat perkiraan kasar biaya liburan selama 2 hari tersebut.

Selesai solat, Mama nyamperin kami dan bilang “Mama di Inggris ngapain ya? Apa sih yang bisa diliat di sana? Nggak begitu menarik ya kayaknya”. Emang sih, salah satu agenda Ayah dan Eja ke UK adalah untuk mengunjungi beberapa stadion bola di sana bahkan berniat menonton pertandingan Premier League secara langsung. Lah Mama saya ngapain ngikut doang, mana visa UK dan tiket nonton bolanya mahal. Kemudian terjadilah percakapan berikut antara Mama dengan saya.
“Ka, Mama ikutan yang Eropa aja deh”
“Emang berani naik pesawatnya sendirian?”
“Kamu ikut aja makanya, seminggu doang emang nggak bisa cuti?”
“Gabisaa. Mama sendiri aja udah, nanti Eky temenin ke bandara. Gampang kok selanjutnya, tinggal ikutin petunjuk aja pas masuk pesawat, transit, sama pas nyampe. Nanti di Paris udah ditungguin Ayah sama Eja”
“YaAllah tega bener kamu sama Mama, nanti kalo Mama bingung terus ilang gimana?”
“Yaudah kalo gitu ikutan ke UK aja dari awal”
“Kagak demen Mama, gatau ngeliat apaan di sana. Nanti pas Ayah sama Eja nonton bola Mama ngapain bengong doang. Yaudah kamu anterin Mama aja ke Paris, terus pulang lagi”
“Yakaleeee”
“Mama bayarin deh tiketnya”
“Beneran???”
“Separo separo dah”

Sunday, August 12, 2018

Pengalaman Mencari Tiket Promo di Travel Fair

Beberapa tahun belakangan ini travel fair makin berjamur di Indonesia seiring bertambahnya minat masyarakat untuk liburan namun tetap perlu tiket yang harganya murah. Maskapai ternama macam Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Cathay Pacific, Thai Airways, Emirates, dan lainnya memberikan harga lebih murah saat travel fair ditambah diskon lagi khusus untuk pengguna kartu kredit dari bank yang bekerjasama dengan airlines tersebut. Contohnya Garuda Indonesia dengan BNI/Mandiri, Singapore Airlines dengan BCA, Cathay Pacific dengan HSBC, dan sebagainya. Umumnya terdapat dua gelombang travel fair setiap tahunnya, yakni di bulan Februari – April dan Agustus – September.

Singapore Airlines Travel Fair 2018

Saya selalu skeptis dengan event offline travel fair ini karena identik dengan antrian yang membludak bahkan pengunjung rela antri dari malam sebelumnya untuk mendapatkan diskon tambahan kartu kredit (cashback) yang jumlahnya dibatasi per hari. Emang lumayan sih kalo dapet cashback, tiket PP dari Indonesia per orang bisa kurang dari Rp4 juta untuk rute Jepang, Korea, China, kurang dari Rp5 juta untuk rute Australia, kurang dari Rp8 juta untuk rute Eropa, dan berbagai harga miring lainnya.

Harga PP Singapore Airlines Travel Fair Agustus 2018 (source)

Saturday, July 21, 2018

Terbang dengan Maskapai Terbaik Dunia di Kelas Terbaik: Singapore Airlines A380 New Suites

Akhirnya saat yang dinanti-nanti tiba: saya terbang dengan Suites-nya Singapore Airlines! Suites merupakan first class-nya Singapore Airlines yang hanya terdapat di A380. Sementara first class yang terdapat di B777 merupakan first class “standard”. Singapore Airlines mengenalkan Suites di tahun 2007 dan tergolong revolusioner. Sepuluh tahun setelah mereka mengenalkan Suites, di akhir tahun 2017 mereka kembali mengenalkan Suites versi terbaru. Versi inilah yang akan saya naiki dalam penerbangan dari Hong Kong ke Singapore.

Awal minggu ini Singapore Airlines dinamakan sebagai World's Best Airlines versi SkyTrax. Sehingga saya bisa merasakan terbang dengan maskapai terbaik dunia di kelas terbaik saat ini!

Singapore Airlines A380 New Suites

Terbang dari Hong Kong yang bukan merupakan home base-nya Singapore Airlines berarti tidak ada perlakuan spesial saat check-in, security check, dan imigrasi. Berbeda jika terbang dari Singapore dimana penumpang first class memiliki bangunan terpisah dari Changi Terminal 3 untuk melakukan proses check-in. Penumpang Suites mendapatkan jatah bagasi sebesar 50 kg.

Check-in counter at Hong Kong International Airport

Singapore Airlines memiliki lounge sendiri yang dinamakan SilverKris Lounge di beberapa bandara yang frekuensi terbangnya banyak seperti Bangkok, Hong Kong, London, Sydney, dan sebagainya. Sebagai penumpang Suites, saya mendapatkan akses ke bagian First Class di SilverKris Lounge Hong Kong.

SilverKris Lounge Hong Kong

Thursday, July 12, 2018

Review Lensa Fujifilm: Fujinon XF 14mm f/2.8 R

Tahun 2015 saya memutuskan untuk mengganti kamera dari Canon 600D ke Fuji X-M1. Setelah merasakan lensa kit standard dari Canon dan kurang puas dengan hasilnya, saya memilih upgrade lensa dari kit standar Fujifilm yakni Fujinon XC 16-50mm ke XF 35mm f/1.4 R. Review keduanya bisa dibaca di tulisan berikut.

Fujinon XF 14mm f/2.8 R

Walaupun takjub dengan hasil foto lensa tersebut, saya yang sering menggunakan kamera untuk kebutuhan liburan dan foto pemandangan merasakan bahwa bidang yang bisa ditangkap dengan lensa ini sangat sempit. Jujur saya jadi sedih ketika berada di Machu Picchu, Rio de Janeiro, dan Petra karena hasil foto landmark tersebut kurang maksimal. Don’t get me wrong – the pictures were sharp and the colors were vibrant, but I couldn’t get a wider view which is necessary for landscape photography. I ended up taking pictures with my phone and liked it better.

Udah berdiri di ujung viewing platform tapi foto landscape nggak bisa dapet kedua tangan Christ the Redeemer :(

Machu Picchu dengan XF 35mm versi landscape

Machu Picchu dengan XF 35mm versi portrait

Machu Picchu dengan iPhone 6 (setelah diedit warnanya dengan Snapseed)

Oleh karena itu saya bertekad untuk punya lensa kedua supaya bisa mengambil foto yang lebih lebar bidangnya (wide). Lensa Fujinon yang tergolong ke lensa wide adalah XF 10-24mm f/4 dan XF 14mm f/2.8. Setelah membaca banyak review tentang keduanya, saya memilih XF 14mm f/2.8 R sebagai lensa kedua saya.

Fujinon XF 14mm f/2.8 R

Thursday, July 5, 2018

Panduan Liburan di Luang Prabang, Laos

Di akhir liburan ke Siem Reap, Ojan dan saya membicarakan rencana liburan berikutnya. Berhubung Ojan kelihatan excited banget sama yang berbau budaya dan sejarah selama di Seim Reap, saya melemparkan ide untuk ke Luang Prabang. Dia belum pernah denger Luang Prabang sebelumnya dan langsung googling. Nggak lama kemudian, dia langsung setuju untuk menjadikan Luang Prabang sebagai destinasi liburan berikutnya.

Haw Pha Bang, Luang Prabang, Laos

Tanggal keberangkatan dipilih di bulan Agustus karena di Indonesia ada long weekend :p Namun begitu coba cek harga tiket pesawat, mahal banget bahkan kalo pilih AirAsia. Penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Luang Prabang yang biasanya seharga Rp1.1 juta – Rp1.7 juta pulang pergi, untuk tanggal yang kami pilih harganya hampir Rp9 juta! Mungkin belom dimasukin harga murahnya, pikir kami waktu itu.

Beberapa minggu kemudian setelah rutin ngecekin harga tiket yang tak kunjung turun, saya membaca kabar bahwa penerbangan AirAsia ke Luang Prabang akan berhenti beroperasi mulai 1 Juli 2018. Argh! Karena udah keburu pengen ke sana, akhirnya Ojan dan saya memutuskan untuk mempercepat keberangkatan ke awal Juni. Demi tiket yang harganya masih masuk budget.

Mount Phousi

ITINERARY
Hari 1: Jakarta – Kuala Lumpur – Luang Prabang
Saya terbang ke Kuala Lumpur dan di sana ketemu Ojan yang terbang dari Singapore. Transit sekitar 4 jam dan kami menghabiskan waktu dengan menyusun rencana perjalanan di Luang Prabang. Setelah terbang sekitar 3 jam, kami mendarat di Luang Prabang. Terletak di bagian utara Laos, kota ini masuk ke dalam daftar UNESCO Heritage Site dikarenakan berhasil menjaga dan merawat campuran nilai-nilai budaya dan struktur antara Laos dan Kolonial Eropa.

Thursday, June 28, 2018

Pengalaman Klaim Kompensasi EU261 karena Pesawat Tertunda di Eropa

Di akhir perjalanan ke Tromso dan Lofoten, kami terbang dari Narvik ke Stockholm (via Oslo) dengan Scandinavian Airlines (SAS) sebelum pulang ke Indonesia via Doha dan Singapore. Karena beli tiketnya terpisah (SAS dan Qatar Airways), supaya aman kami kasih jarak sekitar 7 jam dimana pesawat landing di Stockholm jam 14.30 dan terbang ke Doha jam 21.30. Berhubung punya waktu transit yang cukup lama juga jadinya kami buat rencana keliling Stockholm. Stockholm mahal, btw. Walaupun cuma beberapa jam saja, kami menganggarkan hampir Rp1 juta per orang selama di sana.

SAS Scandinavian Airlines at Oslo Airport

Hari kepulangan tiba. Kami berangkat jam 7 pagi dari Airbnb yang terletak tidak jauh dari Narvik Airport. Semua berjalan lancar sampai kami masuk ke pesawat. Tidak lama setelah semua penumpang masuk pesawat, pilot mengumumkan kalau ada masalah di cockpit dan dia masih mencoba memperbaikinya. Beberapa menit kemudian, pilot kembali kasih update kalau pesawat akan di dorong mundur dari parkir. Setelah di dorong mundur, lagi-lagi diam dan tidak bergerak. Walaupun kami belum terbang padahal sudah sekitar 30 menit dari jadwal awal berangkat, saya masih tenang karena waktu transit di Oslo sekitar 2 jam. Jadilah saya baca-baca in-flight magazine. Ketika lagi baca, pilot kembali bersuara namun kali ini saya mendapatkan berita buruk. Kurang lebih update-nya adalah mesin pesawat tidak bisa dinyalakan sepenuhnya, sehingga mesin di bagian kanan di bawah sayap tidak bisa berfungsi. Dia sudah coba restart berkali-kali, termasuk dengan panduan dari teknisi di Oslo, tapi tetap tidak berfungsi. Akhirnya dia mengumumkan kalau penerbangan harus dibatalkan dan perlu menunggu teknisi dari Oslo untuk mengecek langsung pesawatnya. Jeger!

SAS 737 Economy Cabin Narvik (EVE) — Oslo (OSL)

Pesawat kembali didorong ke tempat parkir, kemudian semua penumpang turun dan masuk ke terminal. Masing-masing penumpang diberikan voucher makan senilai 150 NOK (~Rp 260.000). Saya langsung cari opsi pesawat ke Stockholm. Nggak lucu kalo delay-nya kelamaan terus kami ketinggalan pulang pesawat ke Indonesia. Cukup sekali aja saya beli tiket pesawat jarak jauh dihari H. Kemudian saya menemukan 3 kursi untuk tiba di Stockholm jam 6 sore dengan SAS juga. Saya langsung ke ticketing counter untuk minta di secure kursi tersebut untuk kami bertiga, sambil jelasin kalo saya punya tiket lanjutan ke Indonesia. Sayangnya mereka bilang berhubung ini satu pesawat batal terbang, jadi cuma pihak SAS di Oslo yang bisa mengatur penerbangan lanjutannya. Kecewa, tapi saya langsung kirim message ke SAS lewat Twitter. Waktu saya ke Longyearbyen, sempet ada issue dengan bagasi yang saya beli dan tim Twitter SAS tergolong responsif. Kali ini mereka tetep responsif, tapi nggak membantu dan bilang cuma agent di airport yang bisa rebook. Hadeeeh.

Dapet meal voucher Rp260.000 per orang dari SAS

Thursday, June 21, 2018

Akhir Pekan di Hong Kong Demi Singapore Airlines New Suites

Pada suatu Jumat pagi setelah selesai meeting saya cek email dan mendapatkan kabar bahwa waitlist saya cleared untuk terbang dari Hong Kong ke Singapore dengan Singapore Airlines A380 New Suites (ditambah Singapore – Jakarta dengan First Class)! Setelah nunggu hampir 3 bulan, akhirnya dapet kabar baik juga. Tanpa pikir panjang, saya langsung issued tiketnya, begitu juga dengan tiket Jakarta – Hong Kong dan hostel untuk 1 malam di sana. Sejauh yang saya ingat, ini perjalanan ke luar negeri yang paling mendadak – semua baru dipesan 1 minggu sebelum berangkat! :D

Hong Kong Cityline

Mungkin kalian berpikir saya kurang waras menghabiskan akhir pekan di Hong Kong. Nantikan cerita selanjutnya saat saya menghabiskan weekend di Paris. Yes, you read that correctly. Terbang dari Jakarta hari Sabtu dini hari menuju Paris dan mendarat lagi di Jakarta hari Senin.

Dining On Board Singapore Airlines A380 New Suites

ITINERARY
Day 0: Jakarta – Kuala Lumpur
Untung banget dapet tiket Malaysia Airlines yang lebih murah dari AirAsia dan Tigerair untuk berangkat ke Hong Kong. Walaupun duduk di kelas ekonomi, saya mendapatkan segala bentuk priority seperti yang pernah saya share di tulisan berikut.

Saya menghabiskan malam di Regional Lounge-nya Malaysia Airlines. Berhubung pesawatnya delay dan kehabisan nap room, jadi saya tidur di sofa yang agak mojok. Bantal ada banyak di sofa dan mereka menyediakan selimut di lounge.

Malaysia Airlines Business Class Lounge - KLIA

Tuesday, June 19, 2018

Menghabiskan Libur Cuti Bersama Lebaran 2018

Hari ini merupakan hari terakhir cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1439 H. Walaupun pemerintah akhirnya memutuskan cuti bersama jatuh pada tanggal 11 – 20 Juni 2018 (setelah labil), kantor saya mengikuti jadwal cuti bersama yang awal, yakni 13 – 19 Juni 2018.

Bersama Keluarga
Ngapain aja selama cuti bersama tahun ini? Kalau tahun lalu saya berangkat ke Eropa di hari Lebaran sampai seminggu setelahnya tanpa mengurangi jatah cuti, tahun ini saya di rumah aja kumpul bareng keluarga (well, actually banyakan tidur-tiduran di kasurnya sih :p). Walaupun ada libur 7 hari, saya mengharuskan diri sendiri untuk Idulfitri di rumah sehingga waktu liburnya jadi cuma 5 hari. Udah gitu tiket pesawat ke Kuala Lumpur atau Singapore hampir 3 juta PP dengan pesawat low cost (AirAsia, Jetstar, dll). Akhirnya memutuskan untuk nggak pergi kemana-mana deh. Tahun ini udah keseringan pergi juga, jadi rusak deh resolusi tahun ini. Bilangnya mau kurangin liburan dan fokus nabung, tapi di semester pertama tahun ini aja tiap bulan pergi terus… :(

Pas saya bilang ke Ayah sama Mama kalo tahun ini nggak kemana-mana, reaksi mereka:
  • “Ah yang bener?”
  • “Kamu nggak tiba-tiba berangkat lagi kayak tahun lalu?”
  • “Habis makan ketupat mau ngambil koper di atas ya, Kak?” —> ini becandain apa yang saya lakukan tahun lalu

Thursday, June 14, 2018

Rekomendasi Tempat Servis Kamera dan Koper di Jakarta

Kamera dan koper, dua perlengkapan yang sering dibawa saat melakukan perjalanan. Seiring dengan berjalannya waktu dua barang ini bisa saja rusak. Berhubung saya cukup kesulitan saat mencari rekomendasi tempat untuk servis kamera dan koper ketika keduanya bermasalah, saya mau share di sini supaya kalau ada yang membutuhkan bisa menemukan infonya dengan mudah.

Disclaimer: foto ini gak ada hubungannya dengan tulisan, supaya thumbnail post-nya bagus aja :p Ini di Hallstat, btw.

Servis Kamera
Saat liburan ke Beijing, adik saya lapor kalo hasil foto dengan kamera saya ada bintik-bintik hitam di semua fotonya. Berikut contohnya.

Temple of Heaven dengan bercak hitam

Waktu itu saya langsung cranky dan marahin adik saya berhubung sebulan sebelumnya saat kamera tersebut saya bawa liburan ke Beijing masih berfungsi dengan normal. Saat liat fotonya saya langsung mikir kalo lensanya kotor, tapi adik saya bilang dia udah lap dengan lap kacamata (fiber) tapi masih ada bercak hitamnya. Kemudian saya googling dan katanya ada kemungkinan optik kameranya kotor dan perlu dibersihin.

Setelah baca di salah satu forum, saya bawa kameranya ke Toko Kurnia Camera Service yang terletak di Pasar Baru. Jauh banget dari rumah saya sebenernya ini Pasar Baru, tapi katanya hasilnya ok. Jadilah saya dan adik saya ke sana. Agak susah cari lokasinya karena hasil pencarian di Google Maps tidak mengarahkan ke tempat yang benar.

Thursday, May 31, 2018

Panduan Perjalanan ke Siem Reap, Kamboja

Setelah gagal ke Kamboja (serta Malaysia, Myanmar, dan Vietnam) di tahun 2013 lalu karena tiba-tiba homesick pas mau berangkat, negara ini menjadi tujuan berikutnya setelah saya selesai mengunjungi New 7 Wonders ofthe World. Tujuan utamanya adalah Angkor Wat yang terletak di kota Siem Reap. Kompleks candi peninggalan abad ke-12 ini merupakan salah satu tempat UNESCO World Heritage Site dan merupakan destinasi nomor 1 yang paling sering dikunjungi wisatawan versi TripAdvisor. Kenapa baru sekarang berangkatnya? Karena udah diniatin baru mau ke sini kalo ada temennya berhubung mesti sewa tuk-tuk untuk keliling dan nggak mau bayar sendiri. Pelit banget :p

Faces at Angkor Thom

Setelah 2x bikin janji dengan orang yang berbeda namun berakhir wacana, temen terakhir yang saya lempar wacana ke Siem Reap ternyata sangat bersemangat ke sini. Saya melempar wacana di awal bulan Desember, kemudian dia sering banget follow-up untuk beli tiket. Akhirnya pada awal Januari kami beli tiket. Horee jadi juga ke Angkor Wat! Saya berangkat dengan Ojan, temen kos saat kuliah di Bandung.

Angkor Wat

ITINERARY
Hari 0: Jakarta – Kuala Lumpur
Berangkat malam hari dari Jakarta setelah selesai bekerja. Setibanya di KLIA, saya naik kereta ke klia2 kemudian menginap di Capsule Hotel klia2 berhubung pesawat ke Siem Reap terbang besok pagi.

Saturday, May 26, 2018

Pengalaman Ketinggalan Bagasi dan Panduan Menyelesaikannya

Setibanya di Helsinki Airport setelah perjalanan 7 jam dari Amman (termasuk transit di Kiev selama 2 jam), saya melangkah ke bagian imigrasi. Sudah nggak sabar untuk menginjakkan kaki di Finlandia dan Scandinavia, termasuk Longyearbyen yang udaranya sejuk setelah panas-panasan selama di Jordan.

Copenhagen, salah satu tujuan liburan

Walaupun hanya pesawat kami yang tiba di Helsinki pada waktu tersebut, tapi antrian imigrasi berjalan sangat lambat. Sepengamatan saya sih karena petugasnya bertanya detail ke masing-masing pengunjung. Sekitar 3 orang nggak langsung diizinkan masuk, melainkan mesti ke ruangan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Butuh waktu sekitar 30 menit bagi saya yang berdiri di antrian bagian belakang untuk menyelesaikan proses imigrasi dan melangkah ke area pengambilan bagasi.

Setibanya di sana, layar di belt bagasi saya udah menunjukkan “LAST BAG” tapi belum ada bagasi saya di conveyor belt. Belt-nya masih bergerak, tapi sudah tidak ada bagasi lain yang keluar. Hingga akhirnya belt berhenti dan bagasi saya masih tidak nampak.

Helsinki Airport Baggage Hall

Wow, oke. Saya dalam perjalanan menuju Longyearbyen yang terletak di lingkar kutub utara dengan suhu berkisar -3 derajat sampai 5 derajat Celcius namun bagasi saya yang berisi semua pakaian musim dingin saya tidak ikut tiba bersamaan dengan saya di Helsinki. Butuh beberapa saat untuk memroses ini semua. Drama banget :p

Apa yang harus dilakukan saat ketinggalan bagasi?

1. Melapor ke petugas lost luggage di baggage claim area

Tidak jauh dari conveyor belt, saya dan satu penumpang lain dari Tel Aviv mendatangi counter lost luggage untuk melapor bahwa bagasi kami tidak terangkut. Sebenernya saya sempet memikirkan kemungkinan bagasi saya tidak sengaja terbawa oleh penumpang lain, tapi karena semua bagasi sudah diambil oleh masing-masing penumpang, kemungkinan bagasi tertukar ini menjadi kecil. Oleh karena itu saya melapor ke petugas terlebih dahulu untuk mendapatkan surat keterangan ketinggalan bagasi dari maskapai/ baggage handler.

Surat keterangan dari baggage handler, Swissport

Tuesday, May 15, 2018

Liburan di Polandia dan Negara Baltik (Lithuania, Latvia, Estonia)

Walaupun udah bertekad mau mengurangi jumlah liburan di tahun 2017, begitu selesai liburan di Eropa Tengah, saya malah cari tiket untuk liburan lagi. Kenapa? Karena saya inget punya Qcredits yang bisa dipakai untuk upgrade tiket Qatar Airways dari economy ke business class.

Seperti yang saya jelaskan di tulisan sebelumnya, sebaiknya Qcredits sebanyak 40 digunakan untuk upgrade tiket sekali jalan dari Asia ke Eropa atau sebaliknya, atau dari Doha ke US dan Australia. Berhubung nggak mau ribet urus visa lagi, saya pilih Eropa. Kemudian saya cari rute mana di Eropa yang harga tiketnya murah dan tersedia kursi untuk upgrade ke business class. Setelah memastikan kalo tersedia kursi upgrade di rute Helsinki – Doha dan Doha – Jakarta, saya cari-cari mau masuk Eropa dari negara mana.

Long story short, saya memutuskan untuk masuk dari Warsaw dan liburan ke Polandia dan negara Baltik (Lithuania, Latvia, dan Estonia). Tiket ke Warsaw yang murah hanya tersedia untuk berangkat dari Bangkok atau Hanoi. Berhubung saya belum pernah ke Hanoi, jadilah sekalian mampir ke sana untuk transit sekitar 8 jam.

Wroclaw's Rynek (Market Square) View from St. Elizabeth's Church Tower

Itinerary
Day 0: Jakarta – Kuala Lumpur
Dari Jakarta ke Kuala Lumpur naik Malaysia Airlines. Walaupun tiketnya di kelas termurah dan nggak dapet miles ke frequent flyer program Qatar Airways, saya masih bisa dapet elite perks berupa priority check-in, lounge, dan sebagainya. Berhubung penerbangan ke Hanoi baru besok pagi, saya memutuskan untuk menginap di Capsule by Container Hotel klia2.

Capsule Hotel klia2

Sunday, May 6, 2018

Manfaat Memiliki Elite Frequent Flyer Status: Qatar Airways Privilege Club

Tanggal 28 Maret lalu saya dapet email dari Qatar Airways Privilege Club kalau Gold membership saya berhasil diperpanjang setahun ke depan. Horeee! Berhubung sudah beberapa orang tanya gimana cara saya terlihat gegayaan masuk-keluar lounge padahal naik pesawat kelas ekonomi (#pencitraan), berikut saya share beberapa manfaat memiliki elite status sebuah maskapai karena lounge access adalah salah satu manfaatnya.

Berhubung saya cuma punya pengalaman punya elite status di Qatar Airways, cuma ini yang saya bisa share.

Tulisan ini akan saya bagi menjadi 4 bagian:
  • Manfaat elite status dari maskapai Qatar Airways
  • Manfaat dari aliansi/ alliance oneworld (alliance-nya Qatar Airways)
  • Cara untuk memiliki elite status sebuah maskapai (spesifiknya Qatar Airways Privilege Club)
  • Apakah perlu memiliki elite status suatu maskapai
Qatar Airways Privilege Club Gold, Silver, and Burgundy Membership Card

Manfaat Elite Status dari Qatar Airways Privilege Club (QRPC)
Membership program Qatar Airways yang bernama Privilege Club memiliki 4 tier atau level. Dari level bawah ke paling atas, yakni: burgundy, silver, gold, dan platinum. Level burgundy punya benefit yang minim (malah kayaknya hampir nggak ada) berhubung hanya cukup sign up programnya, sementara platinum punya benefit yang paling lengkap. Mari bahas benefitnya satu-satu.

1. Tier bonus
Setelah terbang, kamu akan dapet miles yang besarnya sesuai kelas dan subkelas terbang. Kelas yang dimaksud adalah economy, business, dan first class. Sementara subkelas contohnya economy promo, economy saver, economy value, dan economy flexi. Semakin mahal tiket kamu, biasanya semakin banyak miles yang bakal didapatkan. Kenapa saya bilang biasanya? Karena ada masa-masa di mana harga tiket business promo lebih murah dari economy flexi tapi miles yang didapatkan lebih banyak, karena pada dasarnya earning rate miles first class > business class > economy class. Untuk Qatar Airways sendiri earning rate masing-masing subclass adalah sebagai berikut:

Qmiles earning rate

Percentage di tabel adalah persen dari jarak terbang.

Contoh lebih jelasnya gini. Misalnya kamu beli tiket Jakarta – Paris PP di kelas ekonomi promo (subclass O). Berarti total miles yang kamu dapatkan adalah 25% dari jarak Jakarta – Doha – Paris – Doha – Jakarta, which is sekitar 3,692 miles. Pusing ngitungnya? QRPC udah siapin QCalculator, kalkulator buat ngitung berapa miles yang kamu dapetin.

Qmiles earning Jakarta — Paris round-trip

Monday, March 26, 2018

Jalan-Jalan di Tromso dan Lofoten Islands, Norwegia

Morning in Lofoten Islands

MENGAPA NORWEGIA?
Duh, harus ditanya ya setelah liat foto di atas? Kidding :p

Di bulan Agustus tahun lalu ketika Qatar kasih promo sekitar Rp5 juta untuk PP ke Eropa, saya iseng ngelempar info ke beberapa temen SMP, temen SMA, dan temen kosan saya. Ketiganya sama-sama heboh, tapi 2 hanya jadi wacana. Temen SMA saya yang nggak lama sebelumnya ketemuan buka puasa dan berakhir dengan kalimat “jalan-jalan bareng yuk!” langsung impulsif dan beli tiketnya. Temen SMA saya ini emang paling bisa diandalkan kalau jalan-jalan random. Dulu juga kerjaannya jalan-jalan random, seperti cerita di post ini. Tapi saya nggak nyangka dilempar tiket ke Eropa mereka tetep menyambut!

Reine (Nadia yang tengah, Manda yang kanan)

Pas saya sebut Eropa ditambah embel-embel “Norway/ Iceland mau nggak?”, Manda langsung bilang “mau banget Norway!” langsung deh saya pancing buat Februari dan langsung agree untuk Lofoten. Nadia sih gatau Lofoten itu apa (somehow gue rasa dia juga awalnya gatau Norway posisinya di mana). Long story short, malem itu juga mereka langsung issued tiket. Emang tiket murah tuh gabisa kelamaan dianggurin, keburu abis. Makanya issued dulu baru mikir belakangan. Kayak Nadia gini deh kira-kira:


Setelah issued, kami discuss online dan offline mau kemana aja di Norwegia berhubung ada sekitar 7 hari. Lofoten Island udah pasti, tapi 7 hari rasanya kelamaan (hint: 7 hari sangat kurang). Pilihan destinasi lain adalah Tromso, Alta, Senja, dan Abisko di Swedia. Berhubung Manda pengen banget liat aurora, akhirnya kami setuju untuk nggak terlalu rushed dan pilih Tromso aja karena lebih accessible. Selain itu, Tromso merupakan salah satu tempat paling populer untuk lihat northern lights (aurora) berhubung lokasinya yang di pusat aurora belt. Sejujurnya saya juga pengen sih, tapi sama sekali nggak berharap karena biasanya apes kalo urusan cuaca. Liat northern lights/ aurora ini selain lokasi yang bagus, harus cerah cuacanya, dan aktivitas auroranya juga harus tinggi. Saya jauh-jauh ke Rio de Janeiro di Brazil buat liat patung Christ the Redeemer aja ketutupan kabut, gimana aurora… We’ll see.


ITINERARY
Day 1: Jakarta – Paris – Oslo
Saya naik Qatar Airways business class dari Jakarta ke Doha lalu first class dari Doha ke Paris. Kemudian ketemuan sama temen yang sampe di Paris sehari sebelumnya untuk terbang ke Oslo naik Air France.